PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
Not a member yet
261 research outputs found
Sort by
RANCANGAN PERANGKAT LUNAK AKUISISI DATA UNTUK UNIT DETEKSI BDRM05
RANCANGAN PERANGKAT LUNAK AKUISISI DATA UNTUK UNIT DETEKSI BDRM05. Diusulkan suatu rancangan perangkat lunak untuk mengakuisisi data pada unit deteksi sinar gamma; Model BDRM05; buatan Atomtex, Belarusia. Rancangan tersebut dibuat dengan diagram kelas, kemudian di-coding ke dalam bahasa pemrograman berorientasi objek menggunakan visual c# dari visual studio community. Rancangan terdiri dari kelas rpmCmd, kelas rpmRegDat, kelas crc16, kelas rpmKonversi, kelas rpmSerial. Kelas-kelas tersebut diintegrasikan di dalam program utama yang berbasis grafik (Graphic User Interface). Validasi program dilakukan dengan cara mengakuisisi data dan menampilkan hasilnya pada layar. Hasil validasi menunjukkan bahwa rancangan tersebut telah berfungsi dengan baik dan benar.
Kata kunci: rancangan, akuisisi data, diagram kelas, BDRM05, visual c#, visual studio
PENENTUAN KARAKTERISTIK FUNGSI GEOMETRI DAN FUNGSI ANISOTROPI SUMBER IRIDIUM-192 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP
PENENTUAN KARAKTERISTIK FUNGSI GEOMETRI DAN FUNGSI ANISOTROPI SUMBER IRIDIUM-192 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP. Brakiterapi adalah bentuk radioterapi dimana sumber radiasi ditempatkan sedekat mungkin dengan daerah kanker atau jaringan tubuh yang menderita kanker dan memerlukan pengobatan secara radiasi. Penggunaan brakiterapi untuk pengobatan kanker berpedoman pada protokol perencanaan yang mengacu pada Laporan American Association of Physicists in Medicine Task Group No. 43 (AAPM TG-43). Laporan tersebut berisikan standar perhitungan dosis sumber radiasi yang digunakan dalam brakiterapi, yang meliputi kuat air-kerma, konstanta laju dosis, fungsi geometri, fungsi dosis radial, dan fungsi anisotropi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan fungsi geometri dan fungsi anisotropi dari sumber radiasi gamma Iridium-192 (Ir-192) untuk brakiterapi yang dibuat oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) – BATAN. Penentuan fungsi geometri menggunakan formula dari AAPM TG-43. Sedangkan untuk menentukan fungsi anisotropi, selain digunakan formula dari AAPM TG-43, juga diperlukan pemodelan dan simulasi dengan menggunakan software Monte Carlo N-Particle (MCNP). Telah berhasil ditentukan fungsi geometri dan fungsi anisotropi dari sumber radiasi gamma Ir-192 yang sesuai dengan rekomendasi dari AAPM TG-43. Ketersediaan data ini diperlukan agar penggunaan sumber radiasi gamma Ir-192 untuk brakiterapi menghasilkan dosis iradiasi yang tepat dalam pengobatan kanker dan aman bagi jaringan sehat di sekitar kanker.
Kata kunci : Brakiterapi, Iridium-192, AAPM TG-43, fungsi geometri, fungsi anisotropi, MCNP
DISAIN KONSEP PERANGKAT UJI-BANDING KEANDALAN ANTARA LIMIT-SWITCH MENGGUNAKAN METODA MEKANIK DAN PROXIMITY PADA KOMPONEN CRDM DI REAKTOR KARTINI
DISAIN KONSEP PERANGKAT UJI-BANDING KEANDALAN ANTARA LIMIT-SWITCH MENGGUNAKAN METODA MEKANIK DAN PROXIMITY PADA KOMPONEN CRDM DI REAKTOR KARTINI. Sebuah konsep desain untuk uji-banding dua buah saklar yang berbeda dalam hal teknik aktuasinya, yaitu secara sentuhan mekanik dan tanpa sentuh, telah dibuat. Desain ini bertujuan untuk membandingkan keandalan kerja dua saklar tersebut pada suatu kondisi kerja tertentu, yaitu bagian dari perangkat CRDM (Control Rod Drive Mechanism) di reaktor Kartini. Kedua jenis saklar tersebut sebenarnya sudah memenuhi persyaratan operasional dari sudut pandang industri dan keselamatan. Team perawatan reaktor Kartini menjalankan program proactive maintenace selalu berusaha mencari teknik lain agar keandalan sistem instrumentasi di reaktor Kartini selalu menjadi lebih baik. Konsep desain ini dapat digunakan sebagai langkah awal persiapan untuk memenuhi prosedur proses penggantian Limit Switch yang lebih handal pada komponen CRDM di Reaktor Kartini.
Kata kunci : Limit-switch, Proximity-switch, uji-banding, CRDM, perawatan-proactiv
KAJIAN TEKNOLOGI INSTRUMEN UNTUK ANALISIS PLASTIK SINTILASI BERBASIS POLISTIRENA
KAJIAN TEKNOLOGI INSTRUMEN UNTUK ANALISIS PLASTIK SINTILASI BERBASIS POLISTIRENA. Plastik Scintilasi dengan bahan dasar polistirena merupakan salah satu komponen dari portal monitor radiasi sebagai detektor. Prinsip dasar detektor plastik sintilasi ini mengubah energi radiasi menjadi cahaya ultraviolet dan menjadi cahaya tampak berupa kilau cahaya ungu pada rentang panjang gelombang 400 ~ 500 nm, yang kemudian diubah lagi menjadi sinyal listrik oleh photomultiplier tube. Kajian teknologi instrumen untuk analisis plastik sintilasi sebagai detektor telah dilakukan terhadap Spektrofotometer UV-Vis, Spektrofotometer Emisi Atom, dan Photomultiplier Tube (PMT). Spektrofotometer UV-Vis, dan Spektrofotometer Emisi Atom menggunakan sumber cahaya ultraviolet atau cahaya tampak, sehingga yang berfungsi hanyalah dopan sekunder, sedangkan dopan primer tidak berfungsi. Sementara itu photomultiplier tube berfungsi untuk menguji kemampuan plasik sintilasi mendeteksi sinar gamma berdasarkan sinyal listrik yang ditimbulkan. Sinyal listrik yang ditimbulkan menunjukkan bahwa dopan primer maupun dopan sekunder yang berada di dalam plastik sintilasi sebagai shifter gelombang berfungsi dengan baik karena mampu mengubah radiasi sinar gamma menjadi gelombang cahaya tampak dan dapat membedakan dua energi dari dua sumber radiasi sinar gamma yang berbeda. Jadi Photomultiplier Tube digunakan untuk menganalisis kemampuan plastik sintilasi mendeteksi radiasi sinar gamma, dan untuk mengukur panjang gelombang cahaya kilau plastik sintilasi digunakan Spektrofotometer UV-Vis atau Spektrofotometer emisi atom.
Kata kunci: Photomultiplier Tube, Plastik Sintilasi, Spektrofotometer, Dopan, Shifte
DESAIN AWAL PERANGKAT KOTAK FLUOROSKOPI PADA SISTEM PENCITRAAN BERBASIS RADIASI SINAR-X UNTUK KEAMANAN
ABSTRAK
DESAIN AWAL PERANGKAT KOTAK FLUOROSKOPI SISTEM PENCITRAAN BERBASIS RADIASI SINAR-X UNTUK KEAMANAN. Desain awal perangkat kotak fluoroskopi pada sistem pencitraan berbasis sinar-X untuk keamanan telah dibuat. Desain awal ini dengan mempertimbangkan persyaratan desain antara lain kepresisian posisi komponen dan instrumen yang terkait. Perangkat ini menjadi bagian utama dari sistem mekanik untuk tempat penangkapan citra. Dengan sistem perangkat kotak fluoroskopi ini, sistem pencitraan berbasis radiasi sinar-X dapat diterapkan pada benda-benda yang mencurigakan yang perlu inspeksi. Komponen dan bahan utama untuk perangkat dalam desain ini antara lain adalah plastik PLA (polylactic acid) yang pejal untuk rangka utama untuk memperoleh konstruksi modul yang kokoh dengan massa modul yang tetap ringan yaitu kurang dari 30 kg. Penutup perangkat terbuat dari papan PCB yang berlapis tembaga untuk menyerap hamburan radiasi sinar-X. Selain itu perangkat ini juga memanfaatkan kertas DRZ sebagai media fluoroskopi dengan luasan 40 cm 40 cm dan kamera digital Raspberry sebagai komponen penangkap citra. Desain awal modul mekanik ini akan dilanjutkan untuk pembuatan desain rinci perangkat pencitraan berbasis radiasi untuk inspeksi keamanan.
Kata kunci : Kotak fluoroskopi, pencitraan, keamana
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER BERBASIS ARDUINO SEBAGAI KUNCI (DONGLE) APLIKASI PERANGKAT LUNAK
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER BERBASIS ARDUINO SEBAGAI KUNCI (dongle) APLIKASI PERANGKAT LUNAK. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat, yang diikuti dengan perkembangan pembuatan perangkat lunak program aplikasi, dan perangkat keras pendukungnya. Pemanfaatan kode kunci (dongle) yang disisipkan pada pembuatan program aplikasi dapat berfungsi untuk melindungi duplikasi dan penggandaan perangkat lunak ataupun perangkat keras. Telah dilakukan implemantasi penambahan kode kunci (dongle) sebagai pengaman untuk melindungi duplikasi perangkat lunak aplikasi data logger yang dipasangkan dengan modul perangkat keras akusisi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat lunak aplikasi yang dilindungi kode kunci (dongle) dapat digandakan, tetapi hanya dapat berfungsi ketika dipasangkan dengan modul perangkat keras akusisi data pasangannya
Kata kunci: mikrokontroler, kunci (dongle), aplikasi perangkat lunak
OPTIMALISASI BIAYA PEMBANGUNAN IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH SEBAGAI PILOT PROJECT KOMERSIAL
OPTIMALISASI BIAYA PEMBANGUNAN IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH SEBAGAI PILOT PROJECT KOMERSIAL. Meski sebenarnya membutuhkan banyak iradiator gamma, Indonesia baru memiliki satu yang dikelola oleh industri swasta. Pada tahun 2015-2017 BATAN membangun prototip Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) dalam rangka penguasaan teknologi dan sekaligus untuk menunjukkan bahwa iradiator gamma layak komersial. Setelah teknologi dikuasai, maka iradiator gamma berikutnya dapat dibangun dengan biaya lebih efisien. Beberapa komponen biaya IGMP tidak relevan dengan tujuan komersial. Optimalisasi biaya IGMP dilakukan untuk dapat direplikasi sebagai iradiator gamma komersial. Fasilitas IGMP terdiri dari kombinasi berbagai bidang perekayasaan: sipil, mekanik, kelistrikan dan instrumentasi. Di bidang sipil, beberapa komponen pembiayaan tidak relevan dengan tujuan komersial: gedung perkantoran tidak perlu, spesifikasi desain untuk storage area layak dikoreksi, dan spesifikasi arsitektur harus disesuaikan dengan standar pabrik. Di bidang mekanik dan instrumentasi, optimalisasi biaya dapat dilakukan dengan meningkatkan kandungan lokal terkait safety related system. Beberapa kasus over desain dan over price juga dapat dihindari dalam rangka penghematan biaya. Sedangkan untuk kelistrikan, optimalisasi biaya dapat dilakukan dengan mendesain ulang catu daya sesuai dengan hanya kebutuhan iradiator gamma. Dengan berbagai optimalisasi tersebut, biaya pembangunan fasilitas iradiator gamma skala komersial dapat ditekan menjadi sekitar Rp. 49,6M,- atau 62% dari harga IGMP. Bila konsultan, peralatan meubel dan peralatan operasional lainnya juga disiapkan sehingga diperoleh sebuah fasilitas komersial siap operasi, maka dibutuhkan biaya sekitar Rp. 58,3M atau 68% lebih murah dari model IGMP. Perlu dicatat, besaran biaya tersebut merupakan perkiraan yang dilakukan pada akhir 2020.
Kata kunci : optimalisasi, biaya, pembangunan, iradiator gamma, komersial
KAJIAN OPERASIONAL LABORATORIUM PENGUJIAN ELECTROMAGNETIC COMPATIBILITY (EMC) UNTUK PERANGKAT NUKLIR
KAJIAN OPERASIONAL LABORATORIUM PENGUJIAN ELECTROMAGNETIC COMPATIBILITY (EMC) UNTUK PERANGKAT NUKLIR. Perkembangan teknologi elektronik / kelistrikan telah merambah ke berbagai bidang teknologi lain termasuk teknologi nuklir. Gelombang elektromagnetik merupakan salah satu dari unsur teknologi yang digunakan, dan dalam penggunaannya mempunyai dampak positip maupun negatip. Untuk itu diperlukan peraturan dalam bentuk standard yang harus dipatuhi bagi pengguna teknologi elektronik / kelistrikan tersebut. Dalam makalah ini akan dikaji pentingnya standardisasi-EMC perangkat beserta laboratorium pengujinya yang terakreditasi dan persyaratan tambahan untuk laboratoriun pengujian-EMC instrumentasi nuklir. Beberapa standard-EMC beserta laboratorium pengujiannya dan perangkat hukum yang terkait dengan pemanfaatan sumber radioaktif dikaji untuk mendapatkan informasi bagaimana pengujian-EMC untuk instrumentasi nuklir harus dijalankan. Standard SNI/IEC tentang EMC, Standard SNI ISO/IEC 17025 tentang laboratorium pengujian, UU. RI. Nomor 10 Tahun 1997, PP. RI No.33 Tahun 2007, PP. RI No. 5 Tahun 2021, dan Peraturan BAPETEN No.6 Tahun 2015 menjadi dasar tindakan dalam penentuan operasional laboratorium pengujian-EMC tersebut. Laboratorium pengujian-EMC untuk perangkat nuklir yang memerlukan sumber radioaktif dalam pemanfaatannya dapat dilaksanakan pada laboratorium Pengujian-EMC umum dengan tambahan persyaratan keberadaan Petugas Proteksi & Keamanan Radiasi serta Program Proteksi & Keamanan Radiasi ketika pengujian dijalankan. Izin keberadaan sumber radioaktif ketika proses pengujian berlangsung ada pada pemilik perangkat nuklir yang diuji, yang dapat didelegasikan pada petugas yang dtunjuk ketika pengujian berlangsung.
Kata kunci : Elektromagnetik Kompatibilitas, Pengujian-EMC, Akreditasi, perangkat nuklir