Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
STUDI KELAYAKAN MODEL BISNIS DISTRIBUSI AIR BERSIH UNTUK DEPOT AIR ISI ULANG DENGAN KEUNGGULAN BERSAING BERBASIS STRATEGI TRANSPORTASI HEMAT BIAYA
Masyarakat Pontianak memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi dan memasak dengan membeli air galon di depot-depot air isi ulang. Hal ini disebabkan kondisi geografis Pontianak yang tidak mempunyai air tanah yang baik dan sumber air bersih sendiri. Air bersih yang dijual berasal dari daerah perbukitan di Anjungan, Kabupaten Mempawah. Proses distribusi dari sumber air bersih ke konsumen dilakukan melalui angkutan darat dengan mobil-mobil tangki. Sistem distribusi ini sangat berpengaruh terhadap harga jual karena sistem ini menyebabkan biaya logistik yang besar.Tujuan dari penelitian ini adalah minimalisasi biaya logistik yang besar dengan perubahan cara mendistribusikan air baku dari sumber air menuju konsumen. Metode yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan memanfaatkan transportasi sungai berkapasitas besar yaitu kapal tongkang dalam distribusi air bersih. Proses ini memerlukan perubahan lokasi yang mendukung angkutan air menuju Pontianak sehingga terpilihlah lokasi sumber air baku baru yang berada di Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Pemilihan lokasi ini disebabkan akses jalur sungai dari daerah sumber air menuju Pontianak sangat baik. Perbedaan cara distribusi tersebut menjadi peluang bisnis baru yang akan menghasilkan ongkos yang lebih kecil dengan melalui penilaian secara komprehensif terhadap aspek teknis, pasar, dan finansial.Semua aspek yang dinilai memungkinkan untuk membangun bisnis distribusi air ini dengan analisis kriteria investasi yang dihitung menghasilkan Net Present Value berjumlah Rp 3.683.373.000, Payback Period selama 2,6 tahun, Profitabality Index sebesar 1,4 kali dan Internal Rate of Return sebesar 34,39 %. Hasil tersebut menggambarkan bahwa bisnis yang diteliti layak untuk dijalankan.Kata Kunci : Air Bersih, Distribusi, Internal Rate of Return, Net Present Value, Payback Period, Profitabiity Index
Pengukuran Kualitas Pelayanan Konsumen Supermarket XY Departement Store Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)
Supermarket XY Department Store merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, baik kebutuhan pangan maupun kebutuhan sandang. Permasalahan yang dihadapi yaitu adanya keluhan dari pelanggan, berdasarkan hasil wawancara permasalahan yang sering terjadi pada pelanggan antara lain, transaksi pembayaran yang lambat sehingga terjadi antrian panjang pada kasir, ada beberapa kasir yang tidak aktif, kurang tanggapnya karyawan dalam membantu konsumen dalam mencari produk, keranjang atau trolly yang disediakan mengalami kerusakan, lahan parkir kurang luas, pendingin ruangan yang kurang baik, pencahayaan ruangan yang kurang baik, produk yang dijual tidak tertata rapi, barcode harga yang buram dan beberapa permasalahan lainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Funtion Deployment (QFD), yang dilakukan mulai dari penentuan jumlah sampel berjumlah 99 orang, rekapitulasi data, uji validitas, uji reliabilitas, voice of customer, matrik interaksi, interaksi parameter tenkis dan pembuatan rumah kualitas (House of Quality). Hasil yang didapat dengan penerapan QFD diperoleh prioritas berdasarkan tingkat kepentingan dan kepuasan kosumen. Tiga urutan tertinggi berdasarkan tinggkat kepentingan adalah Jaminan keamanan parkir (4,596) , Keamanan pada tempat penitipan barang (4,515), Penerimaan kembali barang yang rusak/kadaluwarsa (4,364). Berdasarkan tingkat kepuasan konsumen adalah Ketersediaan keranjang/trolly (3,505), Kebersihan ruangan yang terjaga (3,182), Karyawan selalu mengucapkan salam, menyapa dan senyum kepada pelanggan (2,869).Kata kunci : Kualitas pelayanan, QFD, Supermarke
Rancang Bangun Mesin Perontok Padi Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Pendekatan Antropometri
Selama ini kelompok petani “Flora Agung” di Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara, Kalimantan Barat dalam proses merontok padi masih menggunakan cara manual/tradisional. Proses perontokkan padi yang dilakukan kelompok tani ini masih menggunakan tangan dengan cara memegang padi lalu dipukul ke lantai. Proses perontokkan padi tersebut dilakukan dengan posisi tubuh dalam keadaan berdiri lalu membungkuk sehingga dapat mengakibat kelelahan dan mengalami berbagai keluhan pada tubuh petani. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu mesin perontok padi. Tujuan penelitian ini yaitu dapat merancang alat perontok padi yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani tersebut.Perancangan alat perontok padi dilakukan melalui metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan Antropometri. Metode Nordic Body Map (NBM) mengumpulkan data awal keluhan otot skeletal pada 10 responden menggunakan kuesioner. Sedangkan pendekatan Antropometri mengumpulkan data tubuh 10 petani sebagai responden. Desain alat yang dirancang terdiri dari empat bagian yaitu tinggi mesin, tinggi rangka mesin, lebar mesin, dan panjang mesin.Hasil penelitian menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) didapat hasil yaitu alat yang dirancang dapat mengurangi keluhan mosculaskeletal pada 13 bagian tubuh yang didapat dari data 10 orang responden. Perbandingan tingkat resiko kelelahan antara sesudah dan sebelum menggunakan alat perontok padi yaitu sebesar 45,3 %. Ukuran Antropometri yang digunakan didalam perancangan yaitu : Ukuran tinggi mesin 45 cm, tinggi rangka mesin 10 cm, ukuran lebar mesin 45 cm, dan panjang alat 70 cm. Sedangkan penilaian terhadap Produktivitas dari alat perontok padi ini dianalisis berdasarkan waktu merontokkan padi di mana banyaknya padi yang terkupas diukur berdasarkan waktu perontokkan secara manual dibandingkan dengan waktu perontokkan menggunakan mesin. Didapatlah durasi waktu lama perontokkan padi seberat 1 kilogram dengan menggunakan alat yaitu 3,2 menit. Lebih cepat 4,3 menit daripada menggunakan cara manual yaitu 7,5 menit. Kata kunci : Mesin perontok padi , Antropometri, Metode Nordic Body Map (NBM
Jadwal Perawatan Pompa Intake PDAM XYZ Berdasarkan Analisa Keandalan dan Metode Age Replacement
PDAM XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan sistem produksi secara continuous flow yaitu suatu sistem produksi secara terus-menerus selama 24 jam yang mengharuskan fasilitas produksi selalu dalam kondisi optimal. Salah satu fasilitas produksi PDAM XYZ adalah pompa intake, yaitu suatu pompa yang berfungsi untuk menyedot air baku ke water treatment yang selama ini sering mengalami kerusakan. Berdasarkan data historis PDAM XYZ salah satu pompa intake yang sering mengalami kerusakan adalah pompa intake 1 yang terdapat di rumah intake 1 Instalasi Pengolahan Air (IPA) X. Tercatat bahwa dari tahun 2014 sampai 2017, pompa tersebut telah mengalami 78 kali kerusakan.Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mendapatkan nilai keandalan komponen kritis pompa intake, menghasilkan selang waktu penggantian optimal komponen kritis pompa intake berdasarkan ongkos minimum serta menghasilkan jadwal penggantian optimal.Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan keandalan komponen kritis pompa intake untuk komponen Mechanical Seal (CP SIDE), Mechanical Seal (CCP SIDE), Impeller Nut dan Bearing Unit (CP SIDE) mengalami penurunan secara terus menerus seiring bertambahnya waktu sehingga dapat dikarakteristikkan sebagai komponen yang mengalami fase keausan atau wear out failure. Selang waktu penggantian optimal berdasarkan ongkos minimum menggunakan metode age replacement secara berurutan adalah 70 hari, 61 hari, 27 hari dan 22 hari. Jadwal penggantian optimal komponen kritis pompa intake selama periode tahun 2018 sampai tahun 2019 telah berhasil dibuat berdasarkan ongkos minimum menggunakan metode age replacement. Komponen Mechanical Seal (CP SIDE) terdapat 10 kali penggantian setiap 70 hari, komponen Mechanical Seal (CCP SIDE) terdapat 11 kali penggantian setiap 61 hari, komponen Impeller Nut terdapat 26 kali penggantian setiap 27 hari dan komponen Bearing Unit (CP SIDE) terdapat 32 kali penggantian setiap 22 hari. Kata kunci : Age Replacement, Continuous Flow, Jadwal Perawatan Optimal, Keandalan, Pompa Intak
Rancang Bangun Alat Press Minyak Biji Tengkawang Dengan Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) dan Pendekatan Antropometri
Buah tengkawang merupakan salah satu jenis hasil hutan yang terdapat di Kalimantan Barat. Tengkawang adalah buah dari pohon Shorea/ meranti-merantian yang bijinya dapat menghasilkan minyak tengkawang. Proses mengeluarkan kandungan minyak tengkawang dari biji tengkawang memerlukan banyak tenaga karena alat tradisional yang digunakan belum efisien. Alat tradisional yang digunakan material utama berupa kayu. Bagian yang mendapat porsi tekanan tinggi menggunakan kayu belian atau yang biasa di kenal sebagai kayu besi. Prinsip kerja alat dengan titik tumpu di ujung papan penekan dan beban berupa tengkawang yang telah dikukus berada diantara titik usaha dan titik tumpu. Penggerak yang digunakan sangat sederhana berupa pasak yang menekan kedua bilah papan agar saling menjepit. Pasak digerakan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari potongan kayu yang cukup berat. Alat tradisional ini dapat mengeluarkan kandungan minyak dari biji tengkawang, namun alat ini belum efisien dan memenuhi aspek ergonomis. Maka, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui rancang bangun alat yang bisa mengubah usaha yang kecil dari pekerja menjadi gaya tekan yang cukup kuat untuk mengeluarkan minyak tengkawang, namun tetap memperhatikan aspek antropometri dan ergonomi sehingga dapat mengurangi dampak resiko pada otot skeletal, Rancang bangun alat press minyak biji tengkawang juga harus dapat meningkatkan produktivitas dari segi waktu maupun minyak yang dihasilkan.Metode yang akan digunakan untuk mengurangi dampak resiko pada otot skeletal adalah metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan Anthropometri.. Metode ini melakukan pemetaan bagian organ gerak berdasarkan tingkat resiko sehingga dapat dilakukan perbaikan sistem kerja dengan tepat sasaran. Sistem yang digunakan pada alat untuk mengurangi gaya yang dikeluarkan saat proses pengepressan mengunakan sistem hidrolik. Sistem ini dipilih karena kapasitas daya tekan yang tinggi dan kemudahan dalam pengoperasiannyaHasil perancangan yang dibuat berdasarkan antropometri pengguna dengan persentil 5, 50 dan 95 dan di bangun dengan bahan yang berstandar food grade. Pengujian produk yang telah dilakukan, membutuhkan waktu selama 60 menit untuk mengepress biji tengkawang seberat 5Kg. Dengan jangka waktu pengepressan 60 menit alat press hidrolik mampu meningkatkan produktivitas sebesar 9 % dari yang dihasilkan alat tradisional. Berdasarkan perbandingan data Nordic Body Map (NBM) terjadi penurunan Terjadi tingkat resiko otot skeletal yang sebelumnya menyentuh angka 37 menjadi hanya 25.Kata kunci : Alat Press, Anthropometri, Hidrolik, Minyak Tengkawang, dan NB
RANCANG BANGUN ALAT BONGKAR MUAT DENGAN PENDEKATAN BIOMEKANIKA UNTUK MENGURANGI MUSCULOSKELETAL DISORDER
Musculoskeletal disorder merupakan suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. Gangguan ini terjadi pada pekerja digudang berdasarkan wawancara dengan menggunakan kuisioner Nordic Body Map. Hal ini disebabkan karena para pekerja sering melakukan pemindahan karung beras dengan berat 75-105 kg dan gerakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh data tingkat resiko Musculoskeletal disorder saat melakukan pekerjaan, kemudian menghasilkan alat bantu bongkar muat sehingga dapat mengurangi tingkat resiko Musculoskeletal disorder dan memperoleh perbandingan tingkat resiko Musculoskeletal disorder antara sebelum dan sesudah pembuatan alat.Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa antropometri tinggi siku berdiri tegak dan dimensi sudut pekerja saat melakukan pekerjaan. Setelah data-data yang diperlukan telah diambil dilakukan perhitungan persentil untuk penentuan tinggi pallet. Perhitungan persentil pada pekerja digunakan persentil 5-th dikarenakan dengan ukuran 96,64 cm alat yang rancang untuk pekerja dapat digunakan dengan nyaman oleh 95% pekerja. Hasil perhitungan resiko Musculoskeletal disorder sebelum dan sesudah dilakukan perancangan alat bongkar muat tidak terjadi penurunan resiko cedera Musculoskeletal disorder pada pekerja A, namun terjadi penurunan resiko cedera Musculoskeletal disorder pada pekerja B yang berarti alat yang dirancang dapat mengurangi resiko cedera Musculoskeletal disorder.Kata Kunci : Alat Bongkar Muat, Musculoskeletal Disorder
OPTIMASI PERGERAKAN KONTAINER KOSONG MENGGUNAKAN MODEL EMPTY CONTAINER REUSE DI KOTA PONTIANAK
Pelabuhan Pontianak merupakan pintu keluar masuk dan keluar barang dari dan ke Pontianak. Jumlah kontainer yang tersedia di Pelabuhan Pontianak masih lebih dari cukup, demand masih dibawah dari ketersediaan kontainer kosong, sehingga terjadi penumpukkan kontainer kosong di Pelabuhan Pontianak. Semakin banyaknya penumpukkan kontainer kosong menyebabkan semakin tingginya holding cost di Pelabuhan. Salah satu cara untuk mengoptimalkan pergerakan kontainer kosong di jalan raya adalah dengan mengurangi pergerakan dari kontainer kosong.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pergerakan kontainer kosong menggunakan model empty container reuse. Pencarian solusi dilakukan dengan menggunakan 4 skenario pengujian. Model matematis diselesaikan dengan menggunakan teknik integer linear programming untuk mengetahui performansi model.
Hasil pengujian model dengan menggunakan 4 skenario menunjukkan bahwa dengan menggunakan model empty container reuse dapat mengoptimalkan biaya pergerakan kontainer kosong yang ada di Kota Pontianak. Skenario pertama menghasilkan total biaya sebesar Rp2.735.076.000,00, total pergerakan sebanyak 3325, dan inventory sebesar 245 kontainer. Skenario kedua menghasilkan total biaya sebesar Rp5.832.102.000,00, total pergerakan sebanyak 2746, dan inventory sebesar 420 kontainer. Skenario ketiga menghasilkan total biaya sebesar Rp3.220.596.000,00, total pergerakan sebanyak 1186, dan inventory sebesar 345 kontainer. Skenario keempat menghasilkan total biaya sebesar Rp6.368.868.000,00, total pergerakan sebanyak 1932, dan inventory sebesar 420 kontainer.
Kata Kunci : Empty Container Reuse, Inventory, Linear Integer Programming, Pergerakan Kontainer Kosong, Tipe Kontainer
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Bertempat Tinggal bagi Penduduk yang Belum Mempunyai Tempat Tinggal Pribadi di Kota Pontianak
Kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga akan mengakibatkan fenomena urbanisasi dan kekurangan tata ruang kota. Penggunaan lahan yang paling banyak adalah lahan pertanian dengan persentase 49,9%, kemudian dilanjutkan lahan permukiman dengan persentase 34,2%. Target penelitian ditujukan kepada pegawai Untan dikarenakan masih banyak pegawai yang berasal dari luar kota dan belum mempunyai tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor bertempat tinggal bagi penduduk belum mempunyai tempat tinggal pribadi, serta mengetahui pengaruh dan hubungan pengambilan keputusan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif menggunakan analisis chi-square untuk menganalisis perbandingan hubungan antara variable lingkungan, sarana dan prasarana, serta akses menuju tempat kerja terhadap pengambilan keputusan dan linear regression untuk menghitung besarnya pengaruh dari variable tersebut. Penggunaan dua variabel ini adalah untuk mempermudah dalam mengetahui perbandingan hubungan dan pengaruh secara lengkap.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga variabel yaitu lingkungan, sarana dan prasarana serta akses menuju tempat kerja berpengaruh signifikan (P<0,005) terhadap pengambilan keputusan. Sedangkan hasil hubungan dari ketiga variable menunjukan bahwa konsumen menginginkan kondisi lingkungan yang nyaman, sarana dan prasarana yang lengkap, serta jarak akses menuju tempat kerja yang dekat. Objek penelitian terdiri dari 3 tipe yaitu 36, 45, dan 60 dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden. Berdasarkan dari karakteristik rumah, konsumen menginginkan rumah dengan tipe 45 dengan persentase (53%), tipe 30 dengan persentase (31,3%) dan tipe 60 dengan persentase (15,1%). Identifikasi variable yang didapatkan yaitu penduduk yang bersifat bebas untuk semua kalangan, lingkungan bebas banjir, tersedia tempat pendidikan anak, adanya balai pengobatan, tersedia tempat ibadah, adanya pos ronda, jalan yang beraspal, adanya jaringan telepon dan wifi, terjaminnya air bersih, jarak yang dekat dengan transportasi umum. Kata Kunci: faktor-faktor bertempat tinggal, chi-square, linear regressio
Rancang Bangun Penjemur Pakaian Atap Otomatis Menggunakan Sistem Sensor Air Hujan dengan Metode Kansei Engineering dan Pendekatan Antropometri
Kesibukan masyarakat khususnya daerah perkotaan sangatlah tinggi, dikarenakan masyarakat kota yang mempunyai mata pencarian yang beraneka ragam. Daerah kota juga banyak diisi oleh masyarakat yang datang dari berbagai daerah dengan tujuan mencari pekerjaan, keadaan ini membuat para pendatang dari luar kota Pontianak harus tinggal sendiri di kost-kostan atau di rumah kontrakan. Beragamnya kesibukan yang dimiliki membuat masyarakat banyak menghabiskan waktu di tempat kerja dan jarang berada di rumah dari pagi hari hingga sore hari. Pada saat meninggalkan rumah akan ada pekerjaan di rumah yang ditinggalkan, seperti tidak bisa mengangkat pakaian yang habis dicuci ketika terjadi hujan.Topik penelitian ini adalah tentang pembuatan produk penjemur pakaian yang dapat melindungi pakaian yang dijemur dari turunnya hujan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kansei Engineering dan pendekatan Antropometri. Penggunaan metode Kansei Engineering bertujuan untuk merancang produk dengan mengikuti perasaan yang timbul dari pengguna produk, sedangkan pendekatan Antropometri untuk menentukan ukuran yang ergonomi. Hasil dari metode tersebut merupakan gambaran sesuai dengan keinginan konsumen itu sendiri yang kemudian dituangkan kedalam suatu produk penjemur pakaian.Hasil perancangan bentuk kerangka yang diinginkan berbentuk persegi, dengan bahan yang terbuat dari besi digerakkan oleh motor listrik dengan ukuran tinggi jemuran 168,7 cm, lebar jemuran 80,17 cm dan panjang jemuran 147,62 cm. Kategori tersebut diperoleh berdasarkan analisis conjoint, multivariat dan pendekatan Antropometri. Pengujian produk yang telah dilakukan, uji coba ketika terjadi hujan atap penjemur pakaian dapat menutup dengan sendirinya ketika air hujan mengenai sensor atap dan atap dapat terbuka kembali ketika hujan sudah berhenti dan sensor yang terkena air hujan sudah mengering.Kata kunci : , Antropometri, Kansei Engineering, Penjemur Pakaia
PENENTUAN RUTE OPTIMAL TRANSPORTASI KONTAINER DI KALIMANTAN BARAT
Perkembangan infrastruktur perkeretaapian di Kalimantan Barat telah menambah cara transportasi baru di daerah tersebut. Kontainerisasi memudahkan kombinasi berbagai sarana transportasi yang berbeda. Saat ini orang dapat bertanya bagaimana jalur transportasi terbaik untuk barang di Kalimantan Barat. Penelitian ini menjawab pertanyaan tersebut dengan memodelkan rute transportasi di Kalimantan Barat melalui teori graf dan menemukan rute optimal berdasarkan biaya dan waktu dengan menggunakan algoritma Dijkstra. Pengolahan data dibantu oleh perangkat lunak CoCalc. Penelitian ini memperhitungkan moda transportasi jalan dan rel. Penelitian ini menyajikan rute optimal ke berbagai pusat permukiman di Kalimantan Barat. Transportasi kereta api secara umum merupakan transportasi termurah dan tercepat, namun karena rancangan jalur transportasi rel dari Bandar Udara Supadio ke batas negara Aruk tidak menjangkau keseluruhan wilayah di Kalimantan Barat sehingga transportasi jalan raya akan tetap paling banyak digunakan untuk transportasi barang di Kalimantan Barat. Kata Kunci- algoritma Dijkstra, rute optimal, teori gra