Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING
PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur baja ringan. Perusahaan ini memiliki lantai pabrik yang memproduksi coil menjadi produk baja seperti spandek wave, spandek elite, hollow, truss, curve dan recoil. Kondisi lantai produksi saat ini sudah tidak optimal, dikarenakan mempengaruhi produktivitas pabrik. Hal ini terjadi karena pengalihfungsian jalur pemindahan material menjadi tempat untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi yang mengakibatkan terjadinya hambatan dalam pemindahan material. Selain itu, jarak perpindahan material yang cukup jauh membuat waktu pemindahan material memakan waktu yang lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan solusi agar aktivitas-aktivitas berkaitan dengan produksi dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Metode systematic layout planning dan software blocplan dapat menghasilkan tata letak lantai produksi yang lebih optimal dengan mempertimbangkan lama waktu pemakaian tata letak yang diusulkan. Metode systematic layout planning ini menghasilkan tata letak yang sesuai dengan kebutuhan luas area dan menyesuaikan dengan aliran proses produksi. Sedangkan software blocplan memiliki keunggulan menghasilkan lebih banyak alternatif yang dinilai lebih efisien dibanding yang lain, sehingga memudahkan peneliti dalam merancang dan memperhitungkan kondisi layout yang dihasilkan. Peneliti mempertimbangkan waktu pemakaian tata letak selama 10 tahun dengan menggunakan peramalan terhadap material yang memiliki inventori di lantai produksi. Tahap yang dilalui dari metode systematic layout planning yaitu mencari total ongkos material handling awal, kebutuhan luas lantai dan menentukan prioritas dengan activity relationship chart (ARC), setelah itu dalam menghasilkan layout akan menggunakan software blocplan. Setelah itu, layout terpilih akan dipilih berdasarkan alternatif layout usulan yang memiliki nilai efisiensi terbesar. Hasil dari penelitian ini berupa usulan layout yang optimal sesuai dengan kondisi lantai produksi dalam jangka panjang. Efisiensi jarak layout terpilih sebesar 67,61% pada layout 14, terlihat dari perubahan jarak perpindahan dari 2515 meter menjadi 814 meter. Sedangkan efisiensi biaya material handling sebesar 42,82% dari Rp 13.919.800 menjadi Rp 7.430.000.Kata kunci: AHP, Blocplan, Coil, SL
RANCANG BANGUN ALAT PENGUJIAN DENSITY ARANG BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING PADA PT. ALMITRA SETIA JAYA
PT. Almitra Setia Jaya merupakan pabrik arang briket sebagai bahan bakar shisha/hookah. Produk yang diproduksi pada pabrik memiliki dua jenis kualitas briket anakhla (M1) dan premium (P1). Terdapat proses pengujian density arang briket yang dilakukan secara manual yaitu masih menggunakan timbangan dengan bantuan kekuatan atau tenaga manusia untuk proses penekan pada briket. Proses pengujian kepadatan secara manual berpotensi operator akan mengeluarkan energi yang cukup besar dan menimbulkan adanya ketidakakuratan hasil dari pengujian density pada briket. Metode dalam penelitian ini menggunakan Kansei Engineering untuk memberikan kepuasan bagi pengguna karena sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Hasil penelitian yang dilakukan memperoleh 24 kata kansei yang dikategorikan menjadi 5 item meliputi kerangka mesin (material besi, berbentuk siku, ketebalan 1mm, berwarna terang, berbentuk balok), Pada item kaki mesin (dengan roda, berbahan nylon, dengan pengunci, roda ukuran 3 inch, berwarna oren, 4 roda), bidang press (besi, berbentuk persegi, dua warna, ukuran 2,5cm2, tahan panas), untuk item display (display terang, empat angka dibelakang koma, huruf kapital), dan cover meja press (akrilik, satu pintu, berbentuk handleset, dengan pengunci). Alat pengujian density arang briket dapat membantu proses pengujian karena ergonomis dan mengeluarkan tenaga yang banyak karena pengoperasian mesin dilakukan secara otomatis. Perolehan nilai density arang briket dibuat dengan tiga angka dibelakang koma yang memberikan tingkat presisi pengukuran. Kata Kunci: Rancang Bangun, Kansei Engineering, Brike
EVALUASI USABILITY E-LEARNING UNIVERSITAS TANJUNGPURA DENGAN PENDEKATAN HUMAN COMPUTER INTERACTION MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE DAN HEURISTIC EVALUATION
Universitas Tanjungpura (UNTAN) merupakan salah satu perguruan tinggi yang sudah menerapkan pembelajaran dalam jaringan sebagai salah satu usaha dalam mewujudkan Cyber Univercity. Metode pembelajaran tersebut terintegrasi dengan sistem E-learning Moodle LMS UNTAN dan Google Classroom. Namun dalam penerapannya, penggunaan Google Classroom lebih menjadi pilihan dalam melaksanakan pembelajaran dibandingkan dengan E-learning Moodle LMS UNTAN yang merupakan produk resmi Universitas Tanjungpura. Hal ini didasari oleh adanya kesulitan yang dirasakan pengguna dalam menggunakan sistem E-learning ini sebagai platform pembelajaran. Beberapa kesulitan yang khususnya dialami oleh mahasiswa meliputi adanya kebingungan pada saat akan mengakses atau memulai suatu ujian, adanya error saat mengisi pilihan jawaban dimana tidak terdapat tanda perubahan pada bagian yang sudah diisi, dan tidak terdapat peringatan terhadap limit waktu untuk memulai mengerjakan soal. Sedangkan kesulitan yang dapat dialami dosen seperti dapat timbulnya kebingungan dalam membuat forum diskusi dan kesulitan untuk melakukan input soal. Maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi penggunaan E-learning tersebut berdasarkan aspek usability dengan pertimbangan dari segi User Experience (UX) dan dari segi User Interface (UI), beserta rekomendasi perbaikan yang diperlukan. Penelitian ini membutuhkan responden dalam pengisian kuisioner yang terdiri dari dosen dan mahasiswa aktif Universitas Tanjungpura yang pernah atau sedang menggunakan platform E-learning Moodle LMS UNTAN. Metode dalam melakukan evaluasi pada penelitian ini terdiri dari System Usability Scale (SUS) yang digunakan untuk evaluasi usability dari segi user experience dan metode Heuristic Evaluation (HE) dari segi user interface. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat penerimaan E-learning Moodle LMS UNTAN disertai dengan beberapa kesulitan dalam penggunaan yang ditemukan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan kedua metode, diketahui bahwa sistem tersebut memperoleh skor SUS sebesar 51,7 dan nilai severity rating 1 sampai 2. Skor SUS sebesar 51,7 dapat diinterpretasikan ke dalam adjective ratings dengan golongan “poor” dan memiliki grade scale F, serta acceptability ranges berada pada batas low marginal. Severity rating bernilai 1 dinyatakan sebagai cosmetic problem yang berarti masalah yang ditemukan tidak terlalu mempengaruhi penggunaannya. Sedangkan severity rating bernilai 2 dinyatakan sebagai minor usability problem yang berarti terdapat potensi kesulitan dalam penggunaannya. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem E-learning Moodle LMS UNTAN memiliki penerimaan yang tergolong rendah, serta memerlukan beberapa perbaikan untuk dapat meningkatkan nilai kebergunaannya. Kata kunci: E-learning, usability, System Usability Scale (SUS), Heuristic Evaluation (HE
PENGUKURAN TINGKAT KELELAHAN DAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR FORKLIFT MENGGUNAKAN METODE IFRC DAN NASA TLX DI PT. XYZ
Penggunaan forklift di PT. XYZ memiliki resiko bahaya yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja operator. Operator forklift dituntut untuk mencapai target angkut produk alumina sesuai dengan permintaan dari customer. Kelelahan dan beban kerja mental yang tinggi dapat menyebabkan kinerja operator menurun sehingga dapat menyebabkan, kebocoran produk, produk jumbo bag tumpah, dan dapat menyebabkan cidera. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan penyebaran kuisioner Subjective Self Rating Test yang diambil dari metode IFRC (Industrial Fatigue Research Commiittee) dan NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) adalah metode untuk menganalisis beban kerja mental. Diperoleh hasil persentase tingkat kelelahan kerja shift pagi sebanyak 8 operator pada kategori sedang dan tinggi, dimana 2 operator mengalami tingkat kelelahan kerja sedang dengan presentase 25%, kemudian 6 operator mengalami tingkat kelelahan kerja tinggi dengan presentase 75%. Sedangkan presentase tingkat kelelahan kerja shift malam sebanyak 7 operator mengalami tingkat kelelaham kerja tinggi dengan presentase 100%. Sedangkan rata-rata beban kerja mental operator shift kerja pagi sebesar 67,83, dan rata-rata beban kerja mental operator shift kerja malam sebesar 53,81 termasuk dalam klasifikasi beban kerja mental tinggi. Kata Kunci: Tingkat Kelelahan, Beban Kerja Mental, IFRC, NASA-TLX
SISTEM INFORMASI ANTRIAN MENGGUNAKAN ALGORITMA
Antrian merupakan suatu kejadian yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Antrian terjadi karena waktu pelayanan lebih lama dibandingkan waktu antar kedatangan tiap pasien sehingga menyebabkan para pasien yang datang tidak dapat langsung dilayan
REDESIGN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART DAN ALGORITMA BLOCPLAN PADA PABRIK XYZ
Fasilitas merupakan salah satu sumberdaya yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang harus diolah dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Penempatan fasilitas yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena adanya potensi aliran mengalami bolak-balik dan aliran yang menyilang, sehingga suatu produk harus menempuh jarak yang lebih dan memerlukan waktu yang lebih lama, atau dapat juga dikatakan sebagai ketidakefisienan dalam lantai produksi. Permasalahan mengenai penempatan fasilitas dirasakan langsung oleh Pabrik XYZ, yang bergerak dalam industri pengolahan pakan ikan. Oleh sebab itu diperlukan perancangan ulang tata letak fasilitas yang bertujuan untuk meminimasi total jarak perpindahan dan mengurangi ongkos material handling.Berdasarkan hasil observasi studi lapangan, saat ini sedang melakukan penambahan mesin. Penempatan mesin tersebut tentu memerlukan beberapa pertimbangan agar tidak mengganggu proses produksi yang sudah ada saat ini. Salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah mengenai aliran proses produksi guna untuk menentukan tingkat kedekatan antar fasilitas. Penentuan tingkat kedekatan antar fasilitas untuk meminimasi jarak perpindahan material. Proses penentuan tingkat kedekatan antar fasilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode activity relationship chart. Dimana, setiap hubungan antar fasilitas dapat diklasifikasikan dengan beberapa alasan pendukung, sedangkan proses redesign layout dilakukan menggunakan algoritma blocplan berdasarkan pada hasil output dari metode ARC.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 20 layout yang mampu dihasilkan oleh algoritma blocplan, berdasarkan pada derajat kedekatan terbaik yang dapat dibentuk layout 3 terpilih menjadi layout terbaik. Berdasarkan hasil layout yang dihasilkan departemen penjemuran dan oven mutlak untuk didekatkan karena menngunakan peralatan yang sama serta sama-sama memerlukan cahaya matahari sedangkan departemen mixer, penimbangan dan packing sangat penting untuk didekatkan dengan departemen gabungan.Kata Kunci: Activity Relationship Chart, Blocplan, Tata Letak Fasilitas
Rancang Bangun Mesin Pemecah Es Batu Balok Untuk Pengawetan Ikan Mentah Menggunakan Metode Kansei Engineering dan Pendekatan Antropometri
Rancang Bangun Mesin Pemecah Es Batu Balok Untuk Pengawetan Ikan Mentah Menggunakan Metode Kansei Engineering dan Pendekatan Antropometr
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RSIA NABASA DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL), DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
RSIA Nabasa merupakan rumah sakit ibu dan anak tipe C milik swasta yang ada di Pontianak. RSIA Nabasa memiliki beberapa rumah sakit pesaing sehingga perlu untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien agar mampu bersaing dengan rumah sakit lain dan tetap mempertahankan loyalitas pasien dan kunjungan pasien kembali. Setelah selesai dilakukan nya akreditasi rumah sakit, evaluasi pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit mengalami perubahan dan tidak lagi dilaksanakan pada akhir tahun 2021 mengakibatkan tidak adanya gambaran untuk rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk memenuhi harapan pasien khususnya pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperbaiki kinerja dari pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit guna meningkatkan kepuasan pasien khususnya pasien rawat inap sehingga pelayanan yang diharapkan dan diinginkan pasien dapat terpenuhi.Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan ke 100 responden dimana atribut pelayanan yang digunakan sebanyak 36 atribut. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui nilai gap antara harapan dan kinerja serta atribut perbaikan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Metode Servqual yang akan dilakukan yaitu menghitung rata-rata tingkat kinerja dan harapan pasien serta nilai gap yang ada pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan RSIA Nabasa kepada pasien rawat inap. Hasil dari rata-rata total tingkat kinerja dan harapan tersebut dijadikan input dari metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan atribut penelitian yang menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSIA Nabasa melalui pemetaan diagram kartesius.Berdasarkan hasil penelitian dengan metode servqual diperoleh nilai rata-rata tingkat kinerja sebesar 3,73 dan tingkat harapan pasien rawat inap sebesar 3,85 dimana, dari 36 atribut diketahui bahwa 9 atribut memiliki nilai gap positif. Hasil perhitungan kelima dimensi Servqual memperlihatkan bahwa nilai gap tertinggi berada pada dimensi dimensi Assurance (Jaminan) sebesar -1,55 dan dimensi yang memiliki nilai kesenjangan (gap) terendah berada pada dimensi Reliability (Keandalan) sebesar -0,25. Terdapat 9 atribut pada kuadran I yang menjadi prioritas perbaikan RSIA Nabasa dan usulan untuk diperbaiki kualitas pelayanan kesehatannya berdasarkan hasil pemetaan diagram kartesius menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Kata Kunci : Importance Performance Analysis (IPA), Kualitas Pelayanan, Pasien Rawat Inap, RSIA, Service Quality (Servqual
PENGARUH ONLINE CUSTOMER REVIEW, CELEBRITY ENDORSEMENT DAN TIKTOK ADS TERHADAP BRAND LOYALTY DENGAN BRAND TRUST PADA SCARLETT WHITENING
Persaingan di dunia industri produk perawatan kulit semakin hari semakin ketat. Bahkan ada banyak industri yang menyediakan berbagai variasi produk dengan jenis yang sama. Akibatnya, setiap bisnis harus bersaing dalam hal mendapatkan dan mempertahankan pelanggan setia. Namun, di era digital saat ini, loyalitas konsumen terhadap suatu produk akan berkurang karena banyaknya informasi yang tersedia. Akibatnya, sebuah perusahaan harus memahami jenis strategi pemasaran apa yang dapat mempertahankan loyalitas konsumen terhadap produknya. Penelitian ini mengkaji persepsi konsumen produk Scarlett Whitening terkait strategi digital marketing di media sosial TikTok, sehingga didapatkan digital marketing seperti apa yang mempengaruhi brand trust dan brand loyalty pada produk Scarlett Whitening. Penelitian ini diharapkan mampu membuat perusahaan lebih efektif dalam pemilihan strategi yang nantinya dapat menghemat pengeluaran perusahaan.Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode PLS-SEM dengan software SmartPLS. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner secara daring/online ke pengguna media sosial TikTok yang pernah melakukan repurchase produk Scarlett Whitening. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 100 sampel yang sesuai kriteria. Penelitian ini menggunakan indikator yang berjumlah 34 dari variabel yang diteliti, yaitu online customer review, celebrity endorsement, dan tiktok ads.Selanjutnya, data-data yang telah terkumpul akan dilakukan pengujian validitas diskriminan, validitas konvergen, dan uji reabilitas. Setelah data dinyatakan valid dan reliabel, maka data diolah dengan melakukan uji multikolinearitas, f-square, r-square, q-square, uji path koefisien, uji hipotesis parsial, dan uji hipotesis simultan. Hasil temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa variabel online customer review yang paling efektif diterapkan dalam digital marketing di sosial media TikTok, sedangkan variabel celebrity endorsement dan tiktok ads tidak memiliki pengaruh terhadap brand loyalty dan brand trust produk Scarlett Whitening. Kata Kunci: Brand Loyalty, Brand Trust, Celebrity Endorsement, Online Customer Review, Tiktok Ads.
RANCANG BANGUN ALAT PANEN SARANG WALET MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI
Budidaya sarang burung walet di Dusun Sebude telah mengimplementasikan teknik panen pilihan yang menggunakan alat panen bertangkai dimana mata pisau yang digunakan merupakan alat pembersih cat dinding, mata alat pisau terbuat dari material besi yang mudah tumpul, bentuk mata alat pisau yang tidak sesuai menimbulkan masalah susahnya proses panen pada area yang sulit digapai. Penggunaan tangkai panjang permanen mempengaruhi proses mobilitas petani untuk berpindah tempat dari lantai le lantai dan saat proses panen dilakukan sarang burung walet akan jatuh langsung dari papan sirip mengenai lantai gedung, hal tersebut menyebabkan sarang burung walet (SBW) rusak sehingga menurunkan kualitas. Petani dituntut untuk berinovasi dalam pembuatan alat baru. Berdasarkan permasalahan maka diperlukan penelitian dengan tujuan untuk merancang bangun ulang alat panen sarang burung walet yang sesuai keinginan dan kebutuhan petani.Pengumpulan data dilakukan terhadap 6 petani budidaya walet pada rumah burung walet (RBW) di Dusun Sebude, dengan penyebaran kuesioner quality function deployment (QFD), pengukuran dimensi tubuh petani berdasarkan antropometri. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode quality function deployment (QFD) dan penentuan ukuran antropometri sehingga sesuai dengan dimensi tubuh petani.Hasil penelitian ini menujukan bahwa alat panen yang memiliki prioritas untuk dikembangkan yaitu alat dengan spesifikasi yaitu material mata pisau menggunakan bahan stainless steel, penambahan lampu pada cermin, mata pisau dibuat menyesuaikan area sudut siku papan sirip, penambahan keranjang pada gagang, ukuran gagang menyesuaikan genggaman dan penambahan hand grip dan gagang adjustable serta mudah untuk dibawa. Berdasarkan penelitian maka diperoleh alat panen sarang burung walet yang sesuai kebutuhan dan keinginan petani, yaitu alat panen baru yang mampu memininal kerusakan hingga 99% dalam 3 kali pengujian, sedangkan pada alat panen lama hanya mampu meminimal 70% kerusakan. Kata Kunci: Alat Panen Sarang Walet, Antropometri, Quality Function Deployment