Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    SIMULASI SISTEM LALU LINTAS SIMPANG EMPAT PAJAK KOTA PONTIANAK DENGAN MEMPERHATIKAN TITIK KRITIS

    Get PDF
    Lalu lintas Simpang Empat Pajak Kota Pontianak merupakan persimpangan yang terletak di tengah-tengah Kota Pontianak, dimana persimpangan tersebut merupakan salah satu persimpangan yang padat di Kota Pontianak. Menurut Polresta Pontianak Kota dalam laporan Troublespot Tahun 2017 menuliskan bahwa lalu lintas Simpang Empat Pajak Kota Pontianak merupakan salah satu simpang empat yang macet dan rawan kecelakaan. Ada tiga permasalahan yang terjadi pada lalu lintas Simpang Empat Pajak Kota Pontianak yaitu: terjadi penyempitan jl KHA Dahlan, terlalu dekat simpang jl Teuku Umar dan Simpang Empat Pajak, arus lalu lintas sama padat dari tiga arah yaitu jl Sultan Abdurrahman, jl Jendral Ahmad Yani, dan jl Gusti Sulung Lelanang.Solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan metode simulasi yaitu dengan membuat kondisi existing ke dalam bentuk desain tiruan menggunakan bantuan software arena. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan model simulasi berdasarkan sistem nyata, pengisian logika pada tiap modul, pengujian verifikasi model, menjalankan model simulasi, dan membuat skenario perbaikan yang terdiri dari dua skenario untuk mendapatkan skenario yang optimal.Berdasarkan hasil penelitian di Simpang Empat Pajak Kota Pontianak, didapatkan skenario perbaikan alternatif yang paling baik. Skenario 4 terpilih untuk mengatasi kemacetan pada persimpangan tersebut. Skenario 4 dilakukan dengan cara membuat Jalan Fly Over untuk kendaraan dari jl Sultan Abdurrahman yang menuju ke jl Jendral Ahmad Yani sehingga lampu lalu lintas pada jl Sultan Abdurrahman dihilangkan. Model skenario 4 dapat mengurangi WIP atau penumpukan kendaraan sebanyak 43.41% dari 178.73 menjadi 77.76, mengurangi Waiting Time sebanyak 52.30% dari 574.38 detik menjadi 300.45 detik, dan menambah Output Kendaraan sebanyak 0.09% dari 11.773 unit menjadi 11.820 unit.Kata Kunci : Kemacetan, Simulasi Lalu Lintas, Software Aren

    Rancang Bangun Alat Sistem Keamanan Sensor Pada Rumah/Bangunan Dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering Dan Morphological Chart

    Get PDF
    Ancaman pada rumah/bangunan merupakan situasi yang tidak menguntungkan bagi setiap orang. Resiko ancaman pada rumah/bangunan dapat disebabkan oleh orang asing maupun orang terdekat yang disengaja atau tidak disengaja. Faktor penyebab kejadian ini biasanya disebabkan karena ada kesempatan oleh pelaku kejahatan dan biasa juga disebabkan oleh faktor keteledoran manusianya sendiri.Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Topik penelitian ini adalah tentang pembuatan produk sistem keamanan pada rumah/bangunan yang bertujuan untuk mendeteksi ancaman jika terjadi adanya tindak kejahatan berupa pembobolan rumah/bangunan yang dilakukan leh orang asing dan mendeteksi ancaman kebakaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kansei Engineering dan Morphological Chart. Penggunaan metode Kansei Engineering bertujuan untuk merancang produk dengan mengedepankan perasaan yang timbul dari pengguna produk, sedangkan Morphological Chart adalah suatu daftar atau ringkasan dari analisis perubahan bentuk secara sistematis untuk mengetahui  bagaimana bentuk suatu produk dibuat. Hasil dari kedua metode tersebut merupakan gambaran sesuai dengan keinginan konsumen itu sendiri yang kemudian dituangkan kedalam suatu produk sistem keamanan pada rumah/bangunan.Produk alat dapat mendeteksi ancaman-ancaman pada rumah/bangunan sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi pembobolan rumah dan ancaman kebakaran. Sedangkan dengan menggunakan cara lama sangatlah rentan dari ancaman, hal itu disebabkan karena pengamanan dengan cara lama sangat mudah disabotase sehingga tingkat keamanan kurang maksimal.. Ada dua konsep produk yang ditawarkan kepada konsumen, dimana produk satu lebih diminati dengan nilai rata-ratanya sebesar 4,37 dan hasil analisis multivafariatnya juga menunjukan bahwa produk satu lebih unggul, dimana nilai constrain produk 1 sebanyak 14 kansei word. Tahap akhir dari penelitian ini adalah pembuatan produk yang dirancang sesuai dengan keinginan konsumen itu sendiri.Kata kunci : sistem keamanan pada rumah/bangunn, Produk, Kansei Engineering dan Morphological Char

    Pengaruh Formasi Penyimpanan Metode Volume Based Terhadap Unjuk Kerja Strategi Routing Order Picking Menggunakan Strategi Midpoint dan Largesgap

    Get PDF
    Aktivitas pengambilan produk (order picking) menjadi salah satu masalah dalam pergudangan, mahalnya biaya dan jarak tempuh yang panjang menjadi permasalahan utama. Efektivitas dan efisiensi jarak tempuh menjadi poin penting dalam meminimalisir biaya pergudangan, salah satunya dengan menggunakan strategi routing yang tepat dan metode penyimpanan yang tepat. Penelitian ini merupakan eksperimen berbasis simulasi menggunakan Netlogo untuk mengukur pengaruh kinerja akivitas gudang dalam hal order picking, penelitian ini menggunakan 2 strategi routing midpoint dan larges gap yang dikombinasikan dengan 4 model penyimpanan volume based (diagonal, within-aisle, cross-aisle dan perimeter) berdasarkan hukum pareto dengan menggunakan 4 level proporsi penyimpanan produk.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil perbandingan rata-rata jarak terpendek sebagai berikut formasi diagonal menggunakan strategy midpoint dengan rata-rata jarak terpendek 116,67, formasi within aisle menggunakan strategy midpoint dengan rata-rata jarak terpendek 127,01, formasi cross aisle menggunakan strategy larges gap dengan rata-rata jarak terpendek 91,64 dan formasi perimeter menggunakan strategy midpoint dengan rata-rata jarak terpendek 123,88. Pemilihan strategi yang tepat dan model penyimpanan yang tepat dapat mengoptimalkan aktivitas order picking di Gudang karena dapat mempersingkat jarak dan waktu pengambilan barang.Kata kunci: Formasi penyimpanan volume-based, order picking, routing, simulasi netlog

    PENGUKURAN KINERJA PERAWAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RSUD. X

    Get PDF
    Rumah sakit merupakan suatu organisasi sosial yang menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berupa penyembuhan penyakit beserta pencegahannya dan merupakan pusat rujukan,  sehingga dengan perannya yang sangat penting bagi masyarakat, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan memahami ekspektasi dan harapan pasien. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja perawat atau keberhasilan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan. Tujuan lainnya yaitu mengetahui kualitas pelayanan yang ada di RSUD. X dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Service Quality yaitu menghitung rata-rata tingkat kepuasan, rata-rata tingkat harapan dan rata-rata kesenjangan (gap) tiap dimensi kualitas pelayanan. Metode Importance Performance Analysis yang digunakan sebagai teknik menghitung tingkat kepentingan dan kinerja yang akan menentukan urutan prioritas. Subjek penelitian adalah pasien rawat inap pada tahun 2016-2017 dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada setiap dimensi kualitas pelayanan menunjukan nilai negatif yang disebabkan oleh pelayanan yang diberikan rendah sedangkan harapan terhadap pelayanan tersebut tinggi. Kualitas pelayanan yang ada di RSUD. X berdasarkan penilaian tertinggi yaitu pada indikator perawat memberi informasi tentang takaran obat yang harus dikonsumsi dengan nilai kepuasan sebesar 4,68 dan kualitas pelayanan terendah yaitu pada indikator perawat mengucapkan terima kasih pada akhir pelayanan dengan nilai kepuasan sebesar 2,52. Usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dilakukan dengan memprioritaskan harapan pasien. Kata kunci : Rumah sakit, Service Quality, Importance Performance Analysis, Kualitas pelayana

    PENGUKURAN ASPEK TEKNOLOGI DARI LIMA GUDANG RAW MATERIAL DI KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TEKNOMETRIK

    Get PDF
    Pergudangan di Kota Pontianak saat ini terus berkembang dan semakin disadari sebagai salah satu poin penting dari manajemen logistik yang berperan untuk menambah value dalam mendistribusikan produk kepada pelanggan, akan tetapi data profil kinerja gudang masih belum tersedia sehingga pelanggan harus mencari sendiri informasi tentang gudang yang dibutuhkan. Hal tersebut mempersulit pelanggan, dikarenakan gudang yang ada di Kota Pontianak cukup banyak. Gudang yang menjadi perhatian peneliti saat ini adalah gudang-gudang raw material di Kota Pontianak yang bergerak dibidang distributor bahan baku, baik berupa bahan baku produk yang bisa dikonsumsi ataupun dipergunakan sesuai dengan kebutuhan manusia.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data ataupun informasi mengenai profil kinerja lima gudang raw material di Kota Pontianak dan mengetahui tingkat penerapan teknologinya dengan metode pengukuran teknologi menggunakan model teknometrik dan pendekatan pairwise comparison matriks.Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai koefisien kontribusi teknologinya, yaitu gudang ABC sebesar 0,372; gudang DEF sebesar 0,437; gudang GHI sebesar 0,268; gudang JKL sebesar 0,386; dan gudang MNO sebesar 0,312. Jadi, kinerja gudang ABC, DEF, JKL, dan MNO berada pada tingkat klasifikasi cukup dan dapat dikatakan tingkat penerapan teknologinya berada pada tingkat semi modern. Sedangkan kinerja gudang GHI masih berada pada tingkat klasifikasi rendah dan dapat dikatakan tingkat penerapan teknologinya masih berada pada tingkat tradisional. Kata Kunci : Gudang, Raw Material, Single Tour, Teknologi, Teknometrik

    PENDEKATAN BLUE OCEAN STRATEGY TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SAMBAS

    Get PDF
    RSUD Sambas merupakan salah satu perusahaan sebagai penyedia pelayanan kesehatan. Saat ini, tingkat persaingan pada rumah sakit khususnya pada ruang persaingan dimana RSUD Sambas berkompetisi menjadi tidak sehat. Stategi lama yang pernah menjadi jantung strategi tidak lagi begitu digunakan karena dianggap terlalu statis dalam menanggapi pasar yang dinamis. Perusahaan merespon dengan cepat setiap perubahan yang ada di pasar, dan terus menerus melakukan perubahan demi mencapai tingkat kinerja yang lebih baik. Akibatnya strategi ini menuntun semakin banyak perusahaan ke jalur persaingan yang selama saling menghancurkan, saling membunuh dan berdarah-darah yang diistilahkan sebagai red ocean. Tujuan penelitian ini adalah merancang strategi pelayanan yang berfokus untuk menciptakan ruang pasar yang tidak diperebutkan melalui proses inovasi nilai. Proses inovasi nilai dilakukan melalui metode pendekatan blue ocean strategy dengan menggunakan dua alat analisis yaitu kanvas strategi dan ERRC grid. Kanvas strategi berfungsi sebagai alat visualisasi terhadap penawaran yang dilakukan pada faktor kompetisi yang ada, sedangkan ERRC Grid berfungsi sebagai langkah strategis perusahaan untuk menciptakan segmen pasar yang baru. Hasil proses inovasi nilai menunjukkan bahwa pada rancangan strategi yang baru, perusahaan mengeliminasi dan mengurangi beberapa faktor yang dianggap tidak penting dalam kompetisi. Selain itu terdapat beberapa strategi yang diciptakan yang belum pernah ditawarkan sebelumnya pada ruang pasar misalnya penyediaan kartu anggota bagi pasien pasca rawat inap untuk mengakses pemeriksaan kesehatan gratis dan sebagainya. Akhirnya, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan strategi perusahaan yang baru telah memenuhi ke dalam tiga ciri blue ocean strategy dalam menciptakan ruang pasar yang tidak diperebutkan yaitu fokus, divergensi, dan moto yang memikat.Kata Kunci : Rumah Sakit, Blue Ocean Strategy, Kualitas Pelayana

    SURVEI KINERJA GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOMETRIC DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Consumer good warehouse is a company which acts to distribute mass consumption products, either foods or other goods. Nowadays, warehousing in Pontianak City is developing rapidly, but the fact that the warehouse performance profile is still nowhere near available, making the consumer to look for the information of the warehouse they need all by themselves. This research is aimed to acquire informations about warehouse performance profile in Pontianak and detect the level of their application in technology. The research is conducted in five companies, from Warehouse A to Warehouse E using single-tour survey to obtain the needed data and then processing the data using technometric approach. The result of this research is the value of technology contribution in each companies. Warehouse A in technoware component is 0.47, its humanware component is 0.57, infoware component is 0.47 and orgaware is 0.59. the contribution of technoware component in Warehouse B is 0.47, humanware 0.86, infoware  0.75, and orgaware 0.76. The contribution of technoware in Warehouse C is 0.80, its humanware is 0.55, infoware contribution is 0.56, and the orgaware is 0.64. The contribution of technoware component in Warehouse C is 0.7, humanware 0.62, infoware 0.66, and orgaware 0.68. The contribution of technoware in Warehouse D is 0.62, humanware 0.72, infoware 0.61, and orgaware 0.63. The outcome of CCT (Contribution Coefficient Technology) for Warehouse A is 0.58, Warehouse B is 0.77, Warehouse C is 0.61, Warehouse D is 0.66, and 0.65 for Warehouse E. If we categorize them on qualitative assessment scale, the only warehouse having a good rating is Warehouse B as it is placed one level above any other warehouses, which is rated to be very good. Keyword: Consumer Goods Warehouse, Single Tour, Technometri

    USULAN PERBAIKAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN MEMBANDINGKAN MODEL Q DAN MODEL P PADA PT. XYZ

    Get PDF
    PT. XYZ the one distributors of beverage products Sosro need to reorganize the supply of products, so that’s not the case merits and demerits of the product inventory in the warehouse, and can meet the demand of consumer. Warehouse supplies are affected problems not stable consumer demand and management off warehouses has not been good enough. The determination of a target that has not been as well one of the causative factors of the advantages and disadvantages of the goods. The purpose of this research is to know the cause of the occurrence of excess and shortage of supplies of goods and acquire systems supplies of goods in the warehouse more efficiently with the right methods, but still able to meet customer demand. Based on the results of the research that has been done the total fare demand real model Q lost sales is Rp 8.502.762.354 / yeard and model P lost sales with larger total cost Rp 8.589.222.421 / year. The calculation of the total cost of the total fare sales targets with the model Q lost sales is Rp 13.327.457.160 / year, and model P lost sales with larget total cost Rp 13.435.251.020 / year. Model Q lost sales is a model that has alower total cost than model P lost sales either to demand real and sales targets. Keywords-Inventory, Lost Sales, Model Q, Model

    RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS UBI KAYU MENGGUNAKAN PENDEKATAN NORDIC BODY MAP (NBM) DAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI

    Get PDF
    Cassava is one of the farm’s product that is located in West Kalimantan, especially in Sekadau District. In Mr. Abu’s home industry of cassava chips which it used manual cutting tool, the cutting process often got pain on skeletal muscle such us waist, brisket, necklace, arm, and got work accident because position was not ergonomic. Based on problems, the solution that can do is using cassava cutting machine design. Therefore, this research is needed to decrease pain problems and work accident in the cutting process of cassava. The method that was used in this research is Nordic Body Map with antropometri approach. Nordic Body Map is the method of subject assessment which the results depend on condition who is gotten by worker to know the level of injury risk on moskuleskeletal system. Antropometric was used to determine the size of machine which it will be built depends on operator body dimention. In order to the cassava cutting machine will be ergonomic and can improve the result of operator work. The results showed that the using method of Nordic Body Map got the low level of injury risk on muscle in amount of 458,75%. The comparasion result in before and after designing increases in amount of 105 %. The dimention of choosing machine is the height of seat of 45 cm, the height of back seat of 53 cm, the height of machine of 97 cm, the depth of back seat of 47 cm, the depth and length maximum of machine around from 73 cm. Keyword – Antropometry, Cutting Machine Cassava, Design, Ergonomy, Nordic Body Map

    RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAHAN SERUNDENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING

    Get PDF
    Buah kelapa merupakan salah satu jenis hasil pertanian yang terdapat di Kalimantan Barat. Salah satunya terdapat di Kalimantan Barat  adalah  daerah Jeruju, Kelurahan Sungai Beliung, Gang. Paji Harapan. Sebagian besar buah kelapa diolah menjadi serundeng dengan cara memarut kelapa menggunakan manual. Cara yang dilakukan pekerja membutuhkan waktu yang lama dan proses pengolahan tersebut mengakibatkan pergelangan tangan yang selalu bergerak memutar terus menerus. Selain itu, kondisi pekerja yang tidak menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung  serta harus berdekatan dengan kompor menghambat proses pengolahan serundeng.Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pekerja pada proses pengolahan serundeng, maka, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui rancang bangun mesin pengolahan serundeng. Rancangan ini dapat melakukan pengolahan serundeng dengan menggunakan mesin agar dalam proses pengolahan serundeng memakan waktu yang lebih singkat.Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi dan menggunakan Kansei Engineering. Hasil perancangan bentuk kerangka yang diinginkan berbentuk persegi, dengan bahan yang terbuat dari besi digerakkan oleh motor listrik dengan ukuran sedang. Kategori tersebut diperoleh berdasarkan analisis conjoint dan multivariat. Pengujian produk yang telah dilakukan, membutuhkan waktu selama 120 menit untuk proses pengolahan serundeng 10 Kg. Hal ini lebih singkat dibandingkan dengan proses pengolahan serundeng secara tradisional yang membutuhkan waktu pengolahan 300 menit  untuk proses pengolahan serundeng 10 Kg. Kata kunci :  Kansei Engineering, Rancang Bangun, Serunden

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇