KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
KADAR LIKOPEN EKSTRAK KASAR BUAH TOMAT DALAM VCO (VIRGIN COCONUT OIL) PADA PERENDAMAN SUHU RUANG
Likopen merupakan salah satu senyawa karotenoid yang dapat berperan sebagai antioksidan yang memiliki sifat larut dalam minyak karena bersifat lipofilik. Penelitian ini memproduksi likopen yang berasal dari ekstrak kasat buah tomat dengan merendamnya dalam VCO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio terbaik dariekstrak kasar buah tomat terhadap VCO dalam menghasilkan likopen, dan juga waktu ekstraksi untuk menghasilkan konsentrasi likopen tertinggi dari ekstraksi atau perendaman ekstrak kasar buah tomat dalam VCO pada suhu ruang. Rasio antara ekstrak kasar buah tomat dan VCO adalah 1:40, 2:40, 3:40, 4:40, 5:40 (b/v) dengan masa ekstraksi mencapai 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan rasio ekstrak likopen kasar buah tomat terbaik pada penelitian ini yaitu 5:40 dan waktu ekstraksi terbaik adalah pada minggu pertama, dengan kadar likopen tertinggi sebesar 0,283 g.Kata kunci: Ekstrak tomat, likopen, VCO, waktu perendama
KAJIAN EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman dan rasio antara berat tulang ikan mujair terhadap volume asam sitrat 9% (b/v) dalam menghasilkan gelatin dengan rendemen tertinggi dan mutu terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf waktu kontak yaitu 24, 36, 48, 60,dan 72 jam dan 5 taraf rasio berat tulang ikan mujair: asam sitrat 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 dan 1:6. Penentuan pengaruh waktu perendaman dan rasio dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan 5 parameter pengujian yakni rendemen, kadar abu, kadar air, viskositas, dan kekuatan gel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh waktu perendaman dengan menggunakan 5 parameter tertinggi adalah 36 jam dan rasio adalah 1:6, dengan rendemen 9,439%, kadar abu 2,8%, kadar air 5,81%, viskositas 5,24 cP, dan kekuatan gel terbaik 38,1 mm/kg.sKata kunci : Gelatin, tulang ikan mujair, asam sitrat, viskositas, kekuatan ge
KANDUNGAN KAROTEN KERUPUK SIMULASI WORTEL (Daucus carota L.) VARIASI SUHU PENYIMPANAN
Telah dilakukan penelitian mengenai kandungan karoten kerupuk simulasi wortel variasi waktu penyimpanan.Tujuannya adalah untuk mengetahui umur simpan kerupuk produk hasil olahan wortel pada penyimpanan suhu ruang berdasarkan kandungan karoten dari kerupuk tersebut. Penelitian meliputi tahap produksi kerupuk dan waktu penyimpanan kerupuk pada suhu ruang. Tahap produksi kerupuk dilakukan dengan metode simulasi. Kerupuk wortel disimpan pada suhu ruang selama 63 hari dengan selang waktu pengamatan retensi karoten setiap 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karoten awal 75,80mg/100g dan kandungan karoten kerupuk minggu pertama hingga minggu 9 (atau 63 hari) secara berturut-turut 71mg/100g, 68,5mg/100g, 62mg/100g, 59,5mg/100g, 55mg/100g, 52,5mg/100g, 49mg/100g, 45mg/100g, 43,5mg/100g dan 40mg/100g. Masa simpan kerupuk berdasarkan reaksi orde satu adalah 133 hari dengan kandungan karoten 21,3mg/100g.Kata kunci: wortel, karoten, kerupuk simulasi wortel, masa simpa
APLIKASI TEKNIK DIFFUSIVE GRADIENT IN THIN FILM PADA PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg)
Konsentrasi logam Hg yang tinggi di lingkungan akuatik dapat menyebabkan meningkatnya toksisitas dalam ekosistem air. Oleh karena itu, penentuan distribusi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) perlu dilakukan. Salah satu metode efektif yang saat ini digunakan dalam penentuan Hg di lingkungan akuatik adalah menggunakan teknik Diffusive Gradient in Thin Films (DGT). Tujuan penelitian ini adalah membuat dan mengaplikasikan teknik Diffusive Gradient in Thin Film pada kajian logam labil merkuri (Hg) dari lingkungan perairan. Teknik ini merupakan metode passive sampling yang dapat mengakumulasi spesi labil merkuri (Hg) yang berada di lingkungan akuatik. Perangkat DGT terdiri dari bahan plastik berbentuk bulat dengan diameter 2,5 cm yang dapat diisi dengan gel lapisan pengkelat logam, gel poliakrilamida sebagai gel lapisan difusi, serta membran filter 0,45 µm. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah massa logam merkuri yang terikat pada gel lapisan pengikat logam Hg pada variasi waktu kontak. Sementara hasil pengujian dengan variasi ketebalan gel lapisan difusi tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan terhadap pengukuran massa Hg yang terikat pada binding gel Aplikasi metode DGT pada penetapan konsentrasi logam merkuri dalam perairan Teluk Palu terukur pada kisaran 3,502 - 3,507 µg/L.Kata Kunci: Merkuri, DGT, Chelex-100, Gel Difusi Poliakrilamida
PENGARUH pH PADA PEMANFAATAN CAMPURAN KITOSAN – DITIZON SEBAGAI ADSORBEN ION KALSIUM (Ca2+)
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pH pada pemanfaatan campuran kitosan-ditizon sebagai adsorben ion kalsium (Ca2+). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pH terbaik pada pemanfaatan campuran kitosan-ditizon, kitosan dan ditizon sebagai adsorben ion Ca2+. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 variasi pH (4; 5; 6; 7 dan 8). Setiap perlakuan dilakukan sebanyak dua kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Persentase penyerapan terbaik menggunakan kitosan adalah sebesar 83,21% pada pH 7. Sedangkan bila menggunakan ditizon diperoleh persentase sebesar 89,73% pada pH 6. Penggunaan campuran kitosan-ditizon diperoleh persentase sebesar 93,73% pada pH 7.Kata Kunci: Kitosan, Ditizon, Kalsium, pH, Adsorps
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI KULIT BUAH KLUWIH (Artocarpus camansi Blanco)
Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan karakterisasi pektin dari kulit buah kluwih (Artocarpus camansi Blanco). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio dan waktu terbaik yang diperlukan untuk menghasilkan ekstrak pektin dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu rasio perbandingan sampel terhadap pelarut dan waktu ekstraksi yang masing–masing dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio terbaik diperoleh pada perbandingan 1:50 b/v dengan rendemen pektin 47,2% dan waktu terbaik diperoleh pada 120 menit dengan rendemen 48,30%. Hasil karakterisasi pektin yang diperoleh antara lain yaitu kadar air 1,55%, kadar abu 2,2 %, berat ekivalen 609,99 mg, metoksil 11,49%, kadar galakturonat 42,47%, derajat esterifikasi 47,65% dan berat molekul 16.177,83 g/mol.Kata Kunci : ekstraksi, karakterisasi, pektin, kluwih
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MIKROKAPSUL EKSTRAK ETANOL KAPANG ONCOM MERAH (Neurospora sp)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan stabilitas mikrokapsul ekstrak etanol spora kapang oncom merah (Neurospora sp) pada penyimpanan suhu ruang selama 4 minggu. Penyalut yang digunakan adalah maltodekstrin. Variasi perbandingan antara maltodekstrin dengan ekstrak etanol kapang oncom merah adalah 1:0,5; 1:0,75; 1:1; 1:1,25; 1:5 (b/v). Hasil yang didapatkan adalah aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada perbandingan 1:1 (b/v), dan mikrokapsul ekstrak etanol spora kapang oncom merah lebih stabil pada penyimpanan suhu ruang dibandingkan ekstrak tanpa mikroenkapsulasi.Kata kunci: antioksidan, mikrokapsul, kapang oncom merah, stabilita
EFISIENSI MIKROKAPSUL EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) TERSALUT KARAGINAN KASAR (Eucheuma cottoni)
Penelitian tentang efisiensi mikrokapsul ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) tersalut karaginan kasar (Eucheuma cotonii ) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menentukan efisiensi tertinggi dari mikroenkapsulasi berdasarkan rasio ekstrak etanol kelopak bunga terhadap karaginan kasar sebagai penyalut. Mikroenkapsulasi dilakukan dengan menggunakan teknik pembekuan kering. Enkapsulasi ini diharapkan dapat mempertahankan senyawa aktif ekstrak etanol. Rasio dari ekstrak etanol terhadap karaginan kasar dilakukan pada 1:3; 1:4; 1:5; 1:6 dan 1:7; (b/b). Hasil penelitian diperoleh bahwa rasio 1:7 menghasilkan efisiensi tertinggi, yaitu 86,01%.Kata kunci: Ekstrak etanol , karaginan kasar, efisiens
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN KEASAMAN TERHADAP DAYA BIO ADSORPSI LIMBAH SABUT KELAPA HIJAU PADA ION LOGAM TIMBAL(II)
Logam berat menjadi salah satu zat pencemar perairan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Salah satu logam berat yang dapat menimbulkan pencemaran air yaitu ion timbal . Limbah sabut kelapa hijau dapat digunakan untuk mengadsorpsi ion logam timbal(II). Sabut kelapa hijau yang digunakan berasal dari daerah Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Sabut kelapa hijau diaktivasi terlebih dahulu menggunakan NaOH 5% sebelum dimanfaatkan sebagai bio adsorben. Penentuan gugus fungsi dilakukan menggunakan spektrometer FTIR, sedangkan untuk menentukan daya bio adsorpsinya menggunakan sprofotometer SSA. Waktu optimum dari sabut kelapa hijau untuk mengadsorpsi ion timbal(II) adalah 30 menit dengan jumlah ion teradsorpsi nya sebanyak 94,34%. Kondisi keasaman larutan dapat mempengaruhi jumlah ion logam Pb(II) yang terserap. Kondisi pH terbaik untuk sabut kelapa hijau sebagai bio adsorben yaitu pada pH basa
PROSES KONVERSI MINYAK GORENG BEKAS MENJADI POLIOL SEBAGAI BAHAN BAKU BUSA POLIURETAN
Minyak goreng bekas yang bersifat karsinogenik dan selama ini menjadi limbah yang mencemari lingkungan berpotensi sebagai bahan baku pembuatan busa poliuretan yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversi minyak goreng bekas menjadi poliol dan selanjutnya dijadikan sebagai bahan baku busa poliuretan. Minyak goreng bekas dikonversi menjadi poliol melalui proses hidroksilasi menggunakan asam formiat dan asam peroksida.  Proses pembuatan poliuretan ini direaksikan dengan Toluen diisosianat (TDI) dan PEG-400. Poliuretan dikarakterisasi menggunakan FTIR, perhitungan massa jenis dan nilai derajat penggembungan. Poliuretan yang terbentuk memeiliki massa jenis sebesar 0,38 g/mL dan nilai derajat penggembungan sebesar 13,21%