Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Rekayasa Genetika Ditinjau dari Segi Etika dan Moral dalam Kajian Human Cloning
Sistem dan prinsip moral yang dijadikan standar penilaian perilaku seseorang dalam hal benar-salah, baik-buruk, hingga bermoral atau tidaknya sesuatu disebut dengan etika. Kaidah etika dan prinsip moral perlu diterapkan dalam pengaplikasian pengetahuan agar terhindar dari dampak negatif yang muncul. Sebagai salah satu bidang kajian dalam biologi, bioteknologi bertujuan untuk membuat produk-produk yang memiliki manfaat lebih bagi manusia, rekayasa genetika merupakan salah satu pengaplikasian dari bioteknologi. Hasil produk rekayasa genetika terutama kloning manusia sudah menjadi perbincangan publik terkait kasus isu moral sains. Dalam pembahasan kloning perlu ditinjau dari berbagai aspek dari sudut pandang moral, agama, hukum, psikologi, medis, hingga sektor ekonomi. Jika ditinjau dari perspektif filsafat moral, perlu evaluasi dan pertimbangan terkait kloning manusia karena dianggap dapat mencoreng harkat kemanusiaan. Human cloning atau teknik pengklonan manusia dianggap tidak etis karena dapat merusak silsilah keturunan, selain itu juga berisiko mengalami kecacatan
Pola Overconfidence Siswa Dalam Pembelajaran Biologi SMK Nusaputera 2 Semarang
Overconfidence adalah orang yang memiliki sikap melebih-lebihkan kemampuan yang dimilikinya. Sikap terlalu percaya diri dapat berdampak buruk pada siswa yaitu mampu mengambil keputusan yang salah, ambisius dan egoisme yang tinggi, serta hasil belajar yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola overconfidence di SMK Nusaputera 2 Semarang diharapkan apabila hasil penelitian menunjukkan siswa berperilaku overconfidence hal tersebut dapat dicegah dan diperbaiki. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Nusaputera 2 Semarang yang berjumlah 105 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Random Sampling dimana setiap populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian. Ukuran sampel penelitian ini ditentukan oleh rumus Slavin dari 83 siswa. Lembar soal tes overconfidence dianalisis dengan perhitungan Rasch melalui aplikasi Winstep. Hasil penelitian menunjukkan nilai overconfidence dalam kategori tinggi yaitu 78,31. Nilai perbandingan menggunakan uji korelasi dengan SPSS antara nilai rata-rata terlalu percaya diri dengan nilai rata-rata harian siswa menunjukkan -0,638. Penelitian lebih lanjut mengenai sikap overconfidence siswa dapat dilakukan di sekolah lain agar dapat membandingkan sikap overconfidence siswa antar sekolah SMK atau SMA negeri maupun swast
Persepsi Mahasiswa Tentang Pengaruh Perubahan Pola Daring ke Luring Terhadap Pemahaman Konsep Mata Kuliah Semantik di Universitas Nurul Huda
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa tentang pengaruh perubahan pola daring ke luring terhadap pemahaman konsep mata kuliah semantik di Universitas Nurul Huda. Objek yang dipilih dari penelitian adalah mahasiswa semester 5 program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Nurul Huda. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif, karena penelitian ini berisi gambaran mengenai persepsi mahasiswa tentang perubahan pola daring dan luring dalam pembelajaran. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa mempunyai tanggapan yang beragam tentang pembelajaran daring, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman materi dan penyampaiannya kurang menarik tidak seperti pada saat luring, serta kurang efektif. Mayoritas mahasiswa mengalami hambatan atau kendala pada saat pembelajaran daring mata kuliah semantik adalah susahnya sinyal untuk mengakses materi dan menghabiskan kuota yang banyak.
Variasi Temperatur Boiling pada Amplifikasi Gen inhA M.tuberculosis Metode PCR
Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode yang direkomendasikan oleh world health organization (WHO) untuk pemeriksaan infeksi tuberkulosis dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Biaya yang murah, proses yang mudah, dan tehnik ekstraksi DNA yang cepat sangat diperlukan untuk mendapatkan DNA template. Salah satu cara untuk mendapatkan DNA template adalah metode boiling, dimana metode ini dapat meningkatkan permeabilitas dan merusak dinding sel hanya dengan pemanasan dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu boiling 85°C, 90°C, dan 95°C masing-masing selama 30 menit, 10 menit dan 5 menit terhadap hasil amplifikasi gen inhA M. tuberculosis menggunakan metode PCR. Penelitian ini merupakan penelitian True Experiment dengan rancangan posttest only control design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dahak penderita TB yang di ekstraksi dengan metode boiling dan dibandingkan dengan metode ekstraksi kit. Hasil amplifikasi di elektroforesis pada gel agarosa 1% yang diamati dengan alat UV transiluminator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi sampel sputum dengan boiling pada suhu 850C selama 30 menit, 900C selama 10 menit dan 950C selama 5 menit masing-masing ditemukan pita DNA gen inhA M.tuberculosis dengan panjang 465 bp. Ekstraksi sampel sputum dengan metode boiling dapat digunakan untuk pemeriksaan gen inhA M.tuberculosis metode PCR
Pengaruh Penggunaan Daun Inai (Lawsonia inermis L.) Dan Kopi Gula Terhadap Hasil Uji Organoleptik Kutek Alami
Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan daun inai dan kopi gula terhadap hasil uji organoleptik kutek alami meliputi kekentalan, warna dan tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperiment sungguhan. Variabel bebasnya yaitu jumlah daun inai dan ekstrak kopi gula menggunakan 3 perbandingan berbeda, X1= 5 gram daun inai 5 ml kopi gula, X2= 6 gram daun inai 10 ml kopi gula serta X3= 7 gram daun inai dan 10 ml kopi gula. Variabel terikatnya yaitu sifat organoleptik yang terdapat pada percobaan. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan Google Form sebanyak 14 panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara variabel bebas dan terikat ditinjau dari kekentalan dengan nilai F hitung sebesar 19,46, warna sebesar 19,22, tingkat kesukaan panelis sebesar 20,44 yang ketiganya menggunakan nilai signifikan <0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan perbandingan X1, X2, X3 secara keseluruhan memiliki perbedaan ditinjau dari semua aspek
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Simulator HPLC untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Analitis Mahasiswa
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif dengan memanfaatkan simulator HPLC untuk melatih keterampilan berpikir analitis mahasiswa yang akan mendukung aktivitas praktikum dry lab menjadi lebih bermakna. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan dengan desain model 4-D, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup instrumen tes dan non tes berupa angket kepuasan mahasiswa dan observasi hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan MMI berbantuan simulator HPLC secara akademis membantu mahasiswa dalam meningkatkan motivasi dan minat mahasiswa mempelajari materi HPLC. Sejalan dengan itu, belajar dengan simulator HPLC dapat mengembangkan keterampilan berpikir analitik pada aspek matching dan classifying, analysis error, generalizing, dan specifying
Model Blended Learning Bervisi SETS untuk Melatih Kecerdasan Jasmaniah Kinestetik, Logis Matematis, Visual Spasial, dan Naturalis Mahasiswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran blended learning bervisi SETS dalam melatih kecerdasan jasmaniah kinestetik, logis matematis, visual spasial dan naturalis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) yang terdiri dari tujuh tahapan : 1)Research and Information Collecting, 2) Planning, 3) Develop preliminary form of product, 4) Preliminary field testing, 5) Main product revision, 6) Main Field Testing, 7)Final product revision. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran blended learning bervisi SETS diracang berdasarkan tahapan pembelajaran pengelolaan lingkungan hidup (PLH) secara daring dan luring. Pengembangan model blended learning bervisi SETS efektif dalam melatih kecerdasan majemuk mahasiswa yang terdiri dari kecerdasan jasmaniah kinestetik, logis matematis, visual spasial dan naturalis mahasiswa
Keefektifan Pembelajaran Daring pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Fisika di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Komparasi Pembelajaran Luring dan Daring)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kefektifan Pembelajaran Daring pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Pembelajaran Fisika. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan metode komparasi dengan membandingkan Hasil belajar mata kuliah Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Fisika (DDPF) sebelum pandemic Covid-19 (luring) dengan hasil belajar mata kuliah DDPF selama pandemic Covid-19 (daring). Subjek dalam penelitian ini adalah 23 mahasiswa program studi Pendidikan Fisika semester 4. Analisis ini menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nilai mahasiswa dalam pembelajaran luring lebih besar dari pembelajaran daring (84,5 > 82,6) dan hasilnilai signifikansinya adalah 0.000 atau sig. (2-tailed) < 0.05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan signifikan hasil UAS Mata Kuliah Dasar Proses Pembelajaran Fisika pada pembelajaran luring dan daring. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran Luring lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran darin
Pengaruh Self Regulated Learning (SRL) Terhadap Kecakapan Akademik Siswa di MA Nurul Huda Sukaraja OKU Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Regulated Learning (SLR) terhadap Kecakapan Akademik siswa di MA Nurul Huda Sukaraja Oku Timur serta memberikan informasi pengetahuan tentang pentingnya Self Regulated Learning dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui pengaruh Self Regulated Learning diharapkan dapat melatih peserta didik dalam memahami kecakapan akademiknya sehingga menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menjadikan peserta didik agar mempunyai dan memaksimalkan self regulated learning dalam belajar, baik belajar secara mandiri maupun terbimbing. Dengan Self Regulation Learning guru dapat mengeksplorasi dan mengarahkan peserta didik untuk belajar secara mandiri sehingga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengetahui kecakapan akademiknya dan memberikan kemudahan bagi guru untuk melihat hasil belajar siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dan luaran yang ditargetkan oleh penelitian ini adalah dengan adanya penelitian yang mengkaji tentang self regulated learning diharapkan dapat meningkatkan kecakapan akademik peserta didik
Hubungan Antara Kecepatan Membaca dan Pemahaman Isi Bacaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan korelasi antara kecepatan membaca dengan pemahaman isi bacaan pada pembelajaran bahasa Inggris kelas VII SMP Negeri 1 Buay Madang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, siswa dengan kecepatan membaca tertinggi berada pada interval lebih dari 152 sebanyak 1 siswa (3,22%) dan siswa dengan pemahaman isi bacaan tertinggi berada pada interval 81 – 100 sebanyak 3 siswa (9,67%). Karena terbukti secara signifikan (meyakinkan) adanya hubungan korelasi sebesar 0,042 < 0,05 dan derajat hubungan terdapat nilai 0,367 (kedua variabel berkorelasi rendah), maka hal ini dapat disimpulkan bah tidak terdapat korelasi antara kecepatan membaca dengan pemahaman isi bacaan