138 research outputs found

    VULKANOSTRATIGRAFI DI DAERAH KULON PROGO DAN SEKITARNYA, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    Daerah penelitian secara administrasi merupakan perbatasan antara Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian adalah 110°00’30” BT - 110°23’00” BT dan 7°35’00” LS – 7°55’30” LS. Sedangkan luas daerah telitian 32 x 32 km2.Aktifitas volkanisme di daerah Kulon Progo terjadi dua kali periode. Pertama magmatisme yang mempunyai kisaran umur 29,63-22,64 juta tahun yang lalu (Oligosen Akhir-Miosen Awal) (Soeria-Atmadja dkk.,1994). Kedua magmatisme terjadi antara 8,10–1,19 juta tahun yang lalu (Miosen Akhir–Kuarter) berupa intrusi mikro diorit Telu dan dasit Curug.Hasil analisis dari pengamatan citra satelit, peta topografi, deliniasi punggungan dan pengecekan di lapangan, didapatkan empat bekas pusat erupsi yang ditandai oleh penampakan leher volkanik dan satu bekas kaldera dimana reliknya sebagai akibat proses erosi intensif yang berlangsung lama. Kelima pusat erupsi tersebut dikelompokkan menjadi tiga pusat erupsi utama yaitu Khuluk Ijo, Khuluk Jonggrangan dan Khuluk Sigabug serta dua pusat erupsiparasiter yang dimasukkan dalam satuan Gumuk gunung api yaitu Gumuk Kukusan dan Gumuk Pencu. Selain itu terdapat dua intrusi yaitu intrusi dasit Curug dan intrusi mikro diorit Telu.Kata kunci : busur magmatik, formasi andesit tua, khuluk, gumu

    ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT ALIRAN LAHAR DINGIN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALI GENDOL KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    Gunungapi Merapi merupakan gunungapi paling aktif di Indonesia. Potensi bahaya vulkanik gunungapi Merapi salah satunya adalah bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin. Salah satu sungai yang memiliki resiko kerugian besar adalah Kali Gendol, karena sungai ini memiliki endapan material vulkanik yang cukup banyak dibanding dengan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan estimasi kemampuan tampungan Kali Gendol terhadap volume lahar dingin serta estimasi waktu maksimal bagi Kali Gendol untuk menampung endapan lahar dingin serta dampak yang diberikan oleh lahar dingin terhadap fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Metode penelitian dilakukan dengan kombinasi survei lapangan dan metode analisis matematis dengan perhitungan volume. Hasil estimasi volume sedimen lahar dingin di Kali Gendol adalah sebesar 4.340.870 m3. Hasil perhitungan estimasi menyimpulkan bahwa perlu dilakukan normalisasi Kali Gendol seperti sebelum erupsi 2010 untuk mencegah kerusakan fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Kata Kunci : bahaya sekunder, lahar dingi

    KARAKTERISTIK MANGAN (Mn) DI DAERAH SIPUL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NIKI-NIKI KABUPATEN SOE, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

    No full text
    Daerah penelitian terletak di daerah Sipul dan sekitarnya, Kecamatan Niki-Niki, Kabupaten Soe. Secara administrasi terletak ke dalam UTM WGS 84 zona 51 L dengan koordinat x = 610000 – 628500 dan y = 8896500 – 8918000. Luas daerah penelitian sekitar 18,5 km x 21,5 km = 397,75 km2.Geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan sedimen berumur antara Kapur Akhir - Miosen. Batuan sedimen tersebut termasuk dalam Formasi Ofu yang terdiri dari kalsilutit, rijang, kalsedon, metasidimen dan terdapat mineralisasi mangan berupa berlapis (platten). Pada daerah telitian terdapat 6 satuan batuan yaitu Satuan Alluvium, Satuan Batuan Konglomerat – Krakal, Satuan Batuan Napal, Satuan Batuan kalsilutit tuffan, Satuan Batuan Batugamping koglomeratan dan satuan Batugamping Kalsilutit.Karakteristik mangan di daerah Sipul termasuk dalam jenis mangan pirolusit dan psilomelan. Selain itu mangannya berupa lapisan-lapisan tipis pada Formasi Ofu dan berhubungan dengan proses sistem hydrothermal di daerah penelitian.Kata kunci : mangan, Formasi Ofu, system hidroterma

    LINGKUNGAN PENGENDAPAN KAITANNYA DENGAN KUALITAS BATUBARA DAERAH MUARA UYA KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Batubara merupakan batuan organik yang terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu, dipengaruhi oleh temperatur, tekanan dan waktu, secara umum batubara terbentuk pada lingkungan rawa namun tidak semua rawa terdapat endapan batubara. Secara administratif lokasi penelitian terletak pada daerah Muara Uya dan sekitarnya, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan secara geografis terletak pada titik koordinat 01 0 37’ 40,36’’ LS - 01 0 39’ 20,7’’ LS dan 1150 25’ 37,12’’ BT - 1150 27’ 14,04’’ BT. Satuan batuan di daerah penelitian terdapat 3 satuan batuan, yaitu Satuan Batupasir Tanjung, Satuan Batulempung Tanjung dan Satuan Aluvial. Satuan Batupasir Tanjung ini berumur Eosen Akhir, dengan lingkungan pengendapan termasuk upper delta plain-fluvial. Satuan Batulempung Tanjung ini berumur Eosen Akhir, dengan lingkungan pengendapan termasuk transitional lower delta plain. Satuan Aluvial merupakan satuan termuda yang berumur Holosen

    POTENSI NIKEL SULPHIDA DAERAH IUP HARITA DI PULAU OBI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, PROVINSI MALUKU UTARA

    No full text
    Study ini berisi tentang eksplorasi potensi nikel sulfida di IUP PT. Harita Nickel yang berada di pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan studi ini ada empat area prospek untuk nikel sulfida dan dua untuk mineralisasi lainnya. Potensi Nikel sulfida berada di daerah Laiwui, Fluk, Babo, Loji dan Kawasi terkait dengan adanya sesar normal dan sesar geser yang memotong daerah batuan ultramafic, sedangkan di Bobo dan Laiwui, intrusi Diorite dan gabro memiliki prospek mineralisasi lain disamping nikel sulfida

    SEKUEN PARAGENESA DAN ZONASI SKARN PADA ENDAPAN BIJIH BIG GOSSAN ERTSBERG – TEMBAGAPURA TIMIKA – PAPUA

    No full text
    Perlu dikatahui bahwa endapan bijih skarn Big Gossan, terletak sekitar 1 km di bagian barat daya kompleks endapan bijih skarn Ertsberg, 2 km selatan endapan porfiri Grasberg. Endapan bijih ini merupakan endapan bijih tipe skarn dengan kadar tembaga sangat tinggi. Pada Akhir 2007, cadangan bijih Big Gossan adalah 52 ,7 juta ton dengan rata-rata kadar Cu 2,31%, Au 1,1 g/t dan Ag 14,75 g/t. Dimensi endapan bijih Big Gossan membentuk pola yang tabular, mempunyai panjang lebih dari 1 km, ketinggian sekitar 500 m dan lebar bervariasi sampai sekitar 200 m. Zona skarn di endapan Big Gosan berturut-turut dari batas hornfels (Kkeh) menjadi proksimal skarn (garnet>klino-piroksen), intermediet skarn (garnet=klino-piroksen), distal skarn (klino-piroksen>garnet), dan marmer. Pengamatan di dalam drift serta inti bor, menunjukkan bahwa proksimal skarn dimulai pada batas antara batuan karbonat Formasi Waripi dan Anggota Batugaping Formasi Ekmai dengan hornfels dari lapisan serpih Formasi Ekmai bergradasi menjadi intermediet, distal hingga marmer. Garnet hadir melimpah dan secara gradual menghilang kearah marmer. Sebaliknya klino-piroksen hadir dalam jumlah kecil di sekitar hornfel dan secara berangsur semakin banyak kearah batas marmer. Secara umum paragenesa mineral endapan bijih skarn Big Gosan dimulai dari proses metamorfisme, yang menghasilkan Hornfels biotit-kalium feldspar dan hornfels biotit-piroksen. Proses berikutnya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan samping dan bagian tepi intrusi menghasilkan prograde anhydrous yang dicirikan oleh hadirnya mineral garnet (andradit-grosularit) dan klino-piroksen (diopsid-hedenbergit) disertai epidot-kalsit-kuarsa-anhidrit. Hadirnya mineral tremolit-aktinolit dalam jumlah yang banyak, disertai mineral-mineral talk-anhidrit-kalsit-epidot-garnet-magnetit-pirit, menandai adanya fase retrograde hidrous skarn, yang diawali oleh pembentukan breksi hidrotermal. Sebagian besar mineral sulfida diantaranya magnetit, pirit, kalkopirit,sfalerit, pirhotit, galena, yang berasosiasi dengan kehadiran Cu dan Au, terbentuk setelah fase retrograde

    POTENSI DAN WILAYAH KERJA PERTAMBANGAN PANAS BUMI DI INDONESIA

    No full text
    Indonesia merupakan negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan, potensi energi panas bumi yang besar ini perlu ditingkatkan kontribusinya untuk mencukupi kebutuhan energi domestik yang akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi fosil yang semakin menipis. Sebanyak 252 lokasi panas bumi di Indonesia tersebar mengikuti jalur pembentukan gunung api yang membentang dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi sampai Maluku.Dengan adanya UU No. 27 Tahun 2003 Tentang Panas Bumi diharapkan akan memberikan kepastian hukum dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. Untuk mempercepat investasi di bidang panas bumi, perlu disiapkan informasi mengenai Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) panas bumi yang dapat dikembangkan. Selain 33 WKP yang telah ditetapkan, sebanyak 28 peta saran WKP panas bumi telah dibuat dengan total potensi sekitar 13.000 MWe. Potensi sebesar ini diharapkan dapat memenuhi target pengembangan panas bumi untuk membangkitkan energi listrik sebesar 6000 MWe di tahun 2020

    KONTROL GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUBARA DAERAH BEANHAS DAN SEKITARNYA KECAMATAN MUARA WAHAU KABUAPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR INDONESIA

    No full text
    Penelitian berada di daerah Beanhas dan sekitarnya kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Geologi daerah penelitian termasuk dalam Formasi Wahau pada Cekungan Kutai bagian utara yang terbentuk pada Kala Oligosen Akhir – Miosen Awal dengan lingkungan pengendapan laut dangkal - darat (S. Supriatna dan H.Z.Abidin,1995). Berdasarkan hasil pengamatan lapangan formasi ini merupakan formasi pembawa batubara pada satuan batupasir Wahau dan satuan batulempung Wahau. Pola struktur yang berkembang adalah struktur lipatan besar dengan arah sumbu lipatan hampir mendekati Utara – Selatan. Struktur lipatan berupa Sinklin A, Antiklin A, dan Sinklin B. Hasil klasifikasi lipatan pada daerah penelitian menunjukan tipe lipatan Upright HorizontalFold (Fluety, 1964). Berdasar data bawah permukaan serta didukung data laboratorium, maka sebaran kualitas relatif merata pada setiap sub-lapisan batubara yang memiliki kecenderungan meningkat kearah bawah yaitu 4810-5519 Cal/g menjadi 5060 – 5699 Cal/g dengan diikuti penurunan kadar abu yaitu 4,17% menjadi 3,02%. Melihat ciri fisik,rank batubara daerah penelitian termasuk kedalam jenis lignit

    PERAN WELLSITE GEOLOGIST PADA AKTIVITAS PEMBORAN EKSPLORASI DI LAPANGAN “MELIA” CEKUNGAN SALAWATI KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT

    No full text
    Minyak bumi sampai saat sekarang merupakan sumber energi yang utama dan sangat dibutuhkan. Untuk itu diperlukan usaha-usaha dalam meningkatkan dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak yang sudah ada atau mencari sumber cadangan baru dengan menerapkan kemajuan teknologi serta perhitungan ekonomi pada suatu lapangan minyak. Sampai saat ini kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di daerah Papua terutama bagian Barat masih terus dilakukan untuk menambah cadangan dan meningkatkan produksi hidrokarbon.Lokasi penelitian terletak di lapangan “MELIA” yang terletak diarah Tenggara Kota Sorong. Lokasi dapat ditempuh selama 30 menit dari Kota Sorong dengan kendaraan bermotor. Penelitian dilakukan di Pemboran onshore di lapangan “MELIA” Distrik Aimas Kabupaten Sorong.Secara sistematik, terdapat 5 perangkat sistem utama dalam pemboran, yaitu : Sistem Tenaga, Sistem Pengangkatan, Sistem Pemutar, Sistem Sirkulasi, dan Sistem Pencegah Semburan Liar. Dan 1 perangkat sistem penunjang yaitu sistem penyemenan.Wellsite Geologist adalah bagian yang penting dalam suatu operasi pemboran. Mereka bertugas untuk memonitoring aktivitas – aktivitas vital selama pemboran berlangsung. Salah satunya adalah mengidentifikasi data cutting hasil pemboran, mengawasi proses mudlogging dan wireline logging, kemudian yang terpenting yaitu menentukan batas formasi guna mendapatkan zona – zona yang memiliki prospek hidrokarbon maupun gas berdasarkan data litologic log, wireline log, serta data – data lainnya yang mendukung

    PENELITIAN GEOTEKNIK UNTUK PENGEMBANGAN KOTA KEBUMEN SEBAGAI MODEL AREA BERBASIS KEBENCANAAN RAWAN LONGSOR

    No full text
    Penelitian geoteknik pada longsoran tebing Kali Luk Ulo, didaerah Muktisari - Tamanwinangun, Kebumen dimaksudkan untuk mengetahui kondisi geoteknik guna pendukung perencanaan untuk pengembangan tata ruang kota Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan berlatar belakang adanya bencana longsor yang banyak terjadi di musim hujan terutama pada daerah dengan kondisi geologi yang rentan longso, dengan kemiringan lereng serta intensitas hujan tinggi. Pada tahun 1991 didaerah ini pernah terjadi longsor hingga menimbulkan kerugian jalan desa terputus, saluran irigasi sekunder rusak dan sawah mengalami kekeringan serta beberapa rumah permukiman penduduk rusak. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan suatu model pengembangan wilayah kota Kebumen beerbasis kebencaanan tanah longsor. Kata kunci: Geoteknik, Model are, Rawan longsor dan Kebumen.

    0

    full texts

    138

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MTG
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇