Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SWEEP UNTUK PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI UNTUK DEPO PT. ABC KUBU RAYA

    Get PDF
    PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jejaring ritel nasional skala besar dengan gerai yang berlokasikan dan tersebar diberbagai kawasan strategis. PT.ABC sebagai penyelenggara ritel yang beroperasi setiap hari untuk memenuhi dan melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat umum tentu bertanggung jawab untuk memenuhi permintaan pasokan produk yang baru untuk mengganti produk yang telah habis dijual oleh para peritel. Untuk itu PT.ABC mempersiapkan sejumlah stok barang dalam sebuah gudang depo di Wilayah Kabupaten Kubu Raya untuk memasok ritel-ritel di Wilayah Pontiank serta Kubu Raya sendiri. Permasalahan yang ada pada PT. ABC saat ini adalah belum ditentukannya rute distribusi dengan jalur yang tetap dan efisien sehingga, perlu diusulkan penentuan rute distribusi yang dapat meminimalkan ongkos total distribusi.Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan yaitu jumlah kendaraan, kapasitas kendaraan, jumlah ritel/titik pendistribusian,serta jarak tempuh antar titik pendistribusian. Selanjutnya digunakan algoritma Sweep yaitu dengan menentukan sudut polar pada setiap toko dan kemudian dilanjutkan dengan langkah clustering berbasis sudut polar dan pertimbangan terhadap kapasitas kendaraan yang digunakan. Kemudian dilakukan tahap pembentukan rute dengan menggunakan algoritma nearest neighbor untuk menghasilkan rute perjalanan fisibel dan jarak tempuh sub-optimal. Semua langkah dan algoritma yang digunakan pada penelitian ini diimplementasikan ke dalam program komputasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Penelitian ini berhasil memperoleh jadwal dan rute pendistribusian fisibel dengan jarak tempuh sub-optimal. Kata kunci : algoritma sweep, capacitated vehicle routing problem, depo, python

    PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP PENGARUH KELELAHAN PENGEMUDI BUS ANTAR KOTA DALAM PROVINSI TRAYEK PONTIANAK TUJUAN PUTUSSIBAU

    Get PDF
    Bus merupakan kendaraan umum  angkutan darat yang popular dan bisa bermuatan banyak penumpang. Berdasarkan data kepolisian Daerah Kalimantan Barat (2017), menyatakan kecelakaan yang melibatkan kendaraan Bus dari tahun 2011 sampai dengan 2017 sebesar 295 kali. Hal ini menjadikan hal yang cukup menarik perhatian dimana Bus merupakan satu-satunya angkutan umum darat kapasitas besar di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode Nasa TLX dan subjective self rating test. Sampel responden didapatkan 20 responden, dengan latar belakang berbagai perusahaan penyedia jasa angkutan bus. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah disusun sesuai metode yang digunakan. Selain kuesioner juga menggunakan sistem wawancara kepada responden untuk mengetahui kondisi operasional dilapangan lebih jauh lagi. Berdasarkan uji statistik menggunakan metode chi square menunjukan bahwa adanya hubungan posfitif antara Beban kerja Mental dan Kelelahan dengan nilai Siqnificancy sebesar P = 0.003. uji statistic juga menggambarkan hubungan antara pengaruh usia terhadap kelelahan menunjukan nilai siqnificancy P = 0.015 yang meyatakan bahwa adanya pengaruh antara usia terhadap kelelahan, Dan hasil uji statistic juga mengggambarkan bahwa adanya hubungan antara lama waktu tidur perhari terhadap kelelahan yang dirasakan pengemudi dengan nilai P= 0.002. hal ini menunjukan adanya hubungan kurangnya waktu tidur terhadap kelelahan yang dirasakan pengemudi. Dimana 50% responden yang mengalami tidur kurang dari 8 jam sehari mengalami kelelahan tingkat tinggi dan hanya 25% yang mengalami tidur 8 jam atau lebih dari 8 jam hanya mengalami kelelahan tingkat ringan.Kata kunci : Beban Kerja Mental, Kelelahan Kerja, Seubjective Self Rating, Test Nasa TLX

    PENGARUH CITRA MEREK DAN RASA KOPI BUBUK MEREK AMING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

    Get PDF
    Banyaknya kompetitor produk kopi di pasar dengan berbagai merek dan inovasi produk di Kalimantan Barat merupakan suatu tantangan tersendiri bagi kopi bubuk merek aming dalam memasarkan produknya terhadap konsumen. Oleh karena itu, industri kopi bubuk merek aming perlu memahami keputusan pembelian konsumen dan hal-hal yang mempengaruhinya untuk mengatasi hambatan dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh citra merek dan rasa terhadap keputusan pembelian konsumen pada kopi bubuk merek aming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner terhadap responden dengan pertanyaan tertulis. Daftar pertanyaan mencakup pertanyaan variabel dependen dan independen yaitu variabel citra merek, rasa dan keputusan pembelian. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan menggunakan accidental sampling. Kriteria konsumen yang dijadikan responden yaitu yang sudah pernah membeli dan mengkonsumsi kopi bubuk merek aming. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yaitu citra merek dan rasa secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini digambarkan oleh hasil uji F yang dilakukan yaitu nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Sedangkan untuk uji R Square menunjukkan bahwa secara simultan citra merek dan rasa berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 43,2%. Secara parsial citra merek dan rasa memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen kopi bubuk merek aming hal ini terlihat bahwa kedua variabel dependen tersebut diperoleh nilai T hitung lebih besar dari T tabel dengan nilai siginifikasi lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci: citra merek, keputusan pembelian, kopi bubuk, rasa

    STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG UMKM CENTER KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QSPM

    Get PDF
    UMKM Center Kota Pontianak berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku UMKM dan pengrajin di Kota Pontianak untuk memajang dan memperkenalkan produk mereka ke konsumen dengan catatan produk telah memiliki izin PIRT. Gedung ini dibawah naungan DISPERINDAG Kota Pontianak dan DEKRANASDA Kota Pontianak. Setelah kurang lebih 1 tahun semenjak didirkan, masih banyak yang belum mengetahui keberadaan gedung tersebut, oleh karena diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pengunjung di UMKM Center Kota Pontianak. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait strategi pemasaran pada penelitian ini dilakukan dengan mengolah data menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menyebar kuesioner kepada para expert judgement yaitu, stakeholder, pemasok produk serta konsumen untuk analisis IFE, EFE dan SWOT untuk mengetahui kekuatan utama, kelemahan utama, peluang utama serta ancaman utama dari UMKM Center Kota Pontianak. Kemudian dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner lanjutan ke pada para stakeholder dari UMKM Center Kota Pontianak untuk menentukan alternatif strategi pemasaran yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung dengan menggunakan analisis QSPM. Hasil dari analisis SWOT yaitu posisi UMKM Center Kota Pontianak berada di Kuadran 1 yang artinya akan menjalankan strategi agresif. Strategi alternatif yang menjadi prioritas dalam meningkatkan jumlah pengunjung UMKM Center Kota Pontianak berdasarkan analisis QSPM yaitu Memperbaiki laman informasi daring mengenai produk yang ditawarkan dapat berbentuk media sosial, situs web, atau aplikasi. Kata Kunci : Analisis EFE, Analisis IFE, Manajemen Pemasaran, Manajemen Strategi, Matriks SWOT, Matriks QSPM

    Pengaruh Faktor Harga, Selera dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Kain Corak Insang di Kota Pontianak

    Get PDF
    Kain corak insang merupakan salah satu jenis kain yang menjadi ciri khas dari Kota Pontianak. Kain ini sering ditemukan di pusat oleh-oleh di daerah Jalan Pattimura. Kain ini biasa digunakan pada hari ulang tahun Kota Pontianak. Berbagai dinas, instansi ataupun sekolah menggunakan kain corak insang tersebut. Namun beberapa tahun terakhir, penjualan kain corak insang menurun berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa penjual kain corak insang. Dari penurunan hasil jual tersebut mengakibatkan keuntungan penjual juga menjadi menurun.Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui perilaku pembeli dalam membeli suatu produk. Melalui hasil studi literatur diketahui bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk yaitu harga, selera dan kualitas. Metode yang akan digunakan untuk mengetahui pengaruh dari faktor tersebut yaitu dengan metode regresi linier berganda. Adapun pemilihan metode regresi linier berganda yaitu karena pada faktor independen nya lebih dari satu yaitu harga, selera dan kualitas. Penelitian ini juga akan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 dan data akan diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden yang pernah membeli kain corak insang.Hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor harga, selera dan kualitas memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil tersebut dikuatkan dengan uji hipotesis simultan dan uji hipotesis parsial. Hasil dari pengujian hipotesis uji F (uji simultan) dimana nilai F hitung > F tabel (63,305 > 2,699) dengan nilai sig. < α (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak. Pada uji hipotesis simultan menunjukkan bahwa faktor harga,selera dan kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan pada uji hipotesis parsial diketahui bahwa variabel bebas (harga, selera dan kualitas) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).   Kata Kunci: Harga, Kain Corak Insang, Keputusan Pembelian, Kualitas, Regresi Linier Berganda, Selera

    PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (MIDDLE MANAGEMENT) HOTEL XYZ DENGAN METODE 360 DEGREE FEEDBACK

    Get PDF
    Penilaian kinerja karyawan (performance appraisal) merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui proses hasil penilaian kerja karyawan di suatu perusahaan baik individu atau kelompok khususnya karyawan internal pada level struktur middle manajemen yaitu head manager. Karyawan level middle manajemen memiliki peran yang sangat penting karena merupakan penghubung antara level atas dan bawah. Hotel XYZ merupakan hotel bintang tiga yang berada di jalan Gajahmada Kota Pontianak yang bersaing dengan hotel besar lainnya sehingga perlu mengembangkan upaya segi manajemen dan strategi salah satunya adalah dengan melakukan penilaian kinerja karyawan. Berdasarkan hasil observasi dan interview, saat ini hotel XYZ masih menerapkan penilaian kinerja karyawan dengan cara lama yaitu atasan yang secara langsung melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan (atasan ke bawahan). Hal ini belum efektif jika hanya melakukan penilaian hanya dari satu sudut pandang.  Penelitian ini bertujuan mengetahui feedback kinerja karyawan yang di lakukan dengan metode 360 degree feedback atau umpan balik 360 derajat, melibatkan penilai atasan (top), bawahan (bottom), rekan kerja (coworker) dan diri sendiri (self) berdasarkan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas serta perhitungan analisa kesenjangan (Gap) umpan balik dari variabel knowladge, skills dan behaviour (job competency) kinerja karyawan.Hasil penelitian menunjukan bahwa analisa gap penilaian kepala manajer departemen maintenance hotel XYZ dengan total nilai feedback paling besar yaitu, rekan kerja-diri sendiri (-2,351). Nilai gap positif atasan-diri sendiri di variabel behaviour (0,204) dan bawahan-diri sendiri (0,031). Kepala manajer house keeping atasan-diri sendiri (0,404). Nilai gap positif atasan-diri sendiri (1,00) di variabel knowladge, bawahan-diri sendiri (0,183) varibel knowladge. Kepala manajer departemen food and beverage dengan total nilai feedback yang paling besar (-2,05). Nilai gap positif yaitu, atasan-diri sendiri (0,009) variabel skills, atasan-diri sendiri (0,42) variabel knowladge dan rekan kerja-diri sendiri nilai feedback gap (0,4) varibel knowladge. Maka perlu adanya perbaikan kinerja karyawan terlebih pada varibel gap yang memiliki nilai positif

    Analisis Implementasi Supplier Relationship Management pada UMKM dan Perannya Terhadap Kualitas Pemasok dan Kinerja UMKM di Indonesia

    Get PDF
    Pemasok memiliki peranan penting dalam berjalannya suatu usaha. Dalam Supply Chain Management (SCM) terdapat proses bisnis yang berfokus terhadap pengelolaan hubungan suatu perusahaan dengan pemasoknya, yaitu Supplier Relationship Management (SRM). Pada sejumlah penelitian terdahulu, penerapan SRM ini telah terbukti memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun, penelitian terkait SRM yang telah dilakukan pada umumnya hanya dilakukan terhadap perusahaan besar. Padahal, perekonomian di Indonesia hingga saat ini masih sangat didominasi oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mengingat adanya perbedaan dalam pola relasi pembelian antara pembeli dan pemasok pada perusahaan besar dengan perusahaan kecil, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi peran dari implementasi SRM terhadap kualitas pemasok dan kinerja usaha UMKM di Indonesia. Dari penelitian ini juga diharapkan dapat menghasilkan usulan terkait aktivitas SRM yang dapat diterapkan oleh UMKM sehingga dapat meningkatkan kualitas pemasok dan kinerja usahanya.Penelitian ini dilakukan dari perspektif UMKM sebagai buyer firm. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada pelaku UMKM di Indonesia dan memperoleh 171 tanggapan yang dapat diolah. Praktik SRM yang diteliti dalam penelitian ini adalah identifikasi key supplier, information sharing, decision synchronization dan evaluasi supplier. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis model dalam penelitian ini adalah PLS-SEM dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS v3. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, dilakukan pengujian reliabilitas dan validitas model pengukuran dan model struktural. Dari hasil evaluasi model pengukuran dan model struktural, maka diperoleh model akhir yang kemudian digunakan untuk pengujian hipotesis.Pengujian hipotesis pada penelitian ini memberikan hasil bahwa praktik SRM secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pemasok, dan kualitas pemasok memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Dari keempat praktik SRM yang diuji pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa supplier evaluation memiliki efek terbesar terhadap kualitas pemasok, sedangkan information sharing memiliki efek terendah terhadap kualitas pemasok.Kata Kunci: PLS-SEM, Supplier Relationship Management, UMKM, Supplier

    PENENTUAN SUPPLIER TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP)

    Get PDF
    Supplier mempunyai peran penting karena akan memasok material dalam jangka panjang dan konsisten. Kesulitan dalam memilih supplier dikarenakan perusahaan mempunyai banyak supplier dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Perusahaan memerlukan material yang di supply mempunyai kualitas baik dan pengantaran tepat waktu. PT.ABC adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan kebutuhan kawat las sebesar 840 kg setiap dua minggu untuk material utama dalam maintenance. Pemilihan supplier memiliki Lead time 2 hari dan perusahaan membatalkan pemesanan jika lead time proses pemesanan melebihi waktu dari yang sudah ditentukan. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran perawatan dan produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan memilih supplier terbaik berdasarkan pertimbangan antara kriteria dan subkriteria.Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process dengan aplikasi Super Decisions. Pemilihan supplier kawat las melibatkan 6 kriteria, 12 subkriteria dan 4 alternatif. Tahapan penelitian ini ialah menentukan kriteria, subkriteria dan alternatif dengan mewawancarai bagian purchasing perusahaan. Selanjutnya mengisi kuesioner matriks perbandingan berpasangan dan hasil kuesioner dihitung bobot prioritas. Nilai bobot diolah dalam supermatriks dan hasilnya di normalize yang diperingkat untuk memilih supplier terbaik.Hasil perhitungan metode Analytic Network Process dengan empat alternatif supplier, terpilih supplier terbaik berdasarkan bobot tertinggi ialah S1 dengan nilai 0,465, selanjutnya S4 dengan bobot 0,187, S3 dengan bobot 0,183 dan terakhir S2 dengan bobot 0,163. Pertimbangan pemilihan supplier berdasarkan kriteria terbaik adalah Pembayaran (P) dengan nilai 0,358 dan Subkriteria terbaik ialah hutang (P1) dengan nilai 0,687.Keywords: Analytic Network Process, Pemilihan Supplier, Super Decision

    PERAN KOMPENSASI,..GAYA..KEPEMIMPINAN,..DAN..MOTIVASI..KERJA TERHADAP..PENINGKATAN..KINERJA..KARYAWAN DI..PERUMDA AIR MINUM TIRTA PANCUR AJI

    Get PDF
    Perusahaan..Umum..Daerah..(PERUMDA)..Air..Minum..Titra..Pancur..Aji, Kecamatan Kapuas, Kabupaten. Sanggau..merupakan perusahaan daerah air minum sebagai bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan. Berbagai tahapan dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data absen karyawan, penyebaran kuesioner awal (pra survey), penyebaran kuesioner kepada karyawan dan direktur, serta wawancara kepada direktur perusahaan. Dalam menyelesaikan permasalahan terkait dengan kompensasi,..gaya kepemimpinan,..dan..motivasi..kerja..terhadap..kinerja..karyawan adalah dengan uji..validasi,..uji..reliabilitas,...uji normalitas,..uji..multikolinieritas, uji..heterokedastisitas, uji..parsial, uji..simultan, analisis regresi linier berganda dan uji determinasi.Adapun hasil dari penelitian ini dari uji parsial (uji t) bahwa kompensasi..berpengaruh..secara..signifikan terhadap..kinerja..karyawan,..gaya..kepemimpinan..tidak..berpengaruh..secara..signifikan..terhadap..kinerja..karyawan, dan..motivasi..kerja..berpengaruh..secara..signifikan..terhadap..kinerja..karyawan...Secara uji anova diperoleh ketiga varibel yaitu kompensasi,..gaya kepemimpinan,. dan..motivasi..kerja..berpengaruh..secara..simultan..terhadap (Y). Ketiga variabel tersebut berpengaruh sebesar 72,6% dan 27,4% kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata kunci: Kompensasi,..Gaya Kepemimpinan,..Motivasi Kerja, Kinerja Karyawa

    MINIMASI WASTE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (Studi kasus: PT. X)

    Get PDF
    PT. X merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan produk berupa kayu lapis dengan mutu yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen, perusahaan ini selalu berusaha meningkatkan produksinya dengan tepat waktu. Namun, kenyataan pada lantai produksi masih saja ditemukan permasalahan berbagai jenis waste yang menyebabkan kerugian dalam hal biaya, kurang maksimalnya jumlah produk yang dihasilkan, dan berpengaruh pada efisiensi waktu yang digunakan perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi waste dan menganalisa penyebab timbulnya waste untuk mengurangi adanya waste pada perusahaan agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk yang dihasilkan.Berdasarkan permasalahan timbulnya berbagai jenis waste tersebut, salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengeleminasi waste tersebut adalah Lean manufacturing dengan metode Value Stream Mapping untuk menggambarkan seluruh proses yang ada pada perusahaan. Kemudian untuk mengetahui akar penyebab waste yang teidentifikasi berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya menggunakan metode Fishbone diagram serta untuk menganalisis waste menggunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk mengetahui waste paling krisis dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil dari metode Fishbone diagram diketahui akar penyebab timbulnya waste tersebut berdasarkan identifikasi waste terdapat jenis waste waiting dan waste defect. Kemudian berdasarkan metode FMEA didapat hasil nilai RPN tertinggi waste defect tambalan pada plywood dan waste defect lembaran finir pecah dengan nilai RPN 175, waste defect core plywood kasar dengan nilai 160, waste defect core plywood tebal tipis, plywood termakan double saw dengan nilai RPN 147, waste waiting time sebelum memasuki proses packing dengan nilai RPN 128, dan waste defect lembaran finir pecah dengan nilai RPN 112. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan yaitu Melakukan penyortiran bahan baku, melakukan program pelatihan untuk meningkatkan skill operator agar terhindar human error, melakukan manajemen perawatan mesin, memberikan arahan secara intensif kepada pekerja, dibuatkan SOP penggunaan mesin rotary dan mesin double saw.Kata kunci : Value Stream Mapping, Fishbone diagram, Failure Mode Effect and Analysis, SOP

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇