KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI POLIEUGENOL BERAT MOLEKUL TINGGI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt)
Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri polieugenol dengan penambahan ekstrak daun pala terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Polieugenol disintesis melalui metode polimerisasi kationik menggunakan katalis H2SO4-CH3COOH dengan perbandingan 4 : 1. Polieugenol yang dihasilkan memiliki berat molekul sebesar 2.18 x 107 g/mol, berbentuk padat dan berwarna coklat. Pengujian aktivitas antibakteri campuran polieugenol dan ekstrak daun pala menggunakan metode difusi sumur. Konsentrasi campuran polieugenol dan ekstrak daun pala divariasikan: 1% 2% 3% 4% dan 5% (b/v). hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran polieugenol dan ekstrak daun pala mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1% 2% 3% 4% dan 5% berturut-turut sebesar 15,06 mm, 16,93 mm, 18,51 mm, 19,69 mm, dan 20,99 mm. sedangkan pada Escherichia coli nilai daya hambat yang dihasilkan berturut-turut sebesar 17,5mm, 18,22 mm, 18,90 mm, 19,05 mm dan 19,45 mm. nilai daya hambat yang dihasilkan polieugenol pada Staphylococcus aureus setelah penambahan ekstrak daun pala mengalami penurunan, sedangkan pada Escherichia coli terjadi peningkatan nilai daya hambat yang tidak signifikan.Kata Kunci : Polieugenol, Ekstrak Daun Pala, Antibakter
MODIFIKASI PATI SUKUN (Artocarpus altilis) MENGGUNAKAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN MIE
Penelitian tentang modifikasi pati sukun (Artocarpus altilis) menggunakan anhidrida asam asetat dan aplikasinya pada pembuatan mie telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi anhidrida asam asetat terbaik dalam menghasilkan kadar asetil dan derajat substitusi tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu konsentrasi anhidrida asam asetat terdiri atas 5 taraf (0,05%; 0,10%; 0,15%; 0,20% dan 0,25%) dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan untuk masing-masing taraf sehingga didapatkan 10 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi anhidrida asam asetat terbaik diperoleh pada 0,25% dengan kadar asetil 5,75%, dan derajat substitusi 0,23. Hasil uji organoleptik pada parameter rasa dan tekstur, mie pati sukun asetat lebih disukai dibandingkan dengan mie pati alami. Kata Kunci : Sukun, pati sukun asetat, kadar asetil,derajat substitusi
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN TERLARUT DAN KAROTENOID NASI JAGUNG (Zea mays var. indentata) YANG DIFERMENTASI DENGAN KAPANG ONCOM MERAH (Neurospora sp.)
Analisis kandungan protein terlarut dan karotenoid nasi jagung (zea mays var. indentata) yang difermentasi oleh kapang oncom merah (neurospora sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi inokulum kapang oncom merah dan waktu fermentasi yang dapat menghasilkan nasi jagung dengan kadar protein terlarut dan karotenoid tertinggi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu : faktor a (konsentrasi inokulum kapang oncom merah) terdiri atas 3 taraf meliputi : 1%; 1,5% dan 2%. Faktor b (waktu inkubasi) terdiri atas 3 taraf : waktu fermentasi 36 jam; 48 jam dan 60 jam. Hasil analisis diperoleh perlakuan yang terbaik adalah konsentrasi 2% dan waktu fermentasi 48 jam dengan kadar protein terlarut 22,4% dan kadar karotenoid 0,38 mg. Analisis statistic sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara konsentrasi inokulum dan waktu fermentasi terhadap kadar protein terlarut dan kadar karotenoid.
Kata kunci: nasi jagung, kapang oncom merah, protein terlarut, karotenoid
PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI SELULOSA PELEPAH POHON PISANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan rasio polietilen glikol pada selulosa asetat yang menghasilkan karakteristik membran selulosa asetat terbaik. Selulosa diperoleh dari proses ekstraksi pelepah pohon pisang. Selulosa asetat diperoleh dari sintesis selulosa. Pencetakan membran dilakukan dengan melarutkan selulosa asetat ke dalam pelarut aseton 1:45 (b/v) dan ditambahkan pemlastis PEG dengan variasi 0; 2; 4; 6; dan 8 %. Membran diuji ketebalannya menggunakan micrometer sedangkan untuk kuat tarik dan elongasi diuji dengan Universal Testing Machine. Â Rendemen selulosa yang diperoleh adalah 62,5 %. Rendemen selulosa asetat dari hasil sintesis adalah 50 %. Berat molekul selulosa asetat 24.961,48 g/mol. Karakteristik membran terbaik diperoleh pada penambahan PEG 8% yang memiliki ketebalan 0.0206 mm, kuat tarik sebesar 20,29 MPa, dan elongasi sebesar 3%.Kata Kunci : Selulosa, Selulosa Asetat, Membran, PE
PENGARUH LAMA PENGOMPOSAN TERHADAP TUBUH BUAH DAN KANDUNGAN GIZI PADA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama pengomposan terhadap tubuh buah dan kandungan gizi pada jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terbaik untuk pengomposan media tanam terhadap produksi tubuh buah jamur tiram putih dan untuk mengetahui kandungan gizi produk tubuh buah jamur tiram putih. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali pengulangan pada taraf kepercayaan 95 %. Penelitian dilakukan dengan lama pengomposan 1, 3, 5, 7 dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk pengomposan media tanam ialah lama pengomposan 5 hari dengan berat tubuh buah total sebesar 84,050 g untuk 3 kali panen selama 45 hari. Kandungan gizi tubuh buah jamur (terhadap berat kering) yang dihasilkan adalah protein 38,57%, karbohidrat 47,92%, lemak 4,34% dan abu 9,16%.Kata kunci: Lama pengomposan, kandungan gizi, jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus
PENGARUH VARIASI WAKTU DAN KECEPATAN PENGADUKAN DALAM PEMBUATAN ETIL ESTER DARI MINYAK KELAPA
Penelitian ini bertujuan memperoleh etil ester yang optimum. Penelitian ini diawali dengan reaksi transesterifikasi antara minyak kelapa dan etanol dengan variasi waktu dan kecepatan pengadukan. Etil ester dianalisis dengan GC dan GC-MS. Hasil transesterifikasi optimum sebesar 76,48 % diperoleh pada rasio minyak kelapa/etanol/NaOH 1:2:0,02 (100 mL : 50 mL : 2 g) dengan kecepatan pengadukan 300 rpm. Kecepatan pengadukan dan waktu reaksi berturut-turut di atas 400 rpm dan 30 menit menghasilkan rendamen etil ester di atas 80 %. Kata Kunci : minyak kelapa, transesterifikasi, variasi waktu, dan kecepatan pengaduka
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatior) BERDASARKAN TINGKAT KEPOLARAN PELARUT
Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan ekstrak batang kecombrang (Etlingera elatior) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan, selanjutnya dengan pelarut etil asetat, dan etanol. Hasil ekstraksi dengan masing-masing pelarut diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai IC50 pada ekstrak n-heksan, etil asetat, etanol masing – masing adalah 711,67 ppm, 760,73 ppm, 535,78 ppm dan sebagai pembanding asam askorbat diperoleh nilai IC50 51,78 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, aktivitas antioksidan terbaik adalah pada tingkat pelarut bersifat polar (ekstrak etanol) dibandingkan dengan tingkat kepolaran pelarut lainnya.Kata Kunci : Batang Kecombrang,  Ekstraksi, Antioksida
KAJIAN EKSTRAK ETANOL MAHKOTA BUNGA KETEPENG CINA (Cassia alata L) SEBAGAI BIOINDIKATOR ASAM BASA
The acid-base bioindicator is an alternative substitute for the synthetic indicator. The study about ethanol extract of Ketepeng Cina crown flowers as an acid-base bioindicator source has been done. The research about utilization of ethanol extract of Ketepeng Cina crown flower was aimed to study compound group, pH range and acid-base titration which is suitable as bioindicator. This research was performed with gradual extraction by maceration method with three solvents. The results showed that ethanol extract from Ketepeng Cina crown flowers contained flavonoid, polyphenol, alkaloid, and tannin. Extract of Ketepeng Cina crown flower was yellow in acid and orange in the base with the pH range of 7-9.Keywords: Ketepeng Cina, Bioindicator, Acid-Base, Titration
PRODUKSI ENZIM LIPASE DARI Aspergillus niger ISOLAT KAPANG KOPRA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIUM KELAPA PARUT
The investigation about the lipase enzyme production from Aspergillus niger using grated coconut as a medium has been done. The aim of the study is to determine the best incubation time, pH and water content which produced lipase enzyme with high activity. Randomized Block Design (RBD) with 2 factorial pattern (incubation time and pH of the medium) was used in this research. Each factor consists of three levels and it was done in the triple. The level of incubation time and of pH were 48, 60, 72 hours and pH 5, 6, and 7, respectively. The observed parameter was the obtained lipase enzyme activity. The result showed that the highest activity was achieved at pH 7 for 48 hours of incubation time with 45% of water content. The amount of lipase enzyme activity was 1.70 µmol/ml.minutes.Keywords: mold coconut, Aspergillus niger, lipas
PENENTUAN MASA KADALUARSA LIKOPEN DARI BUAH TOMAT (Lycopersicum pyriforme) TERCAMPUR MALTODEKSTRIN DALAM KEMASAN KAPSUL
The investigation about the determination of the expired time of lycopene made from tomato (Lycopersicum pyriform) which was mixed with maltodextrin in capsule packaged has been done. The aim of the research is to determine the ratio of lycopene extract to maltodextrin for yielding lycopene with the highest purity degree and to determine the expired time. The applied ratio of lycopene to maltodextrin were 5:10, 7.5:10, 10:10, 10:7.5, 10:5 (w/w). Those samples were stored at room temperature for 10 weeks. Spektrofotometri UV-VIS was used to analyze the samples. The results showed that the highest purity degree was reached at the ratio of 10:10 (39.56%). The best expired time at the ratio of 5:10 was reached at 12.93 weeks.Keywords: Tomato, lycopene, lycopene mixed maltodextrin, purity degree, expire