Jurnal Pendidikan Usia Dini
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEGIATAN EXTRA FEEDING DAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK
The aims of this research was to understand comprehensively the influence of extrafeeding activities and parenting toward independence children (Experiment in student class I atSDN Pejaten Barat, South Jakarta, 2013). The method usedin this studyis the experimentalmethod with Children independen ceas the main problem which is the dependent variable. Whilefirst independent variableis the Extra Feeding activity (in this study is Cooking Fun activities andactivities Role Playing) and the second independent variable is the parenting parent (in this studyis the pattern of otoritarian parenting, democratic and permissive). In this study the samplingtechniqueto be used the multi stage cluster sampling. The sample In this study is in twoelementary school SDN 12 and SDN Pejaten Barat 10 each class I have a number of students ofapproximately 30 students so that a total number of 60 students, but at the time of the study theresearchers only select students based on parenting question naire results by category otoritarianparenting, permissive, democratic and 10 students respectively so that the samplein this studywere 30 students as control class in SDN Pejaten Barat 10 and 30 students as an experimentalclass at SDN Pejaten Barat 12. This study is a design experiment with designs fatorial 2x3.Therefore, data analysis using ANOVA two lines, iftested the difference, followed by Tukey'stestor Scheffe testto determine which one is higher. The finding lead to the recommendation touse extra feeding activities and parenting to improving independence children. And teacher shouldbe free to use learning methods especially extra feeding activities.
Keyword: extra feeding activities, parenting, and independence children
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif pengaruh kegiatan extrafeeding dan pola asuh terhadap kemandirian anak di SDN Pejaten Barat, Jakarta Selatan, 201.Variabel independen pertama adalah aktivitas extra feeding (kegiatan Fun cooking dan kegiatanRole Playing) dan variabel independen kedua adalah pola asuh orang tua (pola asuh otoritarian,demokratis dan permisif). Sampel penelitian adalah SDN 12 dan SDN Pejaten Barat 10, masingmasing kelas I memiliki jumlah siswa sekitar 30 siswa sehingga jumlah total 60 siswa, penelitimemilih siswa berdasarkan hasil pengasuhan berdasarkan kategori pola asuh otoritarian, permisif,demokratis dan masing-masing 10 siswa sehingga sampel penelitian ini adalah 30 siswa sebagaikelas kontrol di SDN Pejaten Barat 10 dan 30 siswa sebagai kelas eksperimen di SDN PejatenBarat 12. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain penelitian 2x3 fatorial. Olehkarena itu, analisis data menggunakan ANOVA dua jalur, uji perbedaan, diikuti oleh test TukeyScheffe testto untuk menentukan mana yang lebih tinggi. Temuan menyebabkan rekomendasiuntuk menggunakan kegiatan extra feeding dan pengasuhan anak-anak untuk meningkatkankemandirian. Guru harus bebas untuk menggunakan metode pembelajaran kegiatan makanterutama extra feeding.
Kata Kunci: aktivitas extra feeding, pola asuh orang tua, dan kemandirian ana
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN PADA ANAK ATTENTION DEFICIT DISORDER MELALUI METODE AL-BARQY BERBASIS APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS
The purpose of this research is to obtain information on Al-Quran readingcomprehension for ADD children using Al-Barqy methode with ABA basic. Every child, even thesewith special need, must be able to read Al-Quran.This research was taken from March to April2013 in SDIT AL-KAMIL. The method applied is the Action Research by Kemmis and Taggard.The subject is two 1st grade of elementary student. The result or quantitative data analysis showsan enchancement of Quran reading comprehension on ADD children significantly. Mean while.the result of qualitative data analysis can be determined from the materials, media and the bestway to improve Quran reading comprehension of ADD children. It also explained that the Albarqy method with ABA has been succesfully performed to increase the Quran readingcomprehension for ADD children in SDIT Al-KAMIL, Tapos Depok. This methode can be appliedin improving and developing Quran reading comprehension.
Keywords: Impoving Al-Quran Reading, Fun Methode
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang pemahamanbacaan Al-Quran untuk anak-anak ADD menggunakan metode Al-Barqy dengan ABA dasar.Setiap anak dengan kebutuhan khusus, harus mampu membaca Al-penelitian Quran. Penelitian inidiambil dari bulan Maret sampai April 2013 di SDIT AL-KAMIL. Metode yang digunakan adalahPenelitian Tindakan oleh Kemmis dan Taggard. Subjek adalah dua kelas 1 siswa SD. Hasil atauanalisis data kuantitatif menunjukkan pemahaman bacaan Al-Quran pada anak-anak ADDsignifikan. Berarti sementara. hasil analisis data kualitatif dapat ditentukan dari bahan, media dancara terbaik untuk meningkatkan pemahaman bacaan Quran anak-anak ADD. Hal ini jugamenjelaskan bahwa metode Al-barqy dengan ABA telah berhasil dilakukan untuk meningkatkanpemahaman bacaan Quran untuk anak-anak ADD di SDIT Al-KAMIL, Tapos Depok. Metode inidapat diterapkan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan memahami bacaanQuran.
Kata Kunci: Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-qur’an, Metode Menyenangka
PENGARUH METODE BERCERITA DAN POLA ASUH ORANG TUATERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL
It is important to develop the children’s emotional intellegence in the early age since thefact that there are still many children get the troubles in exploring their emotional acts. It occursbecause the parents do not guide their children in a right track and teachers use the conventionalor traditional method in teaching them in which teachers as the centre of teaching and learningprocess. Based on that problems, this research is aimed to find out the the influences of telling astory method and parents’ guidance to children’s emotional intellegence. The research desain wasa factorial 2x4 experimental study. The technique of sampling was a purposive sampling. Thesample was all kindergarten students in grade B at Al – Hidayah and Daarul Qur’an School inSouth Semarang. There were 20 children taught using a telling a story with a hand puppet andthere were 19 children taught using a telling story with a story book. The instruments consisted 30questions about the parents’ guidance and 29 questions about a listed observation regarding withemotional intellegence. Technique of data analysis was an two way ANAVA accelerated byhypotesis t-Dunnet. The findings is a telling a story method using a rag doll was more effective indeveloping the children ‘s emotional intellegence compared to telling a story using a book with adf value α=0,05. Then, the children’s emotional intellegence by the parents’ guidance usingauthoritative method was much higher compared to the parents’ using authoritarian, permissiveindulgent and permissive indifferent. Finally, the parents’s guidance using authoritative methodreally influences significantlly to the level of children’s emotional intellegence.
Keywords : Emotional Intellegence, Telling a Story Methode, Parenting Style
Anak-anak mendapatkan masalah dalam mengeksplorasi tindakan emosional, sehinggakecerdasan emosional anak usia dini perlu dikembangkan. Hal ini terjadi karena orang tua tidakmembimbing anak dalam jalur yang benar dan guru menggunakan metode konvensional atautradisional dalam mengajar dimana guru sebagai pusat pengajaran dan proses belajar. Berdasarkanpermasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode cerita dan polaasuh orang tua terhadap kecerdasan emosional anak. Desain penelitian adalah 2x4 penelitianeksperimental faktorial. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel adalahsemua siswa TK kelas B Al-Hidayah dan Daarul Qur'an School, Semarang selatan. 20 anakdiajarkan bercerita dengan boneka tangan dan 19 anak-anak diajarkan bercerita dengan bukucerita. Instrumen penelitian terdiri 30 pertanyaan tentang bimbingan orang tua dan 29 pertanyaantentang pengamatan mengenai kecerdasan emosional. Teknik analisis data adalah ANAVA duaaarah dipercepat oleh hipotesis t-Dunnet. Hasil penelitian adalah metode cerita menggunakanboneka kain lebih efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak dibandingkandengan bercerita menggunakan buku dengan nilai df α = 0,05. Kecerdasan emosional anak yangmenggunakan pola asuh otoritatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang tua menggunakanpola asuf otoriter, memanjakan permisif dan permisif acuh tak acuh. Akhirnya, bimbingan orangtua dengan menggunakan metode otoritatif sangat berpengaruh signifikan dengan tingkatkecerdasan emosional anak.
Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Metode Bercerita, pola asu