Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Perdebatan Paradigma Teori Revolusi: Matahari atau Bumi Sebagai Pusat Tata Surya ?
Sampai saat ini kita telah akrab tentang teori alam semesta bahwa matahari merupakan pusat dari peredaran planet-planet, ilmu itu telah kita pelajari dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kita juga telah mengetahui sejarah teori para filosof terdahulu yang terbagi oleh aliran teori geosentris dan aliran teori heliosentris, sampai saat ini teori tersebut masih menjadi perdebatan. Artikel ini membahas tentang bagaimana pemikiran para ilmuan tentang teori evolusi, dan bagaimana mereka membuktikan teori-teori mereka sehingga muncul perdebatan paradigma
Evolusi Antar Species (Leluhur Sama dalam Perspektif Para Penentang)
Sejarah evolusi telah melewati perjalanan yang panjang. Para saintis dan filsuf banyak mengalami perdebatan dalam situasi yang kompleks, akan tetapi salah satu masalah inti dari perbedaan pandangan adalah permasalahan peralihan yang diklaim dapat terjadi antar spesies. Begitu banyak ilmuan yang membantah akan hal ini dari sudut pandang kepercayaan maupun dari fakta ilmiah yang dapat dibuktikan. Para penentang ini merupakan ahli Creationisme atau orang-orang yang percaya akan fakta penciptaan. Mereka mengemukakan berbagai alasan mengapa evolusi antar spesies merupakan hal yang mustahil. Diantara penentang adalah Samuel Wilberforce yang merupakan seorang pendeta, Ia mengkritik dan menentang keras The Origin Of Species By Means Of Natural Selection yang mengungkapkan kemungkinan bahwa manusia dan kera memiliki nenek moyang yang sama. Bantahan selanjutnya datang dari ahli Genetika dan hukum pewarisan sifat yaitu Gregor Mendel. Penemuan Mendel seharusnya menghempaskan teori evolusi Darwin yang dipengaruhi oleh Lamarck kepada krisis yang akut, jika para penerus Darwin tidak segera melakukan revisi untuk membuat penyesuaian. Penentangan yang keras terus berlanjut dari berbagai kalangan dan ahli sains diantaranya seorang ahli anatomi dan paleontology bernama Georges Cuvier serta seorang cendikiawan muslim Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan sebutan Harun Yahya
Analisis Kecakapan Hidup Siswa pada Pembelajaran Ekonomi Kreatif Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Negeri 15 Palembang
Penelitian ini berjudul Analisis Kecakapan Hidup Siswa Pada Pembelajaran Ekonomi Kreatif Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Negeri 15 Palembang. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai kecakapan spesifik siswa pada pembelajaran ekonomi kreatif di SMA Negeri 15 Palembang dan bagaimana pembelajaran ekonomi kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek dapat memperlihatan nilai-nilai pada kecakapan spesifik siswa. Variabel penelitian ini adalah kecakapan hidup siswa yang dibatasi pada kecakapan spesifik dan difokuskan pada nilai-nilainya. Subjek penelitian ini adalah SMA Negeri 15 Palembang dengan siswa kelas X.IPS 2 dan satu guru mata pelajaran ekonomi kreatif. Data observasi digunakan untuk mengetahui nilai-nilai kecakapan spesifik siswa, angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran ekonomi kreatif dan wawancara digunakan untuk mengetahui konsep pembelajaran ekonomi kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kecakapan spesifik siswa yang terdiri dari kecakapan akademik dan kecakapan vokasional terlihat cukup baik. Hasil untuk nilai kecakapan akademik adalah 68,7% masuk dalam kategori cukup baik dan nilai kecakapan vokasional adalah 69.7% dan dapat dikatakan cukup baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalam diri siswa memiliki nilai-nilai kecakapan hidup yang baik sehingga nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai proses pembentukan keterampilan diri siswa
Pelatihan Storytelling: Membangkitkan Potensi dan Bakat untuk Prestasi Berkarya Kemampuan Bahasa Inggris Siswa
Tujuan kegiatan ini adalah : 1) Memberi pelatihan bagi para siswa untuk memahami teori tentang storytellig, menyeleksi cerita, memodifikasi cerita dan bahkan membuat cerita sendiri dan kemudian menceritakanya didepan umum dengan baik dalam bahasa Inggris. 2) Membekali para siswa untuk memiliki pengetahuan tentang teori storytelling yang baik dan dapat memparktikanya didepan umum, khususnya untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (LFS2N) tahun 2016. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, yaitu dari tanggal 02 Mei sampai dengan 16 Mei 2016. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan alokasi waktu yang disediakan oleh pihak sekolah dalam rangka mempersiapkan untuk mengikuti penyelenggaraan FLS2N tahun 2016. Kegiatan ini ada dua bagian yaitu teori dan praktik, namun praktik akan lebih dominan. Peserta pelatihan adalah kelas VII dan VIII dengan pertimbangan bahwa merekalah nantinya yang akan disiapkan untuk terlibat dalam mengikuti lomba storytelling. Namun jumlah peserta dibatasi 20 siswa yang diambil dari perwakilan diawal dari masing- masing kelas dengan pertimbangan akan terjadi sharing dengan siswa lain dikelas. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan baru bagi para peserta dan mereka terlihat antusias dengan merespon positif dalam bentuk selalu menghadiri jadwal kegiatan yang telah di rencanakan secara rutin. Walaupun terlihat mengalami banyak kesulitan dalam melakukan storytelling dikarenakan keterbatasan dalam menggunakan Bahasa Inggris
The Influence of Mind Mapping in Teaching Reading Comprehension to the Eighth Grade Students of SMP Muhammadiyah 1 Rawa Bening
The objectives of this study is: “to find out whether or not there Is the influence between the students who are taught by using mind mapping technique and who are not taught by using mind mapping technique â€. The 60 samples out of 120 students from the eighth grade students were chosen by means purposive sampling technique. It used quasi-experimental method, nonrandomized pretest and posttest design. The data was analyzed using independent t-test for SPSS. The result showed that t-obtained was 6.20, while t-table was 2.04. it means that there was the influence between the students who were taught by using mind mapping technique and who were not taught by using mind mapping technique
Lorong Waktu Revolusi Saintifik pada Era Eksponensial
Sejak awal perkembangannya pada abad 17 perkembangan sains dari masa ke masa terus mengalami kemajuan yang pesat. Bahkan perkembangan yang terjadi merubah paradigma berpikir para filsuf sains secara fundamental, pada akhirnya terjadi revolusi saintifik. Perkembangan sains terus terjadi hingga saat ini, bahkan kemajuannya bergerak semakin cepat, sehingga era saat ini disebut sebagai era eksponensial. Indikator dari revolusi saintifik di era eksponensial adalah banyaknya teknologi yang ditemukan oleh para ilmuwan sains modern yang sangat mutakhir dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Beberapa contoh diantaranya adalah kemampuan teknologi dalam menjelajahi dunia maya, yang memudahkan masyarakat dalam komunikasi jarak jauh, berinteraksi, memperoleh informasi, layanan kesehatan, artificial intelligent, dan sebagainya. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dunia akibat dari revolusi sains di era eksponensial adalah dalam bidang bioteknologi. Para ilmuwan telah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang mencengangkan, yaitu diciptakannya sistem biologis yang baru, baik pada tingkat molekul, sel, atau organisme baru melalui metode biologi sintesis (syinthetic biology). Teknologi ini akan menjadi salah satu alternatif untuk produksi pangan yang murah, energi terbarukan, perakitan varietas tanaman tahan cekaman biotik dan abiotik, dihasilkannya vaksin, organisme baru, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas pandangan filsafat terhadap revolusi saintifik pada era eksponensial
Radiasi Benda Hitam dan Efek Fotolistrik Sebagai Konsep Kunci Revolusi Saintifik dalam Perkembangan Teori Kuantum Cahaya
Teori fisika klasik telah menghasilkan konsensus bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang terdistribusi secara malar dalam ruang tiga dimensi. Cahaya merambat transversal dengan laju energi sebanding dengan intensitasnya. Paradigma ini telah menuntun rangkaian aktivitas ilmiah pada sains normal yang menghasilkan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan. Teori gelombang elektromagnetik terus berkembang hingga awal abad 19 sebelum akhirnya gagal menjelaskan fakta spektrum radiasi benda hitam dan efek fotolistrik. Teori fisika klasik mengalami krisis. Fase ini mendorong para ilmuwan melakukan berbagai spekulasi teori dan eksperimen guna memperoleh penyelesaian masalah. Muncul pemikiran revolusioner yang diilhami oleh gagasan Planck yang selanjutnya diartikan lebih fisis oleh Einstein membentuk teori kuantum cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik dapat dijelaskan secara memuaskan hanya dengan menganggap bahwa cahaya tidak terdistribusi secara malar, melainkan dalam bentuk paket-paket energi yang disebut kuanta (foton). Besar energi foton tidak ditentukan oleh intensitas, melainkan oleh frekuensi cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik telah membuka gerbang pergeseran paradigma, dari fisika klasik menuju fisika modern
Penalaran Ilmiah dalam Ciptaan-Ciptaan Bionik (Bionic Inventions)
Artikel ini membahas tentang penalaran ilmiah dalam hasil ciptaan Bionik. Proses penalaran ilmiah sebagai bagian dari kemampuan berpikir manusia dalam ciptaan-ciptaan Bionik (Bionic Inventions) yang diwujudkan pada penelitian-penelitian antara gabungan biologi dan elektronik. Bionik merupakan gabungan dari kata biologi dan elektronik, sistem mekanik makhluk hidup yang berfungsi seperti organ atau anggota tubuh makhluk hidup, mulai dari tangan, kaki, pendengaran, hingga penglihatan, semua bisa diperbaiki atau diganti (prosthesis) serta inspirasi teknologi pada semua makhluk hidup. Artikel secara rinci mengungkap konsep-konsep Bionik, ciptaan-ciptaan Bionik pada makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan), serta hubungan penalaran ilmiah dengan ciptaan-ciptaan Bionik (Bionic Inventions). Penciptaan Bionik termasuk dalam penalaran ilmiah induktif, deduktif dan abduktif yang berarti terdapat adanya proposisi hukum (rule), proposisi tentang suatu kasus (case), dan terakhir proposisi tentang kesimpulan (result) serta probabiltas yang tinggi yang terlepas dari falsifikasi (pseudo science)