Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
AN ECLECTIC APPROACH IN SYLLABUS DESIGN: A PRELIMINARY STUDY OF ONE-TO-ONE TEACHING INDONESIAN FOR SPEAKERS OF OTHER LANGUAGES
The industry of BIPA (Indonesian for foreigners) has extensively increased both at home and overseas. As a result, its teaching needs to be well-planned and organized. Supported by the view that no best method for all, eclecticism can be selected as approach to teaching. This paper is purposed to describe the initial stages of syllabus design particularly for one-to-one teaching Indonesian using eclectic approach. Carried out by descriptive research as part of research and development design, non-structured interview, observation, and open-ended questionnaire were as instruments to collect the information about learner and previous teaching process. Using a framework of syllabus development by Graves, need analysis and first draft syllabus were taken place. The need analysis reveals the learner characteristics and need of learning, such as age, gender, motivation and expectation. Moreover, grounded by the result of gathered information from need analysis, the developed syllabus is then a combination of task-based approach of language learning and structural-based syllabus which embraces accuracy and fluency as well as covers the features of eclectic system.
THE ROLE OF TEACHERS IN INCREASING STUDENT MOTIVATION ON LEARNING INDONESIAN LANGUAGE
This study discusses the role of the teacher in increasing student motivation in learning Indonesian. The teacher is a very important figure in the teaching and learning process as a mediator, facilitator, and leader in the class. Teachers and students must be able to communicate well as the principle of communication between teacher and students so that learning goes well. The focus of this research is how the teacher's role in increasing student motivation towards learning Indonesian in Muhammadiyah Plus Salatiga Elementary School. This study uses a questionnaire or questionnaire technique with a population of 53 teachers and 30 subjects or half of the subjects
VERBAL AND NONVERBAL LANGUAGE: PRE-SERVICE TEACHERS’ DECISIVENESS IN TEYL
The ability to communicate in the classroom is an essential point for teachers to convey lessons material well. Some experts state that communication is a form of verbal and nonverbal language. This study analyzes how pre-service teachers prepare to become professional English teachers in teaching English as a foreign language. By using two different theories, Brown (2007) and Hall (1959), the researchers investigate the extent to which pre-service teachers use verbal and non-verbal language in the practice of teaching English to elementary students. In collecting data, researchers conducted observations and interviews to research subjects. The researchers then analyzed the data in several stages and made conclusions. In a nutshell, all pre-service teachers with different levels, low and competent, use verbal and nonverbal language during their teaching practice. However, they have different academic contributions to their performance in teaching English to young learners
DIGITAL TEXTBOOK: A STATE OF THE ART RESOURCE TO INCREASE LEARNERS’ ACHIEVEMENT
Technology has triggered the appearance of digital textbook in education especially in English. Digital textbook is an electronic version of printed books which has been popular in education. Several related studies had confirmed the advantages of using digital textbook for ESL learners. This study was conducted to explore the effectiveness of digital textbook in increasing learners’ proficiency in English. The study with fifty seven participants was a true experimental research which applied pretest-posttest control group design. Having two groups of participants (experimental and control), this research was conducted by selecting the participants randomly, administering pretest, giving treatment, administering posttest, analyzing the data and interpreting the results. This research found that even though data was not normally distributed, the data still had the same variances. Therefore, the independent t-test in this research used Wilcoxon Signed Rank Test. The results discovered that the t value was 0.30 which was lower than 0.050. It indicated that the treatment was significantly effective in this research. In other words, this research revealed that digital textbook had contributed positively to the learners’ English achievement as it was seen from the better performance of the experimental group than the control group
EFL PRE-SERVICE TEACHERS’ PERCEPTIONS OF AN IDEAL ENGLISH TEACHER
Standards of being a professional teacher in Indonesia have been set by the government in the Teachers Law Number 14, 2005. One of the requirements is having four teacher competences; pedagogical, personality, social and professional competences. Yet, the empirical data show that Indonesian education quality and teacher competence are still below the standards, including English teacher. This concern leads curiosity about pre-service teachers’ awareness of this situation. Therefore, this study was aimed to discover EFL pre-service teachers’ perception on the criteria of an ideal English teacher within the framework of the four teachers’ standard competences, the most important competence and their consideration in choosing it. By using explanatory sequential mixed method, 100 EFL pre-service teachers were involved. The data were gathered through a questionnaire, then followed up by an interview to some participants. As the result, a divergence finding was found. Personality competence obtained the highest mean score on the criteria of an ideal English teacher while pedagogical competence was opted as the most important competence. Further, an interview was done to reveal considerations contributing to the divergence finding. The interviewees agreed with the criteria constructing the personality competence as teachers are role model who must set good example for their students. However, teaching is teachers’ main task where they need to deliver their knowledge to students in order to achieve the learning goals through pedagogical competence. This study concludes that not only pedagogical competence that mater in teaching, but teachers’ personality is also crucial
PENILAIAN IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI DI JAWA BARAT
Fokus penelitian ini adalah implementasi gerakan literasi sekolah di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu medode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu teknik angket. Instrumen yang digunakan adalah angket yang disebar secara daring. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya implementasi gerakan literasi sekolah di Jawa Barat sudah berjalan, namun belum optimal. Dari 333 sekolah yang dijadikan sampel penelitian ini di Jawa Barat, hanya 49 sekolah saja yang siswanya mengalami peningkatan prestasi akademik secara signifikan. Di 139 sekolah hanya terjadi pada sebagian besar siswa saja yang mengalami peningkatan akademis, dan di 121 sekolah terjadi peningkatan prestasi pada sebagian kecil siswa saja, bahkan di 24 sekolah menyatakan belum terjadi peningkatan akademik. Adapun hambatan pada kegiatan literasi di sekolah di antaranya kurangnya dukungan dari pemangku kebijakan; keterbatasan sarana dan prasarana; kurangnya motivasi, kesadaran, dan minat siswa; pembiasaan kegiatan literasi yang sangat minim; faktor budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat yang kurang mendukung; kurangnya pemahaman terhadap literasi; kurangnya monitoring dan evaluasi dari pemangku kebijakan; minimnya pendanaan untuk kegiatan literasi
SOLUSI STRATEGI PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JEPANG DI MASA PANDEMI COVID-19
Penguasaan kosakata menjadi kunci untuk dapat lulus dalam Japanese Language Proficiency Test (JLPT) yang penting bagi seorang lulusan bahasa Jepang dalam memperoleh pekerjaan. Masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran daring menuntut inovasi dalam strategi belajar siswa. Penelitian ini memaparkan hasil Focus Group Interview (FGI) mengenai pembelajaran kosakata bahasa Jepang di masa Pandemi dengan peserta 9 orang siswa D3 Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM Angkatan 2018. Peserta yang merupakan generasi Z, walaupun akrab dengan teknologi, ternyata masih mencatat secara manual kosakata yang ingin dipelajari sesuai dengan kebutuhan mereka. Selanjutnya sebagai solusi bagi permasalahan pembelajaran kosakata, ditawarkan aplikasi smartphone berbasis android bernama “Memora” yang digunakan untuk menambah perbendaharaan kosakata secara mandiri. Peserta FGI berpendapat bahwa “Memora” dapat menjadi salah satu strategi belajar kosakata di masa pandemi. Dengan “Memora”, siswa dapat memasukkan kosakata dan gambar yang dapat membantu pemahaman terhadap kata tersebut kapan saja dan di mana saja. Masih terdapat kekurangan seperti bugs pada permainan, dan belum adanya fitur audio sehingga aplikasi ini masih terus dikembangkan
POTENSIALITAS PUISI BITHOQOH HAWIYAH KARYA MAHMUD DARWISH: MENILIK POLITIK KEDAULATAN NEGARA PALESTINA
Mahmud Darwish adalah penyair Arab berkebangsaan Palestina yang menyuarakan kebebasan dan kritik terhadap konflik Palestina-Israel melalui karya-karya sastranya. Sebuah karya sastra berpotensi memberikan kontribusi nyata untuk meneguhkan kedaulatan suatu Negara-bangsa. Puisi Bithoqoh Hawiyah merupakan karya fenomenal Mahmud Darwish yang mencerminkan identitas kebangsaan dan bentuk representatif warga untuk tetap mempertahankan kedaulatan Negara Palestina akibat invansi Negara Israel. Penelitian ini bertujuan mengungkap potensialitas dalam puisi Bithoqoh Hawiyah Mahmud Darwis. Puisi Bhitoqoh Hawiyah menghadapkan reduksi kehidupan ‘politis’ warga dalam kedaulatan Negara dengan kemerdekaan Negara yang imajiner. Potensialitas ditransformasikan secara aktual dalam karya sastra sebagai gambaran kehidupan manusia dengan motif untuk berdialektika dengan kenyataan. Kritik puisi Bithoqoh Hawiyah dieksplorasi lebih jauh melalui perspektif filsafat politik Giorgio Agamben, yang membentuk konsepsi tentang potensialitas politik warga, negara dan kedaulatannya. Potensialitas dalam puisi Bhitoqoh Hawiyah diasumsikan memiliki dualitas yang koheren dengan impotensialitasnya. Impotensialitas bekerja dalam ranah potensi penangguhan untuk menanggalkan nilai-nilai negatif yang terbingkai dari penjarahan Israel. Karena itu, artikel ini menunjukkan bahwa puisi Bithoqoh Hawiyah merupakan bentuk kritik terhadap berbagai peristiwa sosial-politik yang terjadi antara Palestina dan Israel, dan sebagai pengalaman kolektif warga Palestina untuk mengukuhkan kemerdekaan mereka
REPRESENTASI SOSIAL MASYARAKAT DALAM FILM PARASITE: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeksripsikan representasi sosial masyarakat yang tergambar dalam naskah film Parasite karya Bong Joon Ho yang diterbitkan pada tahun 2019 dengan menggunakan pendekatan semiotika lima kode Roland Barthes. Representasi adalah gambaran dari kehidupan nyata masyarakat dalam suatu karya sastra. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan model dari Miles Huberman yakni, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Data yang digunakan berupa leksia-leksia yang terdapat dalam naskah film Parasite karya Bong Joon Ho. Berdasarkan hasil penelitian dalam naskah film Parasite terdapat 47 data leksia yang berbeda dan kemudian dikategorikan menjadi lima kode, dengan rincian sebagai berikut: 16 kode hermeneutik, 20 kode semik, 21 kode simbolik, 9 kode proairetik, dan 7 kode kultural. Berdasarkan dari sistem kode tersebut, ditemukan bahwa terdapat bentuk representasi sosial masyarakat dari film Parasite. Adanya kesenjangan sosial diperlihatkan melalui dua keluarga yang memiliki latar belakang berbeda melalui dialog dan narasi pada film. Sistem ekonomi kapitalisme mengakibatkan melebarnya kesenjangan sosial dan mengakibatkan kemiskinan terus terjadi. Selanjutnya adanya perbedaan kelas sosial di dalam struktur sosial masyarakat mengakibatkan adanya konflik sesama kelas dan antar kelas sosial. Di dalam film Parasite, digambarkan bahwa kelas atas memiliki kuasa untuk menjadikan kelas bawah sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
ANALISIS KELAYAKAN ISI DAN MUATAN BUDAYA DALAM BUKU AJAR BIPA
Setiap buku ajar yang disebarluaskan secara bebas perlu dilakukan sebuah penilaian untuk mengetahui kelayakannya, terutama dalam pembelajaran bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kelayakan isi dan muatan budaya buku ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” tingkat BIPA 1 edisi tahun 2019 yang disusun oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud. Penelitian berfokus pada kelayakan isi dan muatan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan konten analisis. Instrumen yang digunakan berupa lembar analisis dari teori penilaian kelayakan buku ajar berdasarkan Muchlis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa buku ajar Sahabatku Indonesia tingkat BIPA 1 “cukup layak” digunakan, dengan persentase kelayakan sebesar 65,8%. Sebagian besar kekurangan buku ajar Sahabatku Indonesia tingkat BIPA 1 disebabkan oleh kurangnya pranala dan rujukan serta ketidaksesuaian materi dan kosakata dengan target pembelajaran dan elemen kompetensi tingkat BIPA 1