Jurnal Pendidikan Usia Dini
Not a member yet
    333 research outputs found

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TK B USIA 5-6 TAHUN MELALUI DIGITAL STORYTELLING DI TK APPLE KIDS SALATIGA SEMESTER I TAHUN AJARAN 2017/ 2018

    No full text
    This study aims to improve the ability of kindergarten speakers B age 5-6 years through digital storytelling in Kindergarten Apple Kids Salatiga. The type of this research is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in two cycles with three meetings in each cycle. The subjects of this study were 10 children in group C TK B Apple Kids Salatiga. The object of research is the ability to speak through digital storytelling. Techniques of collecting data using interviews, observation, and documentation. Data analysis technique used is descriptive quantitative and qualitative descriptive. The indicator of success in this study is that the average speaking ability of children through digital storytelling has achieved a very good developed criterion (BSB) of 80%. The results of this study indicate an increase in the ability to speak children through digital storytelling in TK B Apple Kids Salatiga. This is evidenced by the average increase in the ability of children to speak on a pre-cycle by 40%, increased to 56.33% in the action cycle I, and reached 81.33% in the action cycle II.  Keywords: Speech Capability of 5-6-year-olds, Digital Storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara anak TK B Apple Kids Salatiga usia 5-6 tahun melalui digital storytelling. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan pada setiap siklus. Subyek penelitian ini adalah 10 anak di kelompok C TK B Apple Kids Salatiga. Objek penelitian adalah kemampuan berbicara melalui digital storytelling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah  deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah bila rata-rata kemampuan berbicara anak melalui digital storytelling telah mencapai kriteria berkembang sangat baik (BSB) yaitu 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara anak melalui digital storytelling di TK B Apple Kids Salatiga. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata kemampuan berbicara anak pada pratindakan sebesar 40%, meningkat menjadi 56,33% pada tindakan siklus I, dan mencapai 81,33% pada tindakan siklus II. Kata Kunci : Kemampuan Berbicara anak usia 5-6 Tahun, Digital Storytelling.   &nbsp

    PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK ELEKTRONIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSERVASI ANAK USIA DINI: (Penelitian dan Pengembangan pada Anak Usia 7-8 Tahun di Wilayah Kota Tangerang Selatan)

    No full text
    This study aims to develop electronic comic media as a medium to improve understanding of marine conservation in early childhood. The research method used is research and development with the ADDIE model. The data collection technique used is based on the result of expert validation and effectiveness test through quasi-experiment with data analysis of paired t-test statistic. The study involved children aged 7-8 years in urban areas as participants. The result of research and product development showed that (1) Electronic comic media significantly improved the understanding of marine conservation in children (2) the validity of electronic comics and electronic comics indicated by the test of marine conservation material expert 75% and media expert test 90,3% with very category feasible. (3) The effectiveness of comic media is shown by the result of pre-test and post-test of children obtained by t-value > t-table, and Sig (2-tailed) <0.05 (α). Keywords: Early Childhood, Electronic Comics, Marine Conservation,  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik elektronik sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman konservasi kelautan pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil validasi pakar dan uji efektivitas melalui kuasi eksperimen dengan analisis data statistic paired t-test. Responden penelitian adalah anak usia 7-8 tahun di wilayah perkotaan. Hasil penelitian dan pengembangan produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa (1) Media komik elektronik secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman konservasi kelautan pada anak (2) kevalidan media komik elektronik ditunjukkan dengan hasil uji pakar materi konservasi kelautan 75% dan uji pakar media 90,3% dengan kategori sangat layak. (3) Keefektifan media komik ditunjukkan berdasarkan hasil pre-test dan post-test anak dengan hasil t-hitung lebih besar dari t-tabel, serta Sig(2-tailed) < 0.05 (α). Kata Kunci: Anak Usia Dini, Komik Elektronik, Konservasi Kelautan

    PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI

    Get PDF
    This research aims to develop an early childhood character education assessment model. The research method used is the R & D model developed by Borg & Gall. The implementation of this model development was carried out in 6 stages, namely information gathering, planning, model development, initial product testing, product revision, and main field test. The instrument had developed by the procedure and criteria for item validity and instrument reliability. The first phase of the trial was conducted in Taman Indria Kindergarten, Pare District. The second phase of the trial was conducted at Tauladan Kindergarten and Dharma Wanita Pelem Kindergarten in Pare District. Data from the trial and main field tests were analyzed using factor analysis. The results of this study are as follows: 1) there are 18 character values with 65 indicators indicating that all indicators contribute effectively to the factors in each character value variable, 2) almost all indicators in each character value are strongly and significantly correlated with other indicators so that the assessment model that has been developed can assess all values of character education that have been taught for one semester, 3) according to the results of the questionnaire that has been analyzed it can be concluded that the use of early childhood character education assessment models is very effective to be applied in Kindergarten child. Keywords: Assessment model Development, Character Education Assessment Model, Early Childhood Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian pendidikan karakter anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah model R&D yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Pelaksanaan pengembangan model ini dilakukan dalam 6 tahapan, yaitupengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan model, uji produk awal, revisi produk, dan uji lapangan utama.Instrumen yang digunakan telah memenuhi syarat sebagai instrumen yang valid dan reliabel.Uji coba tahap pertama dilakukan di TK Taman Indria Kecamatan Pare. Uji coba tahap kedua dilakukan di TK Tauladan dan TK Dharma Wanita Pelem Kecamatan Pare. Data hasil uji coba dan uji lapangan utama dianalisis menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) terdapat 18 nilai karakter dengan 65 indikator yang  menunjukkan bahwa seluruh indikator memberikan sumbangan yang efektif terhadap faktor dalam variabel tiap-tiap nilai karakter, 2) hampir semua indikator pada tiap-tiap nilai karakter berkorelasi kuat dan signifikan dengan indikator yang lain sehingga model penilaian yang telah dikembangkan dapat menilai seluruh nilai pendidikan karakter yang telah diajarkan selama satu semester,3) sesuai hasil angket yang telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan model penilaian pendidikan karakter anak usia dini sangat efektif untuk diterapkan di Taman Kanak-kanak. Kata Kunci :Pengembangan  model penilaian, Model Penilaian Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini

    PENGEMBANGAN MODEL PENGENALAN AIR UNTUK ANAK USIA DINI

    Get PDF
    The purpose of this research and development is to produce a model of water recognition for early childhood. The Subject in this research and develompent were students of Ikal I Kindergarten, At-Taubah Islamic Kindergarten, and Raudhatul Athfal Quraini Kindergarten aged 4-7. The Research method used is research and development with Barg and Gall Model. The data collection technique used is the result of expert validation and effectiveness test Through experiments with statistical data analysis paired t-test. The Result of the research and development of water reconition models for early childhood shows that, 1) the model of water recognition for early childhood significantly increasec that intial ability of children in swimming, 2) the result of validation test by swimming experts show that 25 items of model are feasible to be applied in the process of water recognition for early childhood, 3) the fffectiveness model of water recognition for early childhood is shown by the result of the childs pre-test and post-test  obtained t-value 21.67 is greater than t-table and sig (2-tailed)< 0.005 . This means that there is an increise between before and after the treatment. Keyword: Development, Water Introduction, Early Childhood Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model pengenalan air untuk anak usia dini. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah siswa TK I ikal I, TK Islam At-Taubah dan Raudhatul Athfal-Qur’ani yang beumur 4-7 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model Barg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil validasi pakar dan uji efektivitas melalui eksperimen dengan analisis data statistik paired t-test. Hasil penelitian dan pengembangan model pengenalan air untuk anak usia dini menunjukkan bahwa (1) model peneganalan air untuk anak usia dini signifikan meningkatkan kemampuan awal anak dalam berenang, (2) hasil uji validasi oleh ahli renang menunjukan bahwa 25 item model layak untuk diterapkan dalam proses pengenalan air untuk anak usia dini, (3) keefektifan model pengenalan air ditunjukkan dengan hasil pre-test dan post-test anak diperoleh hasil t-hitung 21.67 lebih besar dari t-tabel, serta Sig (2-tailed) < 0.05 (α). Artinya terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah adanya treatment. Kata kunci: Pengembangan, Pengenalan Air, Anak Usia Din

    PROFIL KESIAPAN SEKOLAH ANAK MEMASUKI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    ABSTRAK  School readiness is children’s readiness to enter elementary school. School readiness is needed so that children can attend all school activities in elementary school well. This study aims to determine the condition of school readiness owned by children before entering elementary school. Method used in this research is survey. Data analysis was carried out descriptively by comparing the average score of each dimension in school readiness. Results show that the average score from the highest to the lowest in the dimension of school readiness are academic knowledge, dimension, physical health and motor development dimension, basic thinking skills dimension, self-discipline dimension, social  emotional maturity dimension, and communication skills dimension. Achievement of the average score in cognitive dimensions (academic knowledge and basic thinking skills dimension) and physical health and motor development dimension are higher than non-cognitive dimensions (self-discipline, social emotional maturity and communication skills dimension). This condition needs to get attention because the realization of school readiness is a combination of all dimensions in school readiness. The low in one of these dimension will affect to the overall of school readiness’s quality.  Keywords: School readiness, Children, Entering elementary school Kesiapan sekolah merupakan kesiapan anak untuk masuk Sekolah Dasar (SD). Kesiapan sekolah diperlukan agar anak dapat mengikuti semua kegiatan sekolah di SD dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesiapan sekolah yang dimiliki oleh anak sebelum memasuki SD. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata setiap dimensi dalam kesiapan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari tertinggi ke terendah dalam dimensi kesiapan sekolah adalah dimensi pengetahuan akademis, dimensi  kesehatan fisik dan perkembangan motorik, dimensi ketrampilan berpikir dasar, dimensi disiplin diri, dimensi  kematangan sosial emosional dan dimensi kemampuan berkomunikasi. Capaian nilai rata-rata dimensi kognitif (dimensi pengetahuan akademis dan ketrampilan berpikir dasar) dan dimensi kesehatan fisik dan perkembangan motorik lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian nilai rata-rata dimensi non kognitif (dimensi disiplin diri, kematangan sosial emosional dan kemampuan berkomunikasi).. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian karena terwujudnya kesiapan sekolah merupakan perpaduan antara semua dimensi dalam kesiapan sekolah. Rendahya salah satu dimensi akan mempengaruhi kualitas kesiapan sekolah secara keseluruhan. Kata Kunci: Kesiapan Sekolah, Anak, Masuk Sekolah Dasar &nbsp

    PROFIL KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH ANAK USIA DINI DALAM PEMBELAJARAN PROYEK DI TAMAN KANAK-KANAK

    Get PDF
    This research aims to identify problem-solving profile ability in an early-aged child using the project-based learning in kindergarten. Methods used in this research is through collaborative classroom action research.This research was done in 3 (three) kindergarten in Cimahi. The technique used to collect data was done through semi-structured observation technique of 1 (one) class from each kindergarten to discover children's problem-solving ability.Furthermore, 6 (six) teachers were interviewed to identify children's problem-solving ability and to discover the learning process using the project-based learning.Whereas the data analysis used in this research is thematic data analysis technique. Moreover, the next step is to construct the problem-solving profile ability in an early-aged child. Based on the research outcome, it is clear that children's problem-solving profile ability with the project-based learning is relatively well. Most of the problem-solving ability indicator can be met, such as the observing ability using their own senses and the ability to communicate, even though stimulus and motivation to ask and answer questions from the teachers are still needed.   Keywords: Problem Solving Skills, Learning Project, Early Childhood Education Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan pemecahan masalah anak usia dini dengan menggunakan model pembelajaran proyek di taman kanak-kanak. Metode penelitian yang  digunakan dalam penelitian ini adalah collaborative classroom action research. Penelitian ini dilaksanakan di tiga TK di Kota Cimahi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi semi terstruktur terhadap 1 (satu) kelas masing-masing TK untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah yang dimilikinya. Selain itu dilakukan wawancara terhadap 6 (enam) orang guru selain untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah anak dan untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran proyek. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data tematik, dan langkah selanjutnya menyusun  profil keterampilan pemecahan masalah anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa profil keterampilan pemecahan masalah anak dengan pembelajaran proyek rata-rata berada pada kategori baik. Sebagian besar indikator keterampilan pemecahan masalah dapat dipenuhi dengan baik, hal ini terlihat dari indikator keterampilan mengamati anak sudah mampu melakukann  pengamatan dengan menggunakan inderanya dengan baik, begitu pula pada indikator keterampilan mengumpulkan informasi dan keterampilan mengkomunikasikan, akan tetapi masih perlu stimulus dan motivasi untuk lebih berani bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari guru Kata kunci: Keterampilan Pemecahan Masalah, Pembelajaran Proyek, Pendidikan Anak Usia Dini

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF BERBASIS PROYEK DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KELAUTAN PADA ANAK DI KEPULAUAN SERIBU

    Get PDF
    Education is one way to prepare the next generation of quality nations. The magnitude of the marine territory of Indonesia must be balanced with the next generation who have the high marine life. This is in contrast to the fact that the people of Untung Jawa island have not shown their concern and care to provide targeted marine education as a form of social responsibility in preparing the maritime generation in its territory, the school education institution (especially SD Negeri Untungjawa) has not been structured and programmed to provide marine education as part of the implementation of the Curriculum 2013, especially on curriculum diversification in accordance with geographical conditions, advantages and disadvantages of the institution. This research is an R & D research that aims to develop an integrative thematic model of project-based learning in implementing maritime education on elementary school students in the Thousand Islands, DKI Jakarta. This project-based integrative thematic conceptual learning model is expected to be an alternative and contribute to implement marine education from early years.   Key Word: Integrative thematic learning, project learning, marine education   Pendidikan menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Besarnya wilayah kelautan Indonesia harus diimbangi dengan generasi penerus yang memiliki jiwa kelautan yang tinggi. Hal ini bertolak belakang dengan fakta yaitu warga masyarakat pulau Untung Jawa belum ada yang menunjukkan perhatian dan kepeduliannya untuk memberikan pendidikan kelautan yang terarah sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam mempersiapkan generasi maritim di wilayahnya, lembaga pendidikan sekolah (khususnya SD Negeri Untungjawa) belum secara terstruktur dan terprogram memberikan pendidikan kelautan sebagai bagian dari pelaksanaan Kurikulum 2013, terutama pada diversifikasi kurikulum sesuai kondisi geografis, keunggulan dan kelemahan yang dimiliki lembaga. Penelitian ini merupakan penelitian R&D yang bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran tematik integratif berbasis proyek dalam mengimplementasikan pendidikan kelautan pada siswa SD kelas awal di kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Model konseptual pembelajaran tematik integratif  berbasis proyek ini diharapkan  dapat dijadikan alternatif dan memberikan kontribusi untuk mengimplementasikan pendidikan kelautan sejak usia dini.   Kata Kunci: Pembelajaran tematik integratif,  proyek, pendidikan kelautan.     &nbsp

    DESAIN LINGKUNGAN BELAJAR UNTUK MENGOPTIMALKAN MULTIPLE INTELLIGENCES ANAK USIA DINI

    Get PDF
    The purpose of the study is to develop a learning environment design that integrates indoor and outdoor playground to optimize multiple intelligences. Background research is the low ability of multiple intelligences of early childhood. The research approach uses research and development. Develop some of the intelligence needed to support the indoor learning environment and outdoor playground. Through the design of the learning environment setting indoor and outdoor playground to optimize multiple intelligences of early childhood. The implementation of main learning environments to develop multiple intelligences in early childhood education institutions.  Keywords: Learning environment, Indoor Outdoor Playground, Multiple Intelligences, Early Childhood.     Tujuan penelitian untuk mengembangkan desain lingkungan belajar indoor dan outdoor playground terintegrasi untuk mengoptimalisasi multiple intelligences anak usia dini. Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan multiple intellegences anak usia dini. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan. Pengembangkan instrumen multiple intelligences diperlukan untuk mendukung pengaturan lingkungan belajar indoor dan outdoor playground. Melalui rancangan seting lingkungan belajar indoor dan outdoor playground untuk mengoptimalisasi multiple intelligences anak usia dini berdasarkan tahapan pengembangan. Implementasi rancangan lingkungan belajar indoor dan outdoor playground terintegrasi untuk mengembangkan multiple intelligences anak di lembaga pendidikan anak usia dini.   Kata Kunci: Lingkungan Belajar, Taman bermain Indoor-outdoor, macam-macam kecerdasan, anak Usia dini. &nbsp

    MODEL ASESMEN INFORMAL KECERDASAN JAMAK ANAK USIA 4 - 5 TAHUN

    Get PDF
    This research was conducted to create an informal assessment model of multiple intelligences for 4 and 5 years old children. The design used for this research is the research and development design by adapting the Borg and Gall model. The result of an informal assessment model is an informal multiple intelligences assessment models for 4 and 5 years old children, the assessors are classroom teachers, the time and place for conducting the assessment is flexible. The first implementation of the assessment model was done in TK Negeri Pembina Kota Kediri with research subjects of group B of 38 children and the second implementation was done in TK Negeri Pembina Kecamatan Mojoroto Kediri with the subject of research of Group A of 61 children. The results of the experiment showed that the multiple intelligences assessment models of children age 4 and 5 years old meet the validity and reliability requirements and as well as its easy application in Kindergarten education institutions.   Keywords: informal assessment model, multiple intelligence, 4 and 5 years old childre Desain yang digunakan untuk penelitian ini adalah desain penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg dan Gall. Model asesmen yang dihasilkan adalah model asesmen informal kecerdasan jamak anak usia 4 dan 5 tahun, pelaksana asesmen adalah guru kelas, waktu dan tempat pelaksanaan asesmen bersifat fleksibel. Uji coba I model asesmen dilakukan di TK Negeri Pembina Kota Kediri dengan subjek penelitian anak Kelompok B sebanyak 38 anak dan uji coba II dilakukan di TK Negeri Pembina Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan subjek penelitian anak Kelompok A sebanyak 61 anak. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa model asesmen kecerdasan jamak anak usia 4 dan 5 tahun memenuhi syarat validitas dan reliabilitas serta mudah untuk diterapkan di lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak.   Kata Kunci: model asesmen, kecerdasan jamak, anak usia 4 dan 5 tahu

    PEMAHAMAN GURU PRASEKOLAH RAUDHATUL ATHFAL TENTANG KESIAPAN SEKOLAH ANAK

    Get PDF
    Preschool teachers including Raudhatul Athfal (RA) teachers have an important role in building children's school readiness. The purpose of this research is to find out to what extend RA teachers’ understanding about children’s school readiness. The research was conducted by using qualitative approaches. Data were collected through questionnaires distributed to all RA teachers in Langsa. The results show that teachers understand school readiness as a child's readiness to continue school based on the age, independence in daily activities, and the ability to write, read and count. Activities implemented by RA teachers in building children's school readiness by playing, singing, and field trips while materials used such as colors, props, cards, and beams. Teachers assessed children’s school readiness by observing daily activities and evaluating of student’s work. Family factors are considered as a major impact on children's school readiness. Recommendation are made in term of findings is planning some intervention to improve teacher's understanding on children's school readiness concept.   Keywords: school readiness, children’s shool readiness, preshcool teacher, preparedness program.     Guru prasekolah termasuk guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki peran penting dalam membangun kesiapan sekolah anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru RA tentang kesiapan sekolah anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh guru RA di Kota Langsa. Hasilnya menunjukkan bahwa guru memahami kesiapan sekolah sebagai kesiapan anak untuk melanjutkan sekolah berdasarkan usia, kemandirian dalam melakukan aktivitas harian, serta kemampuan dalam hal menulis, membaca dan berhitung. Kegiatan yang dilakukan guru RA dalam membangun kesiapan sekolah anak meliputi bermain, bernyanyi, dan field trip dengan material berupa warna, alat peraga, kartu, dan balok. Guru menilai kesiapan sekolah anak dengan melakukan observasi harian dan evaluasi hasil karya. Faktor keluarga dianggap yang memberi pengaruh besar dalam hal kesiapan sekolah anak. Rekomendasi dari penelitian ini agar adanya tindakan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep kesiapan sekolah anak.   Kata kunci: Kesiapan sekolah, Kesiapan sekolah anak usia dini, guru prasekolah, program persiapan.   &nbsp

    313

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇