PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
Not a member yet
261 research outputs found
Sort by
RANCANGAN MEKANIK DAN SISTEM PENGGERAK ALAT PERAGA KESELAMATAN RADIASI NUKLIR
RANCANGAN MEKANIK DAN SISTEM PENGGERAK ALAT PERAGA KESELAMATAN RADIASI NUKLIR. Telah dilakukan rancangan mekanik dan sistem penggerak alat peraga keselamatan radiasi nuklir. Sistem mekanik dari peralatan ini terdiri dari : Kerangka, dudukan sumber, kolimator dan tempat perisai. Sistem penggerak berupa poros ulir dan batang engkol (handel) yang dapat diputar searah jarum jam ataupun berlawanan dengan jarum jam. Poros ulir dirancang untuk dapat dikopel dengan sistem penggerak konvensional ataupun penggerak yang dikenda/ikan dengan sistem control yang dapat digerakkan maju mundur menjauhi dan mendekati sumber dan detector. Mempunyai jarak kebebasan 1000 mm dari sumber ke detector serta dilengkapi dengan skala jarak dalam mm. Tempat perisai dapat diatur ketebalannya sesuai dengan jenis perisai yang digunakan untuk percobaan. Dari rancangan mekanik dan system penggerak ini, diharapkan perala
SISTEM PNEUMATIK MEKANISME LALUAN IRADIASI PADA IRADIATOR MERAH PUTIH
ABSTRAKSISTEM PNEUMATIK MEKANISME LALUAN IRADIASI PADA IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH. BATAN mengembangkan Iradiator Gamma Merah Putih. Iradiator dirancang untuk tujuan multi guna di antaranya adalah untuk pengawetan bahan pangan, fitosanitari, sterilisasi alat-alat kesehatan, dan sebagainya. Produk-produk yang akan diiradiasi diangkut menggunakan kotak tote yang dimasukkan ke dalam ruang iradiasi dan menjalani mekanisme laluan iradiasi. Kotak-kotak tote bergerak menjalani lintasan mengitari sumber radioaktif menggunakan mekanisme pneumatik. Makalah ini membahas desain, fabrikasi dan pengujian sistem pneumatik mekanisme laluan iradiasi di dalam bunker. Secara keseluruhan dibutuhkan 14 silinder pneumatik. Kombinasi gerakan sistem pneumatik dirancang sedemikian sehingga ketika satu siklus pneumatik dieksekusi, setiap jalur laluan telah menggeser tote yang ada pada jalurnya satu langkah. Pengujian secara mandiri menunjukkan bahwa konstruksi silinder-silinder pneumatik telah sesuai dengan desain. Parameter waktu untuk gerakan maju dan mundur masing-masing silinder diperoleh. Parameter ini kelak akan berguna pada saat perawatan. Pengujian sistem pneumatik setelah diintegrasikan dengan sistem control menunjukkan hasil yang memuaskan. Secara rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gerakan mekanisme laluan iradiasi adalah 65 detik. Karena terdapat 72 siklus, waktu iradiasi minimum yang dapat diterima produk menjadi sekitar 78 menit. Dosis iradiasi yang akan diterima produk bergantung pada moda rak sumber yang diaktifkan.Kata kunci: iradiator, gamma, laluan iradiasi, pneumatik ABSTRACTTHE PNEUMATIC SYSTEM OF THE SOURCE PASS MECHANISM ON THE GAMMA IRRADIATOR MERAH PUTIH. BATAN has developed a Gamma Irradiator Merah Putih. The irradiator is designed as multi purposes such as for food preservation, phytosanitary, sterilization of medical devices, and so on. The products to be irradiated are transported using tote boxes going into the irradiation chamber and undergoing the source pass mechanism. Tote boxes move through a track around a radioactive source using a pneumatic mechanism. This paper discusses the design, fabrication and testing of the pneumatic system of source pass mechanisms within the bunker. In overall, it takes 14 pneumatic cylinders. The movement combination of pneumatic system is designed so that when a pneumatic cycle is executed, each source pass mechanism has moved any tote on it one position. Independent testing indicates that the construction of pneumatic cylinders has been in accordance with the design. The time parameters for forward and backward movement of each cylinder are obtained. These parameters will be useful later in the maintenance. After being integrated with the control system, testing showed satisfactory results. The average time required for a cycle of source pass mechanism is 65 seconds. Since there are 72 cycles, the minimum irradiation time of the product becomes approximately 78 minutes. The irradiation dose that the product will receive depends on the mode of the activated source rack.Keywords: irradiator, gamma, source pass, pneumati
Pembuatan Detektor Neutron Termal Gas lsian 8F3
Abstrak Detektor proporsional neutron termal dengan tekanan gas isian BF3 54 cmHg telah dibuat dilaboratorium instrumentasi dan Elektronika reaktor Atom Yogyakarla (BATAN). Sebagai katoda terbuat dari bahan aluminium dan anoda dari bahan kawat tungsten, masing-masing berdiameter 3 cm dan 0,3 mm. Pendeteksian neutron termal melalui reaksi sekunder yaitu reaksi neutron dengan inti atom Boron akan menghasilkan partikel α partikel ini .kemudian akan mengionisasi gas BF3.. Dengan adanya medan listrik yang sangat tinggi antara katoda dan anoda, maka pasangan ion yang terbentuk akan terlarik menuju elektroda yang bersesuaian.. Penumpukan pasangan ion pada elektroda akan menghasilkan pulsa keluaran detektor yang sebanding dengan energi neutron yang dating.. Dari pengujian karakteristik detektor neutron didapalkan efisiensi detektor sebesar 15, 54 %, dengan cacahan 6,41 x 1010 panjang Plateau 120 volt, dengan tegangan operasi terbaik 1285 volt.. Abstract A thermal neutron proportional detector containing BF-3 gas with pressure of 54 cm Hg has been made in the electronics and instrumentation laboratory at Yogyakarta nuclear research center (BATAN). The cathode and anode of the detector are made of aluminum and tungsten with 3 cm and 0,3 mm of diameter respectively. The thermal neutron detection is made through secondary reactions of neutron with boron nucleus that produce alpha particle for ionization of BF-3 gas. The high electric field between the cathode and the anode will attract those pairs of ions to their respective electrodes. The collected ion pairs at the cathode will produce output pulse detector which is equivalent to the in coming neutron energy. The neutron detector characteristics test shows that the detector efficiency is I 5..54 %. which counts 6.41 x 1010. Plateau length to I 20 volt, with optimal voltage operational is 1285 volt
PERANCANGAN KAIT (HOOK) DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON
ABSTRAK . PERANCANGAN KAIT (HOOK) DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON. Telah dilakukan perancangan kait dengan kapasitas angkat 10 ton yang digunakan pada Kren (Crane). Perancangan berdasarkan standar yang berlaku dan dengan faktor keamanan yang konservatif. Pemeriksaan kekuatan bahan dilakukan pada penampang yang paling kritis yaitu tegangan tarik pada penampang yang terkecil. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan peluru aksial. Pemilihan dan perhitungan juga dilakukan untuk gantungan kait, pemikul kait dan mur serta sackel. Kata kunci : kait, penampang kritis, kekuatan baha
ANALISIS CACAT PADA PLAT CARBON STEEL MENGGUNAKAN SOFTWARE ISEE UNTUK HASIL FILM IMAGING PLATE(IP)
ABSTRAKANALISIS CACAT PADA PLAT CARBON STEEL MENGGUNAKAN SOFTWARE ISEE UNTUK HASIL FILM IMAGING PLATE(IP). Radiografi merupakan salah satu metode uji tak merusak yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu diskontinuitas/cacat, seperti porosity dan crack, pada suatu lasan Dewasa ini, telah banyak digunakan teknik radiografi digital sebagai pengganti teknik radiografi konvensional. Salah satu contoh radiografi digital adalah computed radiography yang menggunakan imaging plate (IP) sebagai pengganti film radiografi untuk menangkap atau merekam citra benda uji. Data citra IP dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak ISee untuk mengidentifikasi keberadaan dan dimensi cacat dalam benda uji ataupun lasan. Dengan perangkat lunak ISee, nilai wire W15, hole H5 dan duplex D12 dapat diketahui, untuk dimasukkan ke dalam Klasifikasi Teknik Radiografi Kelas B (teknik yang ditingkatkan). Sementara itu, standar nilai yang diberikan pada tebal pelat 20 mm masuk ke dalam Klasifikasi Teknik Radiografi Kelas A (teknik dasar), penetrameter 10ISO16, kawat nomor (W) 11, IQI lubang nomor (H) 8, dan kawat duplex nomor (D)8. Hasil akhir yang diperoleh adalah ukuran cacat cluster C1 2,56×3,9 mm, ukuran cacat cluster C2 11,3×16,1 mm, ukuran crack C3 0,49×27,1 mm, dan ukuran porosity yang terbesar adalah 1,18 mm dan terkecil 0,89 mm.Kata kunci: Radiografi Digital, Imaging Plate, cacat, porositas, retak ABSTRACTRadiography is one of the non-destructive test techniques used to detect the existence of discontinuity/defect, such as porosity and crack, in a welding result, Nowadays, many digital radiographic techniques have been used to replace conventional radiographic technique. One digital radiographic technique is computed radiography that uses an imaging plate (IP), instead of a radiographic film, to capture and record tested object’s image. The IP image is analyzed using ISee software package to identify the presence and dimension of a welding defect of a tested object. By using ISee program, the values of W15 wire, hole H5, and duplex D12 can be determined to be be inserted into Class B Radiographic Technique Classification (enhanced technique). Meanwhile the standard values given on the plate thickness of 20 mm are included in the Classification of Class A (Basic technique), 10ISO16 penetrameter, wire number (W) 11, IQI number hole (H) 8, and duplex wire number (D) 8. The final results obtained are as follows: the cluster C1 defect size is 2.56×3,9 mm, the cluster C2 defect size is 11,3×16,1 mm, and the crack size of C3 is 0,49×27,1 mm. Whereas, the biggest porosity size is 1,18 mm and the smallest is 0.89 mm.Keywords: Digital Radiography, Imaging Plate, Defect, Porosity, Crac
DESAIN SISTEM PENGGERAK SELING SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 PADA BRAKITERAPI KANKER SERVIK DOSIS SEDANG
DESAIN SISTEM PENGGERAK SELING SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 PADA BRAKITERAPI KANKER SERVIK DOSIS SEDANG. Kegiatan perekayasaan brakiterapi pada tahun 2010 bertujuan untuk menghasilkan desain rinci perangkat brakiterapi kanker servik dosis sedang dengan memanfaatkan sumber isotop Iridium-92 berdaya pancar antara 5 hingga 10 Curie. Sumber dibungkus dalam kapsul stainless steel SS-316 yang dirangkai dengan seling SS-316 berdiameter sekitar 1 mm dan panjang 1800 mm. Sebagai bagian dari kegiatan ini, desain awal sistem mekanik penggerak sumber isotop telah dikembangkan. Kegiatan telah berhasil menentukan spesifikasi teknis komponen-komponen utama sistem mekanik penggerak. Kegiatan diawali dengan mempelajari desain konsep, melakukan perhitungan dan menentukan spesifikasi teknis, serta menetapkan komponen utama. Dari berbagai evaluasi yang telah dilakukan, beberapa komponen telah diputuskan yaitu motor stepper PK264A1- SG10, bearing tipe jarum NKI-10/20, tabung spiral berdiameter 120 mm berbahan SS316-1/8", sabuk berbahan dasar karet dengan lebar 20 mm, serta drum besar berdiameter 100 mm berbahan aluminium. Tidak semua komponen dapat diidentifikasikan secara detil terutama komponen yang tidak ada di pasar dan harus dibuat sendiri. Dengan telah ditentukannya komponen-komponen utama tersebut, maka kegiatan lanjutan berupa desain rinci sistem mekanik penggerak seling sumber isotop dapat dilakukan. A MECHANICAL SYSTEM DESIGN OF THE IRIDIUM-192 ISOTOPE WIRE IN CERVICAL CANCER BRACHYTERAPHY WITH MEDIUM DOSE RATE. In 2010, brachytherapy engineering development activities have a purpose to establish a detailed design of the cervical cancer rachiteraphy with medium dose rate. The brachyteraphy will use an Iridium-92 source with the emiting radiation of 5 to 10 Curies. The source is wrapped in SS-316 capsule and carried by a SS-316 wire having diameter of about 1 mm dan length of 1800 mm. As part of this activity, the preliminary design of the mechanical drive systems for the isotope source has been developed. The technical specifications for the main components of the mechanical drive system have been successfully determined. This is started by studying the concept design, performing calculations, determining technical specifications, and finally defining the main components. From the evaluation, some components were decided: a stepper motor PK264A1-SG10, needle bearing NKI-10/20, spiral tube in SS316-1/8" with 120 mm in diameter, rubber-based belts with a width of 20 mm, and aluminium drum with a diameter of 100 mm. Not all components could be identified in detail, especially for the components that do not exist in the marketplace and have to be created ourself Since the main components have been identified, the detailed design step of the mechanical drive systems for the isotope source can be performed. Keywords: brachyteraphy, wire, source, driv
NEURAL NETWORK FOR RECOGNIZING SIGNAL-SHAPE•OF NUCLEAR DETECTOR OUTPUT
ABSTRACTNEURAL NETWORK FOR RECOGNIZING SIGNAL- SHAPE OF NUCLEAR DETECTOR OUTPUT. The use of artificial intelligent technique in the engineering field has been familiar especially in the field of pattern recognition. By using this technique either simple routine works or complicated routine works can be done by the help of a d1g1tal camera and a personal computer.. One of the complicated works that can not be solved easily is how to separate two kinds of nuclear radiation types wnich are mixed in the same field. The separation of the two kinds of radiation become is very important for the radiation dosimetry purposes.. For doing this we have carried out a preliminary research in applying a neural network technique for recognizing C and T letters with right, left, up, and down positions. We arranged a three-layer neural network i.e. input layer (9 neurons with/without 1 bias neuron), hidden layer (11 neurons), and output layer (1 neuron). From this preliminary study the use of a bias neuron gave faster learning process compared with the one without the bias neuron. The neural network could work successfully in determining the letter S and T without any mistake. ABSTRAKPENGGUNAAN NEURAL NETWORK UNTUK MEMBEDAKAN BENTUK SINYAL KELUARAN DARI SEBUAH DETEKTOR NUKLIR. Pemakaian teknik jaringan di dalam bidang keteknikan sudah sangat dikenal terutama untuk membedakan bentuk suatu sinyal. Dengan menggunakan teknik ini baik pekerjaan rutin yang sederhana maupun pekerjaan rutin yang sulit dapat dilakukan secara otomatis dengan bantuan sebuah komputer pribadi dan sebuah kamera digital. Dalam bidang dosimetri nuklir, pemisahan antara dua jenis radiasi merupakan hal yang sangat penting. Untuk tujuan itu kami melakukan penelitian untuk menggunakan system jaringan tiruan neural network untuk membedakan dua buah huruf yakni huruf C dan T dengan 4 posisi yang berbeda. Untuk tujuan itu digunakan jaringan tiruan dengan 9 input neuron, 11 neuron pada lapisan tengah dan 1 neuron pada keluarannya. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan 1 bias neuron pada lapisan input dapat mempercepat proses pembelajaran yakni dari 10 iterasi menjadi 5 iterasi. Setelah dilakukan pembelajaran maka jaringan mempu membedakan kedua huruf dalam 8 posisi tanpa adanya kesalahan
UJI KLINIS KELENJAR GONDOK DENGAN PERANGKAT THYROID UPTAKE
UJI KLINIS KELENJAR GONDOK DENGAN PERANGKAT THYROID UPTAKE. Telah dilakukan uji klinis kelenjar gondok dengan menggunakan perangkat thyroid uptake hasil rekayasa BATAN. Uji klinis ini dilakukan di RS Paru Ario Wirawan di Salatiga dengan cara mendeteksi daya tangkap iodium 131 I oleh kelenjar gondok. Fungsi kelenjar gondok dapat diketahui dengan mengukur serapan radiofarmaka dalam kelenjar gondok dengan menempatkan detektor di depan leher pasien. Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang cepat, penanganan dan pengolahan hasil pendeteksian ini digunakan perangkat thyroid uptake dengan antarmuka devasys USB yang dapat menerima data digital. Data ini diolah ke komputer untuk mendapatkan kurva uptake. Hasil ini dibandingkan dengan analisis darah pasien dengan menggunakan perangkat Radioimmunoassay. GOITER GLAND CLINICAL EXAMINATION USING THYROID UPTAKE EQUIPMENT.Goiter Gland Clinical examination using thyroid uptake equipment developed by BATAN has been performed. The clinical examination was performed in the Ario Wirawan Lung Hospital in Salatiga. The gland functionality was determined by measuring the absorption of 131 I by the qolier gland, which was performed by placing the detectors in front of the patient's throat. To obtain the diagnosis result rapidly, the thyroid uptake device equipped with a devasys USB interface csoebt« of receiving digital data. The data is processed by computer to obtain uptake curves. The result were then compared with the patient's blood analysis result obtained using standard Radioimmunoassay equipment
ALIH FILE DATA INFORMASI PROSES PADA SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI REAKTOR BERBASIS OBJEK TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN JAVA J2SDK-1.4.2
ABSTRAKAlih file data informasi proses pada sistem instrumentasi dan kendali reaktor telah dilakukan menggunakan model sistem berbasis objek terdistribusi dengan arsitektur CORBA. lmplementasi model ini dilakukan menggunakan bahasa pemrograman java, dengan langkah-langkah pembuatan dan pemetaan file interface dan meletakkannya di klien dan server, membuat program implementasi, membuat program server untuk melayani invokasi, dan membuat program klien untuk melakukan invokasi alih file data