Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Application of Extended Euclid Algorithm on Hill Cipher Cryptography Modulo 95
Hill Cipher Cryptography is the art of hiding a message using an invertible matrix as the key. Let A be a 2 2 invertible matrix of the real number. Encryption performed by converting each character on the original message into an ASCII code. The result of the conversion is multiplied by matrix A using matrix multiplication operation modulo 95 which result added with 32. The calculation result in the form of numbers is re-converted into characters according to the ASCII code. It is described in parallel, while the ciphertext matrix is operated using matrix A^(-1). Since matrix A is an invertible matrix and not supposed to have 1/-1 determinant, the matrix result is possibly a non-integer real number. Therefore, the extended Euclid algorithm is needed to finish the description process for finding out the modulo 95 number of a non-integer real number
Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Semasa Pandemi Covid 19 Terhadap Hasil Belajar Ilmu Gizi Mahasiswa Calon Guru Biologi
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada masa pandemi covid 19 terhadap hasil belajar mahasiswa calon guru. Metode penelitian yang digunakan pre-eksperimen dengan one group pretest and postest design. Sampel penelitian yaitu 40 orang mahasiswa pada semester III dan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil belajar diperoleh melalui nilai pretest-posttest dan penilaian produk. Hasil penelitian menunjukkan skor pretest sebesar 3,52 dan posttest sebesar 3,75. Perolehan skor N-gain menunjukkan 0,52 yang menunjukkan terdapat kenaikan dalam kategori sedang, melalui hasil uji t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa calon guru pada mata kuliah ilmu giz
Artificial Neural Network Backpropagation for Predicting Rainfall (Case Study in Sultan Muhammad Kaharuddin Meteorological Station)
The climate of a region is strongly influenced and determined by the amount of rainfall in the region. Therefore, knowing the results of rainfall predictions in that area will provide an overview of the climatic conditions that will occur so that anticipatory steps can be taken against unwanted possibilities. This study aims to make predictions of rainfall in Sumbawa Regency for 2023 using a Backpropagation Neural Network. The data used is rainfall data from 2008 to 2022 recorded at the Sultan Muhammad Kaharuddin Meteorological Station. Data Processing is carried out in three stages, namely the data normalization stage, the data training stage, and the data testing stage. The prediction results obtained show that the highest rainfall occurs at the beginning and end of the year, namely January, February, March, and April with rainfall of 343,4 mm/month, 421,3 mm/month, 295,2 mm/month, and 134,1 mm/month. Whereas at the end of the year it takes place in November (178.8 mm/month) and December (223.7 mm/month). The precipitation decline graph (start of dry season) starts from May (24.2mm/month) to September (22.1mm/month) with a dry peak in July (2mm/month). Whereas for the end of the year it takes place in November (302,1 mm/month) and December (308,4 mm/month). The decrease in rainfall (early dry season) begins in May (51,7 mm/month) to October (66 mm/month) with the peak of the dry season in June to August (0 mm/month)
Keanekaragaman Serangga Malam (Nocturnal) Di Desa Teluk Bogam Pakalan bun
Serangga merupakan fauna invertebrata yang sangat penting dalam berbagai ekosistem. Serangga memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi dengan daya adaptasi yang tinggi pada berbagai habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga malam (nocturnal) yang ditemukan di desa teluk bogam. Metode penelitiannya adalah purposive sampling dan Metode light trap (perangkap cahaya) dengan cara pengamatan secara langsung terhadap serangga-serangga yang ada dilapangan digunakan untuk mendapatkan data spesies serangga yang ada dilokasi penelitian, kemudian mencatat setiap jenis serangga yang di tangkap. Berdasarkan hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jumlah total serangga yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 9 spesies dan 5 ordo. Ordo Hymenoptera merupakan sepesies yang terbanyak ditemukan. Hal ini dimungkinkan karena cahaya dari light trap berwarna kuning tereng dan didukung dengan lokasi yang dekat semak-semak atau rimbun, warna terang pada lampu kuning menyebabkan mudah terpikat dikarenakan serangga beranggapan bahwa lampu tersebut sesuai dengan warna makannya. Kelima ordo tersebut merupakan hama yang merugikan pada tumbuha
E-Modul Keanekaragaman Hayati Sebagai Implementasi Hasil Penelitian Jenis Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya Desa Kayen
E-modul merupakan bahan ajar yang dikemas lebih fleskibel sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh siswa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa e-modul memililiki beberapa keunggulan diantaranya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan prestasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kayen tentang jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Kayen, hasil penelitian dapat diimplementasikan menjadi e-modul pembelajaran pada KD 3.2 kelas X SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah e-modul sebagai implementasi hasil penelitian layak atau tidak dijadikan sebagai e-modul pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif sederhana. Berdasarkan hasil validasi pada 19 kriteria dari 3 sub bab validasi yaitu validasi materi, validasi kebahasaan dan validasi kegrafikan, maka didapatkan skor 69 dan 49. Adapun hasil rata-rata dari akumulasi skor kedua validator adalah 59. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul sebagai implementasi hasil penelitian “layak” dijadikan sebagai e-modul pembelajaran kelas X SMA
Transliterasi Naskah Kitab Taudlihus Sholah
Tujuan penelitian ini adalah mengalihaksarakan naskah Kitab Taudlihus Sholah dan kesulitan yang dialami dalam proses alih aksara. Tujuan selanjutnya adalah naskah ini terbaca oleh generasi muda saat ini, terutama generasi muda yang bersuku Komering sebagai pemilik warisan leluhur Komering. Penelitian ini merupakan penelitian filologi yaitu penelitian yang berusaha untuk mengetahui hakikat sebuah tulisan atau teks. Teori yang digunakan dalam penelitian filologi ini adalah teori tentang naskah (teks) yaitu tekstologi yang fokus pada bagian transliterasi yaitu penggantian jenis huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian ini adalah teks Kitab Taudlihus Sholah karya Kyai Haji Hasan Qolay. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis teks berupa transliterasi. pada penelitian ini meliputi tahapan berikut, yaitu 1) deskripsi naskah, 2) pembacaan naskah, 3) alih aksara. Hasil penelitian ini adalah naskah kitab Tauḍihus Sholah berisi 12 bab penjelasan tentang sholat yang meliputi: 1) kewajiban sembahyang, 2) mengambil air sembahyang, 3) syarat dan rukun sembahyang, 4) sunat dan makruh sembahyang, 5) membatalkan sembahyang, 6) kelebihan dan syarat sembahyang, 7) sembahyang qoshor dan jama’, 8) kewajiban sembahyang jumat, 9) sembahyang sunat, 10) adab sembahyang, 11) faidah sembahyang, dan 12) kerugian meninggalkan sembahyang
Analisis Kualitas Pencahayaan di Workshop D3 Laboratorium Sains FMIPA Universitas Bengkulu
Cahaya merupakan salah satu faktor kontrol yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan kerja. Untuk ruang laboratorium terdapat Nilai Ambang batas (NAB) yang direkomendasikan SNI untuk tingkat pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pencahayaan di laboratorium/workshop D3 Laboratorium Sains. Pengukuran intensitas cahaya menggunakan luxmeter dan faktor yang di ukur adalah kualitas pencahayaan buatan dan efektivitas pencahayaan alami serta kombinasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, intensitas cahaya pada pencahayaan buatan adalah 208,18 ± 1,24 lux. Kemudian pencahayaan alami yang diambil pada rentang jam 08.00-10.00 adalah 461,69 lux; jam 10.00-12.00 adalah 381,33 lux; jam 12.00-14.00 adalah 489,27 lux; dan jam 14.00-16.00 adalah 483,36 lux. Sedangkan pencahayan kombinasi dengan rentang jam yang sama berturut-turur adalah 655,91 lux; 569,80 lux; 606,38 lux; dan 874,00 lux. Sistem pencahayaan yang optimal digunakan di workshop D3 Laboratorium Sains adalah sistem pencahayaan kombinasi yang memiliki nilai di atas standar SNI
Identifikasi Keanekaragaman Hewan Invertebrata di Pesisir Pantai Nyamplung Kabupaten Rembang
Pantai Nyamplung merupakan salah satu pantai yang terletak di Wilayah Desa Tritunggal Jalan Rembang - Lasem KM 7, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pantai wisata ini memiliki keindahan pasir putih dan kelimpahan hasil laut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keanekaragaman invertebrata di Pantai Nyamplung, Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan pada saat penelitian ialah metode eksplorasi yakni dengan menjelajah sepanjang garis pantai. Hasil eksplorasi akan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil identifikasi invertebrata yang ada pada pesisir Pantai Nyamplung yakni didapati 4 spesies dari kelas Gastropoda, 1 hewan dari kelas Bivalvia, dan 1 hewan dari kelas Malakostraka
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Sumbawa memiliki potensi panas bumi yang belum dimanfaatkan, khususnya potensi sebagai energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di Sumbawa sebagai sumber energi listrik alternatif. Data yang diukur adalah data fisika air panas di 4 titik hotspring dan pengambilan sampel air untuk dianalisis kandungan kimianya untuk mendapatkan informasi mengenai tipe air panas, temperatur bawah permukaan, dan kedalaman reservoir. Hasil yang diperoleh adalah tipe air panasnya adalah air klorida, mengindikasikan bahwa air panas tersebut berasal dari aktivitas vulkanik atau tektonik dan indikator bahwasanya sistem panas bumi sangat baik dikembangkan sebagai energi listrik. Demikian juga suhu bawah permukaan air panas adalah termasuk temperatur sedang (210°C) dan tinggi (259°C), artinya sangat cocok menjadi sumber energi. Kedalaman reservoir sekitar 5 - 7 km, merupakan kedalaman reservoir yang baik untuk energi listrik. Kesimpulannya adalah bahwa panas bumi di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi yang sangat baik dan cocok untuk dikembangkan menjadi sumber energi listrik alternatif. Namun, pengembangannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan dukungan teknologi yang sangat canggih untuk mengektraksi air panas dari reservoir. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengestimasi daya listrik, durabilitas, feasibilitas, dan dampak lingkungan
Kelimpahan Mikroplastik Pada Organ Pencernaan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) di Waduk Malahayu Kabupaten Brebes
Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kelimpahan mikroplastik pada Ikan Mujair (Oreochromiss mossambicus). Sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor diambil secara Random Sampling dari pedagang ikan di kawasan Waduk Malahayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ikan Mujair (Oreochromiss mossambicus) diambil organ pencernaannya berupa usus dan lambung untuk diektraksi menggunakan larutan KOH 10% selama 24 jam di dalam waterbath dengan suhu 60 ºС. Sampel kemudian disaring memakai saringan nilon dan diamati dengan mikroskop binokuler. Hasil penelitian menemukan terdapat kandungan PSM (Particle Suspected as Microplastic) pada setiap sampel organ pencernaan Ikan Mujair (Oreochromiss mossambicus). Kelimpahan tertinggi terdapat pada sampel dengan kode M11 sebanyak 7,2 partikel/gram sedangkan kelimpahan terendah pada sampel dengan kode M2 sebanyak 0,5 partikel/gram. Tipe PSM yang ditemukan yaitu 72% fiber, 17% fragmen, dan 11% film. Sumber utama pencemaran PSM berasal dari limbah kegiatan perikanan, pariwisata, dan sampah domestik yang bermuara di Waduk Malahayu