Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
PENERAPAN VARIABEL UTAUT DAN TECHNOLOGY ANXIETY
Jumlah kendaraan pada tahun 2017 yang ada di Kota Pontianak meningkat sebanyak 3 kali dari tahun sebelumnya. Dampak tersebut mengakibatkan jumlah antrian yang ada di SPBU. PT. Pertamin
REKOMENDASI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG WISATA TANJUNG BAJAU SINGKAWANG
Pertumbuhan kebutuhan manusia akan pariwisata menyebabkan sektor ini dinilai mempunyai prospek yang besar di masa yang akan datang. Tanjung Bajau merupakan salah satu objek pariwisata yang ada di Singkawang. Tanjung Bajau menghadirkan konsep wisata alam yang menarik dengan gabungan antara pantai dan pegunungan, dengan adanya konsep tersebut pengelola dan pemerintah setempat berharap agar tempat wisata yang ada semakin diminati banyak wisatawan. Namun, pada kenyataannya pengembangan wisata Tanjung Bajau dinilai belum dikelola secara optimal, seperti masalah jalan rusak, kurangnya papan penunjuk tempat, terdapat fasilitas umum yang rusak, kurangnya petugas keamanan, dan permasalahan lainnya. Oleh karena itu, perlu keterlibatan wisatawan dalam pengembangan tempat wisata ini karena diyakini wisatawan sebagai konsumen paling memahami terhadap pelayanan apa yang harus ditingkatkan dan disediakan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA) dengan melibatkan 100 orang responden yang pernah berkunjung di Tanjung Bajau. Servqual dan IPA digunakan untuk mencari nilai tingkat kepuasan dan harapan dari pengunjung serta menghasilkan rekomendasi perbaikan terhadap pengembagan wisata Tanjung Bajau. Dari 33 atribut pelayanan yang ada pada wisata tanjung bajau diperoleh rata-rata tingkat kepuasan pengunjung sebesar 3,386 dan harapan pengunjung sebesar 4,008. Atribut yang menjadi prioritas perbaikan ialah ketersediaan toilet yang memadai, akses jalan, papan petunjuk arah, jumlah petugas keamanan, biaya tiket masuk, serta fasilitas pertolongan pertama terhadap terjadinya kecelakaan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan ialah menjaga kebersihan toilet, melakukan perbaikan terhadap jalan, menambah papan penunjuk tempat, menambah petugas keamanan, menetapkan harga yang menarik pada tiket masuk, dan menyediakan fasilitas pertolongan pertama terhadap terjadinya kecelakaan. Kata Kunci: Kepuasan, Harapan, Service Quality, Importance Performance Analysi
Pengembangan SOP pengolahan lidah buaya
Pada penelitian ini dikembangkan SOP pengolahan lidah buaya untuk menjamin mutu produk pada industri rumah tangga pangan (IRTP) pengolahan lidah buaya
STRATEGI PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK BEST PONTIANAK
Apotek Best terletak di Jalan Slt. Abdurrahman No. 52A, Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Apotek Best berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Apoteker Indonesia. Berdasarkan hasil observasi pada bulan Maret 2021 terhadap 30 orang konsumen obat resep, didapati tanggapan tidak puas dari konsumen yaitu penjelasan/informasi mengenai obat resep khususnya penjelasan mengenai kandungan obat, durasi peracikan obat belum memuaskan, kurangnya kepedulian dari petugas apotek untuk memberikan solusi bila obat yang dicari tidak ada, serta hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian yang diisi oleh 100 orang konsumen obat resep Apotek Best. Atribut penelitian yang digunakan dalam kuesioner dibuat berdasarkan dimensi yang terdapat pada metode Service Quality yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Setelah tahap penyebaran kuesioner selesai, selanjutnya adalah melakukan pengujian alat ukur. Adapun pengujian alat ukur yang dilakukan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Jika data sudah dinyatakan valid dan reliabel, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan data menggunakan metode Service Quality yaitu mencari rata-rata tingkat harapan, rata-rata tingkat kepuasan, menemukan kesenjangan (gap), serta rata-rata kesenjangan untuk semua dimensi. Langkah selanjutnya adalah pengolahan data dengan metode Importance Performance Analysis yaitu mencari rata-rata tingkat kepuasan dan harapan, serta membuat Diagram Kartesius untuk mengetahui atribut-atribut yang menjadi prioritas perbaikan. Langkah terakhir adalah membuat strategi perbaikan berdasarkan atribut yang menjadi prioritas.Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan, rata-rata tingkat kepuasan konsumen obat resep di Apotek Best untuk 15 atribut kualitas pelayanan adalah 3,762. Sedangkan rata-rata tingkat harapan konsumen obat resep di Apotek Best untuk 15 atribut pelayanan adalah 4,205, itu berarti konsumen obat resep memiliki harapan yang tinggi untuk mendapatkan kualitas pelayanan. Hasil pemetaan dengan Diagram Kartesius menunjukkan ada 4 atribut yang terdapat di Kuadran A. Rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan obat resep di Apotek Best adalah membuat strategi berdasarkan atribut- atribut yang terdapat di Kuadran A serta menyesuaikan dengan kondisi di Apotek Best. Strategi yang dilakukan untuk perbaikan kualitas pelayanan di Apotek Best meliputi: menggunakan database untuk pemrosesan data obat dan konsumen, melakukan pencatatan dengan periode yang tetap terhadap konsumen obat resep, membuat rincian biaya obat, pengecekan dan pengendalian stok obat, meninjau kinerja apoteker, dan melibatkan karyawan lain dalam memberikan penjelasan mengenai obat resep kepada konsumen.Kata Kunci: Apotek, Service Quality, Importance Performance Analysis
USULAN PERBAIKAN POSTUR KERJA MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP (NBM) DAN QUICK EXPOSURE CHECK (QEC) PADA PEKERJA BAGIAN PEMASANGAN JOK KURSI
Rita Jaya Mebel merupakan usaha jenis industri yang memproduksi kursi dan tempat tidur. Permasalahan yang dihadapi adalah postur kerja pekerja pemasangan jok kursi yang berisiko mengakibatkan kelelahan karena posisi kerja membungkuk dan jongkok, serta waktu kerjanya lebih dari 8 jam. Penyebaran kuesioner nordic body map dilakukan kepada empat pekerja pemasangan jok kursi untuk mengidentifikasi bagian otot yang mengalami keluhan sakit, terdapat 18 otot skeletal yang menimbulkan cedera. Tujuan penelitian ini adalah memberikan perbaikan dalam tindakan posisi dan postur kerja agar dapat mengurangi keluhan sakit otot yang dirasakan. Penelitian ini menggunakan metode NBM dan QEC yang dilakukan pada kondisi existing dan setelah perbaikan untuk menilai postur kerja. Metode quick exposure check digunakan untuk pengukuran beban postur pekerja pemasangan jok kursi dan mengetahui tingkat risiko cedera gangguan MSDs. Berdasarkan perbaikan kondisi kerja, diperoleh penurunan jumlah keluhan nordic body map menjadi 2 bagian otot skeletal yang teridentifikasi sakit, yaitu bawah pinggang dan tangan kanan dengan skor existing 13 dan skor perbaikan 11. Selain itu, hasil analisis quick exposure check yang menghasilkan penurunan tingkat risiko nilai exposure level, dimana pada kondisi existing terdapat 4 proses kegiatan dengan kategori tinggi dan setelah perbaikan menjadi 2 kegiatan. Selain itu, terdapat peningkatan produktivitas dilihat dari kuantitas produk yang dihasilkan pekerja yaitu sebanyak 10-12 kursi bulat yang sebelumnya hanya mampu menyelesaikan 8-9 kursi bulat dengan waktu yang sama.Kata Kunci: Nordic Body Map, Postur Kerja, Quick Exposure Chec
DESAIN KEMASAN PRODUK UMKM
Tampilan desain kemasan merupakan salah satu faktor penting yang menarik perhatian konsumen, karena tampilan dan kualitas akan bersaing dengan makanan manufaktur dengan rasa dan desain kemasan yang berkualitas tinggi, sehingga membuat konsumen tertarik untuk membeli produknya
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING TINTA SABLON DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN DESAIN EKSPERIMEN
Konveksi Blacktrack adalah salah satu usaha yang berada di Kota Pontianak. Konveksi tersebut masih melakukan proses pengerjaan sablon secara manual dan menggunakan alat pengering tinta sablon manual untuk mengeringkan tinta plastisol. Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu alat pengering manual masih dinilai kurang efektif karena pada 7 bulan terakhir pada tahun 2021 terdapat 16 buah kerusakan bahan/kain. Kerusakan tersebut dinilai masih cukup banyak, sehingga konveksi Blacktrack ingin meminimalisir atau menghilangkan kerusakan (no error) akibat alat pengering tinta sablon manual. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk perancangan ulang alat pengering tinta sablon dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pekerja untuk meminimalisir atau menghilangkan kerusakan (no error) akibat alat pengering tinta sablon manual dalam House Of Quality (HOQ), dan metode desain eksperimen untuk menguji hasil rancangan dalam menentukan pengaturan pengeringan alat tinta sablon yang dapat mengeringkan tinta plastisol secara merata, dan memiliki waktu pengeringan lebih singkat.Hasil penelitian diperoleh rancangan perbaikan berdasarkan House Of Quality (HOQ) dengan perhitungan matriks perencanaan dalam metode QFD dengan spesifikasi, alat pengering memiliki ukuran panjang 140cm dan lebar 40cm, kaki alat menggunakan motor penggerak DC 12V, bahan kerangka menggunakan besi hollow 20x20mm dan 15x15mm dengan ketebalan 1.4mm, bagian atas alat diberi aluminium composite panel (ACP) dan kabel untuk sumber listrik dilapisi rantai plastik CNC 10x20mm. Sedangkan metode desain eksperimen diperoleh alat pengering tinta sablon yang dapat mengeringkan tinta sablon secara merata dengan pengaturan pengeringan dengan suhu 220oC, kecepatan motor 10rpm dan ketinggian alat 3cm, dan memiliki waktu pengeringan 2 kali lebih cepat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh alat pengering yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pekerja dengan teknik pengeringan yang merata dan dapat berjalan otomatis sehingga tidak merusak bahan dan aman digunakan.Kata Kunci: Alat Pengering Tinta Sablon, Desain Eksperimen, House Of Quality (HOQ), Perancangan Produk, Quality Function Deployment
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN MARKET SHARE KOPI SU.R.YA
Usaha di bidang industri pengolahan kopi saat ini sangat dinamis, berubah dari waktu ke waktu yang menyebabkan persaingan menjadi ketat. Oleh karena itu, perencanaan strategi pemasaran sangat dibutuhkan setiap usaha dengan merancang startegi pemasaran yang tepat agar dapat mencapai tujuannya. Usaha kopi SU.R.YA merupakan salah satu usaha di bidang industri pengolahan kopi, berlokasi di Kecamatan Akcaya, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Market share usaha kopi SU.R.YA mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga 2020, salah satu penyebabnya dikarenakan usaha kopi SU.R.YA hanya melakukan kegiatan pemasaran dengan mengandalkan kemampuan pemilik saja. Untuk itu, salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut, usaha kopi SU.R.YA memerlukan strategi pemasaran yang tepat untuk meningatkan market share.Pengumpulan data awal yaitu meyebarkan kuesioner pendahuluan sebanyak 30 responden yang digunakan untuk mengetahui faktor bauran pemasaran apa saja yang dianggap penting konsumen dalam membeli kopi bubuk dan mengetahui kompetitor (pesaing) dari usaha kopi SU.R.YA. Kemudian, dilakukan uji chocran q-test untuk mengeliminasi faktor bauran pemasaran yang dianggap tidak penting oleh konsumen berdasarkan kriteria statistik, dimana atribut yang tersisa akan dijadikan sebagai masukan untuk kuesioner penelitian. Pengumpulan data penelitian dikumpulkan sebanyak 96 responden, kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Jika data penelitian dikatakan valid dan reliable, dilanjutkan pada tahap pengolahan data diantaranya yaitu pembuatan matrix Importance Performance Analysis, pembuatan grafik peta posisi Correspondence Analysis, pengujian hipotesis (uji Z), serta menentukan segmentation, targeting, and positioning (STP).Usulan strategi pemasaran diperoleh dari hasil prioritas perbaikan berdasarkan hasil analisa gabungan pengolahan data IPA, CA dan uji Z, serta segmentation, targeting, and positioning (STP) yang telah ditentukan. Adapun usulan strategi pemasaran bagi usaha kopi SU.R.YA yaitu terdapat 6 prioritas perbaikan diantaranya melakukan pendistribusian/penawaran produk kopi bubuk menggunakan strategi penjualan dengan jaringan distribusi, membangun image/hubungan yang baik dengan publik, melakukan penjualan produk kopi bubuk secara online melalui marketplace atau onlineshop, menggunakan nama/slogan/logo produk yang lebih khas, mengemas produk kopi bubuk dengan rapi, dan menggunakan material kemasan produk kopi bubuk yang lebih tebal dan lebih kuat.Kata Kunci : Bauran Pemasaran, CA, IPA, Strategi Pemasaran, STP, Uji Chocran Q-Test, Uji Z