Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN MEMBACA BAHASA MELAYU DALAM KALANGAN PELAJAR TAMIL: KAEDAH GABUNG BUNYI KATA
Abstrak Pembelajaran Membaca Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Tamil: Kaedah Gabung Bunyi Kata. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis keberkesanan Kaedah Gabung Bunyi Kata (KGBK) dalam proses pengajaran dan pembelajaran membaca dalam bahasa Melayu. Hal ini diharapkan dapat membantu murid yang lemah dalam aspek penguasaan bacaan bahasa Melayu. Penyelidik memberi tumpuan kepada aspek bacaan kerana aspek bacaan merupakan aspek yang paling penting dalam penguasaan bahasa Melayu murid. Penyelidik juga akan menguji kesesuaian Kaedah Gabung Bunyi Kata sebagai satu kaedah yang digunakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran membaca bahasa Melayu dalam kalangan murid-muridnya yang terdiri daripada pelajar berbangsa India dan mempelajari bahasa Melayu sebagai bahasa kedua bagi mereka. Selain daripada itu kajian ini dilakukan bagi melihat perkembangan dan prestasi murid setelah mengikuti Kaedah Gabung Bunyi Kata (KGBK) ini. Kajian ini dilakukan di Sekolah Jenis Kebangsaan Tamil (SJKT) Methodist Kapar di Klang Selangor. Sampel tediri daripada 40 orang murid tahap 1 yang dipilih berdasarkan tahap kecerdasan mereka. Dapatan kajian diperoleh melalui rekod pencapaian murid yang telah dilakukan selama 6 bulan iaitu dan bulan Mei hingga Oktober. Hasil dapatannya ternyata bahwa Kaedah Gabung Bunyi Kata (KGBK) ini amat sesuai untuk meningkatkan prestasi murid tersebut. Hal ini dapat dibuktikan bahawa 65 peratus bersamaan dengan 26 subjek kajian berjaya menguasai kemahiran membaca dengan lancar dan 35 peratus bersamaan 14 subjek kajian yang masih belum menguasai kemahiran bacaan dengan lancar itu memerlukan tempoh masa yang lebih lama (lebih kurang 3 bulan lagi) untuk mengguasainya.Kata kunci: membaca, bahasa Melayu, kaedah Gabung, bunyi kata AbstractReading of Learning in Malay Language of Indian Student: word sound Combination Ruler. This study aims at analyzing the effectiveness of the Rules for Word Sound Combination (KGBK) in teaching an learning to read in Malay language. It is expected to help students who are weak in the aspect of mastering Malay literature. The researchers focus on reading aspect because the reading aspect is the most important aspect in student’s learning Malay language. The researchers will also test the suitability of KGBK as a method used in the process of teaching and learning to read in the Malay language of the students consisting of Indian students learning Malay language as a second language for them. In addition, this study was conducted to monitor the progress and performance of students after attending KGBK. This study was conducted at the Tamil Nationality School (SJKT) Methodist Kapar in Klang Selangor. The sample consists of 40 students at level I who were selected based on the level of their intelligence. Findings were obtained through the records of student achievement that has been done for six months from the months of May to October. Findings show that KGBK is particularly suitable to enhance the performance of the students. It can be proved that 65 percent which is equal to 26 subjects who have yet to master the skill of reading fluently requires a longer period of time (about 3 months) to master it.Keywords: reading, Malay language, rules for combining, word soun
REKONTRUKSI PRAFONEM VOKAL PRABAHASA MELAYU RIAU (PMLR)
Abstrak Rekontruksi Prafonem Vokal Prabahasa Melayu Riau (PMLR). Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan salah satu bagian dari proses rekontruksi fonologi pada bahasa Pra-Melayu sebagai refleksi yang ditemukan dalam isolek Melayu modern yang digunakan di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, khususnya rekontruksi prafonem vokal. Analisis ini sangat penting karena tidak ada rekontruksi pra-Melayu di tingkat kekerabatan dialek dari bahasa tunggal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam menanalisis data adalah metode analisis komparatif deskriptif yang biasanya digunakan dalam linguistik historis dan dialektologi diakronis. Dalam penelitian ini teridentifikasi enam prafonem vokal dalam bahasa Riau pra-Melayu. Selain itu, analisis perubahan fonologis dari pra-Melayu ke isolek Melayu modern menjelaskan setiap bentuk retensi dari inovasi di setiap isolek Melayu modern.Kata kunci: rekontruksi, fonim vokal, pra-Melayu, isolek Melayu modern Abstract Vowel Prafonemes Recontruction of Prelanguage in Malay Riau. This paper is aimed at describing a part af phonological recontruction of Pre-Malay from the reflexes found in modern Malay isolects used in Riau Province and Kepulauan Riau Province, especially the recontruction of vowel prephonemes. This analysis is very crucial since there is no pre-Malay recontruction in the level of dialect kinship of a single language yet. This is a kind of qualitative research. The method used in analyzing the data is comparative-descriptive method analysis that is usually used in historical linguistics and diachronical dialectology. In the research, it is identified six vowel prephonemes in the Riau pre-Malay. Besides, the analysis of phonological changes from the pre-Malay to modern Malay isolects explaines any retention and innovation forms in each modern Malay isolect.Keywords: recontruction, vowel prephonemes, pre-Malay, modern Malay isolect
SIKAP MASYARAKAT PENGRAJIN DAN PEDAGANG KERAMIK TERHADAP BAHASA INDONESIA DAN BAHASA SUNDA
Abstrak Sikap Masyarakat Pengrajin dan Pedagang Keramik terhadap Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda. Masyarakat indonesia pada umumnya merupakan komunitas yang mampu menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kedua bahasa ini digunakan sesuai dengan konteks yang dipandang relevan oleh pengguna bahasa. Tulisan ini berupaya menjelaskan, pada konteks apa saja bahasa Sunda dan bahasa Indonesia digunakan oleh masyarakat Plered, Purwakarta. Lokasi ini dipilih karena merupakan domisili para pedagang Sunda di wilayah yang sering dilalui oleh warga dari wilayah yang tidak berbahasa Sunda. Selain itu, diungkap pula latar belakang penggunaan tiap bahasa dalam konteks masing-masing. Melalui kajian ini, diungkap sikap masyarakat terhadap bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Kata kunci: bahasa sunda, bahasa indonesia, sikap terhadap bahasa Abstract Community Attitudes of Ceramics Creators and Traders towards Indonesian and Sundanes Language. Indonesian society in general is a community that is able to use two languages, the local language and the Indonesian language. In everyday life, the two languages are used in the context that is relevant to the user of the language. This paper attempts to explain, in which context are Sundanese and Indonesian languages are used by people in Plered, Purwakarta. This location was chosen because it is the residence of the Sundanese traders in areas frequently traveled by residents of the area who do not speak Sundanese. In addition, the background of the use of each language is also revealed in the context of each. Through this study, the attitudes of the community towards Sundanese and Indonesian are revealed. Keywords: sundanese, indonesian, attitudes towards languag
WRITING GRAMMATICAL SENTENCES: VOICES OF INDONESIAN UNDERGRADUATES IN EFL CLASSROOMS
Abstract This study aims to explore perspectives of Indonesian undergraduates on factors that conceivably help them to write grammatical English sentences. The participants of the study were 40 students in a Procedural Writing class and an Extensive Reading class, at English Language Education Study Program, Dunia University, Indonesia (ED-DU); academic year 2014/2015. The data were collected through students’ written responses and interview. More specifically, the students responded to a statement asking their perspectives towards the issue. In the interview process, the researcher asked 3 participants to provide further clarification of the responses they have written. The findings provide some evidence that friends’ feedback, sufficient time to practice, and lecturer’s feedback are the primary factors perceived by the students. Besides, the overall results of the study would seem to indicate that possessing grammatical competence, specifically in writing the grammatical sentences, needs conscious focus on grammatical aspects through explicit learning of grammar rules and sufficient time to practice the rules, which the study posits as conceivable ways to enhance the students’ grammatical accuracy. Eventually, the study proposes possible pedagogical ideas to help the students to minimize their grammatical errors, as an attempt to support their roles as a future professional English teacher and language user. Keywords: grammar, grammatical sentence, explicit learning, practice AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pandangan dari mahasiswa calon sarjana di Indonesia tentang faktor yang dapat membantu mereka untuk menulis kalimat bahasa Inggris dengan tata bahasa yang benar. Peserta dalam kajian ini adalah 40 mahasiswa di salah satu kelas Procedural Writing dan Extensive Reading, pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Dunia Indonesia, tahun akademik 2014/2015. Data penelitian diambil dari respon tertulis mahasiswa dan wawancara. Secara lebih rinci, para mahasiswa merespon suatu pernyataan yang menggali pandangan mereka terkait dengan pokok persoalan tersebut. Dalam proses wawancara, peneliti meminta 3 peserta dalam kajian ini untuk menjelaskan lebih jauh tentang respon tertulis mereka. Hasil analisa data memberikan beberapa fakta bahwa umpan balik teman, waktu yang cukup untuk berlatih, dan umpan balik guru merupakan faktor utama yang disebutkan oleh para mahasiwa. Selain itu, keseluruhan hasil dari kaijan ini nampak mengindikasikan bahwa memiliki kompetensi ketatabahasaan, khususnya dalam menulis kalimat dengan tata bahasa yang benar, memerlukan fokus secara sadar pada aspek-aspek tata bahasa melalui pembelajaran eksplisit aturan ketatabahasaan dan waktu yang cukup untuk berlatih aturan tersebut. Pada akhirnya, kajian ini mengusulkan beberapa gagasan pedagogi yang mungkin dapat membantu para mahasiswa dalam mengurangi kesalahan tata bahasa mereka, sebagai suatu usaha untuk menunjang peran mereka sebagai guru bahasa Inggris dan pengguna bahasa yang profesional di masa yang akan datang.Kata kunci: tata bahasa, kalimat dengan tata bahasa yang benar, pembelajaran secara eksplisit, latiha
OVERGENERALIZATION IN SINGULAR/PLURAL NOUNS AND SUFFIXED NOUNS OF IELTS COURSE STUDENTS
This study aims to investigate the morphological overgeneralization of IELTS students. It focuses on the singular/plural nouns and suffixed nouns that are overgeneralized by those students. Three students are chosen as the participants of the study by collecting their writing exercises. Three writing texts are gathered taken from several weeks and materials. The writings are analyzed by sorting the nouns they produced and categorizing them according to the singular/plural nouns and suffixed nouns. The results reveal that the students over extended the rules of singular/plural nouns and suffixed nouns. However, recovery occurs very varied in both singular/plural nouns and suffixed nouns. They tend to be better in mentioning singular/plural nouns, yet they are being selective and careful in writing suffixed nouns. In conclusion, even though the language learners can mark their overgeneralization, it is still difficult for them to recover their errors. It is recommended here that longitudinal study that has more time to examine students recovery from overgeneralization can be conducted for the further study to give more detail evidence in students’ overgeneralizations.Keywords: overgeneralization, singular/plural nouns, suffixed noun
SEMANTIK GRAMATIKAL VERBA BERAFIKS ME(N)-KAN/-I DAN TE(R)-KAN/-I DALAM BAHASA INDONESIA
Abstrak Semantik Gramatikal Verba Berafiks Me(N)-Kan/-I dan Te(R)-Kan/-I dalam Bahasa Indonesia. Tulisan ini mengulas semantik gramalikal verba berafiks me(N)- kan-/-i dan te(R)-kan/-i dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan diambil dalam surat kabar, buku tata bahasa, dan data temuan penulis. Teori yang digunakan adalah verba, proses morfologis, semantik, jenis makna, dan gramatikal. Masalah yang dibahas adalah keberadaan semantik gramatikal verba berafiks me(N)-kan/-i dan teR-(kan/-i) yang terdiri atas bentukan dan makna. Berdasarkan hasil analisis ditunjukan bahwa verba berafiks me(N)-kan/-i dan te(R)-kan/-i tergolong pada verba transitif dan taktransitif yang memiliki makna gramatikal yang bervariatif. Di samping itu, dibicarakan pula beberapa masalah yang berkaitan dengan verba berafiks me(N)-kan/-i dan te(R)-kan/-i.Kata kunci: verba, afiks, semantik, gramatikal Abstract Grammatical Semantic of Verb with Affixes Me(N)-Kan/-i and Te(R)-Kan/-I. This paper discusses the grammatical semantics of verbs with affixes of me (N) – kan-/-i and te (R) –kan/-i in Indonesian. The method used in this research is descriptive method. The data used are taken from newspapers, grammar books, and outhor-made data. The theories used are verbs, morphological process, semantics, types of meaning, and grammatical. Issues to be discussed is the existence of a grammatical semantics of verbs with affixes of me (N) –kan/-i and teR-(-kan/-i) consisting of forms and meanings based on the results of the analysis, it is indicated that the verbs with affixes of me (N) – kan-/-i and te (R) –kan/-i belong to transitive and intransitive verbs which have varied grammatical meanings. In addition, some of the problems associated with verbs with affixes of me (N) – kan-/-i and te (R) –kan/-i are also discussed.Keywords: verb, affix, semantics, grammatica
THE ANTONYM OF LEXEME USING THE AFFIXATION ‘ME-KAN’: MORPHOSEMANTICS ANALYSIS
AbstractThis research deals with morphosemantic analysis of lexemes. The main source of data in this research was taken from the Arabic-Indonesian dictionary, Al-Munawwir, with the primary focus on lexemes using the affixation of “me-kan”. The lexemes with affixation “me-kan” can be compared in the Arabic language using the dominant measure or pattern (wazan). This research adopts a qualitative descriptive analysis, employing the distributional approach and the technique of dividing units of language, as well as the technique of marker. The study shows that the lexemes using affixation “me-kan” in Indonesian have similarities with the wazan fa-‘a-la in Arabic. The affixation of “me-kan” is one of the forms of transitive verb in the Indonesian language, and wazan fa-‘a-la in Arabic is a form of ta’diyyah (close meaning with the transitive form). Many lexemes using the affixation “me-kan” in Al-Munawwir Indonesian–Arabic dictionary were translated by the wazan fa-‘a-la. This study indicates that there is a strong connection between the transitive form in Arabic and Indonesian, as indicated through the analysis of the aforementioned lexemes.Keywords: antonym, lexeme using the affixation of “me-kan”, morpho-semantics, and Al-Munawwir Indonesian-Arabic dictionary. Abstrak Sumber data dalam penelitian ini diambil dari kamus Al Munawwir versi Indonesia-Arab. Pembahasan antonim di dalam kamus tersebut masih terasa luas, belum mengerucut. Oleh sebab itulah peneliti akan memfokuskan pembahasan antonim hanya pada leksem yang mendapat imbuhan “me-kan”. Selanjutnya leksem “me-kan” di dalam bahasa Indonesia ternyata memiliki padanan wazan(measure) di dalam bahasa Arab yang sangat dominan. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode distribusional dan teknik bagi unsur langsung dan teknik pemarkah. Dengan memanfaatkan metode tersebut, maka penelitian secara masif di dalam kamus tersebut akan menemukan pemakaian wazan untuk leksem berimbuhan me-kan dengan frekuensi lebih banyak dibandingkan dengan wazan lainnya. Sehingga imbuhan me-kan pada bahasa Indonesia dapat ditemukan padanannya pada wazan bahasa Arab. Beberapa data berupa leksem berimbuhan “me-kan” di dalam kamus al munawwir versi Indonesia-Arab diterjemahkan dengan menggunakan wazan fa'ala. Imbuhan me-kan merupakan salah satu bentuk dari kata kerja transitif. Begitu pula wazan fa'ala di dalam bahasa Arab digunakan untuk "ta'diyyah" yang secara tidak langsung menyerupai dengan proses pembentukan kata kerja transitif di dalam bahasa Indonesia. Oleh sebab itulah wazan fa'ala menjadi wazan yang paling dominan pada pemberian makna leksem berimbuhan me-kan yang berfungsi sebagai kata kerja transitif.Kata kunci: antonim, leksem yang menggunakan afiks me-kan, morfosemantik, kamus Al-Munawwir Indonesia- Arab
PENGARUH INPUT BAHASA ORANG TUA TERHADAP KOMPLEKSITAS BAHASA ANAK: STUDI KASUS PADA ANAK USIA 5 TAHUN MELALUI INTERACTIVE SHARED READING
AbstrakOrang tua merupakan lingkungan sosial dan sumber bahasa pertama bagi anak di awal kehidupannya. Komunikasi antara orang tua dan anak dipercaya dapat memengaruhi perkembangan bahasa dan perilaku anak. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana input bahasa orang tua (parental language input) khususnya dorongan bahasa ibu dan kompleksitas bahasa yang diproduksi anak melalui interactive shared reading. Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang anak perempuan berusia 5 tahun dan ibunya. Ibu melakukan aktivitas membacakan cerita (story reading) dibantu dengan buku bergambar setelah itu anak diminta menceritakan ulang (retelling story). Melalui teknik rekam dan catat, pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali dan diamati berdasarkan 2 aktivitas tersebut.Setelah transkripsi dilakukan, data lalu dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa input bahasa ibu lebih banyak dalam bentuk pertanyaan dan pengisian yang mendorong anak untuk berfikir dan memproduksi bahasa. Bahasa anak juga didominasi oleh bentuk pertanyaan. Anak bertanya mengenai isi cerita maupun kata yang belum diketahuinya. Struktur kalimat anak kerap tidak beraturan dan terdapat beberapa bentukan kata yang belum dikuasai anak. Namun secara makna dapat dipahami. Hal ini menunjukkan anak sedang dalam proses pemerolahan bahasa.Kata kunci: input bahasa orang tua, kompleksitas bahasa anak, interactive shared readingAbstractParents are the first social environment and language source for children in early life. Parents-children interaction and communication influences how children acquire language and how they behave years later. This descriptive research aims at describing what and how parental language input particularly language prompting from mother affect children language development dan how children produce language through interactive shared reading. The informants were a 5-year-old child and her mother. They were videotaped while the mother was reading stories based on picture books; and then, the child was asked to retell the story. The activities were recorded 3 times during those two events run. After having transcripted in verbatim, the data showed that maternal language input mostly contains in questions and filling-ins to promote children thinking dan speech production. Moreover, child language is dominated by questions too. The questions are related to the story and unfamiliar vocabulary. Sentence structures made by children are often disordered and the children contructs wrong word-forms. However, those utterances are understandle. This actually indicates that child is in the process of acquiring language. Keywords: parent language, the complexity of children's language, interactive shared readin
IMPLEMENTASI MODEL COMMUNICATION DANS LES AFFAIRES DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS BISNIS DI SMK
Abstrak Implementasi Model Communication dans les Affaires dalam Pembelajaran Bahasa Perancis Bisnis di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi model Communication dans les Affaires dalam pembelajaran bahasa Perancis Bisnis di SMK se-Kota dan Kabupaten Bandung pada SMK Kelas X Program Keahlian Manajemen Bisnis dan Perkantoran; (2) memperoleh data terkait kontribusi model tersebut dalam meningkatkan kompetensi bahasa Perancis Bisnis siswa SMK,dan; (3) memperoleh informasi tentang kelebihan dan kekurangan model tersebut dalam proses pembelajaran bahasa Perancis Bisnis di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian yang dipilih adalah pra ekperimental dengan desain penelitian the one shot-case study. Model yang diteliti dapat berkontribusi positif dalam membantu meningkatkan kompetensi bahasa Perancis bisnis siswa SMK kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran sesuai dengan komunikasi bisnis frankofon. Kata kunci: kompetensi bahasa Perancis bisnis, model communication dans les affaires, FLE, FOS Abstract Model of Communication dans les Affaires Implementation into Bussiness French Langguage of Learning in SMK. This study aims at: (1) describing an implementation of communication dans les Affaires model in learning Business French in SMK in Bandung City and Country at X Class of Vocational and Business Management Office, (2) obtaining data related to the contribution of the model in improving Business French language competence of vocational students, and, (3) obtaining information about the adventages and disadvantages of the model in the process of learning Business French language in SMK. This study used a quantitative approach and research method selected is pre experimental research design with the one-shot case study. Based on the results of the research, data showed that the model under the study which is a model of learning Communication dans les affaires provided positive contribution in helping to improve the competence of vocational students of class X of the Office Administration Skills Program in understanding the concept of Business Francophone Frech and to practice appropriate communication based on francophone business situations.Keywords: business French skills, models of communication dans les affaires, FLE, FO
PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS PROJEK
AbstrakPembelajaran Bahasa Jerman Berbasis Projek. Pembelajaran bahasa jerman sebagai bahasa asing saat ini diselenggarakan di tingkat sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Salah satu tujuan utama pembelajaran bahasa Jerman adalah agar para pembelajar bahasa Jerman memiliki kompetensi komunikatif, yang diwujudkan dalam bentuk keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Jerman secara lisan dan tulis dengan baik dan benar. Guna mencapai tujuan tersebut para pengajar harus mampu mengembangkan metode dan teknik yang tepat berdasarkan pada pendekatan komunikatif sebagai landasan filosofisnya. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa upaya tersebut sulit untuk dicapai, karena pembelajaran bahasa Jerman baik di SMA maupun di Perguruan Tinggi lebih didominasi dengan pembelajarn yang bersifat teacher oriented. Salah satu alternatif bentuk pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing yang dapat mengintegrasikan berbagai aspek kebahasaan dan non-kebahasaan adalah pembelajar untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan di luar kelas, serta berkreativitas secara luas. Kata Kunci: pendekatan komunikatif, kompetensi komunikatif, pembelajaran berbasis projek AbstractGerman Language Based Project Learning. Learning German as a foreign language is currently held at the high school and college levels. One of the main objectives to be achieved by learning German language is for German language learners to have communicative competence, which is manifested in the form of communicative skill using German language in both spoken and written language properly. To achieve these objectives the teachers should be able to develop appropriate methods and techniques based on the communicative approach as the philosophical foundation. The reality on the field shows that the effort is difficult to achieve, because the German language learning both in school and at university is dominated by the learning that is teacher-oriented. One alternative form of learning German as a foreign language that can integrate various aspects of language and non-language is a project-based language learning. This form of learning also provides opportunities for learners to construct their own knowledge and to relate it to the context of life outside the classroom, and creativity at large. Keywords: communicative approach, communicative competence, project-based learnin