Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
KETELADANAN KEPEMIMPINAN YESUS DAN IMPLIKASINYA BAGI KEPEMIMPINAN GEREJA PADA MASA KINI
Katarina & Krido Siswanto, Exemplary Leadership of Jesus and Its Implications for Church Leadership In Today. This paper is an analysis of the exemplary leadership of Jesus and its implications in the present. The author conducts literature research by looking at the principles of Jesus\u27 leadership in the four Gospels, then finding the implications. From the results of the study, the Bible shows that Jesus is a figure who can be an example to his community and the example of his leadership is still relevant to Christian leadership today. The Bible shows that there are at least four areas of exemplary leadership of Jesus: the character of Jesus in leading, the spirituality of Jesus in leading, the management of Jesus in leading, and the ministry of Jesus in leading. Katarina & Krido Siswanto, Keteladanan Kepemimpinan Yesus dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini. Tulisan ini merupakan analisis tentang keteladanan kepemimpinan Yesus dan implikasinya pada masa kini. Penulis melakukan penelitian literatur dengan mencermati prinsip kepemimpinan Yesus dalam keempat Injil, kemudian menemukan implikasinya. Dari hasil penelitian, Alkitab menunjukkan bahwa Yesus adalah sosok yang dapat menjadi teladan bagi komunitas-Nya dan keteladanan kepemimpinan-Nya masih relevan dengan kepemimpinan Kristen pada masa kini. Alkitab menunjukkan paling tidak ada empat bidang keteladanan kepemimpinan Yesus, yaitu: karakter Yesus dalam memimpin, kerohanian Yesus dalam memimpin, manajemen Yesus dalam memimpin, dan pelayanan Yesus dalam memimpin.Abstract: Katarina & Krido Siswanto, Exemplary Leadership of Jesus and Its Implications for Church Leadership In Today. This paper is an analysis of the exemplary leadership of Jesus and its implications in the present. The author conducts literature research by looking at the principles of Jesus\u27 leadership in the four Gospels, then finding the implications. From the results of the study, the Bible shows that Jesus is a figure who can be an example to his community and the example of his leadership is still relevant to Christian leadership today. The Bible shows that there are at least four areas of exemplary leadership of Jesus: the character of Jesus in leading, the spirituality of Jesus in leading, the management of Jesus in leading, and the ministry of Jesus in leading.  Abstrak: Katarina & Krido Siswanto, Keteladanan Kepemimpinan Yesus dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini. Tulisan ini merupakan analisis tentang keteladanan kepemimpinan Yesus dan implikasinya pada masa kini. Penulis melakukan penelitian literatur dengan mencermati prinsip kepemimpinan Yesus dalam keempat Injil, kemudian menemukan implikasinya. Dari hasil penelitian, Alkitab menunjukkan bahwa Yesus adalah sosok yang dapat menjadi teladan bagi komunitas-Nya dan keteladanan kepemimpinan-Nya masih relevan dengan kepemimpinan Kristen pada masa kini. Alkitab menunjukkan paling tidak ada empat bidang keteladanan kepemimpinan Yesus, yaitu: karakter Yesus dalam memimpin, kerohanian Yesus dalam memimpin, manajemen Yesus dalam memimpin, dan pelayanan Yesus dalam memimpin
Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan I Timotius
Julens Makanta, The Attitudes of Women in Worship Based on 1 Timothy. The attitude of women in worship becomes the main focus of various parties who are pro and contra. The study of women\u27s attitudes in worship in 1 Timothy 2: 8-15 is expected to be a contribution to the churches that continue to interpret the Bible lanklek and discriminate against women to take an active role in worship, even in Christian organizations in which women play a broad role. In addition to contributing to other churches and Christian organizations, this study is also expected to provide an understanding that should not women\u27s attitudes in worship be restrained. Both women and men are equally the equal of God\u27s creations, complementary and have their own craftsmanship and creativity. Julens Makanata, Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan 1 Timotius. Sikap perem-puan dalam ibadah menjadi sorotan utama dari berbagai pihak yang pro dan kontra. Studi tentang sikap perempuan dalam ibadahdalam surat 1 Timotius 2:8-15 ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi gereja-gereja yang masih terus menafsirkan Alkitab secara leterlek dan mendiskriminasi kaum perempuan untuk berperan aktif dalam ibadah, bahkan dalam organisasi-organisasi Kristen yang di dalamnya para wanita berperan secara luas. Selain dapat memberikan kontribusi bagi gereja-gereja dan organisasi Kristen lainnya, studi ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa tidak seharusnya sikap perempuan dalam ibadah dikekang. Baik perempuan maupun laki-laki adalah sama-sama ciptaan Allah yang sepadan, saling melengkapi dan memiliki keahlian dan kreativitasnya masing-masing
Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen
Marde Christian Stenly Mawikere, Effectiveness, Efficiency And Health Relationships Service Organization In Christian Leadership. This article reviews the importance of Christian leadership in service organizations. It highlights the aspects that shape and support the effectiveness, efficiency and health of organizational relationships in Christian Leadership. This article emphasizes that in Christian Leadership it begins on the basis of the decision of God\u27s sovereign grace. A Christian leader is a chosen person based on God\u27s own initiative. In the dictionary (leadership) of Christianity, nothing is "accidental". God who chooses, equips, sends a leader at all times, places, situations, conditions, and arenas, including the XXI century full of these challenges. It is God\u27s work that guarantees the certainty of the existence and performance of Christian leaders! The true Christian leader must also realize that God in the Lord Jesus Christ is the only Great Leader. A visionary leader, having a reliable, capable, and God-fearing character/integrity is increasingly needed in the present. Going back to biblical principles is the true source of that.Marde Christian Stenly Mawikere, Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini meninjau pentingnya kepemimpinan Kristen dalam organisasi pelayanan. Di dalamnya menyoroti aspek-aspek yang membentuk maupun mendukung efektivitas, efisiensi dan kesehatan hubungan organisasi dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini memberi penekanan bahwa dalam Kepemimpinan Kristen dimulai berdasarkan keputusan kedaulatan anugerah Allah. Seorang pemimpin Kristen adalah seorang dipilih berdasarkan inisiatif Allah sendiri. Dalam kamus (kepemimpinan) Kristen, tidak ada yang bersifat kebetulan. Allah yang memilih, memperlengkapi, mengutus seorang pemimpin pada setiap waktu, tempat, situasi, kondisi, dan arena, termasuk pada abad XXI yang penuh dengan tantangan ini. Pekerjaan Allah sajalah yang menjamin kepastian eksistensi dan kinerja pemimpin Kristen! Pemimpin Kristen yang benar harus juga menyadari bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Pemimpin Yang Agung. Pemimpin yang visioner, memiliki karakter/integritas yang handal, cakap dan takut akan Tuhan semakin dibutuhkan pada masa kini. Kembali kepada prinsip-prinsip Alkitab merupakan sumber yang benar dalam mewujudkan hal tersebut
Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda
Talizaro Tafonao, The Role of Pastors In Teaching And Motivating To Serve Against Youth Spiritual Growth. One important indicator that must be known by young people is to understand the duty of the pastor as a teacher and a motivator. Through this paper, researchers describe the duties of a pastor in teaching and motivating young people to engage in ministry. In finding the answers of this study, researchers used quantitative research methods with descriptive research type. After conducted field research and data processing using SPSS 19 program with the result are: First, Based on correlation analysis (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of youth GKII Shalom Kalasan of 0.461. Second, Based on correlation analysis results (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is a correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth by 0.619. Third, Based on correlation analysis result (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis result that there is correlation between influence of role of pastor in teaching and motivating youth to serve with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth equal to 0,526. The hypothesis in this research is that there is influence of the role of pastor in teaching and motivating young people to serve the spiritual growth of GKII youth Shalom Kalasan. Based on the above analysis, the hypothesis is accepted.Talizaro Tafonao. Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda. Salah satu indikator penting yang harus diketahui oleh kaum muda adalah memahami tugas gembala sidang sebagai pengajar dan motivator. Melalui tulisan ini peneliti mendreskripsi tugas seorang gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan. Dalam menemukan jawaban penelitian ini maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Setelah dilakukan penelitian lapangan serta pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 19 dengan hasil adalah: Pertama, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,461. Kedua, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,619. Ketiga, Ketiga, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,526. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani terhadap pertumbuhan rohani kaum muda GKII Shalom Kalasan. Berdasarkan analisis di atas, hipotesis tersebut diterima
Perwujudan Kasih Setia Allah Terhadap Kesetiaan Rut
Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, This paper aims to explain the manifestation of God\u27s loyal love for Ruth who is faithful to her father-in-law, Naomi. The method used is the interpretation of the Old Testament narrative. Through this paper, the author will focus on Ruth\u27s loyalty to Naomi as a manifestation of God\u27s allegiance to man. This Old Testament narrative addresses explicitly the theme of Ruth\u27s loyal love for Naomi and its theological and practical implications for believers to manifest God\u27s loving kindness to others. Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perwujudan kasih setia Allah kepada Rut yang setia kepada mertuanya, Naomi. Metode yang digunakan adalah penafsiran narasi Perjanjian Lama. Melalui tulisan ini, penulis akan fokus kepada kesetiaan Ruth kepada Naomi sebagai manifestasi kesetiaan Allah kepada manusia. Narasi Perjanjian Lama ini secara khusus membahas tema kasih setia Ruth kepada Naomi dan implikasi teologis dan praktisnya bagi orang percaya untuk memanifestasikan kasih setia Tuhan kepada orang lain
Kateketika Dalam Sejarah Pemikiran Pedagosis Kristen
Jefrie Walean, Chateketic in history idea Christian Pedagogic. Christian history idea is effort place idea in large of time. Certain to get understanding holistict belived Christian from history idea in the end placed a number of idea which tell as reference doctrine from some church a period history. Christian idea not become property writer of the bible apostles also pater of church but Christian property. Christian idea which concutrently stay in work idea generate way of maner different approach one with otherno wonder that history idea christian write down so munch thinker christian as long as to detected. Clear that,core of Christian ides is human relation with God influence Jesus Christ. Telling about the Christian pedagogic, not realese upon Christian religion didactic. Jefrie Walean, Kateketika Dalam Sejarah Pemikiran Pedagogis Kristen. Sejarah pemikiran Kristen adalah usaha menempatkan peristiwa, ide dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan pemahaman holistik terhadap apa yang diyakini orang Kristen dari masa kemasa. Sejarah pemikiran Kristen pada akhirnya menempatkan sejumlah ide yang dikemukakan sebagai acuan doktrin dari beberapa gereja masa kini.Sejarah pemikiran Kristen tidak menjadi milik para penulis Alkitab, para rasul serta bapa-bapa gereja, melainkan milik orang Kristen. Pemikiran yang secara bersamaan berada dalam pemikiran dunia menimbulkan cara pandang yang berbeda satu dengan yang lain. Tidak heran bahwa sejarah pemikiran Kristen menuliskan begitu banyak pemikir Kristen sepanjang masa, baik yang terdeteksi maupun yang tidak.Yang jelas bahwa inti pemikiran Kristen adalah hubungan manusia dengan Allah melalui Yesus Kristus. Berbicara tentang semua lingkup pengajaran Kristen, maka tidak lepas dari konsep pendidikan agama Kristen
PENGAJARAN TUHAN YESUS MENGENAI BERBAHAGIA DALAM MATIUS 5:3-12
Yohanes Enci Patandean, Preaching the Lord Jesus to be blessed in Matthew 5: 3-12. This article discusses the preaching of the Lord Jesus concerning of blessing in Matthew 5: 3-12 and analyzed there are three points to be analyzed, that is the understanding of blessing, blessing objects/goals and the reasons why should be blessed. The method that used is descriptive with a qualitative approach to the biblical text, and word analysis methods. In the text of Matthew 5: 3-12, Jesus teaches about blessed which includes the standard of living of the blessed people and the reasons why believers should be blessed. Jesus gives the preaching of blessing which includes the standard of living of a happy person is poor before God; mourning; gentle; hunger and thirst for righteousness; generous; sacred heart; bring peace; persecuted by righteousness; blemished and persecuted for Christ; and slandered all evil. Yohanes Enci Patandean, Pengajaran Yesus Mengenai Berbahagia Dalam Matius 5:3-12. Artikel ini membahas tentang pengajaran Tuhan Yesus mengenai berbahagia dalam Matius 5:3-12 dan dianalisis ada tiga hal pokok yang menjadi analisis yaitu pengertian berbahagia, sasaran/objek berbahagia serta alasan-alasan mengapa harus berbahagia. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada teks Alkitab, dan metode analisis kata. Dalam teks Matius 5:3-12, Yesus memberikan pengajaran mengenai berbahagia yang mencakup standar hidup orang-orang yang berbahagia serta alasan-alasan mengapa orang-orang percaya harus berbahagia.Yesus memberikan pengajaran mengenai berbahagia yang mencakup standar hidup orang-orang yang berbahagia dan standar hidup orang yang berbahagia ialah miskin di hadapan Allah; berdukacita; lemah lembut; lapar dan haus akan kebenaran; murah hatinya; suci hatinya; membawa damai; dianiaya oleh sebab kebenaran; dicela dan dianiaya karena Kristus; difitnahkan segala yang jahat.Asbtract: Yohanes Enci Patandean, Preaching the Lord Jesus to be blessed in Matthew 5: 3-12. This article discusses the preaching of the Lord Jesus concerning of blessing in Matthew 5: 3-12 and analyzed there are three points to be analyzed, that is the understanding of blessing, blessing objects / goals and the reasons why should be blessed. The method that used is descriptive with a qualitative approach to the biblical text, and word analysis methods. In the text of Matthew 5: 3-12, Jesus teaches about blessed which includes the standard of living of the blessed people and the reasons why believers should be blessed. Jesus gives the preaching of blessing which includes the standard of living of a happy person is poor before God; mourning; gentle; hunger and thirst for righteousness; generous; sacred heart; bring peace; persecuted by righteousness; blemished and persecuted for Christ; and slandered all evil. Abstrak: Yohanes Enci Patandean, Pengajaran Yesus Mengenai Berbahagia Dalam Matius 5:3-12. Artikel ini membahas tentang pengajaran Tuhan Yesus mengenai berbahagia dalam Matius 5:3-12 dan dianalisis ada tiga hal pokok yang menjadi analisis yaitu pengertian berbahagia, sasaran/objek berbahagia serta alasan-alasan mengapa harus berbahagia. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada teks Alkitab, dan metode analisis kata. Dalam teks Matius 5:3-12, Yesus memberikan pengajaran mengenai berbahagia yang mencakup standar hidup orang-orang yang berbahagia serta alasan-alasan mengapa orang-orang percaya harus berbahagia.Yesus memberikan pengajaran mengenai berbahagia yang mencakup standar hidup orang-orang yang berbahagia dan standar hidup orang yang berbahagia ialah miskin di hadapan Allah; berdukacita; lemah lembut; lapar dan haus akan kebenaran; murah hatinya; suci hatinya; membawa damai; dianiaya oleh sebab kebenaran; dicela dan dianiaya karena Kristus; difitnahkan segala yang jahat