Jurnal Pendidikan Usia Dini
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
MODEL ALAT BANTU LATIHAN (HAND PADDLE) UNTUK PERENANG USIA DINI
This study aims to develop a model of exercise aids (hand paddle) as a training medium to train finger density in early swimmers. The research method used is the Sugiyono’s model of research and development method. Hand paddle modification was developed through a small-scale trial of 29 early swimmers from 3 swimming associations in East Jakarta. Small-scale trials were conducted using the pre-posttest design experiment with 6 training sessions using paddle modification. The results of the research and product development showed that (1) the media of exercise aids (hand paddle) significantly increased the density of the fingers in early childhood (2) the validity of exercise aid media indicated by the results of 87% swimming expert validity with the category very feasible and the validity of 75% biomechanics experts with appropriate categories, (3) The effectiveness of hand paddle media indicated by the results of the pretest and posttest, obtained tcount = 6.71> t table - 2.06, with sig (2 tailed) and degrees of freedom) .05
Keyword: Hand paddle, swimming, early age
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan model alat bantu latihan (hand paddle) sebagai media latihan melatih kerapatan jari tangan pada perenang usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R & D) model Sugiyono. Modifikasi hand paddle dikembangkan melalui uji coba skala kecil terhadap 29 perenang usia dini dari 3 perkumpulan renang di Jakarta Timur. Uji coba skala kecil dilakukan dengan menggunakan eksperimen pre-posttest design dengan 6 kali sesi latihan menggunakan paddle modifikasi. Hasil penelitian dan pengembangan produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa (1) Media alat bantu latihan (hand paddle) signifikan meningkatkan kerapatan jari – jari tangan pada anak usia dini (2) Kevalidan media alat bantu latihan yang ditunjukkan oleh hasil validitas ahli renang 87% dengan kategori sangat layak dan validitas ahli biomekanika 75% dengan kategori layak, (3) Keefektifan media alat bantu (hand paddle) yang ditunjukkan oleh hasil pretest dan posttest, diperoleh thitung = 6.71 > ttabel – 2.06, dengan sig (2 tailed) dan derajat kebebasan 0.05.
Kata Kunci: Hand paddle, Latihan Renang, Usia Din
BAHAN AJAR SAINS ANAK USIA DINI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEISLAMAN
This research aims to develop learning materials at science based on local wisdom and islamic values that can be used at schools. This research conducted with research and development 4-D Model. There are four stages which are define, design, develop, and dessiminate. Data were collected through observation, interview, validation sheets and response sheets for teachers and students. Product learning materials tested limited trials at ANNUR kindergarten in Pontianak. The validity of the results achieved very valid. The results of validation learning materials achieved very well with score 81%. The results of a response teacher and students achieved strong category with score 76%. The conclusion about this research learning materials at science based on local wisdom and islamic values worthy to use in the learning process at schools.
Keywords: Learning material, Early childhood
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar sains anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman yang layak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Four D (Model 4D). Terdapat empat tahapan dimulai dari define, design, develop, dan dessiminate. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, lembar validasi dan angket respon untuk guru dan siswa. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Produk bahan ajar melalui uji coba terbatas di TK ANNUR di Kota Pontianak. Hasil penilaian bahan ajar oleh validator sebesar 81% dengan kriteria sangat valid. Respon siswa dan guru terhadap bahan ajar sebesar 76% dengan kriteria kuat. Disimpukan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: Bahan ajar, Anak usia dini
 
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI SUMATERA SELATAN
This research aims to find out the implementation of 2013 Curriculum for Early Childhood Education (ECE) in South Sumatra by using descriptive and qualitative methods. Data was collected by using interview, questionnaire, observation, and documentation. The data was analyzed by using triangulation technique through reduction, display, and verification. The result showed that the implementation of 2013 Curriculum for Early Childhood Education (ECE) began with the preparation of semester Planning learning tools (PROMES), Weekly Learning Plans (WLP), Daily Learning Implementation Plans (DLP), and Assessment Plans. The process of implementing learning with a scientific approach is done when stepping up before playing, playing activities, and communicating stages. Principals and teachers worked together in designing learning devices. Then, they discussed about themes, sub-themes and game ideas that are able to develop aspects of development in an integrated manner based on scientific approach. The assessments were carried out with authentic assessments such as observation, portfolio, performance and assignments. Before the learning process, the teachers were required to prepare daily lesson plans and learning media which will be used later in the learning process.
Keywords: Early Childhood Education,, 2013 Curriculum Implementation
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Kurikulum 2013 PAUD di Sumatera Selatan dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, observasi serta dokumentasi. Analisis data digunakan dengan teknik triangulasi melewati beberapa proses yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum 2013 PAUD diawali dengan penyusunan perangkat pembelajaran Perencanaan Semester (PROMES), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), dan Perencanaan Penilaian. Proses pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dilakukan saat pijakan sebelum main, kegiatan main, dan tahap mengkomunikasikan. Kepala Sekolah dan guru ikut bekerja sama dalam merancang perangkat pembelajaran. Kemudian, mereka mengkomunikasikan tema, subtema dan ide permainan yang mampu mengembangkan aspek perkembangan secara terpadu berbasis pendekatan saintifik. Penilaian yang dilakukan berupa penilaian otentik, misalnya observasi, portofolio, unjuk kerja dan penugasan. Sebelum proses pembelajaran guru juga diwajibkan untuk mempersiapkan RPP harian dan media pembelajaran yang nanti akan digunakan dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci : Implementasi Kurikulum 2013, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD
PENGASUHAN HOLISTIK BERLANDASKAN FILSAFAT TRI HITA KARANA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI PADA KELUARGA HINDU DI KOTA MATARAM
This aimed to create a toroughful inductive study on the holistic parenting phenomenon based on Tri Hita Karana in developing characters of younger children. Method used in this just case study qualitative by doing inductive study. Started from intensive data collection about the said phenomenon, thus maintain the credibility of data collected. Method used in data collection was observation of parenting phenomenon, grouping data based on paterns, arranging general concept, pincipal and proposition based on qualitative data analisis. This study found that holistic parenting based on Tri Hita Karana resulted in children with holistic self competences and parenting model based on 9 characteristis: love to God, independence and responsibility, honesty, politeness, willingness to sacrifice, persistent, fair, humble, dan tolerance. Outcome of this study could be used for increasing and developing parenting pattern based on Tri Hita Karana philosophy to help raised Hindu generation with good character.
Keywords: Parenting, Holistic, Tri Hita Karana, Character
Penelitian Ini bertujuan untuk menciptakan studi induktif yang kuat pada fenomena pengasuhan holistik berdasarkan Tri Hita Karana dalam mengembangkan karakter anak-anak yang lebih muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan melakukan studi induktif. Dimulai dari pengumpulan data intensif tentang fenomena tersebut, sehingga menjaga kredibilitas data yang terkumpul. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi fenomena parenting, pengelompokan data berdasarkan patern, penyusunan konsep umum, pincipal dan proposisi berdasarkan analisis data kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pola asuh holistik berdasarkan Tri Hita Karana menghasilkan anak-anak dengan kompetensi diri secara holistik dan model pengasuhan berdasarkan 9 karakteristis: cinta kepada Tuhan, kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, kesediaan berkorban, gigih, adil, rendah hati, dan toleransi. . Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan pola pengasuhan berdasarkan filosofi Tri Hita Karana untuk membantu membangkitkan generasi Hindu dengan karakter yang baik.
Kata Kunci: Pola Asuh, Holistik, Tri Hita Karana, Karakter
 
MODEL PERMAINAN ESTAFET BAIT LAGU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMUSATAN PERHATIAN PADA ANAK
The motivated this research is by the still low development of attention concentration ability in early childhood.The purpose of this study is to develop a model of selective attention playing for children in group B kindergarten Al Ittihaad Bekasi. The study was a Research and Development (R&D), developed by Borg & Gal. Model development through three stages is (1) needs analysis process, (2) product development process, and (3) tesing process.After the experimental process in the research as well as input from teachers using this model,has been very encouraging and axpert advices add the finishing touch.The model effectiveness tes showed a significant increase in the process of assisting children with low selective attention ability. Estafet Bait Lagu Model is consist of guide book, medias, and assesment.
Keyword: The ability of selective attention, development, play model, estafet bait lagu
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya perkembangan kemampuan pemusatan perhatian pada anak usia dini. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model permainan pemusatan perhatian pada anak-anak di kelompok B TK Al Ittihaad Bekasi. Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan (R&D), menggunakan desain yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Pengembangan model melalui tiga tahapan yaitu (1)proses analisis kebutuhan,(2) proses pengembangan produk dan (3) proses pengujian. Setelah dilakukan beberapa kali uji coba, masukan dari guru pengguna model ini sudah sangat menggembirakan dan sentuhan terakhir dengan menambahkan pendapat dan masukan pakar. Pengujian efektivitas model memperlihatkan terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam hal proses membantu anak-anak yang memiliki kemampuan pemusatan perhatian yang rendah. Model Estafet Bait Lagu terdiri dari buku panduan, media, dan penilaian.
Kata kunci; kemampuan pemusatan perhatian, pengembangan, model permainan, estafet bait lag
HUBUNGAN KELEKATAN ORANGTUA DAN REGULASI DIRI DENGAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK: Studi Korelasi pada Anak Kelas 3 di SD Pangudi Luhur Jakarta, 2017
The aim of this research is to determine the relationship of parental attachment and self-regulation on social skill of 3rd grades. The research was conducted at Pangudi Luhur Elementary School Jakarta with involving of 84 samples of 3rd graders. The research method used is correlational research method. The data was collected using an assessment scale instrument. Data were analyzed by using correlation technique (regression). The results showed: (1) there was a positive correlation between parental attachment and social skill, (2) there was a positive correlation between self-regulation and social skill, (3) there was a positive correlation between parental attachment and self-regulation with social skill. The results of this study show the implication that the social skills of children can be developed by increasing parental attachment and self-regulation
Keywords: parental attachment, self-regulation, social skill
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketelekatan orang tua dan regulasi diri dengan kemampuan sosial anak kelas 3. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Pangudi Luhur Jakarta dengan melibatkan 84 sampel siswa kelas 3. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen skala penilaian. Data dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi (regresi). Hasil penelitian menunjukkan : (1) terdapat hubungan yang positif antara kelekatan orangtua dengan kemampuan sosial, (2) terdapat hubungan yang positif antara regulasi diri dengan kemampuan sosial, (3) terdapat hubungan yang positif antara kelekatan orangtua dan regulasi diri dengan kemampuan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan implikasi bahwa, kemampuan sosial anak dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kelekatan orangtua dan kemampuan regulasi diri
Kata kunci: kelekatan orangtua, regulasi diri, kemampuan sosia
ANALISIS GERAK DASAR ANAK USIA 6-7 TAHUN
This study aims to know the students’ fundamental movement ability and to analyze those movements based on gender. It was conducted in SDN 1 Lemahabang Kulon, Cirebon Regency. The subject involved in this study was 24 students of the lower-primary levels in the school whose ages between 6-7 years old. Data collection method applied was the observation of the students’ fundamental movements. The assessment form on fundamental movement (Gallahue :1996) was used as the instrument of the study. The data was analyzed using a descriptive quantitative technique with a percentage. The finding shows that it was only 65.6 % students who properly mastered the fundamental movement of stability. Meanwhile, the fundamental movements of locomotor and manipulative were mastered only by 43 % and 41.7 %. Based on the gender analysis, the male students were better on fundamental movements than the female ones. To facilitate the future success of movement on students, it is suggested to have a directional and specific program on movement development.
Keywords:, Early childhood, Fundamental movement
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar siswa serta menganalisa gerakan tersebut berdasarkan gender. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon. Subyek yang terlibat dalam penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas rendah yang berusia 6-7 tahun yang berjumlah 24 anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kegiatan observasi terhadap gerakan dasar siswa. Instrumen yang digunakan adalah format penilaian gerak dasar. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 65.6% siswa yang menguasai dengan baik gerak dasar non-lokomotor. Sedangkan gerak dasar lokomotor dan manipulatif hanya 43% dan 41.7%. Berdasarkan analisis gender, siswa laki-laki memiliki kemampuan gerak dasar yang lebih baik daripada siswa perempuan. Untuk mendukung kesuksesan gerak siswa di masa mendatang, diperlukan program pengembangan gerak yang terarah dan spesifik.
Kata Kunci: Anak usia dini, Gerak dasa
KOMUNIKASI VERBAL ANAK PESISIR USIA 7-8 TAHUN PADA TRANSAKSI PENJUALAN PRODUK KEBUDAYAAN DENGAN TURIS MANCANEGARA
This study aims to obtain a description of children’s second language verbal communication skills aged 7-8 years in the activity of buying and selling transactions with foreign tourists. This research was conducted in South Coastal Coast of Central Lombok Regency of West Nusa Tenggara. This research is a qualitative study of case study by Milles and Hubberman model data analysis technique with four stages of interalain analysis (1) data collection, (2) data reduction, (3) data display and (4) drawing conclusion. The results of this study indicate that the verbal communication skills of coastal children are obtained partially covering three linguistic components; vocabulary, shipping and grammatical arrangement. The process of acquiring verbal communication skills is influenced by two factors, namely family pressure and self-exposure of children to the coastal tourism environment that encourages children to sell cultural products to foreign tourists. For these purposes, coastal children use two common patterns of second language verbal communication, ie direct verbal communication patterns (spoken word) and indirect verbal communication patterns (writing word).
Keyword: Verbal communication skill, Children aged 7-8 years.
Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran kemampuan komunikasi verbal bahasa kedua anak usia 7-8 tahun dalam kegiatan transaksi jual beli dengan turis mancanegara. Penelitian ini dilakukan di Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik analisis data model Milles dan Hubberman dengan empat tahapan analisis yang meliputi (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) display data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi verbal anak pesisir pantai cenderung diperoleh secara parsial; mencakup tiga komponen kebahasaan antaralain kosakata, pelafalan dan susunan gramatikal. Adapun proses pemerolehan kemampuan komunikasi verbal tersebut dipengaruhi oleh dua faktor yaitu tekanan keluarga dan ekspos diri anak pada lingkungan pariwisata pantai yang mendorong anak untuk berjualan produk-produk kebudayaan kepada para turis mancanegara. Untuk kepentingan tersebut, anak pesisir pantai menggunakan dua pola umum komunikasi verbal bahasa kedua, yaitu pola komunikasi verbal langsung (spoken word) dan pola komunikasi verbal tidak langsung (writing word).
Kata Kunci: kemampuan komunikasi verbal, anak usia 7-8 tahu
PENGARUH KETERLIBATAN ORANGTUA DAN POLA ASUH TERHADAP DISIPLIN ANAK
This study aims to obtain information about the influence of the Parent’s involvement in Family Education Program (PPK) and parenting styles to child discipline on PAUD student who already have an intervention of family education program. This study uses facto ex-post facto survey method. Respondence of this research are parents of PAUD student in south Jakarta who already have an intervention of family education program. Research Results (1) The involvement of parents at schools through family education programs has an impact on child development (discipline). (2) Parenting styles (democratic and authoritarian) have affects to discipline of children (3) Parental involvement at schools and parenting has interaction (4) Parental involvement in family education programs and democratic parenting have a better influence on child discipline (5) Active parental involvement in family education programs at schools and authoritarian parenting have an influence on children's discipline
Keywords: Parents, Parenting Styles, and Child Discipline
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orangtua dan pola asuh terhadap disiplin anak pada satuan PAUD yang sudah mendapatkan intervensi program pendidikan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah survey expost facto. Responden penelitian adalah orang tua siswa PAUD di Jakarta Selatan setelah mendapatkan intervensi program pendidikan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterlibatan orangtua di satuan pendidikan melalui program pendidikan keluarga memiliki pengaruh pada disiplin anak. (2) Pola asuh orangtua mempengaruhi disiplin anak (3) Keterlibatan orangtua di satuan pendidikan dan pola asuh memiliki interaksi (4) Keterlibatan orangtua pada program pendidikan keluarga dan pola asuh demokratis memiliki pengaruh lebih baik terhadap disiplin anak (5) Keterlibatan orangtua aktif pada program pendidikan keluarga dan pola asuh otoriter memiliki pengaruh terhadap disiplin anak.
Kata Kunci: Orangtua. Pola Asuh, Disiplin Anak
 
PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI AKTIVITAS FISIK ANAK USIA 4-5 TAHUN
Action research aims to improve interpersonal intelligence of children aged 4-5 years in Paud Ananda, South Jakarta. This research method uses the Action Research Method. The subjects in this study were children aged 4-5 years, totaling 15 children. This research was conducted for one month, this study consisted of two cycles and each cycle consisted of four meetings. In the first cycle there was an increase in good movement in children, but there were still children who had not yet completed the improvement in interpersonal intelligence with 9 children included in the criteria of less, 3 children included in the criteria of good, and 3 children included in the criteria enough. In the second cycle based on the results of the teacher and collaborator's assessment a maximum increase occurred or all children experienced an increase in interpersonal intelligence, the results of cycle 2 were declared successful. From this study it can be concluded that through physical activity in the form of a game model can improve interpersonal intelligence of children aged 4-5 years in Paud Ananda, South Jakarta.
Keywords: Interpersonal Intelligence, Physical Activity of Children Aged 4-5 Years
Penelitian Tindakan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 4-5 tahun di Paud Ananda Jakarta Selatan. Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak Paud berusia 4-5 tahun yang berjumlah 15 orang anak. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan, penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Pada siklus pertama terjadi peningkatan gerak yang baik pada anak-anak, namun masih ada anak yang belum tuntas dalam peningkatan kecerdasan interpersonalnya dengan jumlah 9 anak termasuk pada kriteria kurang, 3 anak termasuk pada kriteria baik, dan 3 anak termasuk pada kriteria cukup. Pada siklus kedua berdasarkan hasil penilaian guru dan kolaborator terjadi peningkatan yang maksimal atau semua anak mengalami peningkatan kecerdasan interpersonal, maka hasil dari siklus 2 dinyatakan berhasil. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui aktifitas fisik berupa model permainan dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 4-5 tahun di Paud Ananda Jakarta Selatan
Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal, Aktifitas Fisik Anak Usia 4-5 Tahu