Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    PENGUKURAN KINERJA PADA RSB NABASA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCE SCORECARD DAN SWOT

    Get PDF
    Rumah Sakit Bersalin Nabasa merupakan rumah sakit swasta yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Rumah sakit ini ditujukan terkhusus untuk kesehatan ibu dan anak. Permasalahan yang terjadi pada RSB Nabasa yaitu banyaknya pesaing yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas pelayanan guna menaikkan nilai akreditasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.Berdasarkan permasalahan tersebut maka pengukuran kinerja perlu dlilakukan agar dapat membuat usulan strategi guna meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Cara penyelesaian masalah yang dapat digunakan yaitu dengan metode Balanced Scorecard yang terdiri dari 4 perspektif antara lain perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta  perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.Empat perspektif pada metode Balance Scorecard menunjukkan hasil bahwa penilaian skor bernilai 4 dengan rata-rata penilaian yaitu 0,25. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja RSB Nabasa berada pada penilaian “Cukup”. Dari ke 4 perspektif tersebut, perspektif yang perlu dilakukan peningkatan yaitu pada perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis internal. Perspektif keuangan mengalami rasio naik turun pada indikator current ratio dan rasio efisiensi. Naik turun nya rasio tersebut disebabkan oleh pengeluaran RSB Nabasa yang semakin meningkat setiap tahunnya. Pada perspektif proses bisnis internal, indikator rawat inap masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan yaitu AvLOS, TOI, BTO dan BOR sehingga perlu dibuat suatu strategi agar dapat memenuhi standar Dinas Kesehatan. Pada perspektif pelanggan, indikator kepuasan pelanggan mendapat nilai sebesar 89,77 pada hasil kuesioner dimana nilai tersebut menunjukkan bahwa pasien sangat puas terhadap kinerja RSB Nabasa. Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, indikator kepuasa pegawai mendapat nilai sebesar 77,94 pada hasil kuesioner dimana nilai tersebut menunjukkan bahwa pegawai merasa puas untuk bekerja di RSB Nabasa. Indikator retensi pekerja dan produktivitas pekerja mendapatkan nilai 1 dimana hasil ini menunjukkan bahwa kedua indikator tersebut memiliki kinerja yang bagus.Usulan strategi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kinerja RSB Nabasa. Metode yang digunakan untuk membuat usulan strategi yaitu analisis SWOT. Pembuatan analisis SWOT akan mempertimbangkan visi misi rumah sakit dan hasil dari pengukuran kinerja yang telah dilakukan. Dari hasil analisis SWOT didapatkan 7 usulan strategi yang dapat diterapkan oleh RSB Nabasa untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan bersaing dengan kompetitor lainnya. Kata Kunci : Rumah sakit, Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard

    PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI BINA MANDIRI PONTIANAK DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD

    Get PDF
    Koperasi Bina Mandiri Pontianak merupakan Koperasi jenis simpan pinjam. Koperasi ini didirikan bertujuan untuk memakmurkan anggota dan masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, pelayanan yang memuaskan serta bermanfaat yang berguna bagi para anggota dan masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada Koperasi Bina Mandiri Pontianak adalah SHU yang mengalami penurunan dikarenakan kurangnya partisipasi anggota serta Koperasi kurangnya di kenal oleh masyarakat. Jika pertumbuhan SHU dan jumlah anggota berjalan dengan lambat maka koperasi akan mengalami kebangkrutan. Koperasi Bina Mandiri Pontianak hanya mengukur kinerja perusahaan dengan satu perspektif saja yaitu keuangan. Pengukuran kinerja belum cukup jika hanya menggunakan satu perspektif yaitu keuangan.   Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu untuk dilakukan evaluasi Koperasi dengan mengukur kinerja agar dapat ditentukan program kerja yang dapat meningkatkan pada kinerja koperasi. Salah satu bentuk penyelesaian masalah untuk pengukuran kinerja dan meningkatkan kinerja yaitu dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorcard yang terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, agar pengukuran yang dilakukan komprehensif, seimbang, koheren dan terukur.Hasil pengukuran kinerja pada Koperasi Bina Mandiri Pontianak dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang di dasarkan pada rating scole. Perspektif keuangan pengukuran kinerja peningkatan pendapatan tahun 2016 adalah 150% tahun 2017 6,66%. Peningkatan SHU tahun 2016 adalah 885% dan tahun 2017 19%. Efisiensi biaya yang diperoleh 25%, menurut kriteria rating scole yang telah ditentukan apabila nilai mengalami penurun dan tidak terdapat perubahan maka dapat dinilai kurang. Kemudian perspektif pelanggan pengukuran kinerja akuisisi pelanggan tahun 2015 nilai yang diperoleh adalah 0 tahun 2016 42% dan tahun 2017 adalah 0. Kemudian pengukuran retensi pelanggan tahun 2015 adalah 88,89%, 2016 adalah 57,69 dan tahun 2017 adalah 100%. Akuisis dan retensi pelanggan mengalami naik turun maka dapat dinilai cukup, untuk kepuasan pelanggan dapat dinilai baik dikarenakan penilaian rata-rata kepuasan pelanggan adalah 78,01%. Selanjutnya perspektif proses bisnis internal proses simpan dan pinjam Koperasi Bina Mandiri Pontianak dapat dinilai cukup dikarenakan sudah efisien. Kemudian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan pada pengukuran retensi karyawan hasil yang diperoleh tahun 2015 adalah 0%, 2016 38% dan tahun 2017 0%. Selanjutnya pengukuran kapabilitas karyawan hasil yang diperoleh tahun 2015 adalah 25%, 2017 15% dan tahun 2017 adalah 20%, dari kedua pengukuran yang dilakukan dapat dinilai cukup karena pada perspektif retensi dan kapabilitas karyawan mengalami naik turun. Kemudian pengukuran  kepuasan pelanggan nilai kepuasan adalah 63,24. Pengukuran yang dilakukan pada Koperasi Bina Mandiri Pontianak menggunakan Balanced Scorecard dengan total bobot skor adalah 0 total bobot dengan total yang diukur adalah 11 pengukuran, maka perbandingannya yaitu 0/11=0 maka dapat dinilai bahwa Kinerja Koperasi Bina Mandiri Pontianak “Cukup”. Maka output pada penelitian ini adalah menyarankan strategi inisiatif pada Koperasi Mandiri. Kata kunci     :  Koperasi, Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard

    PENGARUH SOCIAL MARKETING CAMPAIGN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELLING (SEM) PADA SPBU PERTAMINA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Uang elektronik adalah alat pembayaran dalam bentuk kartu dengan cara menyetor terlebih dahulu nilai uang kepada penerbit dan disimpan dalam media yang berbentuk chip atau server. Pengguna uang elektronik di Indonesia tergolong rendah apabila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (www.bi.go.id, 4 April 2018). Dilihat dari kondisi geografis dan jumlah penduduk yang cukup besar terdapat potensi yang besar dalam penggunaan uang elektronik, sehingga pada tanggal 14 Agustus 2014 Bank Indonesia merancang Gerakan Nasioanl Non Tunai (GNNT). Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat kebijakan bertransaksi nontunai di SPBU dalam rangka mensukseskan GNNT. Berdasarkan data dari Pertamina pengguna uang elektronik di SPBU kota Pontianak masih sangat rendah, sehingga perlu ditingkatkan dengan pendekatan social marketing campaign. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuktikan adanya pengaruh social marketing campaign yang dilakukan Pertamina terhadap keputusan konsumen menggunakan uang elektronik. Tujuan lainnya adalah mengetahui variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen serta dapat merumuskan strategi berdasarkan variabel-variabel  yang berpengaruh. Metode yang digunakan adalah structural equation modelling untuk mengembangkan model serta menjelaskan hubungan antar variabel. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi AMOS 24. Subjek penelitian adalah konsumen SPBU Kota Pontianak yang tersebar di 6 kecamatan yaitu kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Selatan, Pontianak Kota dan Pontianak Tenggara. Penentuan sampel menggunakan estimasi maximum likelihod (ML) dan metode slovin dengan jumlah sampel 200 orang.Hasil penelitian menujukkan adanya pengaruh antara social marketing campaign terhadap keputusan konsumen menggunakan uang elektronik dengan nilai probability 0,0000,5. Variabel yang  mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan menggunakan uang elektornik yang paling tinggi adalah variabel empowering people to act dengan nilai koefisien beta sebesar 0,96. Sedangkan variabel dengan pengaruh paling rendah adalah create awareness and interest dengan nilai koefisien beta sebesar 0,81.Kata kunci : Uang elektronik, Structural Equation Modelling, Social Marketing Campaign, Proses Pengambilan Keputusan.

    STRATEGI DIFERENSIASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI UMKM DIGITAL I SUN VERA

    Get PDF
    Agroindustri di Indonesia selalu berkembang    seiring dengan adanya perkembangan didalam ilmu pengetahuan dan teknologi salah satunya yang ada di Pontianak adalah UMKM I Sun Vera. Usaha ini dirintis oleh Sunani mulai pada tahun 2004 dengan memproduksi olahan dari lidah buaya seperti jelly, dodol, keripik, kue, teh dan lainnya. Agar tetap bertahan di pasar tentunya perusahaan melakukan berbagai cara atau strategi dalam memelihara eksistensinya. Strategi yang dilakukan salah satunya yaitu dengan menerapkan stratagi diferensiasi dan diversifikasi produk.Diferensiasi adalah strategi untuk melakukan suatu usaha/tindakan untuk membuat kerangka atau merancang satu set perbedaan dipergunakan untuk memilah dan membedakan penawaran perusahaan dan penawaran pesaing sedangkan Diversifikasi strategi untuk melakukan suatu usaha untuk mencari dan mengembangkan produk dan pasar yang terbaru, atau bias keduanya, dalam rangka meraih dan mengejar pertumbuhan, pertambahan/peningkatan, fleksibelitas, dan profitabilitas. Kedua stategi di atas diharapkan dapat meningkatkan keputusan pembelian sehingga penjualan tetap positif. Adapun metode yang dilakukan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh diferensiasi dan diversifikasi terhadap keputusan dilakukan dengan menggunakan analisa metode Regresi linear berganda.Penelitian ini mendapatkan hasil berupa adanya pengaruh variabel diferensiasi yang berdampak positif tapi berdampak kurang mendapatkan hasil yang baik terhadap keputusan pembelian. Dapat dilihat dari angka signifikansi yang bernilai sebesar -0,295 t table 1,9488. Selain pengaruh setiap variabel terjadi juga pengaruh simultan secara bersamaan antara variabel diferensiasi dan diversifikasi terhadap keputusan pembelian.Kata Kunci : Agroindustri, Analisis Linier Berganda, Diferensiasi, Diversifikasi,   Keputusan Pembelia

    DATA ANTROPOMETRI PETANI 3 SUKU TIDAYU (TIONGHOA, DAYAK, MELAYU) DI KECAMATAN MONTERADO (PENGAPLIKASIAN PADA DESAIN ALAT PERTANIAN)

    Get PDF
    Setiap manusia memiliki dimensi tubuh yang berbeda sesuai dengan suku, jenis kelamin, postur tubuh dan lainnya. Hal inilah mendorong peneliti untuk menyajikan data antropometri dalam suatu data dan memilih Kecamatan Monterado karena disana terdapat tiga suku sekaligus yaitu Tionghoa, Dayak, Melayu serta penerapan hasil data antropometrinya dalam bidang pertanian khususnya cangkul karena cangkul merupakan alat  yang paling sering digunakan  baik di kebun maupun diladang.Perancangan alat pertanian itu sendiri tentu membutuhkan banyak data terutama dimensi tubuh manusia, oleh karena itu penelitian ini akan mengumpulkan data antropometri petani pria tiga suku sehingga bisa mewakili sebagian dimensi tubuh manusia. Pengambilan data antropometri itu sendiri dilakukan dengan mengukur langsung dimensi tubuh petani.Pengukuran yang dilakukan terhadap petani pria dari ketiga suku adalah pengukuran antropometri statis yang memperlihatkan bahwa data antropometri dari ketiga suku apabila ditinjau pada keseluruhan data hasil perhitungan standar deviasi, rata-rata dan persentil baik yang 5th ,50th , dan 95th tersebut tidak menampakan variasi yang terlalu jauh tetapi ada beberapa  juga yang variasinya cukup jauh seperti dimensi tinggi bahu duduk pada perhitungan standar deviasi suku Dayak sebesar 3.2, suku Melayu sebesar 2.2, suku Tionghoa sebesar 6,1. Data antropometri yang digunakan untuk menentukan ukuran tangkai cangkul yaitu data antropometri tinggi siku berdiri sedangkan untuk menentukan diameter cangkul menggunakan data antropometri panjang jari 1 dan panjang jari 3.Kata kunci     : Anthropometri, desain cangkul, suku

    PERAN SOCIAL CRM TERHADAP CUSTOMER ENGAGEMENT DAN KEPUASAN KINERJA BISNIS MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA

    Get PDF
    Fenomena kemunculan media sosial menawarkan kemudahan bagi pengelola bisnis dalam menawarkan produk bisnisnya pada kalangan yang luas walau memiliki modal terbatas, sehingga semakin banyak pengelolaan UMKM yang dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Aktivitas yang dilakukan pengelola bisnis tersebut dalam Instagram selain memasarkan produk juga mengelola hubungan pelanggannya, dikenal sebagai Social Customer Relationship Management (SCRM). Penelitian ini merupakan studi empiris yang meneliti hubungan faktor-faktor Social Customer Relationship Management terhadap customer engagement dan kepuasan kinerja bisnis menggunakan metode PLS-SEM. Adapun hasil penelitian ini memberi konfirmasi bahwa Social Customer Relationship Management (SCRM) memberi pengaruh signifikan terhadap customer engagement dan kepuasan kinerja bisnis, dengan koefisien masing-masing 0,287 dan 0,395 pada α = 0,05.Kata kunci: Instagram, PLS-SEM, Social Customer Relationship Management, UMK

    Rancang Bangun Alat Bantu Pemindah Paving Untuk Mengurangi Potensi Resiko Cedera Pada Pekerja CV Daya Mandiri

    Get PDF
    CV. Daya Mandiri merupakan pabrik yang bergerak dibidang percetakan batako dan paving yang ada di Pontianak. Jenis produk yang dihasilkan pada pabrik berupa ; batako, paving block, dan trotoar. Aktivitas material handling pada pabrik tersebut masih menggunakan cara manual dengan tenaga manusia. Berdasarkan kuesioner nordic body map yang telah disebar, terdapat keluhan yang dialami pekerja, 10 dari 12 pekerja mengalami nyeri yang sama yaitu pada otot skeletal bagian pinggang yang membahayakan pekerja. Penelitian ini, dibuat suatu rancang bangun alat yang dapat membantu pekerja dalam proses pengangkutan paving.Rancang bangun alat bantu menggunakan pendekatan antopometri. Data yang digunakan yaitu data antropometri 12 pekerja di CV Daya Mandiri. Data antropometri yang menjadi dasar penentuan dimensi rancangan yaitu tinggi siku berdiri, lebar sisi bahu, dan lebar telapak tangan. Tahap-tahap perancangan meliputi dasar-dasar perancangan produk mulai dari identifikasi produk, penetapan spesifikasi target, penentuan dimensi rancangan, pembuatan gambar, dan perencanaan pengoperasian alat bantu pemindah paving.Analisa hasil perhitungan persentil yang digunakan dalam perancangan yaitu, tinggi siku berdiri persentil 5, lebar sisi bahu persentil 95, dan lebar telapak tangan persentil 95 perbandingan hasil kuesioner nordic body map sebelum dan sesudah menggunakan alat yaitu adanya penurunan tingkat keluhan pada otot pinggang dari 95% turun menjadi 66%.Perbandingan waktu proses pengangkutan berdasarkan pengujian dan pengoperasian alat kondisi saat penggunaan alat bantu menghasilkan waktu proses yang lebih lama dibandingkan saat mengangkut secara manual yaitu berbeda 10 detik. Kata kunci : antropometri, nordic body map, material handling, paving

    PERBAIKAN SISTEM ANTRIAN LOKET PAJAK PERKOTAAN PEDESAAN DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN SOFTWARE ARENA

    Get PDF
    Kabupaten Kubu Raya adalah merupakan kabupaten yang berada di wilayah teritori provinsi Kalimantan Barat, dalam melakukan pengelolaan pajak pemungutan pendapatan daerah dan pemungutan pajak, retribusi, bagi hasil pajak, dana perimbangan kabupaten tersebut dilakukan oleh intansi dibawahnya yaitu DISPENDA Kabupaten Kuburaya yang memiliki tanggung jawab dalam. Kondisi yang ada pada DISPENDA di bagian loket Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) memiliki masalah antrian yang cukup Panjang yang menyebabkan pelanggan menuggu cukup lama berkisar 17-20 menit, selain itu juga proses pembuatan berkas yang memakan waktu yang lama yaitu 5 hari dan hal ini menjadi hal yang perlu diperbaiki untuk kepuasan pelangaan.Solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan metode simulasi yaitu dengan membuat kondisi existing ke dalam bentuk desain tiruan menggunakan bantuan software arena. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan model simulasi berdasarkan sistem nyata, pengisian logika pada tiap modul, pengujian verifikasi model, menjalankan model simulasi, dan membuat skenario perbaikan yang terdiri dari dua skenario untuk mendapatkan skenario yang optimal.Berdasarkan hasil penelitian di Loket Pembayaran Pajak PBB-P2 Kabupaten Kuburaya, didapatkan skenario perbaikan alternatif yang paling baik. dapat diketahui bahwa skenario 2 menjadi skenario alternatif yang paling baik, dimana pada model existing Waiting Time atau lama waktu tunggu wajib pajak untuk dilayani  sebesar 17 menit, dan Total Time atau lama wajib pajak berada pada sistem sebesar 1075 menit setelah dilakukan perbaikan menggunakan skenario 2 Waiting Time atau lama waktu tunggu wajib pajak untuk dilayani berkurang menjadi 16 menit dan total time menurun drastis menjadi 19,4 menit. Kata Kunci: Antrian, Simulasi Antrian Loket PBB-P2, Software Aren

    PENENTUAN HPP DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING (ABC) PADA PT. ANEKA CIPTA FIBER GLASS

    Get PDF
    Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, persaingan industri pembuatan tangki air berbahan dasar fiber glass semakin ketat, para pelaku bisnis tersebut berlomba-lomba untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Harga jual yang bersaing yang dapat diterima oleh pasar, kualitas yang baik, dan pelayanan yang baik pula akan dapat meningkatkan penjualan produk yang berimbas kepada keuntungan yang besar. PD. Aneka Cipta Fiber Glass merupakan salah satu industri rumahan yang memproduksi barang-barang berbahan dasar Fiber Glass seperti tanki air, bak mandi, tempat sampah, kursi, wastafel, sampan dan lain-lain. Pada periode 2013-2014 terjadi penurunan yang signifikan yang disebabkan salah satunya perhitungan harga pokok produksi yang kurang tepatMetode yang digunakan untuk memecahkan masalah ini adalah Activity Based Costing (ABC). Penggunaan Metode ABC ini menghasilkan harga pokok-produk yang lebih tepat dalam membebankan biaya ke produk sehingga penentuan harga jual yang lebih bersaing di pasaran. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi terletak pada jumlah cost drive yang digunakan metode ABC lebih banyak daripada menggunakan metode tradisional.Sampel yang diambil penelitian ini adalah Watertub 66,66,70 (WT1), Watertub 50,60,80 (WT2) dan Watertub 50,50,60 (WT3). Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi (HPP) dengan menggunakan metode ABC memberikan harga yang lebih rendah dibandingkan perhitungan menggunakan sistem tradisional dengan selisih produk WT1 sebesar Rp. 88.538, produk WT2 sebesar Rp. 60.180 dan produk WT3 sebesar Rp. 48.473. Hal ini disebabkan sistem tradisional yang membebankan semua elemen biaya produksi tetap kedalam harga pokok produksi, sedangkan metode ABC membebankan di tiap-tiap elemen biaya produksi.Kata kunci: Activity Based Costing, cost drive, overhea

    PENENTUAN PRIORITAS ASET PERALATAN KRITIS PRODUKSI PDAM XYZ DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

    Get PDF
    Salah satu perusahaan yang memiliki aset peralatan dan proses produksi yang kompleks adalah PDAM XYZ yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kota Pontianak. PDAM XYZ merupakan perusahaan milik daerah yang beroperasi sejak tahun 1975 dan melakukan proses produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat Kota Pontianak. Bahan baku air yang digunakan dalam proses produksi yaitu air permukaan sungai Kapuas. Proses produksi dilakukan kurang lebih selama 24 jam dan menerapkan sistem continuos flow, selain menghasilkan air bersih setiap saat tetapi juga beresiko tinggi karena beberapa alat produksi mengalami kerusakan (failure) yang kritis dengan kondisi manajemen perawatan yang kurang efektif, hal itu ditunjukan dengan adanya alat produksi yang dioperasikan melebihi batas waktu. Hal tersebut akan menimbulkan kerugian akibat kerusakan beberapa peralatan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas aset peralatan kritis produksi PDAM XYZ dan menerapkan strategi perawatan efektif serta perbaikan dalam manajemen perawatan berdasarkan prioritas nilai bobot peralatan kritis melalui penilaian group decision making menggunakan metode AHP dengan kriteria failure frequency (FF), failure detection (FD), failure severity (FS) dan failure cost (FC).Hasil pengolahan data menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) menunjukan bahwa pompa sentrifugal merupakan prioritas pertama aset peralatan kritis dan mixer urutan kedua prioritas aset peralatan kritis dengan nilai bobot 0,361456 atau 36,146% dan 0,258405 atau 25,841%, motor electric dan kompresor masuk dalam prioritas aset peralatan kritis ketiga dan keempat dengan nilai bobot 0,173078 atau 17,307% dan 0,17181 atau 17,1809%, valve dan flow meter masuk dalam prioritas aset peralatan kritis kelima dan keenam dengan nilai bobot 0,020016 atau 2,0016% dan 0,015056 atau 1,5056% maka diberikan usulan strategi perawatan yang efektif yang dapat memberikan suatu perbaikan berdasarkan prioritas aset kritis. Strategi perawatan prioritas penyesuaian aset peralatan kritis adalah dengan menerapkan strategi preventive maintenance dengan nilai bobot dan analisis sistem konfigurasi kerusakan elemen peralatan

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇