Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
THE NEEDS ANALYSIS OF FOUR PRIMARY LANGUAGE SKILLS IN DEVELOPING JAPANESE TEACHING MATERIALS FOR TOURISM PURPOSES
The aim of this study was to analyse the needs of four primary language skills in developing Japanese teaching materials for tourism purposes. Research data was collected by applying questionnaire and interview method. In Tourism and Marketing Management Study Program - FPIPS UPI, the needs analysis result of Japanese teaching materials for tourism showed the average level of percentage ranging from 4 to 5 by applying Likert scale measurement. Based on the questionnaire conducted to 40 participants, speaking skills showed the highest response rate, both from students and lecturer’s perception. Listening Skills from student’s perception yielded approximately 86% or an average of 4.3, while from lecturer’s perception yielded 90% or an average of 4.5. Meanwhile, speaking skills from student’s perception reach 95% response rate or an average of 4.7, and from lecturer’s perception yielded 100% response rate or an average of 5.0. For the need of reading skills, student’s perception showed 86% response rate or an average of 4.3, and 80% or an average of 4.0 for lecturer’s perception. Further, the need of writing skills yielded 88% or an average 4.4 response rate from the students’ perception, and 80% or an average of 4.0 response rate of the lecturer’s perception
MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI
Artikel ini membahas bentuk-bentuk multikulturalisme yang digambarkan para tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, Dimas Suryo. Pulang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mencari makna di balik bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam novel Pulang dengan menafsirkan data dan menyajikannya dalam bentuk desktiptif. Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa Bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam Pulang merupakan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku yang dapat dilihat dan dilakukan sehari-hari. Meskipun berada di Paris, Dimas, Nugraha, Risjaf, dan Tjai tetap tidak meninggalkan budaya-budaya Indonesia
PENGEMBANGAN TEKNIK PEER REVIEW BERBANTUAN ARTIKEL MEDIA DARING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BAHASA PERANCIS
Keterampilan menulis bukanlah merupakan keterampilan yang diperoleh pembelajar secara alamiah melainkan perlu dipelajari dan dibudayakan pelatihannya baik secara formal maupun di lingkungan belajar lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengkaji penerapan teknik Peer review berbantuan artikel media daring untuk meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa dalam pembelajaran Production Ecrite 2; dan (2) memperoleh data keterampilan menulis mahasiswa dalam menulis teks berita bahasa Perancis untuk level A2 DELF. Dalam pelaksanaannya, metode penelitian yang digunakan yaitu metode praeksperimental dengan desain The one groupe pre-test post-test design melalui tiga tahap, yaitu: 1) tahap prates; 2) tahap perlakuan; dan 3) tahap pascates. Dari data-data penelitian yang telah dianalisis, diperoleh temuan bahwa rata-rata skor tes awal sebesar = 67,46, ini menunjukan kemampuan awal mahasiswa tentang materi yang diujikan masih sangat rendah karena umumnya mahasiswa belum mempelajarinya. Setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran dengan teknik Peer review, diperoleh hasil rata-rata skor tes akhir sebesar 79,55. Terjadinya peningkatan hasil tes ini dikarenakan mahasiswa telah membuat teks berita berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya dari perlakuan pembelajaran yang telah diberikan. Merujuk pada hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa teknik pembelajaran yang diteliti telah terbukti efektif dan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menulis teks berita bahasa Perancis untuk tingkat A2
LANGUAGE VITALITY OF SUNDANESE IN CIANJUR CITY
Sundanese language usage patterns can cause the ethnic language itself to shift because of switching to using Indonesian in interethnic communication. This study aims to identify language vitality of Sundanese in Cianjur City. Observations focused on language transmission, number and proportion of speakers, domains of use, domains and new media, availability of teaching and literacy materials, and quality of documentation. The formulation of the problem is how the language vitality of Sundanese in Cianjur City? This study uses a qualitative approach with ethnographic methods performed with ethnographic research procedures. The research findings show that the condition of language transmission in children's language acquisition is at an insecure level and the language vitality is decreasing. The condition of the number and proportion of Sundanese speakers is classified as unsafe. The language vitality of Sundanese in the age group 0--14 years is decreasing. The domain of Sundanese language use includes languages that function as multilingual equality and speakers use each language for different functions. The language vitality is decreasing. The condition of the Sundanese domain and new media is dynamic because it is used in the domain of education, employment, broadcast media on television and radio, the internet, and the cyber world. The language vitality is good and could go to the language of science. The condition of Sundanese teaching materials and literacy has a variety of written material and is used as an educational language in schools, but is not used as an administrative language and the vitality of language is good and has the opportunity to go to science and technology. The condition of Sundanese documentation is complete, and the language vitality is good. Therefore, language vitality of Sundanese is decreased in intergenerational transmission indicators needs strengthening
STRUKTUR DAN FUNGSI SASTRA LISAN “BURUDA” DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GORONTALO
Buruda is an oral literary work as a regional cultural asset that is relatively important in the community life of Gorontalo. This research is conducted as an effort to preserve and maintain oral literature as part of the Gorontalo regional folklore. The research is aimed at describing the structure and function of buruda oral literature in the community life of Gorontalo. Moreover, this research applies a qualitative descriptive method, while the data collection technique is done by observation technique through recording and note taking, as well as interview technique that is carried out on informants such as traditional leaders and community leaders. The primary data of this research are buruda verses that have been translated into the Indonesian Language. Then, the data are analyzed structurally to discuss content and form. After that, interpreting, describing, and translating the functions of buruda oral literature are carried out. The research finding revealed that the structures of buruda oral literature are in the form of verse that consisted of ten parts as follows: (1) contains an expression of the feelings of people who are in love; (2) warning of the danger of lust; (3) praise to the prophet Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam; (4) the birth of the Prophet Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam as the light and guide to the right way; (5) the miracle owned by the Prophet Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam; (6) the glory of the Qur’an contains instructions for human salvation in the world and the hereafter; (7) the truth of isra and mi'raj experienced by Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam; (8) the challenges of the struggle of the Prophet Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam in spreading the message of Islamic treatises; (9) the importance of avoiding sin and immorality because of ashamed to Allah subhanahu wa ta'ala; (10) the power of prayer and the importance of bermunajat (praying wholeheartedly) asking for mercy and compassion from Allah subhanahu wa ta’ala. Furthermore, the function of buruda oral literature in the community life of Gorontalo contains moral messages in the form of a religious function, ethical function, and cultural function
NILAI LITERASI KAKAWIHAN UNTUK MENGASUH ANAK USIA DINI
Menurunnya percakapan anak-anak dengan menggunakan bahasa Sunda tentu memiliki penyebab yang beragam salah satunya menghilangnya pola pengasuhan orang tua, teringat bagaimana orang tua zaman dahulu dalam menyanyikan kakawihan. Kakawihan merupakan salah satu bentuk folklor lisan hasil kebudayaan lama masyarakat Sunda. Kakawihan didendangkan dalam permainan anak-anak masyarakat Sunda. Penelitian ini difokuskan pada nilai literasi dini yang terkandung di dalam kakawihan untuk mengasuh anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melibatkan seorang budayawan atau tokoh literasi dan dosen di Kota Tasikmalaya. Data diambil dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan data yang sudah diperoleh lagu Ayun-ayun ambing yang memiliki nilai dan tujuan untuk menyuruh anaknya tidur sambil diayun-ayun pakai samping. Néléngnéngkung dinyanyikan untuk mépéndé atau menyuruh anak tidur atau untuk mengasuh anaknya yang masih bayi. Dug geura bobo dinyanyikan untuk bayi yang sudah agak besar. Dengkleung mengandung arti pekerjaan, harapan atau doa, dan tujuan. Ucang-ucang anggé yaitu lagu permainan sunda yang dinyanyikan oleh anak sambil ucang-ucangan mengayunkan kedua kakinya. Jampé-jampé harupat adalah sebuah mantra atau lagu jampi-jampi yang biasanya dinyanyikan atau diucapkan oleh orang tua baik untuk anaknya. Jampe bunghak beuteung digunakan sebagai mantra atau jampi-jampi untuk pengobatan
MODEL PENILAIAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA SUNDA
Fokus penelitian ini berkenaan dengan kualitas model penilaian keterampilan menulis bahasa Sunda di SMP di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat penilaian keterampilan menulis bahasa Sunda akan memberikan informasi bagi sekolah, baik dari segi isi, cakupan, format maupun waktu penyampaian serta bermanfaat secara optimal bagi pembelajaran bahasa Sunda. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan dengan menggunakan jenis penelitian Research and Development yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat model penilaian keterampilan menulis bahasa Sunda pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP)). Temuan penelitian ini adalah (1) perangkat penilaian keterampilan menulis layak digunakan sebagai instrumen penilaian keterampilan keterampilan menulis di SMP karena memiliki (a) kejelasan petunjuk penilaian, (b) kejelasan materi yang dinilai dengan alat penilaian, (c) penggunaan bahasa yang komunikatif dan baku, (c) penggunaan tata tulis yang benar. Berdasarkan hasil uji-coba, secara statistik menunjukkan bahwa tes keterampilan menulis ada kesesuaian dengan data lapangan , yakni (P-value = 0, 72541 0,05; RMSEA = 0,000 0,05; GFI = 1,70 0,9; AGFI = 1,43 0,9; PGFI = 1,37 0,9) menunjukkan bahwa ke- 23 perangkat tes keterampilan menulis adalah baik dan layak digunakan. Kesesuaian perangkat tes keterampilan menulis dengan data lapangan (P-value = 0, 72541 0,05; RMSEA = 0,000 0,05; GFI = 1,70 0,9; AGFI = 1,43 0,9; PGFI = 1,37 0,9) menunjukkan bahwa model Perangkat Tes Keterampilan menulis Bahasa Sunda adalah fit layak digunakan sebagai instrumen penilaian di SMP Kabupaten Bandung Barat
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH MENYIMAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbentuk modul menyimak berbasis budaya lokal yang dapat digunakan oleh mahasiswa di Universitas Baturaja. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian ini memodifikasi model pengembangan Borg, Gall dan Gall serta Dick, Carey, dan Carey menjadi enam langkah, yaitu identifikasi kebutuhan, eksplorasi kebutuhan materi, produksi bahan ajar, validasi desain, revisi, dan uji coba produk. Untuk mengetahui kepraktisan dan keefektivan modul, dilakukan uji validasi oleh ahli dan tiga tahap evaluasi formatif menggunakan angket, wawancara dan lembar penilaian. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan dari tiga aspek, yaitu kelayakan isi/materi dan penyajian, kebahasaan, dan kegrafikaan, modul dikategorikan valid. Berdasarkan uji kepraktisan melalui evaluasi orang per orang (one to one evaluation) dan uji coba kelompok (Small Group) pada mahasiswa modul dikategorikan sangat praktis. Selanjutnya berdasarkan uji efek potensial melalui field test modul berpengaruh dan terdapat peningkatan rata-rata sebesar 9,1 terhadap keterampilan menyimak mahasiswa
PENGGUNAAN TEKNIK BERPIDATO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA SUNDA PADA PERKULIAHAN MONOLOG
Latar belakang penelitian ini adalah masih lemahnya keterampilan berbicara mahasiswa dalam bahasa Sunda. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam bahasa Sunda dapat dipelajari secara khusus dalam perkuliahan Monolog. Salah satu teknik dalam pembelajaran berbicara yang digunakan dalam perkuliahan Monolog adalah teknik berpidato. Sekaitan dengan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam berbicara setelah menggunakan teknik berpidato. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitiannya menggunakan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik tes. Data yang diolah adalah skor tes kemampuan berbicara responden sebelum dan sesudah menggunakan teknik berpidato. Aspek-aspek kemampuan berbicara yang dinilai meliputi 1) struktur isi pembicaraan, 2) ekspresi, 3) bahasa yang digunakan, dan 4) kesesuaian antara topik dengan isi pembicaraan. Adapun yang menjadi respondennya adalah mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI Semester IV Angkatan 2018 yang sedang mengikuti perkuliahan Monolog. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa sebelum menggunakan teknik berpidato (pre-test) masih rendah rata-rata 3.03 dan sesudah menggunakan teknik berpidato (post-test) meningkat rata-rata 3,45. Diperoleh peningkatan kemampuan berbicara sebelum dan sesudah menggunakan teknik berpidato sebesar 0,42
NILAI KEARIFAN LOKAL FOLKLORE PADA MASYARAKAT KABUPATEN LINGGA
Ada sebuah kontradiktif yang terjadi dalam masyarakat kabupaten Lingga. Dari satu sisi masyarakatnya sangat menyadari bahwa berbagai bentuk folklore yang ada merupakan warisan yang perlu dipertahankan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Namun dari sisi lain, usaha untuk memperkenalkan kepada generasi mudanya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Generasi muda saat ini sudah banyak tidak mengenal lagi berbagai bentuk folklore yang ada. Termasuk nilai-nilai kearifan lokalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan nilai kearifan lokalnya yang terkandung dalam folklore masyarakat kabupaten Lingga. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif. Sumber data adalah bentuk-bentuk folklore masyarakat kabupaten Lingga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen dan wawancara. Sementara teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yang diperoleh adalah folklore masyarakat kabupaten Lingga memiliki nilai-nilai kearifan lokal, seperti: nilai disiplin, pendidikan, gotong-royong, kedamaian, kejujuran, komitmen, peduli lingkungan, kesetiakawanan sosial, kesopansantunan, kerukunan, dan rasa syukur