Jurnal Ad'ministrare
Not a member yet
    211 research outputs found

    STUDI KOMPERATIF MODEL BUMDes DI KABUPATEN BANTAENG

    Get PDF
    Pendapatan masyarakat pesisir yang tergolong masih sangat rendah merupakan fenomena yang masih dapat terlihat di Kabupaten Takalar dan Pangkep. Berdasarkan baseline survey ketahanan pangan yang dilakukan oleh Oxfam bekerjasama dengan Perkumpulan Katalis pada tahun 2015 di dua daerah tersebut menunjukan bahwa hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas lahan pertanian dan rumput laut serta kurangnya modal usaha yang dapat diakses oleh masyarakat local. Hal tersebut mengindikasikan bahwa desa harus mengambil peran yang besar secara makro ekonomi untuk memecahkan masalah-masalah di pedesaan yang memberikan implikasi secara mikro ekonomi. Dengan demikian, berbagai lembaga ekonomi pedesaan menjadi bagian penting sekaligus dalam rangka mendukung penguatan ekonomi perdesaan. Jenis penelitian ini adalah bersifat kualitatif (deskriptif research) dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui teknik field work research dan library research dengan teknik proporsive and snowball sampling dari lembaga BUMDes yang ada di Kabupaten Bantaeng. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya; pertama, BUMDes yang dikembangkan di Kabupaten Banteng dapat mendorong dan mengembangkan potensi ekonomi desa; kedua, unit usaha yang dikembangkan melalui BUMDes seperti unit usaha simpan pinjam, perdagangan, dan agroindustri dianggap mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir Kabupaten Takalar dan Pangkep. Kata Kunci: Model BUMDes, ekonomi pedesaan, pembangunan pedesaa

    Communication Strategies Employed by the Fourth Semester Students of English Department of State University of Makassar

    Get PDF
    The research aims at identifying the types and investigating the reasons of communication strategies employed through English. The research used a qualitative method in nature. The subjects were twenty five students of English Department of State University of Makassar who passed Speaking Three classes. The researcher used Littlewood’s taxonomy of communication strategies in identifying the data and Miles and Huberman interactive model of analysis as the techniques of data analysis. The interview and the observation were carried out simultaneously to elicit and to identify the types of communication strategies employed. The research reveals that there are eight strategies employed in which seeking help strategy was most used in dialogue. It was proved that when the students faced difficulty to express the meaning, they asked for help from the interviewer. The researcher found some reasons of communication strategies, namely making communication running well, catching the message easily, making the speaker more creative, and avoiding being afraid of making wrong words. The thesis argues that, on the basis of the findings, further research into the use of communication strategies in classroom context could make a significant contribution to teacher education

    Prinsip Manajemen Kolaborasi Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar

    Get PDF
    Manajemen kolaborasi adalah sub konsep manajemen yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi. Dengan dalil tersebut, Johnson, Kast dan Rosenzweig (2002) mengetengahkan pentingnya kolaborasi sebagai jalan keluar dalam implementasi kebijakan program organisasi. Dalam hal ini, meski dalam observasi awal penelitian, tidak ditemukan indikasi manajemen kolaborasi dalam pelaksanaan program pembinaan anak jalanan Kota Makassar, namun penelitian ini diorientasikan untuk merekomendasikan model proses kolaborasi faktual. Menggunakan data analog kualitatif, penelitian ini menghimpun dan menggunakan data yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Kota Makassar guna menelusuri jejak praktek prinsip manajemen kolaborasi yang dapat dianalogikan sebagai posibilitas penerapan manajemen kolaborasi pada pelaksanaan program pembinaan anak jalanan di Kota Makassar. Penelitian ini mengajukan rekomendasi model proses kolaborasi pelaksanaan program pembinaan anak jalanan Kota Makassar. Suatu rekomendasi yang menunjukkan pelaksanaan prinsip koordinasi, integrasi, simplifikasi, sinkronisasi dan mekanisasi pelaksanaan program pembinaan anak jalanan melalui studi kasus Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat dipraktekkan. Kata Kunci: manajemen, kolaborasi, program pembinaan, anak jalana

    PENGEMBANGAN KAPASITAS DINAS KESEHATAN KABUPATEN GORONTALO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas sarana prasarana Dinas Kesehatan di Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan pimpinan dan staf pegawai. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rancangan model interaktif terdiri dari koleksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menujukkan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Gorontalo telah memadai, namun belum mencapai target 100%. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan sumber daya berupa anggaran dan tenaga kesehatan.  Kesimpulan, di perlukan dukungan sumber daya (resources) untuk meningkatkan sarana prasarana agar jangkauan pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo dapat terpenuhi. Untuk mengantisipasi keterbatasan sumber daya, penelitian ini menyarankan pelaksanaan program dilaksanakan secara komprehensif integral dengan melibatkan stakeholder, sehingga target kegiatan dan tujuan program tercapai.  Kata kunci:Capacity Building, Sarana Prasarana

    MODEL PENGAWASAN DPRD TERHADAP PEMERINTAH DAERAH DI KABUPATEN SINJAI

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul tentang Model pengawasan DPRD terhadap  Pemerintah daerah di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya efektifitas model pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah, dengan  melakukan analisis terhadap   konsep utama, tentang  model pengawasan DPRD terhadap pemerintah di Kabupaten Sinjai.    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang mendalam dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah anggota DPRD, Sekretaris daerah kabupaten Sinjai, Bagian pemerintahan dan Pembangunan, tokoh masyarakat, pimpinan partai (politisi), SKPD, LSM, KOPEL, pihak ketiga (Kontrakor). Analisis data secara deskriptif kualitatif  melalui teknik pengolahan data dengan tahapan reduksi, display dan verifikasi data. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DPRD kabupaten Sinjai tidak memiliki mekanisme atau model khusus dalam menjalankan pengawasan terhadap perjanjian antara pemerintah dengan pihak ketiga di Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu peneliti telah mengajukan gagasan atau konsep tentang mekanisme pengawasan sebagaimana telah dikemukakan pada hasil penelitian. Kata Kunci: Model dan Pengawasan DPRD, dan Pemerintah daerah

    MOTIVASI KERJA PEGAWAI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI SEKRETARIAT PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TAKALAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi kerja pegawai, tingkat pelayanan publik dan hubungan motivasi kerja pegawai dalam pelayanan publik di Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar.Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif, dengan metode fenomenologi. Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari masalah-masalah sosial (Creswell, 2010). Fenomenologi yang dimaksud adalah peneliti berorientasi pada fenomenologis yang menekankan pada aspek subjektif dari tingkah laku manusia dengan melihat realitas sebagai konstruksi sosial, karena realitas juga merupakan hasil berbagi pengalaman berinteraksi antara satu orang dengan orang lain (Irawan, 2006). Hasil penelitian menunjukkan Tingkat motivasi kerja yang diberikan kepada para pegawai di Kantor Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar masih masih perlu ditingkatkan, begitupula dengan pelayanan publik yang masih perlu perbaikan karena terlihat hubunganpositif dengan adanya motivasi kerja dalam pelayanan publik di Sekretariat Pemerintah Daerah kabupaten Takalar. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Pelayanan Publi

    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. CATUR PUTRA HARMONIS MAKASSAR

    Get PDF
    Kepemimpinan merupakan unsur penting di dalam sebuah perusahaan, sebab tanpa adanya kepemimpinan dari seorang pemimpin maka suatu perusahaan tersebut akan mengalami kemunduran. Setiap pemimpin  pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin atau sering disebut dengan gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain sesuai dengan keinginannya itu dipengaruhi oleh sifat pemimpin itu sendiri. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang baik akan menciptakan motivasi yang tinggi di dalam diri setiap bawahan, sehingga dengan motivasi tersebut akan timbul disiplin kerja yang dapat meningkatkan kinerja dari bawahan itu.Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan teknik analisis regresi berganda dengan jumlah populasi yaitu  112 karyawan. Kemudian diadakan teknik penarikan sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 53 karyawan. Data yang diperoleh diuji dengan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kevalidan data, kemudian dilakukan analisis data dengan uji regresi dan korelasi dengan bantuan SPSS 16. Adapun hasil uji analisis data yang diperoleh adalah (1) gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien r2 = 0,316 atau 31,6 %, (2) motivasi berpengaruh positif  dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien r2 = 0,343 atau 34,3%, (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan  terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien r2 = 0,222 atau 22,2%. Dari 3 uji analisis yang dihasilkan motivasi yang paling banyak memberikan sumbangan pengaruh dalam membentuk kinerja karyawan. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan

    STRENGTHENING LOCAL ECONOMY THROUGH COMMUNITY-BASED TOURISM IN GOVERNANCE PERSPECTIVE (Study at Sidomulyo Tourism Village, Batu City)

    Get PDF
    Tourism has an important role to create and expand the employment opportunities, promote development and increase the district own source revenue, enrich local culture, and preserve the environment. Batu City is one of famous tourism destinations in Indonesia which has a high potential in natural and agricultural tourism attraction. The tourism development in Sidomulyo Tourism Village emphasizes on community empowerment. One of the problems that still faced by its people is the capital limitation, inadequate facilities, lack of human resources and technology. Therefore, the implementation of tourism village should be based on community based tourism that emphasizes self-reliance and community empowerment. Community-Based Tourism (CBT) implementation has the purpose to develop tourism industry; promote rural tourism based on local community empowerment; create jobs; reduce poverty; build an independent and resilient society; create an innovative human; and improve cross-sector cooperation in the tourism village development. Implementation of CBT in Sidomulyo couldn’t be separated from the role of the various stakeholders. It is accordance with the principles of governance that the implementation of development which involving all actors namely the state (government), private sector, and society. The process in realizing the independent community through community empowerment program of tourism with the concept of community based tourism may be optimized for their several contributing factors. Some things become a supporting factor due to give a positive contribution to the implementation of community-based tourism. Keywords: Local Development, Tourism, Governance, Batu City, Indonesia

    ANALISA KOMPREHENSIF TRANSPARANSI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang transparansi yang ada di Pemerintahan Daerah dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimana transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah 2) faktor-faktor apa yang menjadi penghambat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan 3) strategi apa yang tepat digunakan dalam menerapkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, 2) menganalisa faktor-faktor yang menjadi penghambat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, dan 3) menerapkan strategi yang tepat dalam transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hasil penelitian menemukan bahwa transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan di bidang anggaran, kepegawaian, pengadaan barang dan jasa. Sumber daya manusia yang bermental korupsi, aturan yang tumpang tindih, sistem keuangan yang lemah, lemahnya penegakan hukum dan masyarakat yang toleran merupakan faktor-faktor yang menjadi penghambat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Strategi transparansi intensif yang tepat digunakan dalam menerapkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui model ini transparansi penyelenggaraan pemerintahan yang baik dapat diwujudkan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan dinamika aktivitas pemerintah yang tidak transparan dan meminimalisir faktor-faktor yang menjadi penghambat terwujudnya transparansi penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Kata Kunci: Transparansi, Faktor Penghambat dan Strategi Transparans

    UPAYA KEMENTERIAN AGAMA DAN NON GOVERNMENT ORGANIZATION (NGO) DALAM MEMPERBAIKI MANAJEMEN MASJID DI KOTA MALANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis upaya Kementerian Agama Kota Malang dan NGO (Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia dan Pengurus Masjid Jami’) Kota Malang dalam memperbaiki manajemen masjid; serta menjelaskan dan menganalisis model hubungan keduanya dalam memperbaiki manajemen masjid di Kota Malang. Jenis penelitian adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementerian Agama Kota Malang dan NGO (Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia dan Pengurus Masjid Jami’) telah melakukan upaya perbaikan manajemen masjid melalui beberapa program/kegiatan yangdapat diklasifikasikandalam tiga aspek manajemen masjid, yaituaspek organisasi masjid (idarah), kemakmuran masjid (imarah), dan bengunan dan fasilitas fisik masjid (ri’ayah). Kementerian Agama Kota Malang dan NGO menjalin hubungan dengan model hubungan autonomous.       Kata kunci: Manajemen Publik, Manajemen Masjid, Non Government Organization (NGO

    206

    full texts

    211

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ad'ministrare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇