KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
DERAJAT DEASETILASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG DARAH DENGAN PENAMBAHAN NaOH SECARA BERTAHAP
The study about raising of chitosan deacetilation degree in Anadara granosa by gradually adding NaOH has been done. The aim of the research was to study the influence of gradually added NaOH on the raising of chitosan deacetilation. The degree of chitosan deacetilation was determined by using spectroscopy of Fourier Transform Infra Red (FTIR). The result showed that the deacetilation degree increase with the increase of NaOH added i.e 79%; 85,9%; 89,95% for the first, the second and the third addition of NaOH with 3, 6 and 9 hours of the reaction the respectively.
Keywords: Anadaragranosa; Chitin; Deacetilation Degree; Chitosa
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT KACANG TANAH SEBAGAI ADSORBEN BESI (Fe) PADA AIR SUMUR Di DESA PENDOLO, KEC.PAMONA SELATAN, KAB. POSO
ABSTRAK Telah dilakukan penelitian Pemanfaatan Arang Aktif Kulit Kacang Tanah Sebagai Adsorben Besi (Fe) pada air Sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak arang aktif kulit kacang tanah dan pengaruh penggunaan berulang adsorben. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SSA. Rancangan penelitian yang diterapkan adalah RAL, dengan variabel bebas yaitu waktu kontak dan penggunaan berulang adsorben. Pada penelitian ini diterapkan variasi waktu kontak adsorbsi sebesar 30, 60, 90, 120 dan 150 menit dan variasi penggunaan berulang adsorben (P) P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8, P9 dan P10. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa arang aktif kulit kacang tanah 25 g mempunyai daya adsorpsi terbaik pada variasi waktu kontak dicapai pada menit ke-120 dengan kadar besi pada air sumur I sebesar 1,34 mg/L dan air sumur II sebesar 0,84 mg/L dan untuk pengaruh variasi penggunaan berulang adsorben bertujuan untuk menetukan efektifitas daya serap adsorben arang aktif dan diperoleh penggunaan pertama yang lebih efektif. Arang aktif kulit kacang tanah dapat digunakan sebagai adsorben penurunan kadar besi pada air sumur sebanyak 9 kali penggunaan. Kata Kunci: arang aktif, adsorben, kulit kacang, kadar besi, air sumur
KAJIAN DAYA SERAP ARANG TEMPURUNG KEMIRI (Aleorites Moluccana) TERHADAP ION BESI (III) DAN ION TIMBAL (II) PADA BERBAGAI WAKTU KONTAK
ABSTRAK Telah dilakukan penelitian Kajian Daya Serap Arang Tempurung Kemiri (Aleorites Moluccana) Terhadap Ion Besi (III) dan Ion Timbal (II) pada Berbagai Waktu Kontak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak antara ion logam berat dengan arang tempurung kemiri yang menghasilkan daya serap tinggi. Waktu kontak yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Waktu kontak yang terbaik pada logam Fe adalah 40 menit dan pada logam Pb adalah 50 menit. Hasil yang di peroleh menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak maka semakin banyak ion logam terserap. Kata kunci : Daya serap, Arang tempurung kemiri, Waktu konta
KAJIAN METODE GRAVIMETRI DALAM ANALISIS KADAR KARAGINAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5094ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang kajian metode gravimetri dalam analisis kadar karaginan rumput laut Eucheuma cottonii. Peneltian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat pemekatan dan rasio etanol/ekstrak pekat yang paling baik digunakan dalam penetapan kadar karaginan rumput laut Eucheuma cottonii. Penelitian dua faktor masing-masing faktor tingkat pemekatan dan faktor rasio etanol/ekstrak pekat, yaitu 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 1,5 : 1; 2,0 : 1; 2,5 : 1; 3,0 : 1; dan 3,5 : 1. Kadar karaginan ditentukan menggunakan metode gravimetri, hasil yang diperoleh menunjukkan tingkat pemekatan yang memberikan kadar karaginan tertinggi yaitu 50% dan rasio etanol/ekstrak pekat yaitu 3,5 : 1 yang menghasilkan kadar karaginan tinggi (51,752). Kata kunci: Eucheuma cottonii,Ekstraksi karaginan, Rasio etano