PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
Not a member yet
261 research outputs found
Sort by
DESAIN DASAR PERANGKAT SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALl REAKTOR RISET SR4
DESAIN DASAR PERANGKAT SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALl REAKTOR RISET SR4. Sistem instrumentasi dan kendali reaktor riset SR4 adalah perangkat alat di bidang reaktor nuklir riset sebagai perangkat proteksi dan kendali daya yang mempunyai fungsi untuk memonitor parameter keselamatan dan parameter proses baik dalam keadaan reaktor "shut down, star_Up, maupun operasi rekator pada daya tetap. Dalam perekayasaan sistem instrumentasi dan kendali reaktor riset SR4 desain dasar yang ditetapkan terdiri dari spesifikasi teknis perangkat sistem proteksi reaktor, spesifikasi teknis perangkat sistem kendali daya reaktor, spesifikasi teknis perangkat sistem informasi proses dan sistem terminalisasi kabeling sebagai sistem pendukung. Dalam perekayasaan sistem instrumentasi dan kendali reaktor riset SR4 desain dasar yang ditetapkan digunakan sebagai dasar untuk penyusunan desain rinci dan selanjutnya perekayasaan sistem instrumentai dan kendali secara terpadu.A BASIC DESIGN OF SR4 INSTRUMENTATION AND CONTROL SYSTEM FOR RESEARCH REACTOR. An SR4 Instrumentation and control systems of research reactor is the equipment of nuclear research reactors as power protection devices and control systems. The equipment is to monitor safety parameters and process parameters in the state of reactor "shut down, star-up, and in operation at fixed power. In the engineering of Instrumentation and control systems SR4 research reactor, its basic design consists of technical specifications of the reactor protection system devices, technical specifications of the reactor power control system devices, technical specifications information system devices, and systems process termination cabelling as a support system. This basic design is used as the basis for the preparation of detailed design and subsequent engineering development of instrumentation systems and control system integratedly
RANCANGAN BUS BAR PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB) LISTRIK BANGUNAN IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kCi-PRFN
ABSTRAKRANCANGAN BUS BAR PERANGKAT HUBUNG BAGI LISTRIK BANGUNAN IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kCi-PRFN.Telah dilakukan rancangan perangkat hubung-bagi listrik bangunan iradiator gamma kapasitas 200 kCi. Perangkat hubung-bagi menurut definisi PUIL 2000 adalah suatu perlengkapan untuk mengendalikan dan membagi tenaga listrik dan atau mengendalikan dan melindungi sirkit. Kebutuhan daya listrik instalasi iradiator adalah 450 kVA, yang terbagi menjadi gedung utama dan gedung perkantoran.Terdapat 20 perangkat panel hubung-bagi dengan pemasangan tetap, konstruksi panel hubung-bagi berbentuk lemari dan kotak atau box dengan persyaratan proteksi untuk selungkupnya adalah IP 45 dan IP 54. Rel tembaga atau busbar yang digunakan adalah ukuran 15 mm x 2 mm x 4 m sebanyak 12 batang, 15 mm x 3 mm x 4 m sebanyak 7 batang dan 25 mm x 3 mm x 4 m sebanyak 1 batang. Kelengkapan perangkat hubung- bagi yang lainya adalah : Saklar NFB, MCCB, MCB,Rangkaian control, trafo arus, lampu tanda dan pentanahan.Kata kunci : Perangkat hubung-bagi, busbar,bangunan iradiator gamma ABSTRACTA DESIGN BUS BAR OF POWER DISTRIBUTION FOR THE PRFN 200 kC GAMMA IRADIATOR FACILITY. This paper aims to design the power distribution in the gamma irradiation facility. Power distribution according to PUIL 2000 is an equipment for controlling and distributing the electric power and/or controlling and protecting the circuits. The gamma irradiation facility needs 450 kVA, which are distributed to the main and office building. There are 20 power distribution circuits in the facility, which are built in and in the form of console or box control panel. The safety requirements for the lid are IP 45 and IP 54. The equipment use busbars with 15 mm x 2 mm x 4 m, 15 mm x 3 mm x 4 m, and 25 mm x 3 mm x 4 m in sizes. The power distributions have to be equipped with NFB switch, MCCB, MCB, control circuit, transformer, light indicator and grounding. Keywords : busbars, gamma irradiation facility power distributio
DESAIN KONSEP SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI IRADIATOR GAMMA SERBA GUNA 2 X 250 kCi
ABSTRAK DESAIN KONSEP SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI IRADIATOR GAMMA SERBA GUNA 2 X 250 kCi. Telah dilakukan desain konsep sistem instrumentasi dan kendali (SIK) iradiator gamma serba guna 2 x 250 kCi. Permasalahan utama SIK terdapat pada cara mendapatkan dosis serap yang sama dan mekanisme start-up/shut-down dengan faktor keselamatan tinggi. Dari hasil desain konsep, SIK terbagi atas tiga bagian yaitu safety, operasi dan security. Ketiga bagian tersebut digunakan sebagai parameter start-up dan shut-down pada instalasi iradiator yang terkoneksi secara interlock untuk menjamin keselamatan. Keseragaman dosis diperoleh melalui pengaturan waktu penyinaran dengan cara menghentikan gerakan cerrier pada titik tertentu dan selama selang waktu tertentu, dengan kecepatan motor penggerak carrier dibuat konstan. Kata kunci : interlock, instrumentasi, kendali ABSTRACT CONCEPTUAL DESIGN OF MULTY PURPOSE GAMMA IRRADIATOR 2 X 250 kCi INSTRUMENTATION AND CONTROLL SYSTEM. It has been made a conceptual designed of multi purpose 2 x 250 kCi gamma irradiator instrumentation and controll system (ICS). The problem in ICS of the irradiator is how to get the same dose rate and start-up/shut down mechanism with highest safety factor. The conceptual designed of ICS has tree parameters such as safety, operation and security. The tree of parameters used to start-up and shut-down in irradiator installation with interlock system connection to guaranted of safety. The equality of dose rate is obtained by controlling the exposured time with stopped of carrier conveyor in point of stopped carrier and for delay time, with the constant speed of prime mover carrier the equality. Key word : interlock, instrumentation, contro
PERANCANGAN SEPARATOR UNTUK MEMISAHKAN FLUIDA PADAT DAN CAIR
ABSTRAK PERANCANGAN SEPARATOR UNTUK MEMISAHKAN FLUIDA PADA T DAN CAIR. Salah satu tahapan dalam proses transesterifikasi dalam pembuatan bioaditif adalah pemisahan bahan hasil produksi berupa bioaditif sebagai produk cair dan gliserin yang bersifat padat.. Untuk mendukung proses tersebut telah dirancang "Separator" (pemisah) fluida padat dengan metode penggerak putar centrifugal (centrifuge) dengan memanfaatkan bilah pemutar yang mempunyai sudut kemiringan posisi bilah terhadap spindel 45o dan kemiringan bilah 10o. Putaran bilah digerakan dengan motor pada kecepatan putar yang bisa divariasi antara 500 - 2900 rpm. Hasil perhitungan menunjukan bahwa kecepatan maksimal bilah1 = 26.56 m/detik dan kecepatan maksimal bilah 2 = 53.12 m/detik. Gaya sentrifugal yang terjadi di dalam fluida adalah 9.573, 74 - 19.147,48 .N, Gaya tersebut akan mampu menekan fluida di dalam bejana dan memisahkan fluida padat dari fluida cair. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh jumlah fluida yang keluar dari bibir bejana bersifat proporsional, yaitu semakin tinggi putaran motor semakin banyak fluida yang keluar. Pengujian berdasarkan sedimentasi paksa oleh putaran bilah menunjukan bahwa, pada putaran rendah diperlukan waktu yang lama, (n 500 rpm, diperoleh waktu produksi 35 menit), sedangkan pada putaran tinggi waktu produksi menjadi lebih cepat (n 2900 rpm, waktu produksi 15 menit). kata kunci : separator, bioaditif, centrifugal.ABSTRACT A DESIGN OF SEPARATOR FOR SEPARATING LIQUID AND CRAMMING FLUID. One of steps in transesterification process in producing bioaditive is separation of product result material namely bioaditive as liquid product and gliserin as cramming fluid. To support this process has be designed a separator cramming by centrifugal force that uses blade driver having inclination 45o and blade slope 10o.The blade has been spun by an electric motor with the speed in between 500 up to 2900 rpm.. The calculation shows that the blade 1 maximum speed is 26.56 m/s and and maximal speed blade 2 is 53.12 m/s. The centrifugal force in fluid was in between 9,573. 74 up to 19, 147.48 N. The force will be able to press the fluid get out from the vessel and separate the liquid from cramming fluid. Based on the testing results, the amount of fluid get out from the vessel are proportionality, increasing the speed of the electric motor will increase the flow out of the fluid from the vessel. Other testing based on the sedimentation force by the blades shows that the low speed requires longer time for production (n = 500 rpm requires 35 minutes) while at the high speed the time will be shorter (n = 2900 rpm requires 15 minutes for production). key words : separator, bioadditive, centrifugal
MODIFIKASI DESAIN RANGKA SANDARAN KURSI PADA PERANGKAT RENOGRAF TERPADU
ABSTRAKMODIFIKASI DESAIN RANGKA SANDARAN KURSI PADA PERANGKAT RENOGRAF TERPADU. Telah dilakukan modifikasi desain rangka sandaran kursi sebagai dudukan detektor untuk mendukung beroperasinya perangkat renograf terpadu. Modifikasi rangka dilakukan dengan mengganti struktur yang tadinya hollow carbon steel 25 x 25 mm dengan pipa carbon steel schedule 40 berukuran 3/4 inch dan hollow carbon steel ukuran 20 x 40 mm tebal 1,2 mm. Kemudian dilakukan analisis menggunakan software ANSYS dengan parameter pembebanan yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan tegangan maksimum yang terjadi sebesar 1,7219 x 108 Pa masih dibawah batas maksimalnya sebesar 2.4816 x 108 Pa sehingga dapat dinyatakan layak digunakan. Dengan modifikasi desain yang diajukan, maka pengoperasian perangkat renograf terpadu dapat dilakukan dengan aman.Kata kunci : Renograf Terpadu, Perangkat, Modifikasi Desain, Rangka. ABSTRACTDESIGN MODIFICATION FOR BACK SEAT FRAME ON INTEGRATED RENOGRAF EQUIPMENT. A the design modification of the back seat frame used as a detector holder to support the operation of the integrated renograf has been done. Modification of the framework is done by replacing the structure that was hollow carbon steel 25 x 25 mm with a schedule 40 carbon steel pipe measuring 3/4 inch and with the hollow carbon steel the measures is 20 x 40 mm in thickness of 1.2 mm. Then performed the analysis using ANSYS software with loading parameters have been determined. The analysis showed that the maximum stress occurs at 1,7219 x 108 Pa is still below the maximum limit of 2.4816 x 108 Pa to be declared fit for use. With the proposed design modifications,the operation of the integrated renograf can be safe. Keywords: Integrated Renograf, Device, Modification Design, Fram
EVALUASI GERAK SIMULATOR BATANG KENDAll REAKTOR RISET
EVALUASI GERAK SIMULATOR BATANG KENDALl REAKTOR RISET. Telah dilakukan pengujian gerak simulasi batang kendali reaktor menggunakan servomotor. Gerak batang kendali reaktor pada setiap titik harus pada posisi yang tepat, salah satu motor yang dapat bergerak secara presisi dan tepat yaitu motor servo. Untuk menjamin bahwa motor servo dapat bergerak sesuai dengan program yang diinginkan, maka dilakukan uji fungsi motor servo agar kerja motor dapat menjamin kinerja alat. Pengujian dilakukan terhadap gangguan tegangan jala-jala, beban stabil dalam jangka waktu tertentu dan waktu tempuh batang kendali pengaman naik-turun, waktu tempuh batang kendali pengatur naik-turun dan waktu tempuh batang kendali kompensasi naik-turun. Dalam pengujian gangguan tegangan jala-jala pada Vout 24 V, 6,5 A dengan beban 12 Ω diperoleh penyimpangan V0 = 0,1 dan V1= 0,65 dan untuk kesetabilan beban dalam jangka waktu tertentu terjadi penyimpangan V = 0,7125, berikutnya pada gangguan tegangan jala-jala pada Vout 12V, 4,2 A dengan beban 6 Ω diperoleh penyimpangan Va = 0,275 dan VI= 1,158 untuk kestabilan beban dalam jangka waktu tertentu terjadi penyimpangan V = 1,463 dan pada gangguan tegangan jala-jala pada Vout 24 V, 4,5 A dengan beban 12 Ω diperoleh penyimpangan Va = 0,196 dan VI= 0,496 dan untuk kestabilan beban dalam jangka waktu tertentu terjadi penyimpangan V = 0.3625. Sedangkan waktu tempuh batang kendali pengaman naik-turun, pengatur naik-turun dan kompensasi naik-turun menunjukkan gafik linier yang stabil. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja motor servo sangat stabil dengan wilayah kerja dibawah nilai batas toleransi, yaitu 5 %- 10%
PEMBUATAN PROBE TERMOKOPEL
ABSTRAKTelah dilakukan pembuatan probe (pelindung) termokopel yang digunakan untuk mengukur suhu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah memfungsikan kembali termo- kopel yang terintegrasi dengan probe bahan stainless-steel (SS) yang ada dipasaran. Probe dibuat dari pipa dengan ukuran panjang 53 cm, tebal 0,25 cm. Salah satu ujung pipa tersebut ditutup dan dilas dengan SS pejal tebal 0,4 cm.. Probe kemudian dirangkai dengan termokopel dan dikalibrasi. Kalibrasi dilakukan dengan cara: unit termokopel ini digunakan untuk mengukur suhu oven bersama-sama dengan unit termokopel lain yang ada di dalam oven. Suhu ruang oven dinaikkan dari suhu kamar hingga suhu mencapa 700°C. Pengamatan dilakukan pada setiap selang 50°C, dimulai dari penunjukan suhu 150°C. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa termokopel dengan probe SS buatan sendiri mempunyai deviasi pengukuran suhu antara 0,7 % - 6,7 %. Kesimpulan dari percobaan ini adalah termokopel yang terintegrasi dengan probe bahan SS yang ada dipasaran, cukup memadai untuk pengukuran suhu, dibawah 1000 °c. Kata kunci : probe, termokopel, stainless-stee
PERHITUNGAN JARAK MINIMAL ANTAR CARRIER 01 DALAM RUANG IRADIASI PADA DISAIN DASAR IRADIATOR GAMMA ISG-500
PERHITUNGAN JARAK MINIMAL ANTAR CARRIER 01 DALAM RUANG IRADIASI PADA DISAIN DASAR IRADIA TOR GAMMA ISG-500. Perhitungan jarak minimal antar carrier berkaitan saat bergerak melingkar di dalam ruang iradiasi telah dilakukan untuk mendukung kelengkapan data ukuran pada disain dasar iradiator gamma ISG-500. Perhitungan ini dilakukan dengan memperhatikan lay-out dan gambar mekanik dari bentuk fisik carrier pada disain dasar iradiator gamma ISG-500 serta menggunakan rumus-rumus aturan trigonometri di segitiga. Lay-out dan gambar tersebut berfungsi sebagai acuan pengambilan data ukuran dan pembuatan sketsa gerak melingkar dua buah carrier yang berdekatan, sedangkan rumus-rumus trigonometri digunakan untuk menyelesaikan perhitungan jarak minimal antar carrier mengacu pada sketsa yang dibuat. Dari perhitungan ini diperoleh nilai ukuran jarak minimal antar carrier sebesar 184,9 mm. Nilai ini diharapkan bisa melengkapi data-data perhitungan mekani~,pada disain dasar iradiator gamma ISG-500
TINJAUAN STAINLESS STEEL SEBAGAI BAHAN MEKANIK REAKTOR DAYA
TlNJAUAN STAINLESS STEEL SEBAGAI BAHAN MEKANIK REAKTOR DAYA. Dalam suatu sitem reaktor nuklir yang meliputi bejana tekan, penyangga komponen-komponen utama, pemipaan sistem pendingin serta selongsong bahan bakar, mempunyai persyaratan- persyaratan material yang berlainan dan berbeda sesuai dengan type reaktor. Secara khusus persyaratan material reaktor daya tersebut meliputi syarat fisik atau mekanik dan persyaratan nuklir material. Stainless steel merupakan baja tahan karat austenitik, yang terdiri dari paduan logam Fe dan Cr dan Ni yang memberikan sifat mekanik yang baik dan ketahanan terhadap korosi pada temperatur yang tinggi