Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN ALAT ADON BUMBU PECEL MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI
Rumah Produksi Sari Mandiri merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dalam bidang produksi bumbu pecel. UKM ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Jl. KH Abdurrahman Wahid Gg. Sri Usman komplek Angkasa Lestari Permai Jalur Giok No 2. Kondisi permasalahan yang ada saat ini adalah proses pengadonan bumbu pecel masih dilakukan secara manual. Adapun keluhan yang diketahui dari hasil wawancara pekerja pengadonan berupa nyeri pada organ tubuh tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan analisa berupa kuesioner Nordic Body Map (NBM) kepada pekerja pengadon bumbu pecel. Adapun untuk merancang alat pengadon peneliti menggunakan pendekatan antropometri dengan cara mengukur antropometri pekerja pengadon bumbu pecel untuk menentukan dimensi alat pengadon.Adapun tahapan yang dilakukan yaitu berupa pengumpulan data-data keluhan muskuloskeletal dan pengukuran antropometri pada pekerja pengadon bumbu pecel. Data-data muskuloskeletal dianalisa untuk mengetahui titik-titik muskuloskeletal dan diolah dengan kuesioner Nordic Body Map. Pengolahan data-data antropometri digunakan untuk merancang alat pengadon sesuai kebutuhan pekerja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu, menghasilkan alat yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pengadonan bumbu pecel.Hasil analisa antropometri yang digunakan dalam merancang alat berdasarkan dimensi tubuh responden yaitu tinggi alat dengan persentil 5th, tinggi rangka menggunakan persentil 5th, dan lebar wadah menggunakan persentil 95th, hal ini menunjukkan bahwa antropometri mampu mewujudkan alat yang ergonomi sesuai dengan kebutuhan responden dimana yang sebelumnya data kuesioner NBM yang menunjukkan total nilai kelelahan 153 dengan tingkat resiko yang tinggi berubah menjadi 83 setelah penggunaan alat dan menjadi tingkat resiko yang rendah.Kata Kunci : Antropometri, Bumbu Pecel, Nordic Body Map, dan Pengadona
KONFIGURASI SERI PARALEL FLANGE PIPA MENGGUNAKAN RELIABILITY BLOK DIAGRAM PADA PT. PERTAMINA (PERSERO) TBBM PONTIANAK
PT.Pertamina (Persero) merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak dibidang operasi dan distribusi perminyakan. Perusahaan ini diawasi berdasarkan kebijakan pemerintah dan berkembang pesat hingga saat ini di Indonesia. PT. Pertamina (Persero) Pontianak merupakan salah satu cabang terminal yang melayani seluruh distribusi minyak didaerah Kalimantan Barat. Salah satu fasilitas produksi adalah flange pipa, yaitu suatu komponen dari pipa yang berfungsi sebagai penghubung dari pipa satu ke pipa lainnya. Berdasarkan data historis PT. Pertamina flange pipa sering mengalami kerusakan, dari tahun 2014 sampai 2017 tercatat sebanyak 40 kali dengan kerusakan komponen yang berbeda sehingga mengakibatkan kerugian yang besar untuk perusahaan.Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan komponen kritis, mendapatkan nilai keandalan dari komponn kritis tersebut serta menganalisa konfigurasi seri paralel dengan menggunakan reliability blok diagram. Adapun metodologi atau langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari identifikasi komponen kritis flange pipa menggunakan analisis pareto, pengujian pola distribusi kerusakan komponen kritis flange pipa menggunakan metode least square curve fitting, perhitungan parameter distribusi menggunakan metode likehood estimator .Hasil dari penelitian ini menunjukan keandalan komponen kritis flange pipa yaitu komponen Flip On, Weldneck dan Blind mengalami penurunan secara terus-menerus seiring bertambahnya waktu sehingga dapat dikarakteristikkan sebagai komponen yang mengalami fase keausan atau wear out failure. Nilai keandalan dari hasil penelitian komponen kritis slip on 0,5144888 yang mana jalur pipa bahan bakar pertamax, weldneck 0,4979143 jalur pipa pertalite, blind 0,473696 jalur pipa premium sedangkan nilai RBD seri slip on 0,115117839 yang mana jalur pipa bahan bakar pertamax, weldneck 0,111409268 jalur pipa pertalite, blind 0,105990313 jalur pipa premium. Nilai skenario RBD paralel komponen slip on 0,979799, weldneck 0,979108 dan blind 0,978101.Kata kunci : Analisa Pareto, Flange Pipa, Least Square Curve Fitting, RBD
OPTIMALISASI RUTE DAN JUMLAH BUS TRANS PONTIANAK KHATULISTIWA MENGGUNAKAN VEHICLE ROUTING PROBLEM DAN SIMULASI
Bus Trans Pontianak Khatulistiwa Pontianak merupakan sarana transportasi umum yang dimiliki Dishub Kota Pontianak. Akan tetapi bus ini tidak optimal dalam pengoperasiannya dan terbiasa untuk umum. Banyak anak sekolah yang tidak dapat pergi ke sekolahnya dengan mudah karena tidak memiliki sarana transportasi. Selain itu angka kecelakaan tinggi yang disebabkan oleh pelajar kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat sarana transportasi bagi para pelajar SMP dan SMA Negeri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Vehicle Routing Problem dan Simulasi.Adapun tahapan yang dilakukan sebagai berikut, melakukan pengumpulan data rute umum Bus Trans Pontianak Khatulistiwa. Selanjutnya melakukan penentuan titik – titik node yang dijadikan sebagai titik pemberhentian bus. Setelah itu melakukan pembentukan rute menggunakan VRP dengan algoritma Nearest neighbour. Kemudian selanjutnya membentuk model simulasi berdasarkan model konseptual yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah selesai dilanjutkan dengan running program yang hasilnya akan digunakan untuk penentuan jumlah bus optimal dengan pendekatan utilitas dan load factor. Kemudian dilakukan analisa dari hasil yang didapat.Hasil yang didapat berupa rute berdasarkan algoritma nearest neighbour. Rute terpanjang terdapat pada daerah Pontianak Utara dengan jarak tempuh 32,4 km yang disebabkan oleh jauhnya jarak tempuh awal menuju ke titik pertama dan yang terpendek ada pada Pontianak Kota A operasi pagi 2 yaitu 2,9 km yang disebabkan oleh pengurangan node menjadi 3 saja. Jumlah bus optimal pada operasi pagi 1,2 dan siang 1,2 berurutun adalah 14, 18, 16 dan 14. Dengan kondisi tersebut maka Dishub menyediakan 18 armada setiap harinya. Jumlah demand yang terserap pada pagi hari sebesar 92% dan siang hari sebesar 84%. Kata Kunci : ARENA, Bus Trans Pontianak Khatulistiwa, Load factor, Nearest neighbour, Vehicle Routing Problem
PENJADWALAN ULANG PENJEMPUTAN SAMPAH RUMAH TANGGA AKIBAT DATANGNYA PERMINTAAN PENJEMPUTAN BARU SECARA REALTIME PADA ANGKUTS
PT. Angkuts Indonesia merupakan perusahaan teknologi atau start-up yang fokus di bidang pengelolaan sampah dengan jumlah pelanggan tetap yang terus meningkat. Namun dalam hal pengumpulan sampah, para driver masih mengalami beberapa masalah, menyebabkan pengumpulan sampah tidak berjalan optimal. Tujuan penelitian yaitu melakukan simulasi jika berkembangnya perusahaan menuntut driver agar dapat menerima permintaan penjemputan sampah baru secara real-time serta dapat melakukan penjadwalan ulang rute penjemputan sampah yang optimal. Metode yang digunakan untuk melakukan simulasi penjadwalan ulang rute pengangkutan sampah yaitu metode vehicle routing problem.Data yang primer pada penelitian ini yaitu rute awal penjemputan atau depot, jumlah titik pelanggan yang diinginkan berikut titik koordinat masing-masing, jarak tempuh antar titik pengantaran, serta skenario permintaan baru. Data-data tersebut kemudian diolah menggunakan software large neighborhood search dengan menginput titik koordinat pelanggan. Hasil yang didapat berupa rute masing-masing driver pada setiap skenario yang kemudian dapat di analisa.Analisa dilakukan dengan membandingkan kedua hasil skenario, yaitu skenario tersebar dan berdekatan serta jarak yang di tempuh masing – masing driver. Hasil penelitian yang didapatkan adalah mendapatkan jadwal baru pada setiap driver berdasarkan perhitungan kedua skenario yaitu skenario I dan skenario II.Kata kunci : large neighborhood search, penjadwalan ulang penjemputan sampah, vehicle routing problem
Penentuan Kapasitas Produksi Dalam Mengantisipasi Kenaikan Jumlah Permintaan Pembuatan Mini Pile Dengan Metode RCCP (Rought Cut Capacity Planning)
Penelitian ini dilakukan PT.XYZ yang merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang beton ready mix yang menghasilkan berbagai macam produk beton dengan berbagai ukuran. Perusahaan ini sering mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan hasil produksinya dan juga jumlah permintaan dari konsumen tidak dapat dipenuhi sesuai dengan order yang telah ditentukan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan kapasitas produksi terhadap permintaan suatu produk. Produk yang dianalisis adalah produk mini pile standart. Perencanaan kapasitas produksi dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang terkait seperti : data permintaan produk, data jumlah hari kerja dan data waktu baku pembuatan produk. Hasil tersebut kemudian akan diolah dengan menggunakan Peramalan, Perencanaan Agregat, Master Production Schedulle dan dilanjutkan dengan metode Rough Cut Capacity Planning guna menentukan kapasitas produksi yang dimiliki oleh perusahaan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa hasil yang diperoleh mengidentifikasikan bahwa ada beberapa work centre yang mengalami kekurangan kapasitas mulai dari work centre cutting terhitung dari periode januari sampai pada mei sebesar 91,58 jam dan pada work centre assembling mengalami kekurangan kapasitas sebesar 226,41 jam terhitung mulai dari periode januari sampai juni kemudian pada work centre molding mengalami kekurangan kapasitas sebesar 14,61 jam terhitung mulai dari periode januari dan februari dan selanjutnya adalah work centre batchingplant yang mengalami kekurangan kapasitas sebesar 6,52 jam terhitung mulai dari periode januari kemudian yang terakhir adalah work centre stressing yang mengalami kekurangan kapasitas sebesar 62,94 jam terhitung mulai dari periode januari sampai maret.Alternatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas yang mengalami kekurangan tersebut adalah dengan melakukan subkontrak, perancangan kapasitas dengan strategi subkontrak dipilih karena menghasilkan biaya yang lebih rendah dibandingkan strategi kapasitas yang lainnya yaitu sebesar Rp 72.370.800,00 dengan melakukan perancangan kapasitas subkontrak perusahan dapat memenuhi permintaan konsumen secara keseluruhan. Kata kunci : Perencanaan Kapasitas Produksi, Aggregat Planning, Peramalan, Rought Cut Capacity Planning(RCCP
USULAN PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN PERUMAHAN X MENGGUNAKAN METODE OWAS (OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM)
Proyek Konstruksi Perumahan X merupakan proyek perumahan yang ada di Pontianak. Berdasarkan studi pendahuluan berupa wawancara di dapat bahwa pekerja merasakan keluhan muscoleskeletal disorders (MsDs) berupa nyeri dan pegal-pegal seperti dibagian leher, bahu, punggung, pinggang, dan betis. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan rekomendasi perbaikan postur kerja di Perumahan X. Metode OWAS (Ovako Working Analysis System) ini merupakan sebuah metode yang sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisis suatu pembebanan pada postur tubuh. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu pengumpulan data-data yang diperlukan foto postur kerja Perumahan X yang akan diolah dengan tabel OWAS. Berdasarkan total 17 hasil perhitungan tabel uji Skor OWAS terdapat 12 postur kerja yang aman dan 5 postur kerja perbaikan.Rekomendasi perbaikan postur kerja pada aktivitas pengecatan pada posisi jongkok adalah merubah tindakan atau pergerakan pekerja yang tadinya melakukan pekerjaan membungkuk menjadi perubahan posisi duduk secara tegak. Perbaikan postur kerja pada aktivitas pengecatan pada posisi berdiri adalah perubahan posisi pekerja menjadi berdiri tegak. Perbaikan postur kerja pada aktivitas pemasangan keramik yang tadinya melakukan pekerjaan membungkuk menjadi posisi jongkok secara tegak. Perbaikan postur kerja pada aktivitas pengangkutan pasir pada posisi berdiri sambil membungkuk menjadi perubahan posisi berdiri tegak sesuai dengan alat bantu arco. Perbaikan postur kerja pada aktivitas pemasangan batu bata pada posisi berjongkok menjadi duduk secara tegak atau sikap berdiri secara bergantian. Kata Kunci : OWAS, Postur Kerja, dan Pekerja Konstruks
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SUBBAG PENDIDIKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS XYZ
Pelayanan administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas XYZ dilaksanakan oleh SubBag Pendidikan. Pelayanan administrasi akademik adalah salah satu kunci pendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, hal ini berkaitan dengan fungsinya yang secara langsung memberikan layanan kepada mahasiswa. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan SubBag Pendidikan Fakultas Teknik Universitas XYZ.Sampel yang digunakan di dalam penelitian ini berjumlah 331 responden. Tanggapan responden dikumpulkan dengan cara pemberian kuesioner kepada responden yang dipilih secara random, namun dengan jumlah dan karakteristik responden yang telah ditentukan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode customer satisfaction index (CSI) dan importance performance analysis (IPA). Langkah-langkah penelitian ini meliputi studi lapangan, studi literatur, perumusan masalah, penentuan tujuan, identifikasi variabel, pengumpulan data, penentuan jumlah sampel, uji validitas dan reliabilitas, penentuan nilai kepuasan dengan metode CSI, penentuan tingkat kepentingan atribut kepuasan dengan metode IPA, analisa dan pembahasan serta kesimpulan dan saran.Hasil pengolahan data menunjukkan nilai kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas XYZ sebesar 61,88% atau berada pada level cukup puas. Prioritas perbaikan yang dipetakan dengan menggunakan diagram kartesius menunjukkan terdapat 6 atribut pada kuadran I, 2 atribut pada kuadran II, 2 atribut pada kuadran III dan 5 atribut pada kuadran IV. Kata Kunci - Customer Satisfaction Index (CSI), Importance-Performance Analysis (IPA), Kepuasan Mahasiswa
TEKNIK CHILLING AND THAWING UNTUK OPTIMALISASI PRODUK VIRGIN COCONUT OIL DENGAN EKSPERIMEN RESPONSE SURFACE METHOD
Kelapa lokal (Cocos nucifera L.) merupakan produk unggul di Kalimantan Barat yang produksinya terus bertahan hingga sekarang, umumnya kelapa lokal masih diolah menjadi kopra dan minyak goreng, produk bernilai tambah baru kelapa telah berkembang sebagai minyak murni kelapa atau VCO (Virgin Coconut Oil), VCO banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang untuk makanan, kedokteran, kosmetik, dan nanoteknologi. Industri kecil yang memproduksi minyak VCO di pontianak salah satunya berada di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, industri kecil ini memproduksi kelapa menjadi VCO dengan cara pemanasan dan fermentasi alami dari santan, proses fermentasi ini memakan waktu yang cukup lama dan kualitas minyak buruk ditandai dengan warna kuning dan bau fermentasi. Selain itu, industri ini belum pernah menguji hasil olahan VCO seperti kadar air dan kadar asam lemak bebas.Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan teknik produksi VCO yang berbeda dari sebelumnya dan menggunakan metode Response Surface sehingga bisa memperkirakan hasil yang optimal dan kualitas VCO yang sesuai Standar Nasional Indonesia. Optimasi waktu blansing, waktu pendinginan dan waktu pemanasan produksi VCO dilakukan dengan menggunakan Respon Surface Methodology, rancangan komposit permukaan digunakan untuk mempelajari pengaruh waktu blansing, waktu pendinginan dan waktu pemanasan produksi VCO terhadap respon volume kadar air dan kadar asam lemak bebas, hasil penelitian menunjukan perolehan waktu yang optimal pada waktu blansing 4 menit, waktu pendinginan 23 jam dan waktu pemanasan 8 jam.Kata Kunci : VCO, Response Surface Methodology, blansing, pendinginan, pemanasan
PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK PAKAIAN BRAND LAWAR DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI CLOTHING LINE DI KOTA PONTIANAK
Bisnis clothing line saat ini masih banyak diminati oleh masyarakat kota Pontianak, khususnya anak-anak muda, serta remaja dan orang tua juga ada yang masih mengikuti perkembangan produk fashion yang satu ini. Untuk di wilayah kota Pontianak, bisnis clothing line dengan konsep brand lokal terbilang masih sangat jarang. Brand “LAWAR!!” ini menjadi salah satu brand lokal khas Pontianak yang patut diberi perhatian serta apresiasi lebih dari pemerintah setempat dan masyarakat luas. Tetapi bisnis clothing line ini termasuk ke dalam “bisnis musiman” yang artinya tidak selalu berjalan lama atau sifatnya mengikuti momen dan mengikuti tren pasar yang sedang booming. Untuk dapat mempertahankan eksistensi produk clothing line dalam jangka waktu lama memerlukan suatu tahapan strategi bisnis yang efektif dan efisien. Salah satu upaya adalah memanfaatkan alat analisis manajemen strategi untuk merumuskan perencanaan strategi yang dapat menghasilkan pilihan strategi / ide strategi yang ideal bagi unit usaha tersebut. Tujuannya adalah mengetahui faktor internal dan eksternal dari unit usaha brand “LAWAR!!”, serta faktor-faktor lain yang menunjang keberhasilan suatu penentuan strategi untuk meningkatkan fungsional bisnis, seperti pengelolaan pemasaran yang baik hingga mempertahankan eksistensi produknya sebagai salah satu brand clothing line terbaik yang ada di kota Pontianak.Penentuan strategi melalui pendekatan konsep manajemen strategi oleh David (2011), disusun dan dikelompokan menjadi beberapa tahapan untuk merumuskan strategi yang ideal bagi suatu perusahaan besar dan perusahaan kecil, atau salah satunya seperti unit usaha clothing line. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, yaitu mengetahui rumusan strategi bisnis terkait brand “LAWAR!!” dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : Tahapan Masukan (Input Stage), Tahapan Pencocokan (Matching Stage), dan Tahapan Keputusan (Decision Stage). Di tahapan pencocokan strategi tidak semua alat analisis dapat digunakan, hanya alat analisis SWOT, SPACE dan Grand Strategy yang digunakan. Sebab, alat analisis BCG dan IE secara khusus bagi perusahaan multidivisi (korporat) dan perusahaan multiproduct. Hasil dari tahapan keputusan dengan menggunakan alat analisis QSPM telah menghasilkan alternatif strategi diantaranya strategi “Diversifikasi Konsentrik” yang memiliki nilai daya tarik paling tinggi. Penerapan strategi tersebut harus disesuaikan kembali dengan faktor-faktor penting dari pemasaran yang berkaitan dengan perusahaan. Kata kunci : Manajemen strategi pemasaran, SWOT, SPACE, Grand Strategy, QSPM
PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PADA CV. JOJOMIX
CV. Jojomix merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang concrete batching plant yang berada di Jalan Provinsi Sintang-Nanga Pinoh Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Permasalahan pada perusahaan CV. Jojomix ialah perencanaan produksi yang telah dibuat setiap hari dapat terganggu dengan adanya demand yang mendadak dari konsumen.Adapun tahapan yang dilakukan yaitu pengumpulan data-data yang diperlukan ialah data permintaan pada perusahaan serta data kebutuhan bahan baku. Pada data permintaan akan dilakukan proses peramalan dengan menggunakan metode time series. Pengolahan data permintaan dilakukan untuk memperoleh metode peramalan yang tepat.Hasil dari metode forecasting setelah semua metode peramalan dilakukan perhitungan, metode single exponential smoothing menjadi metode yang terpilih dengan nilai forecast error terkecil serta lebih tepat diterapkan pada peramalan produksi dengan nilai peramalan demand sebesar 195 m3. Kata Kunci: JIP, perencanaan kebutuhan material, perencanaan produksi, ready mix