Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA PENGOLAH IKAN MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP (NBM) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)
Home Industry Pak Kamel merupakan usaha kecil yang memproduksi ikan asin dengan jumlah 4 orang pekerja. Permasalahan yang dihadapi adalah postur kerja yang tidak alamiah pada proses pembersihan ikan, yaitu tubuh membungkuk dan jongkok yang mengakibatkan cedera otot. Studi pendahuluan dengan wawancara memaparkan bahwa pekerja memiliki keluhan otot pada bagian tubuh leher, tangan, punggung, pinggang dan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan-keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dialami oleh pekerja.Identifikasi keluhan-keluhan otot yang mengakibatkan MSDs dapat diukur dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Identifikasi keluhan otot skeletal yang dirasakan oleh pekerja menggunakan kuesioner NBM untuk mengetahui kategori tingkat risiko MSDs dan pengukuran postur kerja menggunakan metode RULA dengan bantuan software CATIA V5R20 untuk mengetahui level score risiko cedera otot pekerja.Berdasarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM) diperoleh keluhan yang dirasakan pada bagian tubuh kaki, lutut, paha, tangan, pergelangan tangan, lengan, pantat, pinggang, punggung, leher dan rata-rata total keluhan otot individu sebesar 75, artinya kondisi termasuk kategori tinggi yang memerlukan perbaikan. Kemudian analisis postur kerja menggunakan metode RULA menggunakan bantuan software CATIA V5R20 memperoleh skor yang tinggi pada bagian tubuh upper arm, forearm, wirst, wrist twist, neck, trunk, dan neck,trunk, serta leg dengan final score sebesar 7 (merah) , artinya pekerjaan ini memiliki kelelehan otot yang berlebihan, sehingga memerlukan tindakan untuk dilakukan perubahan segera. Upaya dalam meminimalisir keluhan MSDs yang dirasakan pekerja yaitu memberikan rekomendasi alat bantu kerja berupa meja dan kursi. Kata Kunci: Nordic Body Map, Postur Kerja, Rapid Upper Limb Assessmen
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZYTOPSIS DAN MULTI-CHOICE GOAL PROGRAMMING
PT. X merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit yang memiliki xsupplier buah (tandan buah segar/TBS) luar, dimana setiap supplier memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, perlu dilakukan penentuan supplier terbaik beserta alokasi ordernya guna mendapatkan bahan baku berkualitas tinggi dan minimasi persentase defect dengan harga optimal. Proses penyelesaian permasalahan terkait pemilihan supplier pada penelitian ini dilakukan dengan mengolah data menggunakan metode fuzzy-TOPSIS dan Multi-Choice Goal Programming (MCGP). Kriteria pemilihan supplier yang ditentukan oleh para decision maker ialah harga, kapasitas supplier, kualitas bahan baku, persenan cacat, dan persentase inkonsistensi pengiriman dari tiap supplier. Hasil yang didapat berupa supplier terpilih, yaitu supplier Ax dengan alokasi order sebesar x ton, supplier Ax dengan alokasi order sebanyak x ton, dan supplier Ax dengan alokasi order sebesar x ton.Kata Kunci: Demand, Fuzzy-TOPSIS, LINGO, Multi-Choice Goal Programming, Supplier
USULAN PERBAIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA JASA BUS PT. XYZ DENGAN METODE SERVICE QUALITY, CUSTOMER SATISFACTION INDEX DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa transportasi Bus angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Permasalahan di perusahaan PT. XYZ berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat menunjukan penumpang Bus PT. XYZ rute keberangkatan Pontianak-Melawi di waktu 3 tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu Tahun 2017, 2018, dan 2019. Hal ini sebagai dasar dilakukannya sebuah penelitian dengan cara mengidentifikasi permasalahan dari sisi pelayanan dan memberikan saran rekomendasi perbaikan bagi perusahaan PT. XYZ.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah SERVQUAL untuk menganalisis masalah berdasarkan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil metode tersebut dihitung rata-rata tingkat kinerja dan harapan, selanjutnya dihitung nilai kesenjangan (Gap) antara tingkat kinerja dan tingkat harapan. Menghitung nilai tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan metode customer satisfaction Index dengan data input yang diperoleh dari hasil perhitungan rata-rata tingkat kinerja dan rata-rata tingkat harapan pada dimensi SERVQUAL sebelumnya. Metode importance performance analysis adalah metode analisis yang memanfaatkan nilai dari rata-rata kinerja dan rata-rata harapan berdasarkan dimensi SERVQUAL yang akan dipetakan ke dalam diagram kartesius untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang menjadi prioritas perbaikan.Berdasarkan hasil penelitian, masih terdapat kesenjangan (Gap) yang bernilai negatif di setiap dimensi yaitu dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dengan rata-rata tingkat kinerja sebesar 3,84 dan rata-rata tingkat harapan 4,39 hal ini menunjukan penumpang Bus PT. XYZ memiliki harapan yang tinggi terhadap pelayanan dari pihak perusahaan. Berdasarkan perhitungan metode CSI diperoleh nilai kepuasan pelanggan yaitu 76,7434, nilai ini menunjukan interpretasi cause for concern atau masih berada di kategori yang mengkhawatirkan bagi perusahaan. Berdasarkan hasil pemetaan diagram kartesius didapatkan 5 atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan menjadi rekomendasi dari hasil penelitian untuk diperbaiki kualitas pelayanannya.Kata Kunci: Customer satisfaction Index, Importance Performance Analysis, Service Quality, Transportasi Bus Angkutan Umum
Pengaruh Service Quality Terhadap Keputusan Konsumen Menggunakan Kembali Layanan Jasa Kantor Pos di Kota Pontianak
Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin maju membuat perilaku konsumen menjadi berubah. Zaman yang semakin berkembang membuat segala sesuatu dilakukan secara online. Masyarakat lebih sering membeli barang melalui media online sehingga peran dari kurir sebagai jasa pengiriman barang menjadi penting. Terdapat berbagai jenis jasa pengiriman barang yang ada di Indonesia salah satunya yaitu Kantor Pos. Terdapat berbagai jenis jasa pengiriman barang saat ini, salah satunya yaitu Kantor Pos. Kantor Pos harus bersaing dengan jasa pengiriman lainnya untuk dapat mendapatkan pelanggan agar dapat tetap bertahan disaat ini. Berdasarkan data jumlah konsumen dari Kantor Pos Besar Kota Pontianak 4 tahun terakhir. Jumlah konsumen cenderung tidak stabil setiap tahunnya, dimana terjadi penurunan jumlah konsumen dari tahun 2016 hingga 2017 sebesar 13,7%. Kemudian mengalami kenaikan sebesar 14% pada tahun 2018 dan mengalami penurunan kembali hingga akhir Desember 2019 sebesar 47,6%. Salah satu variabel yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen yaitu service quality, karena dengan memberikan pelayanan baik dan sesuai dengan harapan konsumen dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen sehingga dapat menjadikan konsumen lebih yakin dan loyal Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan, diketahui bahwa salah satu variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen yaitu service quality. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Structural Equation Modelling dengan bantuan aplikasi AMOS 22. Penggunaan AMOS 22 yaitu karena indikatornya bersifat reflektif yaitu berasal dari variabel menuju ke indikator. Responden penelitian ini adalah konsumen yang pernah menggunakan layanan jasa Kantor Pos di kota Pontianak. Penentuan sampel menggunakan estimasi maximum likelihod (ML) dengan jumlah sampel 250 orang yang diperoleh berdasarkan perhitungan dengan metode slovin dan perhitungan 5 kali jumlah indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service quality memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen. Hal ini dibuktikan dengan nilai probability, dimana nilai probability variabel service quality memiliki nilai probability 0,000 sehingga nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap keputusan konsumen.Kata Kunci : Jasa, Kantor Pos, Service Quality, Structural Equation Modellin
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEMINIMASI PEMBOROSAN (WASTE) DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM) PADA PT. X
PT. X merupakan salah satu pabrik yang memfokuskan diri pada pembuatan perekat resin kayu lapis bermutu tinggi. Dalam memenuhi permintaan konsumennya perusahaan ini selalu berusaha mengefisienkan proses produksi agar tepat pada waktunya. Namun, pada kenyataan masih ditemukan permasalahan berbagai indikasi waste yang menyebabkan menurunnya efisensi dan efektivitas proses produksinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi waste serta menganalisa penyebab waste tersebut untuk meningkatkan produktivitas serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Dalam penyelesaian permasalahan terkait indikasi waste tersebut, adapun metode yang dapat digunakan yaitu VSM (Value Stream Mapping), WAM (Waste Assessment Mapping), dan VALSAT (Value Stream Analysis Tools). Berbagai tahapan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengumpulan data proses produksi Gluedan menggambarkannya dalam bentuk current state mapping, menyebarkan kuesioner kepada kepala bagian produksi untuk mengetahui keterkaitan antar waste dan jenis waste kritis dengan menggunakan metode Waste Assessment Mapping, mencari aktivitas yang non value added dengan metode Value Stream Analysis Tools, serta mencari penyebab terjadinya waste tersebut dengan fishbone diagram. Adapun hasil dari identifikasi waste yang paling dominan yaitu waste overproduction, waiting, dan inventory. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan program pelatihan untuk meningkatkan skill operator, menerapkan perencanaan penjadwalan produksi, merancang sistem manajemen tata letak gudang, menerapkan inventory control, serta menerapkan sistem manajemen perawatan mesin. Kata Kunci : Fishbone Diagram, Value Stream Analysis Tools, Value Stream Mapping, Waste, Waste Assessment Model
RANCANG BANGUN MESIN PERONTOK LADA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Produk mesin perontok lada desa Nanga Bayan kapasitas produksi sebanding dengan kapasitas hasil produksi cara tradisional atau manual. Minimnya minat petani lada setempat terhadap produk lama yaitu mesin susah dibawa, susah dibersihkan, dan hasil produksi dari mesin tersebut masih banyak bercampur dengan tangkai lada sehingga dilakukan pengulangan 2-3 kali, serta biaya produksi yang mahal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk merancang ulang mesin agar produksi lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD) yang merupakan pengolahan dan analisa dari kepentingan petani serta kepuasan petani terhadap produk lama. Pengembangan produk lama diperoleh melalui wawancara, observasi, dan masukan pihak terkait sehingga akan menjadi dasar atribut yang telah ditentukan. Setelah data valid dan reliable untuk menerjemahkan kebutuhan petani lada terdapat 10 atribut. Pemilihan atribut yang telah ditentukan akan digunakan sebagai output 14 item respon teknis, kemudian digabungkan oleh interaksi teknis untuk house of quality (HOQ). Hasil dari perancangan produk baru ini adalah perubahan dengan motor penggerak listrik, material rangka besi, bak stanlis, roda pada kaki mesin, pelindung tutup penggiling dan adanya penyetelan jarak screen ke penggiling. Perubahan ini lebih baik dari produk lama hal ini dibuktikan dengan kecepatan produksi yang efektif dan lebih efisien serta bahan material yang awet.Kata kunci : Mesin Perontok Lada, Pengembangan, Quality Function Deploymen
STRATEGI PEMASARAN PRODUK AMDK MEREK FOR3 PADA KONSUMEN DI KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT
Banyaknya industri AMDK dengan berbagai merek di Kalimantan Barat merupakan suatu tantangan tersendiri bagi PT. Meteor Perkasa dalam memasarkan produk AMDK for3 yaitu perusahaan mengalami kesulitan tersendiri dalam memasarkan produknya dikarenakan banyaknya kompetitor dan kendala teknis berupa kesulitan dalam kepatuhan kontrak bisnis yang dilakukan dengan agen-agen yang ada sehingga diperlukan upaya strategi dan manajemen pemasaran yang baik bagi perusahaan untuk memasarkan produknya agar kinerja perusahaan tetap baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rumusan strategi pemasaran dan rekomendasi strategi yang dapat digunakan oleh PT Meteor Perkasa dalam meningkatkan kinerja penjualan AMDK for3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif yang didapatkan dari dalam perusahaan (internal) maupun dari luar perusahaan (eksternal). Pengambilan data dilakukan dengan studi observasi dan wawancara melalui pengisian kuisioner kepada pihak manajemen PT. Meteor Perkasa. Analisis data dilakukan menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSPM untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, serta menghasilkan strategi pemasaran yang baik untuk perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh PT. Meteor Perkasa dalam memasarkan AMDK for3 dengan memanfaatkan lokasi yang strategis dan memperluas wilayah distribusi guna menarik pelanggan potensial, mempertahankan harga dan meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kualitas SDM yang handal, menambah jaringan distribusi untuk menambah jumlah penjualan, menambah kendaraan untuk meningkatkan cakupan distribusi dan mencari pangsa pasar yang lebih besar dengan melakukan penetrasi pasar, meningkatkan promosi AMDK for3 pada masyarakat, serta meningkatkan kapasitas produksi AMDK for3. Kata kunci: AMDK, Pemasaran, QSPM, Strategi, SWOT
Rancang Bangun Alat Cetak Bata Beton dengan Menggunakan Metode Nordic Body Maps (NBM) dan Pendekatan Anthropometri
Proses pembuatan batako di Kalimantan Barat sebagian besar saat ini masih menggunakan metode pencetakan tradisional yaitu tipe cetakan satu mata. Prinsip kerja alat cetak tradisional ini sangat sederhana yaitu hanya memanfaatkan gaya tekan dan hentakan dari pekerja batako untuk memadatkan material, serta keahlian pekerja dalam menggunakan cetakan tersebut, sebab jika orang yang belum ahli menggunakan cetakan maka akan merusak batako.Alasan tersebut yang membuat alat cetak tradisional ini dinilai belum efesien disamping memang alat ini tidak memperhatikan aspek ergonomi yang mengakibatkan banyaknya keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) rasa sakit pada beberapa bagian tubuh pekerja saat ataupun setelah bekerja. Dalam keadaan normal seorang pengrajin batako dapat membuat 10 batako dalam waktu 15 menit.Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko sakit pada tubuh pekerja serta untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja tanpa mengurangi produktivitas, maka perlu adanya perbaikan alat kerja yang lebih baik dengan prinsip kerja yang lebih modern. Metode yang digunakan untuk menganalis dan mengurangi rasa sakit pada otot pengrajin batako adalah dengan menggunakan metode Nordic Body Maps (NBM). Alat yang dibuat berdasarkan ukuran anthropometri operator dengan persentil 5 dan 95 serta bahan baku yang memang memiliki spesifikasi mendukung pengerjaan pencetakan batako. Berdasarkan hasil pengujian didapat adanya penurunan tingkat resiko sakit otot skeletal yakni untuk rata-rata skor otot skeletal 29,46 dan skor individu 71,9 menjadi 25 dan 58,33 serta adanya peningkatan produktivitas sebanyak 24 buah batako per jam. Kata Kunci: Alat cetak batako, Anthropometri, Tuas, MSDs, NBM
EVALUASI USABILITY BERDASARKAN NIELSEN MODEL MENGGUNAKAN METODE USABILITY TESTING PADA WEB SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Sistem informasi akademik atau Siakad merupakan sistem informasi yang digunakan untuk memberikan kemudahan informasi kepada pengguna dalam kegiatan administrasi kampus secara online. Siakad untan adalah sistem informasi yang di gunakan oleh mahasiswa Untan untuk menunjang perkuliahannya namun sedikit banyak Siakad untan masih terdapat masalah dalam sistemnya yang membuat pengguna merasa kurang puas dalam menggunakan nya seperti tidak ada nya notifikasi pridai untuk mahasiswa, lama membuka halaman saat banyak yang mengaksesnya, pop up yang mengganggu pada saat login sehingga diperlukannya analisa perbaikan. Dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengguna website Siakad Untan dengan lima kriteria Usability menurut Nielsen model. Adapun metode yang digunakan disini ialah Usability Testing dengan Nielsen model dimana terdapat lima indikator Usability yang digunakan yaitu easy to learn, efficient to use, easy to remember, few errors, dan pleasant to use. Sedangkan untuk pengolahan data menggunakan perhitungan persentase dan dibantu oleh softwer SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahawa dari lima indikator Usability menyatakan Siakad Untan tergolong baik atau tinggi dengan perolehan skor total 3,90%. Sementara nilai masing-masing indikator antara 2.60 – 3.39 cukup atau sedang.Kata Kunci: Rumus persentasi sederhana, Usability dengan nielsen model, web siakad Universitas Tanjungpura,websit
BENCHMARKING KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN E-COMMERCE DI INDONESIA
Indonesia sebagai negara dengan masyarakat yang menggunakan e-commerce tertinggi di dunia, 96% masyarakat yang menggunakan internet di Indonesia pernah menggunakan aplikasi e-commerce sekali atau mencari layanan dan produk untuk dibeli. Tingginya pengguna e-commerce di Indonesia membuat berbagai perusahaan e-commerce bermunculan dan persaingan antar e-commerce semakin ketat. Pelanggan memilih e-commerce yang berbeda sesuai dengan keinginan mereka. Setiap e-commerce memiliki kelebihan dan kekurangan, hal tersebut harus diketahui sebagai dasar dalam merancang strategi terbaik. Strategi terbaik bertujuan agar e-commerce dapat memenangkan persaingan, mendapatkan kesuksesan dalam jangka waktu yang lama dan terhindar dari kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan dari pelanggan.Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai pengumpulan data dan disebar ke seluruh indonesia, data yang diperoleh sebanyak 200 responden yang menggunakan e-commerce Tokopedia, Shopee dan Bukalapak. Pengolahan data menggunakan teknik analisis PLS-SEM dengan variabel independen adalah responsive, assurance, empathy, fulfillment, reliability, efficiency dan variabel dependen adalah kepuasan pelanggan. Pengolahan data meliputi evaluasi model pengukuran (outer model), evaluasi model struktural (inner model), uji hipotesis dan analisis Importance-Performance Map Analysis (IPMA).Berdasarkan hasil penelitian diketahui variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Tokopedia yaitu variabel fulfillment, reliability dan efficiency. Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Shopee yaitu variabel assurance, empathy, fulfillment, reliability dan efficiency. Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Bukalapak yaitu variabel responsive, assurance, fulfillment, reliability dan efficiency. Hasil rekomendasi analisis Importance-Performance Map Analysis (IPMA) dari peneliti yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas variabel di kuadran I atau kuadran keep up the good work karena nilai performance belum maksimal, dengan nilai maksimal yang dapat diperoleh sebesar performance 100. Variabel yang menempati kuadran ini untuk e-commerce Tokopedia yaitu fulfillment, reliability dan efficiency Variabel yang menempati kuadran ini untuk e-commerce Shopee yaitu variabel assurance, empathy, fulfillment, reliability dan efficiency. Variabel yang menempati kuadran ini untuk e-commerce Bukalapak yaitu variabel responsive, assurance, fulfillment, reliability dan efficiency.Kata Kunci : E-commerce, Importance-Performance Map Analysis (IPMA) dan PLS-SE