Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PDAM KOTA SINGKAWANG MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY, CUSTOMER SATISFACTION INDEX DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan salah satu unit bisnis milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. Di Kota Singkawang kebutuhan air bersih disediakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang. Berdasarkan data dari PDAM Kota Singkawang, jumlah pelanggan PDAM di Kota Singkawang per akhir Agustus 2020 sebanyak 18.226 pelanggan. Pada pelaksanaannya, pendistribusian air dan penanganan keluhan pelanggan terkadang masih mengalami beberepa permasalahan. Hal ini yang menjadi dasar dalam penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan memberikan rekomendasi tindakan yang dapat dilakukan PDAM Kota Singkawang untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini menggunakan metode Service Quality untuk menganalisis tingkat kualitas sebuah penyedia layanan jasa karena melibatkan lima dimensi kualitas pelayanan. Metode ini digunakan untuk mengetahui gap (kesenjangan) yang terjadi antara tingkat kepuasan dan harapan pelanggan. Menentukan skor tingkat kepuasan pelanggan dan menginterpretasikannya menggunakan metode Customer Satisfaction Index. Penggunaan metode Importance Performance Analysis dan pemetaan ke dalam diagram kartesius akan menentukan atribut yang menjadi prioritas untuk diperbaiki kualitas pelayanannya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan skor tingkat kepuasan pelanggan PDAM Kota Singkawang sebesar 71,5334 dan menunjukan interpretasi Cause for concern atau masih berada di kategori yang mengkhawatirkan bagi perusahaan dimana nilai rata-rata tingkat kepuasan pelanggan sebesar 3,58 dan nilai rata-rata tingkat harapan pelanggan sebesar 4,04. Dari total keseluruhan atribut, hanya terdapat 2 atribut yang memiliki nilai gap positif dan atribut lainnya bernilai negatif. Hasil perhitungan kelima dimensi Servqual menunjukkan bahwa nilai gap tertingi berada pada dimensi responsiveness sebesar (-0,691) dan gap terendah berada pada dimensi tangible sebesar (-0,211). Berdasarkan hasil pemetaan diagram kartesius menggunakan metode Importance Performance Analysis didapatkan 9 atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan menjadi rekomendasi untuk diperbaiki kualitas pelayanannya.Kata Kunci: Service Quality, Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE BUSINESS MODEL CANVAS DAN ANALISIS SWOT (STUDI KASUS: DI TOKO KUE X)
Toko Kue X adalah salah satu toko yang menjual berbagai jenis kue ulang tahun dan kelengkapannya di Kota Pontianak. Toko ini telah berdiri kurang lebih 4 tahun lamanya dan sekarang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar Kota Pontianak. Toko kue ini masih perlu merancang strategi untuk meningkatkan penjualannya ditengah banyaknya kompetitor yang menjual produk yang sama di Kota Pontianak meskipun toko kue ini sudah berdiri lama dan cukup terkenal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Business Model Canvas dan Analisis SWOT. Objek dalam penelitian ini adalah strategi pemasaran yang dilakukan pada Toko Kue X di Kota Pontianak. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan pengisian kuesioner kepada responden. Hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan wawancara kepada expert judgement yaitu stakeholder di Toko Kue X, cara yang dilakukan selanjutnya yaitu pengamatan secara langsung (observasi) dan yang terakhir pemilik toko dan karyawan mengisi kuesioner yang sudah diberikan. Hasil dari penelitian dengan menggunakan metode Business Model Canvas adalah pemilik toko kue dapat menentukan target marketing sesuai dengan 9 elemen model bisnis kanvas. Selanjutnya adalah hasil dengan menggunakan metode SWOT yaitu kondisi Toko Kue X berada dalam kuadran I, kuadran I merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, karena memiliki peluang dan kekuatan sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menjadi keuntungan bagi Toko Kue X dan strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi agresif.Kata Kunci: Business Model Canvas, expert judgement, Marketing, SWOT
PERANCANGAN METODE SOLUSI HEURISTIK BAGI MODEL ROLL-ON ROLL-OFF PADA PENJADWALAN TRUK SAMPAH KOTA PONTIANAK
Penelitian terkait penjadwalan truk sampah Kota Pontianak sebelumnya telah dilakukan oleh Surli (2017). Penelitian tersebut berusaha menyusun penjadwalan kerja bagi truk sampah Kota Pontianak menggunakan model roll-on roll-off. Suatu jadwal kerja bagi truk pengangkut sampah Kota Pontianak yang fisibel dengan kualitas solusi yang cukup baik telah dihasilkan oleh penelitian tersebut. Namun meskipun fisibel, jadwal yang dihasilkan masih mengandung sejumlah unit truk yang melewati batas waktu kerja dengan total kelebihan jam kerja yang cukup tinggi yaitu sebesar 185 menit. Sehingga penelitian ini perlu untuk dilakukan guna mencari solusi yang lebih baik bagi permasalahan tersebut.Penelitian ini mengembangkan metode solusi alternatif berupa algoritma heuristik untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan truk yang menggunakan model Roll-On Roll-Off Vehicle Routing Problem. Algoritma heuristik tersebut diberi istilah Greedy Truck Dispatching (GTD). Algoritma GTD digunakan untuk mencari solusi yang lebih baik daripada solusi yang diberikan oleh penelitian sebelumnya. Algoritma GTD bekerja dengan cara menjadwalkan truk secara “greedy” yaitu menjadwalkan kembali setiap truk yang berstatus iddle paling awal (setelah menyelesaikan suatu rangkaian jadwal kerja) ke jadwal kerja berikutnya jika batas jam kerja belum tercapai. Metode solusi tersebut kemudian diimplementasikan mengunakan bahasa pemrograman Python.Hasil eksekusi dari program telah memberikan solusi penjadwalan kerja fisible bagi truk sampah yang kualitasnya lebih baik dari penelitian sebelumnya. Dimana pada algoritma GTD ini total kelebihan jam kerja truk yang dijadwalkan berhasil ditekan menjadi hanya sebesar 79 menit.Kata kunci: Greedy, Greedy Truck Dispatching, Roll-On Roll-Off, Vehicle Routing Problem
PERBAIKAN KUALITAS PLYWOOD 15MM MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (6Ꝺ) DAN KAIZEN PADA PT.XYZ
Plywood merupakan kayu yang terbentuk dari susunan veneer face, core, center core, core back dengan ketebalan dan jumlah lapisan yang berbeda – beda. Lantai produksi plywood seringkali mengalami cacat produk yang mengakibatkan plywood tersebut tidak bisa diekspor dan membuat perusahaan mengalami kerugian, kecacatan plywood dengan penentuan critical to quality (CTQ) diperoleh 4 jenis kecacatan dari kecacatan yang sering muncul tiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi kecacatan yang terjadi pada produk plywood 15mm. Kecacatan ini terjadi akibat lima faktor diantaranya manusia, material, mesin, metode dan lingkungan. Perbaikan kualitas plywood 15mm dengan menggunakan metode six sigma dan kaizen meliputi beberapa langkah yaitu : define, measure, analyze, improve, dan control. Berdasarkan hasil penelitian bulan Juli – Oktober 2020 didapati 4 jenis kecacatan yang diperoleh ialah sebagai berikut oversanding, pressmark, rusak tabrak (cacat tepi), dan delaminasi. Kecacatan berdasarkan data historis pada bulan Juli – Oktober diperoleh sigmanya ialah 3.01, 2.99, 3.03, dan 2.98. Data pada bulan Desember merupakan data pengimplementasian dari tahapan six sigma yang telah mengalami perbaikan proses produksi dengan output procces control plan dan kenaikan nilai sigma sebesar 3.69.Kata Kunci: ctq,kaizen, plywood,six sigm
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA USAHA COFFEE SHOP DENGAN METODE QSPM (STUDI KASUS: COFFEE SHOP ‘RASIO COFFEE’)
Rasio Coffee merupakan coffee shop yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat dengan penjualan yang fluktuatif karena banyaknya pesaing dengan usaha serupa serta peraturan terkait Covid-19 sehingga pelanggan yang datang dan yang memesan menggunakan aplikasi pemesanan online berkurang. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 17 faktor internal dan 14 faktor eksternal yang mempengaruhi dengan hasil perhitungan IFE senilai 3,316 dan EFE senilai 3,374. Berdasarkan identifikasi CPM, Rasio Coffee menempati urutan kedua dibandingkan dua kompetitor yang diidentifikasi. Berdasarkan SWOT matriks, alternatif strategi S – O 1 yaitu menambahkan social media, membuat konten menarik secara konsisten dan meningkatkan pemasaran produk, S – O 2 yaitu melakukan endorsement oleh influencer, W - O2 yaitu mendaftarkan Rasio Coffee ke MUI untuk mendapatkan sertifikat halal, S - T 1 yaitu mengembangkan inovasi, kualitas dan menambahkan produk makanan serta minuman baru selain kopi, S – T 2 yaitu menambah opsi pembayaran, dan W – T 3 menerapkan pricing strategy. Adapun alternatif strategi berdasarkan prioritas pada QSPM, pertama menambahkan social media, membuat konten menarik secara konsisten dan meningkatkan pemasaran produk, kedua mendaftarkan Rasio Coffee ke MUI untuk mendapatkan sertifikat halal, ketiga mengembangkan inovasi, kualitas dan menambahkan produk makanan serta minuman baru selain kopi, keempat menambah opsi pembayaran dan kelima menerapkan pricing strategy.Kata Kunci : CPM, EFE, IFE, SWOT, QSPM.Abstrak : Rasio Coffee merupakan coffee shop yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat dengan penjualan yang fluktuatif karena banyaknya pesaing dengan usaha serupa serta peraturan terkait Covid-19 sehingga pelangganyangdatang dan yang memesanmenggunakanaplikasipemesananonline berkurang. Berdasarkanhasilidentifikasi,terdapat 17faktorinternaldan14faktoreksternalyangmempengaruhi denganhasilperhitunganIFEsenilai 3,316 dan EFE senilai 3,374. Berdasarkan identifikasi CPM, Rasio Coffee menempati urutan kedua dibandingkan dua kompetitor yang diidentifikasi. BerdasarkanSWOT matriks,alternatif strategi S – O 1 yaitu menambahkan social media, membuat konten menarik secarakonsistendanmeningkatkanpemasaranproduk,S–O2yaitumelakukanendorsement oleh influencer, W - O2 yaitu mendaftarkan Rasio Coffee ke MUIuntukmendapatkansertifikathalal,S-T1yaitumengembangkaninovasi,kualitas danmenambahkanprodukmakanansertaminumanbaruselainkopi,S–T2yaitu menambah opsi pembayaran, dan W – T 3 menerapkan pricing strategy.Adapun alternatif strategi berdasarkan prioritas pada QSPM, pertama menambahkansocialmedia,membuatkontenmenariksecarakonsistendanmeningkatkanpemasaranproduk, kedua mendaftarkanRasioCoffeekeMUIuntukmendapatkansertifikathalal,ketigamengembangkaninovasi,kualitasdanmenambahkanprodukmakanan sertaminuman baruselain kopi, keempat menambah opsi pembayaran dankelima menerapkanpricingstrategy. Kata Kunci : CPM, EFE, IFE, SWOT, QSPM.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE PADA CV. XYZ
CV. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi penjualan suku cadang sepeda motor dengan total SKU yang dimiliki sebanyak 587 unit. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan CV. XYZ saat ini adalah penempatan produk yang masih menggunakan metode randomized storage. Produk sejenis memiliki lokasi penyimpanan yang berbeda. Produk yang disimpan juga tidak memiliki lokasi penyimpanan tetap yang membuat operator mengalami kesulitan karena membutuhkan waktu pencarian yang lama sehingga membuat jarak tempuh operator menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan tata letak barang yang lebih baik sehingga dapat meminimumkan waktu dan jarak tempuh operator saat bekerja. Objek penelitian ini adalah perusahaan CV. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode dedicated storage. Metode ini bertujuan agar produk memiliki lokasi penyimpanan tetap yang membuat operator lebih mudah mempelajari tata letak penyimpanan barang tersebut sehingga dapat membuat pengambilan pesanan menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini menghasilkan rancangan tata letak usulan dengan kebutuhan slot sebanyak 842 slot. Jarak tempuh yang selalu berubah, kini memiliki jarak tempuh yang tetap dengan total jarak tempuh untuk keseluruhan produk sebesar 4255.4 m. Tata letak usulan memiliki penggunaan luas lantai sebesar 129.77 m2. Penurunan persentase penggunaan luas lantai antara tata letak awal dan tata letak usulan adalah sebesar 21%. Penyimpanan produk juga menggunakan sistem grouping yang akan memudahkan operator dalam mengingat tata letak penyimpanan produk. Perubahan tata letak juga menghasilkan rekomendasi prosedur kerja baru untuk proses storing dan juga order picking.Kata Kunci: Dedicated Storage, Grouping, Material Handling, Suku Cadang, Tata Letak Baran
PENJADWALAN DISTRIBUSI PADA PD. XYZ DENGAN MODEL STOCHASTIC VEHICLE ROUTING PROBLEM (SVRP) MENGGUNAKAN METODE SOLUSI MODIFY SAVING HEURISTIC
Jumlah permintaan konsumen PD. XYZ yang bersifat stokastik menjadi masalah bagi perusahaan karena sulit dalam menentukan banyaknya permintaan yang harus disediakan dan jadwal distribusi produk yang harus disusun. Permasalahan pendistribusian produk dengan permintaan yang bersifat stokastik seperti ini dikenal sebagai Stochastic Vehicle Routing Problem (SVRP). SVRP sebagai mana VRP adalah permasalahan yang termasuk dalam kategori NP-hard dimana metode solusi eksak sulit diharapkan dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikan permasalahan nyata dengan ukuran permasalahan yang cukup besar. Untuk itu dapat digunakan metode solusi heuristik sebagai alternatif bagi pencarian solusi dengan kualitas yang cukup baik seperti metode Clarke and Wright Saving Heuristic with Penalty Function atau juga dikenal dengan istilah Modify Saving Heuristic Algorithm (MSH). Metode yang menyusun suatu jadwal distribusi dengan tujuan meminimalisir total ongkos distribusi dengan mempertimbangkan peluang permintaan pelanggan yang gagal. Dalam penelitian ini, dikembangkan metode solusi heuristik menggunakan algoritma MSH bagi permasalahan PD. XYZ. Algoritma tersebut telah diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Python.Hasil solusi jadwal distribusi yang diperoleh dengan menggunakan algoritma MSH ini yaitu jadwal distribusi truk dengan total ongkos distribusi sebesar Rp. 354.311,67 /hari, lebih hemat dibandingakan dengan total ongkos distribusi rute existing yaitu sebesar Rp. 376.002,114 /hari.Kata kunci: PD. XYZ, Stochastic Vehicle Routing Problem, Modify Saving Heuristic Algorithm, Python
PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN ZONE OF TOLERANCE (ZOT) PADA LAYANAN INDIHOME DI KOTA PONTIANAK
PT. Telkom Indonesia merupakan salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telkomunikasi secara lengkap di Indonesia. Salah satu layanan yang paling digunakan banyak orang ialah Layanan IndiHome, meningkatnya jumlah pengguna layanan membuat kualitas layanan yang diberikan patut untuk diperhitungkan. Berdasarkan data-data survei yang sudah dilakukan setidaknya PT. Telkom Indonesia menerima adanya aduan terhadap Layanan IndiHome sebanyak 320.000 aduan setiap bulannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pengukuran kualitas layanan yang diberikan oleh Layanan IndiHome kepada pelanggan.Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kualitas layanan berdasarkan tingkat kinerja, tingkat harapan, dan tingkat pelayanan minimum dengan menyebarkan kuisioner yang dirancang dengan google form. Kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data melalui dua metode yaitu Service Quality (ServQual) dan Zone of Tolerance (ZOT). Hasil pengolahan data diperoleh masih banyak nilai rata-rata tingkat kinerja (3,926) yang diberikan oleh petugas Layanan IndiHome yang masih dibawah nilai rata-rata tingkat harapan pelanggan (4,072). Sementara itu juga terdapat 21 nilai atriut rata-rata MSS bernilai negatif, 13 atribut masih termasuk kedalam ZOT, dan terdapat 12 atribut yang tidak termasuk kedalam ZOT karena memiliki nilai MSA dan MSS yang bernilai negatif. Rekomendasi yang dapat diberikan ialah dengan menambah jumlah petugas layanan yang profesional dalam bidangnya, serta memberikan pelatihan serta evaluasi kepada setiap petugas layanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal yang membuat pelanggan merasa betah pada saat bertransaksi.Kata Kunci : Layanan, Service Quality (ServQual), Zone of Tolerance (ZOT).
PENINGKATAN FUTURE BEHAVIORAL INTENTION (FBI) PELANGGAN E-COMMERCE DENGAN MEMPERTIMBANGKAN EFEK SUGROPHOBIA
Aktivitas berbelanja online pada saat ini merupakan hal yang lumrah dilakukan. Beberapa lembaga yang mengamati aktivitas tersebut juga menyebutkan bahwa 95% orang pernah melakukan transaksi online. Namun, risiko dalam melakukan transaksi juga besar sehingga membuat suatu motivasi menghindari penipuan yang disebut efek sugrophobia. Penelitian ini bertujuan menyelidiki kombinasi CX (Customer Experience) dalam meningkatkan FBI (Future Behavioral Intention) pelanggan dengan mempertimbangkan efek sugrophobia. Sampel sebanyak 559 tanggapan pengalaman belanja orang Indonesia di Shopee dilakukan analisis dengan model analisis fuzzy-set komparatif kualitatif (fsQCA) mengungkapkan 14 konfigurasi yang dapat digunakan toko online untuk memberikan CX dan FBI pelanggan sesuai dengan kemampuannya. Penyelidikan lanjutan dilakukan untuk melihat efek sugrophobia pelanggan terhadap CX. Hasil menunjukkan dimensi kognitif dan sosial secara khusus selain memberikan peranan dalam CX tetapi juga memulihkan pengalaman pelanggan yang sebelumnya buruk. Temuan lainnya juga mengungkapkan bahwa pelanggan yang sama sekali tidak atau belum pernah mengalami pengalaman buruk dalam berbelanja online masuk dalam kategori demanding customer. Kata kunci: konfigurasi, model fsQCA, niat perilaku pelanggan, pengalaman pelanggan, sugrophobi
REKOMENDASI SKENARIO BONGKAR MUAT PETI KEMAS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIMULASI PADA PT. X
PT. X merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Kondisi yang terjadi saat ini pada Pelabuhan Pontianak adalah pelayanan bongkar muat yang belum mencapai target yang telah ditentukan. Berdasarkan data yang ada, diketahui bahwa jumlah TEU pelayanan bongkar muat pada tahun 2018 sebesar 273.930 TEU dengan target pelayanan bongkar muat tahun 2018 sebesar 280.000 TEU. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap proses bongkar muat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan simulasi dengan bantuan software ARENA. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan, diantaranya jumlah kapal yang tambat, jumlah quay control crane, jumlah reach stacker, jumlah gantry crane, jumlah truk tronton, jumlah peti kemas yang dibongkar muat dan waktu antar kedatangan kapal. Selanjutnya data-data tersebut akan digunakan dalam model ARENA. Skenario yang dijalankan berjumlah 3, dimana skenario yang terpilih adalah skenario yang dapat mencapai target TEU bongkar muat peti kemas. Hal itu dapat dilihat pada hasil analisa. Analisa yang dilakukan ada dua, yaitu analisa perbandingan peti kemas yang dibongkar muat dan analisa ketercapaian jumlah TEU yang ditargetkan. Analisa perbandingan peti kemas yang dibongkar dilakukan untuk membandingkan hasil running model ARENA eksisting dan model ARENA tiap skenario, sedangkan analisa ketercapaian jumlah TEU yang ditargetkan dilakukan untuk membandingkan jumlah TEU yang dibongkar muat untuk tiap skenario. Berdasarkan hasil analisa, maka diketahui bahwa skenario yang terpilih yaitu skenario penambahan 1 unit quay control crane di mana jumlah TEU yang dibongkar muat sebesar 333.305 TEU dengan target sebesar 313.000 TEU. Kata kunci : ARENA, bongkar muat, pelabuhan, simulasi, skenario