138 research outputs found
Sort by
ANALISI LITOFASIES ANGGOTA CAWANG DAERAH KOTA AMAN DAN SEKITRNYA KECAMATAN BUAY SANDANG AJI, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, PROVINSI SUMATRA SELATAN
ABSTRAK Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat (UTM-WGS 84 zona 48S) 377700 mT-383000 mT dan 9503560 mU- 9505800 mU Sedangkan secara administratif daerah penelitian termasuk kedalam wilayah Kota Aman, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan. Aspek geomorfologi pada daerah telitian dibagi menjadi empat satuan benuk lahan antara lain Perbukitan Homoklin (S1), Perbukitan Denudasional (D1) Tubuh Sugai (F1) dan Dataran Aluvial (F2). Pola Pengaliran yang berkembang ada dua pola pengaliran yaitu pola pengaliran subdendritik dan subparaler. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian berupa kekar dengan tegasan timurlautbaratdaya. Terdapat satu pola sesar yaitu sesar mendatar dengan pola timur laut- baratdaya. Potensi pada daerah penelitian antara lain potensi positif berupa keterdapatan bahan galian C dan potensi negatif berupa gerak massa. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat satuan batuan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir Cawang, Satuan Batupasir Talangakar, Satuan Batugamping Baturaja dan Endapan Aluvial. Analisi litofasies dilakukan pada Satuan Batupasir Cawang didapatkan elemen arsitektural berupa Sand Bedfrom (SB).Kata Kunci : geologi, batupasir, litofasies
Geologi dan Pengaruh Nilai Porositas Terhadap Nilai Kuat Geser Batugamping Daerah Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah penelitian terletak di daerah Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada zona 49 S UTM dengan koordinat 419270 – 424270 mE, 9131363 – 9136363 mS. Terdapat 2 jenis pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian, yaitu pola pengaliran dendritik (DND) dan subdendritik (SDND). Secara geomorfologi, daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan bentuklahan, yaitu perbukitan bergelombang, dataran nyaris, anak sungai, dan dataran alluvial. Secara stratigrafi, daerah penelitian tersusun oleh 4 satuan batuan. Urutan satuan batuan di daerah penelitian dari yang tertua sampai termuda yaitu Satuan batunapal Sentolo, Satuan batugamping pasiran Sentolo, Satuan batugamping Sentolo, dan Satuan endapan alluvial. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah kekar gerus. Analisis pengaruh nilai porositas terhadap nilai kuat geser batugamping dilakukan pada 3 titik. Berdasarkan hasil pengujian analisis nilai porositas yang dilakukan pada 3 sampel uji, didapatkan nilai porositas sampel A1 sebesar 12,74%, sampel A2 sebesar 10,56%, dan sampel A3 sebesar 9,35%. Untuk sampel A1 diperoleh nilai kuat geser sebesar 17,634 kPa, sampel A2 sebesar 26,993 kPa, dan sampel A3 sebesar 27,830 kPa. Porositas dan kuat geser memiliki persamaan regresi linier y = -3,1612x + 58,556 dengan koefisien determinasi R² = 0,9205. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini porositas memiliki pengaruh sebesar 92,05 % terhadap kuat geser. Semakin besar nilai porositas, maka semakin kecil nilai kuat geser
ANALISIS PERHITUNGAN WAKTU RUNTUH DAN DIMENSI KERUNTUHAN TEROWONGAN BAWAH TANAH BERDASARKAN PERHITUNGAN RMR DI LOKASI CIBITUNG, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN
ABSTRAK - Pengamanan kegiatan penambangan bawah tanah dilakukan bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan lubang bukaan terowongan dari reruntuhan batuan. Pengamanan kegiatan penambangan bawah tanah diperlukan kajian rekayasa geologi teknik seperti pemetaan lapangan, perhitungan Rock Mass Rating (RMR), tinggi bukaan terowongan bawah tanah, waktu runtuh (stand-up time), serta dimensi keruntuhan (beban runtuh, tinggi runtuh, dan beban luas atap). Penelitian ini menggunakan data kondisi geologi secara umum, pemetaan lapangan, perhitungan Rock Mass Rating (RMR), waktu runtuh (stand-up time), dimensi keruntuhan (beban runtuh, tinggi runtuh, dan beban luas atap). Kondisi geologi secara umum di daerah produksi CBT_1106_RMU_NTH dan CBT_1106_RMU_STH berupa batuan porfiritik andesit dengan dominan mineral kuarsa, memiliki jenis tekstur kuarsa crusiform, terdapat beberapa kekar menerus dengan panjang 1-3 m yang terisi dengan mineral hard filling lebar 1-5 mm, kekuatan batuan termasuk medium strong, sebagian teralterasi oleh mineral silika. Nilai RMR untuk daerah CBT_1106_RMU_NTH lebih tinggi dibandingkan CBT_1106_RMU_STH karena adanya pengaruh kondisi air tanah dengan tingkat pelapukan yang berbeda. Waktu runtuh daerah CBT_1106_RMU_NTH dapat bertahan lebih lama dibandingkan CBT_1106_RMU_STH karena daerah tersebut lebih stabil. Dimensi keruntuhan CBT_1106_RMU_NTH lebih pendek dan lebih ringan dibandingkan daerah CBT_1106_RMU_STH. Penelitian ini memberikan rekomendasi tinggi bukaan efektif tanpa penguatan.Kata kunci: geologi teknik, RMR, waktu runtuh, tinggi runtuh, beban runtuh. ABSTRACT - Securing underground mining activities is done purposely to maintain the stability and safety of underground mining openings from rock debris. Securing underground mining activities requires geological engineering studies such as field mapping, calculation of Rock Mass Rating (RMR), underground tunnel height, stand-up time, and collapse dimensions (collapse load, collapse height, and roof area load). This study uses data on general geological conditions, field mapping, calculation of Rock Mass Rating (RMR), stand-up time, collapse dimensions (collapse load, collapse height, and roof area load). The general geological conditions in the CBT_1106_RMU_NTH and CBT_1106_RMU_STH production areas are porphyritic andesitic rocks with dominant quartz minerals, have a crusiform quartz texture type, there are several continuous joints with a length of 1-3 m filled with hard filling minerals 1-5 mm wide, rock strength including medium strong, partially altered by silica minerals. The RMR value for the CBT_1106_RMU_NTH area is higher than CBT_1106_RMU_STH due to the influence of groundwater conditions with different levels of weathering. The collapse time for the CBT_1106_RMU_NTH area can last longer than CBT_1106_RMU_STH because this area is more stable. The CBT_1106_RMU_NTH collapse dimension is shorter and lighter than the CBT_1106_RMU_STH region. This study provides a high recommendation of effective aperture without reinforcement.Keywords: engineering geology, RMR, stand-up time, collapse height, collapse loa
Geologi dan Identifikasi Potensi Gasifikasi Under Ground Coal Gasification (UCG) Batubara Bawah Permukaan Berdasarkan Karakteristik Seam Batubara Di Area Pit Bangko Barat PT Bukit Asam Tbk, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan
Daerah penelitian secara administratif berada di Daerah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan tepatnya berada di area PIT Banko Barat yang merupakan konsesi dari PT. Bukit Asam Tbk tepatnya pada koordinat (UTM-WGS84 zona 48S) X1;Y1= 368714; 9582477, X2;Y2= 369941; 9582477, X3;Y3= 369941; 9581477, X4;Y4= 368714; 9581477. Metode penelitian yang dilakukan berupa studi pustaka, pemetaan geologi permukaan, analisis geomorfologi, analisis struktur geologi, analisis petrografi, analisis stratigrafi, analisis data wireline log, analisis data proksimat, dan analisis potensi UCG daerah penelitian. Stratigrafi pada daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muara Enim, yang terdiri atas tiga satuan batuan, dari tua ke muda diendapkan secara berurutan satuan batupasir b muara enim, satuan batulanau muara enim, dan satuan batupasir a muara enim. Ketiga satuan batuan berumur Miosen Akhir-Pliosen dan diendapkan pada lingkungan lower delta-plain. Pada analisis struktur geologi daerah penelitian, diketahui kemiringan batuan berarah tenggara-barat laut serta dijumpai kekar berpasangan dan Cleat pada batubara. Diketahui bahwa seam B1 pada sumur RN_01, RN_06 serta seam C pada sumur RN_01, RN_03, RN_04, RN_05, RN_06 merupakan seam yang berpotensi dalam pengembangan UCG berdasarkan pada parameter gasifikasi seperti ketebalan, kedalaman, kadar abu + kadar air total < 60%, rank lignit-bituminus, diapit lapisan impermeable, dip yang tidak terlalu curam (± 20°), struktur geologi sederhana, jauh dari intrusi, dan lebih dari 1 sumur
Kajian Gerakan Massa Berdasarkan Klasifikasi RMR Dan SMR Di Gondoriyo dan sekitarnya, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah
Penelitian dilakukan di Desa Gondoriyo, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang banyak dilakukan penambangan secara lokal.. Selain itu juga, daerah penelitian dilihat dari aspek geomorfologi merupakan perbukitan berelief tinggi dengan beberapa pengaruh struktur geologi berupa kekar, sesar, dan lipatan. Pengupasan lereng yang dilakukan saat pembukaan lahan pertambangn sangat perlu diperhatikan, karena kesalahan dalam pengupasan lereng ini dapat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Selain dari pengupasan lereng, kestabilan lereng juga dapat dipengaruhi oleh kualitas dari massa batuan penyusun lereng tersebut. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan analisis dengan studi Pustaka. Secara geologi, derah penelitian memiliki kontrol struktur yang intens dilihat dari pola pegaliran yang berkembang berupa subdendriik, trellis, subtrellis, dan parallel. Selain itu daerah peleitian berkembang struktur geologi berupa kekar, sesar mendatar, dan lipatan. Persebaran litologi di daerah penelitian secara tidak resin tersusun atas 3 lithostratigrafi yaitu Satuan Batupasir Ngrayong, Satuan Batugamping kalkarenit Bulu, dan Satuan Batulempung karbonatan Wonocolo. Penelitian kualitas massa batugamping dilakukan pada 4 lereng yang masing-masing lereng tersusun atas batugamping dan batupasir karbonatan. Nilai RMR yang didapatkan dimasing-masing lereng secara keseluruhan berada pada kelas sedang dan nilai SMR di daerah penelitian di peroleh berkisar antara 20-60 dan berpotensi terjadi Gerakan massa berupa longsoran baji. Kata Kunci: Gerakan Massa, Kecamatan Todanan, RMR, SM
The Application of Support Vector Machine to Estimate Synthetic Shear Sonic Log
Abstract – Rock physics modelling is commonly applied to characterize the subsurface. Sonic log provides the elastic properties in advanced petrophysics modelling or rock physics modelling. Although it is very important, to obtain shear sonic measurement results is very expensive. Therefore, empirical and artificial intelligence allow some solutions to estimate synthetic shear sonic log. This study applicate PCA as feature selection and SVM as the regressor with TAF as the target interval for well NEGF1P. The results of feature selection are GR, DTC, and MSF log as selected features. GS optimizes the SVM kernel parameter using selected features. The best parameters for each kernel (linear and rbf) and selected feature are the input to estimate synthetic shear sonic log. The estimation result using linear kernel has R2 0.845 and root mean square error (RMSE) 15.132 and using rbf kernel has R2 0.886 and RMSE 12.989. The estimation results construe that rbf kernel estimates the synthetic sonic log with more precision than the linear kernel and indicates the linear relation between the estimated and origin log. The three other wells apply SMV with rbf kernel best parameters and selected features to estimation the synthetic shear sonic in similar interval and younger interval (GUF)
KUALITAS BATUGAMPING KLASTIK BULU SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN PORTLAND DAERAH DINGIL, KECAMATAN JATIROGO, KABUPATEN TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR
Abstrak Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu sumber daya alam yang cukup melimpah adalah mineral industri, seperti dalam industri semen yang bahan bakunya berasal dari campuran batugamping, batulempung, gypsum, dan sebagai bahan tambahan, misalnya pasir silika serta pasir besi.Batugamping merupakan bahan galian golongan C, jenis mineral industri yang tersusun oleh kalsium karbonat (CaCO3) dan mengandung unsur lain, diantaranya magnesium. Dalam era pembangunan sekarang ini, kebutuhan akan semenPortlandsalalu meningkat sesuai dengan laju pembangunan diseluruh wilayah Indonesia (Sukandarrumidi, 1999). Daerah penelitian memiliki luas ± 54 m2 , satuan batugamping klastik Bulu menempati 20 % dari luas daerah penelitian yang terdiri dari satuan batugamping klastuk Bulu, sehingga penelitian khusus mengenai batugamping terkait bahan baku semenportlandperlu dilakukan.Kata kunci; Batugamping, Bahan Galian, Semen Portland.Abstract Indonesia is a rich country in natural resources. One of the abundant natural resources is industrial minerals, such as in the cement industry whose raw materials are derived from a mixture of limestone, claystone, gypsum, and as an additional material, such as silica sand and iron sand.Limestone is a class C quarry, a type of industrial mineral composed of calcium carbonate (CaCO3) and contains other elements, including magnesium. In the current era of development, the need for cement has always increased in accordance with the pace of development throughout Indonesia (Sukandarrumidi, 1999). The research area has an area of ± 54 m2, Bulu clastic limestone unit occupies 20% of the area of the study area which consists of Bulu clast limestone unit, so special research on limestone related to cement raw material needs to be carried out.Keyword; Limestone, Minerals, Portland Cemen
Deformation Signals at Mud Volcano in Kambing Island Detected by L-band InSAR
Abstract – Mud volcanoes are generated by fluid and solid material extrusion from their mud reservoir and are predominantly found at convergent plate margins. Kambing Island is a small island in Eastern Timor, Indonesia, where the Australian continental plate collides with the Banda Sea plate. The previous geological study identified active mud volcano on this island, but it is still unclear whether and to what extent they are active. In this work, we attempt to detect surface deformation due to the mud volcanoes activism in Kambing island using the Advanced Land Observing Satellite/ Phased Array Type L-band Synthetic Aperture Radar (ALOS/PALSAR) Interferometry Synthetic Aperture Radar (InSAR). The ALOS/PALSAR datasets consist of 12 ascending and 5 descending Synthetic Aperture Radar (SAR) data from 2006 to 2011. Although the results indicate surface deformation signals are hardly detected in the interferogram pairs due to lost coherence and atmospheric noise, we could highlight the episodic occurrence of surface deformation signals between April and November 2008 reaches 6.4 cm moving away from the satellite line of sight. In the future, to back up our findings, further field surveys or long-term InSAR are needed. Keywords: mud volcano, InSAR, deformation
Indikasi Keterdapatan Endapan Mineral daearah Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian berada di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di sebelah Utara Gunung Nglanggeran. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik batuan, penyebaran zona alterasi dan jenis tipe endapan yang terdapat pada daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa pemetaan permukaan dan analisa petrografi. Hasil pemetaan didapatkan tiga belas lokasi pengamatan yang terbagi menjadi tiga satuan yaitu Satuan Andesit Basaltik, Satuan Lapilli Tuf, dan Satuan Batuan Alterasi (dalam bentuk bongkah atau boulder). Pengamatan petrografi diambil dari dua lokasi pengamatan (sampel 1 (LP1) dan sampel 2 (LP9)) pada satuan batuan alterasi yang menunjukkan pada sampel 1 masuk kedalam zona alterasi filik dan sampel 2 masuk dalam zona alterasi argilik dan diinterpretasikan memiliki hubungan dengan proses vulkanik. Pada kedua lokasi pengamatan tersebut juga ditemukan stuktur dan tekstur batuan yaitu stockworck structure dan crustiform-colloform banded texture. Berdasakan data yang diperoleh daerah penelitian termasuk dalam jenis tipe endapan epitermal sulfidasi rendah
Komposisi Maseral Organik Terhadap Karbonisasi Batubara Daerah Muara Singan dan Sekitarnya, Kalimantan Tengah
Daerah penelitian secara administrasi berada pada daerah Desa Muara Singan dan Sekitarnya, kecamatan Gunung Bintangawai kabupaten, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah dan secara geografis terletak pada BT 115° 10\u27 00” BT - 115° 13\u27 30” dan LS 1°32\u27 0” LS 1°35\u2730”. Penelitian dilakukan dengan pemetaan geologi permukaan untuk mengetahui lapisan batubara pada daerah Muara Singan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi maseral organic pada lapisan batubara sebagai bahan baku karbonisasi. Proses karbonisasi merupakan peningkatan pemanfaatan batubara dengan pengkayaan unsur karbon. Penentuan karbonisasi menggunakan metode penelitian menggunakan 4 sampel batubara yang didapatkan dari singkapan permukaan batubara dan dilakukan analisa laboratorium berupa maseral batubara, Rv, calori value dan FSI. Maseral batubara yaitu komponen asal pembentuk batubara terbagi berupa vitrinite, Liptinite, dan Inertinite. Maseral Inertinite adalah proses oksidasi tumbuhan yang terbakar atau hasil dari pembusukan jamur atau bakteri. Hasil analisa petrografi didapatkan komposisi maseral vitrinite 67-84,2 %vol, Liptinite 0.4-7.4%vol, Inertinite 7-31%vol, dan mineral matter 1.4-3.4%vol, berdasarkan nilai kalori dan reflektan vitrinit batubara memiliki rank Lignite hingga High volaile subbituminous C dengan nilai kalori 4489-6896 cal/gr, dan nilai Free Swelling Index 1-3.5. Batubara pada daerah Muara Singan yang dapat digunakan sebagai bahan baku karbonisasi yaitu pada sampel 4 dengan kandungan Inertinite 31%vol dan FSI 2 (Sifat caking sedang)