KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Not a member yet
    324 research outputs found

    UJI STABILITAS PIGMEN EKSTRAK UBI BANGGAI (Dioscorea bulbifera var celebica Burkill) PADA BERBAGAI VARIASI pH DAN LAMA PAPARAN SINAR MATAHARI

    Get PDF
    Penelitian tentang potensi ubi banggai (Dioscorea bulbifera var celebica Burkill)  sebagai pewarna alami makanan dan minuman yang ditinjau dari stabilitas pH dan paparan sinar matahari telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kestabilan ekstrak ubi banggai terhadap pengaruh pH dan terhadap paparan sinar matahari selama masa penyimpanan. Waktu yang digunakan adalah 10 hari untuk penyimpanan terhadap pengaruh pH dan 5 jam untuk paparan sinar matahari. Hasil penelitian menunjukan zat warna ekstrak ubi banggai stabil pada pH 2 setelah masa penyimpanan 10 hari dengan presentasi degradasi 37.38 % sementara pengaruh paparan sinar matahari menghasilkan degradasi terendah pada botol gelap yaitu 36,91 % dibandingkan dengan botol bening 41,96 %.Kata Kunci : Zat warna, stabilitas ubi banggai, degradas

    PRODUKSI METIL OLEAT MELALUI REAKSI METANOLISIS MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera Lam)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan fraksi massa metil ester asam oleat tertinggi dari rasio minyak biji kelor/metanol (v/v) serta waktu reaksi dalam proses metanolisis minyak biji kelor serta komposisi dari metil ester asam oleat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi rasio minyak biji kelor/metanol 1:3, 1:4, 1:5, 1:6 dan 1:7 (v/v) serta variasi waktu reaksi 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan rasio minyak biji kelor/metanol  meningkatkan fraksi massa metil ester asam oleat dengan fraksi massa maksimum (72.61%) terdapat pada penggunaan rasio minyak biji kelor/metanol 1:7 (v/v). Demikian pula pada pengaruh waktu reaksi yang menunjukkan bahwa peningkatan waktu reaksi meningkatkan fraksi massa metil ester asam oleat dengan fraksi massa maksimum (78.75%) terdapat pada penggunaan waktu reaksi 150 menit. Berdasarkan hasil analisis GC-MS diperoleh senyawa dominan penyusun metil ester tersebut adalah metil oleat persentase sebesar 48.25%, kemudian metil stearat dengan persentase sebesar 7.67%, selanjutnya metil palmitat dengan persentase sebesar 5.14 dan senyawa yang belum diketahui secara pasti dengan persentase sebesar 38.94%Kata Kunci: Minyak biji kelor, metil oleat,metanolisi

    EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK BIJI SALAK (Salacca edulis Reinw) DARI SALAK LOKAL DAN SALAK PONDOH

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai ekstraksi dan karakteristik minyak biji  salak (Salacca Edulis Reinw) dari salak lokal dan salak pondoh. Penelitian ini bertujuan melihat profil asam lemak dan menentukan karakteristik kimia minyak biji salak. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sokhletasi dengan pelarut n-Heksan. Kadar minyak yang diperoleh adalah salak lokal sebesar 0,52% dengan berat minyak 0,13 g dan salak pondoh kadar sebesar 0,82% dengan berat minyak 0,21 g. Hasil pengukuran GC – MS  minyak biji salak lokal dan salak pondoh menunjukkan hasil yang sama. Kromatogram GC – MS dua jenis salak menunjukkan hanya tiga puncak yang teridentifikasi profil asam lemak yaitu metil 14-metil-pentadekanoat, metil cis-9,cis-12-oktadekanoat (Linoleat), dan metil oktadekanoat (Stearat). Hasil karakterisasi minyak salak diperoleh bilangan asam 46.00 mg KOH/g minyak, bilangan peroksida 40 meq O2/g minyak, materi tidak tersabunkan 55,27% untuk salak lokal dan  bilangan asam 56,10 mg KOH/g minyak, bilangan peroksida 60 meq O2/g minyak, materi tidak tersabunkan 61,86% untuk salak pondoh.Kata kunci: Salacca edulis Reinw, minyak biji salak, profil asam lemak, sifat  kimi

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MAYANA (Coleus atropurpureus [L] Benth) BERDASARKAN TINGKAT KEPOLARAN PELARUT

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth.) dari beberapa tingkat kepolaran pelarut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak daun mayana terhadap bakteri gram positif (Streptococcus mutans) dan bakteri gram negatif (Shigella dysenteriae) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan 4 tingkat polaritas pelarut yang dimulai dari pelarut non polar (n-heksan), diikuti dengan pelarut semipolar (etil asetat dan kloroform) dan pelarut polar (etanol). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji metode sumur difusi, dan parameter yang diamati adalah diameter daya hambat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak n-heksan memberikan daya hambat tertinggi pada bakteri gram negatif (Shigella dysenteriae) dan ektrak n-heksan pada bakteri gram positif (Streptococcus mutans) berturut-turut adalah 22.81 mm dan 20.99 mm. Jadi, ekstrak daun mayana dapat menghambat bakteri Shigella dysenteriae dan Streptococcus mutans dengan kategori yang sangat kuat.Kata kunci: Mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth), Kepolaran pelarut, Daya hambat, Antibakter

    PEMBUATAN KONSENTRAT PROTEIN DARI BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) DAN ANALISIS PROFIL ASAM AMINO

    Get PDF
    Penelitian tentang pembuatan konsentrat protein dari biji kelor dan analisis profil asam amino telah dilakukan, dengan tujuan untuk menentukan tingkat kejenuhan amonium sulfat yang menghasilkan konsentrat protein dengan rendemen dan kadar protein tertinggi, rasio tepung biji kelor terhadap amonium sulfat yang menghasilkan konsentrat protein dengan rendemen dan kadar protein tertinggi, dan mengetahui profil asam amino konsentrat protein biji kelor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan variasi tingkat kejenuhan amonium sulfat 50%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80% dan variasi rasio tepung biji kelor terhadap amonium sulfat 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, dan 1:6 (b/v), setiap perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali. Tingkat kejenuhan amonium sulfat terbaik diperoleh pada 65% dengan rendemen sebesar 46,56% dan kadar protein 72,18%. Rasio amonium sulfat terhadap tepung biji kelor diperoleh rasio terbaik  1:6 dengan rendemen sebesar 70,96% dan kadar protein sebesar 74,16%. Profil asam amino konsnentrat protein biji kelor yaitu asam amino essensial berupa arginin (77,3 mg/g), fenilalanin (27,61 mg/g), leusin (27,39 mg/g), valin (15,19 mg/g), isoleusin (13,16 mg/g), threonin (11,29 mg/g), metionin (10,67 mg/g), lisin (7,57 mg/g), dan triptofan (3,49 mg/g). Asam amino non essensial berupa asam glutamat (97,2 mg/g), prolin (26,3 mg/g), glisin (24,74 mg/g), alanin (17,57 mg/g), asam aspartat (17,45 mg/g), serina (15,16 mg/g), tirosin (11,29 mg/g), dan sistina (5,9 mg/g).Kata kunci : Asam amino essensial biji kelor, Biji kelor, Konsentrat protein, Profil asam amin

    PENGARUH PENAMBAHAN AKTIVATOR DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF AMPAS TAHU SEBAGAI ADSORBEN MINYAK JELANTAH

    Get PDF
    Minyak goreng yang telah digunakan berulang kali akan mengalami kerusakan seperti peningkatan bilangan peroksida dan asam lemak bebas yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Penelitian ini memvariasikan aktivator pada proses pembuatan karbon aktif ampas tahu yaitu NaCl 10%, Na2CO3 5% dan H3PO4 1M untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida dalam minyak jelantah. Minyak yang digunakan adalah minyak goreng kemasan yang digunakan untuk menggoreng ikan kering, ikan basah, tahu-tempe dan daging ayam. Tahapan pemurnian minyak yaitu proses despising, netralisasi dan bleaching. Pengujian mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) 7709:2012 sebagai syarat mutu minyak goreng. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas tertinggi dan terendah yang diperoleh yaitu 0,1925% dan 0,1473%, sedangkan bilangan peroksida tertinggi dan terendah yaitu 9,3203 meq O2/kg dan 4,3526 meq O2/kg. Aktivator yang paling berpengaruh pada penurunan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida adalah Na2CO3 dimana diperoleh kadar rata – rata asam lemak bebas 0,1473% dengan persentase penurunan sebesar 57,68% dan kadar  rata – rata penurunan bilangan peroksida yaitu 4,3526 meq O2/kg dengan persentase penurunan sebesar 59,04%. Jadi, aktivator Na2CO3 merupakan aktivator yang paling baik digunakan untuk aktivasi karbon ampas tahu sebagai adsorben minyak jelantah.Kata Kunci:    Aktivator, Karbon Aktif, Ampas Tahu, Adsorben, Minyak Jelantah.Â

    PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) SEBAGAI ADSORBEN DALAM PERBAIKAN MUTU MINYAK JELANTAH

    Get PDF
    Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia. Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng menyebabkan jumlah minyak jelantah semakin meningkat. Minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali, perlu dilakukan proses pemurnian dengan menggunakan adsorben arang aktif. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase (%) perubahan kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan perubahan warna minyak setelah dimurnikan dengan arang aktif kulit buah sukun (Artocarpus altilis) serta perbandingan hasilnya dengan arang aktif di pasaran. Penelitian ini menggunakan metode titrasi untuk menentukan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida serta metode spektrofotometri untuk menentukan kualitas minyak dengan melihat warna minyak. Hasil penelitian menunjukan terjadinya perubahan warna minyak dari gelap menjadi cerah dengan penurunan kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, serta absorbansi setelah dimurnikan dengan arang aktif kulit buah sukun berturut-turut sebesar 51,04%, 33,11%, dan 0,898 Abs (ayam), 48,38%, 29,32%, dan 0,721 Abs (ikan basah), 52,34%, 37,92%, dan 1,790 Abs (ikan kering), serta 50,16%, 35,41%, dan 0,231 Abs (tahu-tempe). Hasil statistik menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara adsorben arang aktif kulit buah sukun dengan arang aktif di pasaran pada penurunan kadar asam lemak bebas pada minyak jelantah dari pengorengan ikan kering serta bilangan peroksida pada minyak jelantah dari penggorengan ayam, ikan basah, dan ikan kering. Kata Kunci : Arang Aktif, Kulit Buah Sukun, Adsorben, Minyak Jelantah Cooking oil is a basic human need. The high level of cooking oil consumption causes the amount of used cooking oil to increase. Used cooking oil to be reusable, need to be purified by using activated charcoal adsorbent. The aim of this research is to know the percentage (%) change of free fatty acid, peroxide value, and oil color change after purified with activated charcoal of breadfruit (Artocarpus altilis) peel and comparison of the result with activated charcoal in market. This research uses titration method to determine free fatty acid content and peroxide value and spectrophotometric method to determine oil quality by looking at oil color. The results showed the change of oil color from dark to bright with the decrease of free fatty acid content, peroxide value, and absorbance after purified with activated charcoal of breadfruit peel for 51,04%, 33,11%, and 0,898 Abs (chicken), 48,38%, 29,32%, and 0,721 Abs (fresh fish), 52,34%, 37,92%, and 1,790 Abs (dried fish), and also 50,16%, 35,41%, and 0,231 Abs (Tempe-tofu), respectively. The statistical results show that there is a significant difference between activated charcoal of breadfruit peel adsorbent and activated charcoal on the market on the decrease of free fatty acid content in cooking oil from dried fish fryers and peroxide value on cooking oil from chicken frying, fresh fish, and dried fish. Keywords: Activated Charcoal, Breadfruit Peel, Adsorbent, Used cooking oilÂ

    PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang penerapan metode ekstraksi pelarut dalam pemisahan minyak atsiri jahe merah (Zingiber officinale Var.rubrum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang menghasilkan ekstrak minyak atsiri jahe merah dengan rendemen yang tinggi dan komponen senyawa minyak atsiri jahe merah.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang terdiri atas lima perbandingan rasio yaitu 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, dan 1:11 (b/v) dengan dua kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah yang tertinggi tardapat pada rasio 1:11 sebesar 6,695%. Analisis GC-MS minyak atsiri jahe merah menunjukkan bahwa terdapat 6 komponen senyawa yang dihasilkan. Kata Kunci  :  Minyak Atsiri Jahe, Ekstraksi, Gas Cromatography-Mass Spektrofotometri (GC-MS

    STUDI REAKSI SENYAWA SITRONELAL DENGAN L-TIROSINA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Penelitian modifikasi dan sintesis senyawa kimia untuk tujuan antibakteri terus berkembang, diantaranya adalah kajian hubungan antara struktur senyawa dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan melalui kajian reaksi dua senyawa yaitu sitronelal dan L-tirosinaa yang ada hubungannya antara struktur senyawa dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Reaksi tersebut menggunakan metode schiff base dengan cara merefluks campuran dengan katalis KOH pada suhu 600C selama 8 jam. Hasil reaksi dikarakterisasi dengan KLT dan Spekrofotometri IR. Senyawa hasil sintesis berbentuk padatan amorf berwarna kuning dengan berat 0,061 gram beserta titik leleh 265-269oC. Hasil pengujian antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode dilusi pada konsentrasi 1200 µg/mL. Sifat antibakteri hasil reaksi mengindikasikan masih adanya hubungan struktur senyawa dengan aktivitas yang lemah.Kata kunci : Sitronelal, L-tirosina, Aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus

    KAJIAN EKTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN KATOMBO (Selar crumenopthalmus)

    Get PDF
    Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui waktu  perendaman dan rasio tulang ikan katombo dengan larutan asam sitrat 9% terhadap rendemen dan mutu gelatin tulang ikan katombo yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan waktu terbaik pada perendaman tulang ikan katombo adalah 60 jam dengan rendemen 6,442%, kadar abu 4,50%, kadar air 8,70%, viskositas 2,93 cP dan kekuatan gel 44,40 mm/kg.s. Rasio terbaik antara tulang ikan katombo terhadap larutan asam sitrat 9% adalah 1:4 (b/v) dengan rendemen 6,938%, kadar abu 3,70%, kadar air 8,70%, viskositas 2,93 cP dan kekuatan gel sebesar 44,30 mm/kg.s.Kata kunci : Gelatin, ikan katombo, ekstraksi, viskositas, kekuatan ge

    319

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇