Jurnal Pendidikan Usia Dini
Not a member yet
    333 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGADHITA PARANITA NINGTYAS

    Get PDF
    The aim of this research is to improving the beginning reading abilty in group B PAUDPermata Bunda Blitar. The learning process through Ular Tangga consist how to know thealfabet, words, simple sentences and the meaning of words or sentences.The research used actionresearch method according to Kemmis and Taggart made throught two cycle consisting of 16sessions. The cycle consist of planning, action (acting), observation (observing), and reflection(reflecting). Before the beginning observation as a comparison after the action observation isdone, so that the percentage target of the learning achievement could be measured. With Ulartangga game, its prove if learn reading can with games and it is can make easy learn reading. Thedata was collected by the research instrument in the form of the test result to early reading abilitypre-cycle and the results to early reading ability after cycle I and cycle II. The end result of thisresearch shows that the reading throught Ular Tangga game could increase early reading abilityof grade B Kindergarten student who evidenced by the acquisition of clasical scores early readingpre-action reaches 38,88%. After the first cycle increase the scores reaches 79,67% and thesecond cycle is optaineded satisfactory clasical scores reaches 90%. Ular tangga game it shouldbe alternatif to teach reading for the children. Keywords: Reading Ability, Early Childhod, Ular Tangga Game Abstrak: Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak TK BdiPAUD Permata Bunda Blitar. Kemampuan membaca permulaan meliputi kemampuan untukmengenal huruf, suku kata, kata, membaca kalimat dan memaknai kata dan kalimat. Penelitian inimenggunakan metode penelitian tindakan menurut Kemmis dan Taggart dengan dua siklus yangterdiri dari 16 pertemuan. Siklus terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting),pengamatan (observasi), dan mencerminkan (refleksi). Penelitian pra tindakan untuk mengetahuihasil presentase kemampuan awal. Dengan permainan ular tangga, dapat membuat belajarmembaca menjadi lebih mudah. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kemampuan membaca anakkelompok B meningkat, yang dilihat dari kenaikan skor klasikal dari kegiatan pra tindakan38,88%. Setelah diadakan siklus I menjadi meningkat 79,67%, dan siklus II meningkat menjadi90%. Permainan ular tangga dapat mejadi alternatif mengajarkan membaca untuk anak. Kata kunci: Kemampuan Membaca, Anak Usia Dini, Permainan Ular Tangg

    PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    Get PDF
    Abstract: The objective of this research was to improve the interpersonal intelligences improveearly childhood learning cooperative at Kindergarten Asy-Syifa West Java city of Serang. Thedata were collected through participant observation using interview, observation, document study,and recording. The data analysis and interpretation indicates that: The results obtained showedthat the increase of 21,15%. In a quantitative comparison of child interpersonal intelligencesbefore and after the action. Informant Number 13; Raw Data Pretest Total Score 858; AverageClass Pretest 66; Raw Data posttest Total Score 1184; Average Class posttest 91.08. Based onthese results, the researchers suggest: 1) Teachers should create a conducive learning process,comfortable and fun, setting up media which aims to improve the interpersonal intelligencesconcept in concrete terms so that the child can be stimulated properly, 2) schools, better preparefacilities and varied infrastructure that supports interpersonal intelligences education so as toimprove social interaction, communication, socialization, empathy, and collaboration . Keywords: Interpersonal Intelligences, Cooperative Learning, Action Reacrh Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal melaluipembelajaran kooperatif di TK As-Syifa di Serang. Data yang dikumpulkan melalui observasipartisipan dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan video rekaman. Analisis data daninterpretasi menunjukkan bahwa hasil peningkatan sebesar 21,05%. Pada satu perbandingankwantitatif dari inteligen hubungan antar pribadi anak sebelum dan setelah aksi. Angka penuturasli 13; Data mentah Pretest Jumlah Score 858; Merata-ratakan Kelas Pretest 66; Data mentahpost test Jumlah Score 1184; Merata-ratakan Kelas posttest 91.08. Berlandaskan hasil ini,peneliti sarankan: (1) Guru harus menciptakan satu belajar mungkinkan berjalan, nyaman danceria, membuat media yang mana bertujuan meningkatkan inteligen hubungan antar pribadi anakdapat dirangsang dengan baik; (2) sekolah, persiapkan lebih baik fasilitas dan membedakaninfrastruktur dukungan itu untuk mendukung kecerdasan interpersonal untuk meningkatkaninteraksi sosial, komunikasi, sosialisasi, empati, dan kerjasama. Kata kunci: Kecerdasan Interpersonal, Pembelajaran Kooperatif, Penelitian Tindaka

    EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI STANDAR PAUD

    Get PDF
    The evaluation research aimed to acknowledging the effectiveness ofthe implementationofearly childhood education standards in Negeri Pembina kindergarten.The evaluation researchis selected as a research method, use the CIPP model from Daniel Stufflebeam. The instrumenwere use in this research is interview, observation, document study and questionnaire andanalisyzing data use the descpriptive statistic and qualitative technique.The result of reasearchgive a conclusion that the implementation of early childhood standards has not been effective.Itwas seem from (1) Teacher average graduation of SPGTK, (2) Headmaster of Negeri Pembinakindergarten garduation of DII PGTK, (3) Negeri Pembina kindergarten has not been thecurriculum, (4) Semester program acktivity and weekly activities plan were order to Ikatan GuruTaman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), (5) format and contain ofdaily aktivities plan were makecopy paste, (6) Assessment for progress ofchildren were generally for each children. Some aspectwere relative like as, development aspect, utilities and infrastructure. Keywords: Evaluation Program, Implementation, Early Childhood Education Standard Abstrak: Penelitian evaluasi bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan standar PAUD diTK Negeri Pembina Ende. Penelitian menggunakan metode evaluasi dan model CIPP dari DanielStufflebeam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, studidokumen, dan angket. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan standar PAUD belumberjalan efektif, dimana kualifikasi akademik guru adalah tamatan SPGTK, kualifikasi akademikkepala sekolah setingkat DII PGTK, sekolah tidak memiliki kurikulum, program kegiatan semesterdan rencana kegiatan mingguan/RKM disusun melalui wadah IGTKI, dan penilaian terhadappeserta didik belum dilakukan secara individu. Tentang sarana dan prasarana, gedung sekolahdidirkan dekat makam, gedung belakang dan samping kanan sekolah berbatasan dengan lahanyang lebih tinggi menyerupai tebing, alat permainan edukatif/APE dalam ruang kelas dalamkondisi tidak bersih, tidak diperbarui dan masih ada yang belum sesuai dengan area yang ada. Alatpermainan luar ruang beralaskan lantai belum memperhatikan faktor keselamatan anak. Kata kunci: Evaluasi Program, Implementasi, Standar PAU

    REGULASI DIRI DAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL

    Get PDF
    Abstract: This research background is because 3rd grade students at SDS Jatisampurna Bekasihave low social skill. The students maintain relationship with their same age friends, manystudents dont want to get involve in group activity, but they prefer to do individual activity. Theaims of this research are to find out the influence the intensity of using smartphone toward socialskill, influence of self regulation toward social skill and the influence of self regulation toward theintensity of using smartphone. Variables of this research are the intensity of using smarphone(X1), self regulation (X2) and social skill (X3). This research was using quantitative approach,survey method, and path analysis technique. This research had been done to 3rd grade students atSDS Jatisampurna Bekasi with total sampling 50 students. The result of this reseach showed thatthe intensity of using smartphone is positively influencing directly toward social skill. Selfregulation is positively influencing directly toward social skill. Self regulation is positivelyinfluencing directly toward the intensity of using smartphone. Key word: SelfRegulation, Intensity ofUsing Smartphone, Social Skill Abstrak: Penelitian dilakukan karena rendahnya keterampilan social anak kelas III pada SDS diKelurahan Jatisampurna Bekasi. Anak-anak tidak mau terlibat dalam kegiatan kelompok temansebaya dan lebih suka melakukan kegiatan yang bersifat individual. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap keterampilan sosial, pengaruhregulasi diri terhadap keterampilan sosial dan pengaruh regulasi diri terhadap intensitaspenggunaan smartphone. Variable penelitian yaitu: Intensitas penggunaan smartphone (X1),Regulasi diri (X2) dan keterampilan sosial (X3). Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif, metode survey dan teknik analisis jalur. Sampel populasi adalah kelas III SDS,Kelurahan Jatisampurna Bekasi sebanyak 50 anak. Hasil penelitian menunjukkan intensitaspenggunaan smartphone berpengaruh langsung positif terhadap keteram-pilan sosial. Regulasi diriberpengaruh langsung positif keterampilan sosial. Regulasi diri berpengaruh langsung positifterhadap intensitas penggunaan smartphone. Kata Kunci: Regulasi diri, Smartphone, Keterampilan Sosia

    KARAKTER ANAK USIA DINI YANG TINGGAL DI DAERAH PESISIR PANTAI

    Get PDF
    The objectve of this research is to describe a  form of early childhood characters who live in coastal areas in the kindergarten Dharma Wanita Jolosutro. The teacher's role in overcome the negative character and give stimulate a positive character in the learning activities, as well as the role of parents and the community. It was  a qualitative case study on group A of kindergarten Dharma Wanita Jolosutro in 2014. Qualitative analysis using techniques according to Miles and Huberman consisting of: data reduction, a data display, and verification. Data collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that early childhood living in the coastal areas have positive and negative forms of the characters, but the dominant negative form of the character. The role of teacher in preventing emergence negative character in learning activities in the classroom by giving advice and explanation, and the role is teacher stimulate positif character by giving support and apprecriation to the child that it is a good thing to do. Parents tend to do things that trigger the growth of a negative character in children, and not give a positive stimulus character. The community did not provide the role and contribution to the problem of overcome of a negative character and give stimulate postitive character in early childhood living in the coastal areas which are in kindergarten Dharma Wanita Jolosutro.   Keyword: Character, Early Childhood Education, the beach     Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk karakter anak usia dini yang tinggal di daerah pesisir pantai yang berada di TK Dharma Wanita Jolosutro, peran guru dalam menanggulangi karakter negatif pada kegiatan pembelajaran, serta peran orang tua dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus pada kelompok A TK Dharma Wanita Jolosutro pada tahun 2014. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman terdiri dari: reduksi data, display data, dan verifikasi. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini yang tinggal di daerah pesisir pantai memiliki bentuk karakter positif dan negatif, namun bentuk karakter negatif lebih dominan. Peran guru dalam menanggulangi munculnya karakter negatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan cara memberikan nasehat dan penjelasan, peran guru dalam menstimulus karakter positif anak pada saat kegiatan pembelajaran di kelas adalah guru berupaya untuk memberikan dukungan, dan perhargaan pada anak bahwa itu adalah hal yang baik yang harus dilakukan. Orang tua cenderung melakukan hal yang memicu tumbuhnya karakter negatif pada anak, dan belum memberikan stimulus karakter positif. Peran masyarakat sama sekali belum memberikan peran dan kontribusi terhadap masalah munculnya karakter negatif, dan belum memberikan stimulus karakter positif pada anak usia dini yang tinggal di daerah pesisir pantai yang berada di TK Dharma Wanita Jolosutro.   Kata kunci: Karakter, Anak Usia Dini, Daerah Pesisir Pantai

    PENINGKATAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN MAZELAILY ROSIDAH

    Get PDF
    This research is motivated by the lack of visual spatial ability in kindergarten childrenUtsmanil Judge, Land Sareal-Bogor. It is seen from them is takes of students in determining theright-left direction, recognize colors and difficulty remembering and classifying children ingeometric shapes. This study aimsto improv echildren's visual-spatial intelligence through amazegame. This research was conducted in kindergarten Utsmanil Judge, Land Sareal-Bogor withchild research subjects 12 peoplein Mayand June 2014 This study used aqualitative approach toaction research method. The results showed the maze games can improve children's visual-spatialintelligence. It can be seen from the increase obtained from the firs tcycleby 33.43% on average sothat thes patial intelligence of children 77.7%. While the initialconditions of the average visualspatial intelligence before the child's actions amounted to44.27%. After the second cycle the nanincrease of 7:19%, so the average value ofchildren's visual-spatial intelligence obtained in thesecond cycle was 84.89%. In this study it can be concluded that thev isual-spatial intelligence canbe improved through a maze game. Conducting a maze madeeveryday with avariety of differentmedia as well as individual activities carried ou tby the group know. Keyword: Visual Spatial Intelligence, Playing Maze, Early Childhood Abstrak: Penelitian ini dilakukan, karena rendahnya kemampuan visual spasial anak di TKUtsmanil Hakim, Tanah Sareal-Bogor. Siswa belum bisa menentukan arah kanan-kiri, mengenalwarna, kesulitan mengingat dan mengelompokkan bentuk geometri. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan kecerdasan visual spasial anak melalui permainan maze. Penelitian ini dilakukan diTK Utsmanil Hakim, Tanah Sareal-Bogor dengan subjek penelitian 12 anak. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan metode action research. Hasil penelitian menunjukkanpermainan maze yang dibuat berbagai modifikasi dapat meningkatkan kecerdasan visual spasialanak. Rata-rata kecerdasan visual spasial anak pra tindakan adalah sebesar 44.27%. Peningkatanpada siklus pertama sebesar 33.43 % sehingga rata-rata kecerdasan spasial anak sebesar 77,7%.Siklus kedua terjadi peningkatan sebesar 7.19%, sehingga nilai rata-rata kecerdasan visual spasialanak yang diperoleh pada siklus kedua sebesar 84.89%. Kata kunci: Kecerdasan Visual Spasial, Permainan Maze, Anak Usia Din

    PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI

    No full text
    The objective of this research was to get a clear description about aggressive behaviorof early children who come from low class family. The research also look for things that stimulatethe aggressive behavior in school, teacher strategies and the cooperation form between schoolsand the parents.The research involoved five students of kindergarten group A, and the researchcarried out by using case study methods, the data analysis and interpretation indicates that (1) thetype of children’s aggressive behavior are physical aggression, outburst, verbal and indirectaggression.(2) The causes of children’s aggressive behavior are the identification of memberfamily behavior, immediate environment which is less conducive. (3) the strategies applied by theteacher to handle the behavior are by using models, refraction, punishment and reward, calmingthe children, and making them talking about their feelings, (4) The data also show that there is nospecific cooperation between school and the parents to overcome the problems. Keywords: Aggressive Behavior, Early Chilhood, Teacher Strategies Abstrak: Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran secara jelas mengenai perilaku agresifpada anak usia dini yang berasal dari keluarga strata ekonomi bawah, hal-hal yang menstimulasiperilaku agresif di sekolah serta bagaimana strategi guru serta bentuk kerjasama yang dilakukanoleh sekolah dan orangtua dalam mengatasi perilaku agresif. Penelitian ini melibatkan lima orangsiswa dari kelompok A, dan penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data diperolehmelalui interview, observasi dan studi dokumen. Berdasarkan hasil analisis data dapatdiinterpretasikan bahwa: (1) bentuk perilaku agresif anak terdiri dari agresi fisik, agresi meledak,agresi lisan, dan agresi tidak langsung; (2) penyebab perilaku agresif anak terdiri dari identifikasiterhadap anggota keluarga yang memilki perilaku agresif atau kekerasan, lingkungan sekitar yangkurang kondusif; (3) strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi perilaku agresif anakadalah dengan menggunakan keteladanan, pembiasaan, punishment dan reward, menenangkananak dan menanyakan pada anak mengenai perasaan anak-anak; (4) Hasil penelitian jugamenunjukkan tidak ada kerjasama khusus yang dijalin antara sekolah dan orang tua untukmengatasi masalah perilaku agresif anak. Kata Kunci: Perilaku Agresif, Anak Usia Dini, Strategi Guru

    EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT)

    Get PDF
    Abstract: The evaluation research aimed to acknowledging the effectiveness ofthe implementationof beyond centers and circle time approach at RA Istiqlal Jakarta Pusat in 2014. The evaluationresearch is selected as a research method, use the CIPP Model from Daniel Stufflebeam. Theresearch were use multi technique and instrumen to collect the data and analizying data use thedesciptive statistic and qualitative technique. The result of research give a conclusion that theimplementation of beyond centers and circle time approach at RA Istiqlal Jakarta Pusat in 2014has been effective. It was seem that (1) RA Istiqlal Jakarta has been the curriculum and handbookof beyond centers and circle time; (2) There are 20 teachers average graduation of S-1 and theyreceived basic training of BCCT and communication skill; (3) There are 10 centers consist ofibadah, natural materials, macro dramatic play, micro dramatic play, block, readiness,movement, creative art, music, and cooking; (4) Child classified by age group with a ratio 12 2that 12 students with 2 teachers; (5) Teacher have implemented scaffolding the environment,scaffolding the pre-play experience, scaffolding the individual child’s play experience, andscaffolding the post play experience; (6) High quality play environments for children support thethree kinds ofplay. Keywords:Evaluation Program, Beyond Centers and Circle Time,Early Childhood Education. Abstrak: Studi evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pelaksanaan pendekatanbeyond centers and circle time(BCCT) di RA Istiqlal Jakarta Pusat tahun 201 4. Metode penelitianyang digunakan adalah evaluasi dengan model CIPP dari Daniel Stufflebeam. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket.Analisis data menggunakandeskripsi. Hasil penelitian adalah implementasi pendekatan BCCT di RA Istiqlal Jakarta tahun201 4 berjalan efektif, yakni: (1 ) RA Istiqlal Jakarta memiliki kurikulum dan panduan BCCT; (2)Ada 20 orang guru lulusan S1 dan mendapatkan pelatihan dasar BCCT dan keterampilankomunikasi; (3) Ada 1 0 sentra yang terdiri dari sentra ibadah, bahan alam, main peran makro,main peran mikro, balok, persiapan, olah tubuh, seni kreativitas, musik dan memasak; (4) Muriddiklasifikasi berdasarkan kelompok usia dengan rasio 1 2 orang anak dengan 2 orang guru; (5)Guru telah melaksanakan pijakan penataan lingkungan, pijakan pengalaman sebelum main,pijakan pengalaman main setiap anak, dan pijakan pengalaman setelah main; dan (6) 3 jenis maindidukung dengan adanya lingkungan main yang berkualitas untuk murid. Kata kunci: Evaluasi Program, Beyond Centers and Circle Time, PAUD

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL JAWA

    Get PDF
    The purpose of this research is to increase gross motor skills in group B TK PertiwiTrenggalek through traditional Java games. Gross motor skills that will be assessed are aspects oflocomotor movements include running and walking, nonlocomotor movement include standing,holding and bending, and manipulative movement include catch and roller. The research usedaction research method according Kemmis and Taggart made two cycle consisiting of 16 sessions.The cycle consists of planning,action, observation, and reflection. Before the research begin, preaction research conducted to find out the results of the initial percentage of gross motor skills. Thedata collected result early gross motor skills, first cycle and second cycle. The final results of theresearch that gross motor skills of children in group B increased, which began pre-action gained25%, the kucing dan tikus game first cycle of 58.33% and roda gelinding game, the first cycle of50% and the games second cycle reaches 100%. Keywords: Gross Motor Skill, Tradisional Java Game, Action Research. Abstrak: Tujuan penelitian untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui permainantradisional Jawa dan mengetahui peningkatan keterampilan motorik kasar kelompok B di TKPertiwi Trenggalek melalui permainan tradisional Jawa. Keterampilan motorik kasar yang akandinilai adalah aspek gerak lokomotor meliputi berlari dan berjalan, aspek gerak nonlokomotormeliputi berdiri, memegang dan membungkuk, serta aspek gerak manipulatif meliputi menangkapdan menggelindingkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan menurut Kemmisdan Taggart dengan dua siklus yang terdiri dari 16 pertemuan. Siklus terdiri dari perencanaan,tindakan, pengamatan dan refleksi. Sebelum penelitian dilakukan, diadakan penelitian pratindakanuntuk mengetahui hasil prosentase keterampilan awal motorik kasar. Data yang diperoleh daripenelitian pratindakan, siklus I, siklus II. Hasil akhir dari penelitian memaparkan bahwaketerampilan motorik kasar anak kelompok B meningkat, yaitu mulai pratindakan memperoleh25%, permainan kucing dan tikus siklus I sebesar 58,33% dan permainan roda gelinding, siklus Isebesar 50% dan pada kedua permainan siklus II mencapai 100%. Kata kunci: Keterampilan Motorik Kasar, Permainan Tradisional Jawa, PenelitianTindaka

    PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI LESSON STUDY

    Get PDF
    Abstract: The objective of the research is to improve teacher ability on the science learningthrough lesson study. This study used Kemmis and Taggart design. Thisresearch processinclude:planning, implementation, observationandreflection. The results ofthis study as follows: (1) Theability of teachersSDNKarangsambungIIafter followinglesson studyin an effort toimprove theabilityto implementscience learningusingparticipatorylearning methodsincreasedsignificantly. Theabilityof teachersto implementscience learningusingparticipatoryteaching methodsinthefirstcycleonlyreached an average of69,5, while in thesecondcyclereachedan average of76,0. (2)studentsinthe learningactivityin thefirstcycleonlyreached an average of64,5there was anincreasein the second cyclewhichreached an average of77,0, andseen fromthe end of thetestscores66,1 in thefirstcycleonlyachieveverysignificantincreasereaching74,6. That is, throughlessonstudyto improve the abilityof teachersto implementlearning. Keywords: The Ability ofTeachers, Learning IPA, Lesson Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPAmelalui lesson study. Penelitian dengan desain Kemmis dan Taggart. Proses penelitianini meliputi:tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1)Kemampuan guru SDN Karangsambung II setelah mengikuti lesson study dalam upayameningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA dengan menggunakan metodepembelajaran partisipatifmeningkat signifikan. Kemampuan guru dalam melaksanakanpembelajaran IPA dengan menggunakan metode pembelajaran partisipatif pada siklus pertamahanya mencapai rata-rata 69,5, sedangkan pada siklus kedua berhasil mencapai rata-rata 76,0; (2)Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama hanya mencapai rata-rata 64,5 terjadipeningkatan pada siklus kedua yang mencapai rata-rata 77,0, dan dilihat dari nilai tes akhir padasiklus pertama hanya mencapai 66,1 meningkat sangat signifikan mencapai 74,6, Artinya, melaluilesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kata kunci: Kemampuan Guru, Pembelajaran IPA, Lesson Stud

    313

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇