Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENGEMBANGAN PARIWISATA KAHYANGAN RESORT KABUPATEN BENGKAYANG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SUPPLY DEMAND
Kahyangan Resort merupakan salah satu objek wisata pantai alam yang berlokasi di Kabupaten Bengkayang. Kahyangan Resort merupakan salah satu objek wisata yang banyak diminati oleh para pengunjung yang akan datang berkunjung di Kabupaten Bengkayang, akan tetapi tahun belakanganan ini objek wisata Kahyangan Resort hanya ramai pada hari tertentu saja, hal ini disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap menjaga kondisi objek wisata tersebut sehingga membuat penurunan jumlah pengunjung pada objek wisata Kahyangan Resort dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2022 dengan jumlah 9082 wisatawan pada tahun 2019, 10176 wisatawan pada tahun 2020, 11787 wisatawan pada tahun 2021 dan 11769 wisatawan pada tahun 2022. Data tersebut diperoleh dari pihak pengelolah objek wisata Kahyangan Resort Kabupaten Bengkayang. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat memperoleh penilaian kondisi supply yang berada di kawasan objek wisata di Kabupaten Bengkayang, mendapatkan apa saja karakter demand yang terdapat di kawasan objek wisata Kabupaten Bengkayang dan memperoleh perbandingan antara penawaran (supply) dan permintaan (demand) terhadap objek wisata Kahyangan Resort Bengkayang. Penyelesaian permasalahan terkait dengan menggunakan metode Supply Demand dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap 50 orang responden yang telah berkunjung ke objek wisata tersebut guna untuk mengetahui permintaan (demand) pengunjung terhadap penawaran (supply) yang telah tersedia di objek wisata tersebut. Hasil identifikasi dari nilai tertinggi pada amenitas dengan jumlah nilai 122 (baik) terdapat pada parameter area parkir, untuk nilai terendah diperoleh pada aksesibilitas dengan jumlah 70 (buruk) terdapat pada parameter kemudahan mencapai kawasan, pada faktor penawaran didapatkan nilai tertinggi pada amenitas dengan jumlah nilai 141 (sangat penting) terdapat pada parameter pintu gerbang utama dan nilai terendah diperoleh pada aksesibilitas dengan jumlah 99 (penting) terdapat pada parameter kemudahan mencapai kawasan. Perbandingan antara supply demand yang diprioritaskan untuk ameitas terdapat pada toilet umum dengan selisih nilai 1,2, pintu gebang utama dengan selisih nilai 1,06. Diprioritaskan pada aksesibilitas yaitu kondisi jalan menuju objek wisata dengan selisih nilai 1,10, kemudahan mencapai kawasan dengan selisih nilai 1,14. Diprioritaskan pada atraksi yaitu parameter atraksi event tahunan dengan selisih nilai 1,2.Kata kunci: Resort, Supply, Demand, Objek Wisata, Pantai, Wisatawan.
PERENCANAAN RUTE DAN JADWAL DISTRIBUSI PERIODIK MULTI PRODUCT PADA PT. WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE LARGE NEIGHBORHOOD SEARCH
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan rute dan jadwal distribusi periodik multi product pada PT. Wicaksana Overseas International Pontianak menggunakan metode Large Neighborhood Search (LNS). Sampai saat ini perusahaan belum memiliki rute dan jadwal distribusi yang optimal. Permasalahan VRP yang ditemukan dalam perusahaan ini adalah keterbatasan kapasitas kendaraan. Penelitian ini dilakukan guna mencari solusi yang optimal dalam mengatur rute pengiriman dan jadwal distribusi yang efisien menggunakan metode solusi Large Neighborhood Search. Metode solusi LNS ini bekerja dengan cara mencari solusi yang lebih baik dengan mengeksplorasi berbagai kombinasi solusi yang dihancurkan dan diperbaiki. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan empat solusi yaitu initial solution, current solution repair 1, current solution repair 2, dan best solution. Ongkos total distribusi digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi kualitas solusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa best solution merupakan solusi terbaik dengan ongkos total distribusi sebesar Rp 8.538.976 yang lebih rendah dibandingkan dengan initial solution sebesar Rp 9.342.136 dan current solution repair 1 sebesar Rp 9.853.200 dan repair 2 sebesar Rp 10.177.520. Grafik perubahan ongkos total distribusi juga menunjukkan adanya penurunan secara bertahap seiring dengan iterasi LNS, dengan penurunan yang signifikan terjadi pada iterasi ke-65 yaitu sebesar Rp 803.160 dari hasil solusi awal (initial solution). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode LNS efektif dalam mengoptimalkan perencanaan rute dan jadwal distribusi periodik multi product. Penggunaan metode ini dapat membantu PT. Wicaksana Overseas International Pontianak meningkatkan efisiensi distribusi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata kunci: Perencanaan rute, jadwal distribusi, periodik multi product, Large Neighborhood Search, efisiensi distribusi
PEMILIHAN SUPPLIER TABUNG OKSIGEN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS
PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa galangan kapal yang mempunyai tingkat pemakaian tinggi pada tabung oksigen untuk proses fabrikasi dan konstruksi. Kendala terjadi pada kekosongan pasokan dan keterlambatan dalam pengiriman tabung oksigen yang menyebabkan penundaan operasional pekerjaan konstruksi sub kontraktor. Perusahaan perlu menjaga konsistensi dan kualitas dalam jangka panjang dengan supplier dengan memilih prioritas supplier diantara S1, S2, S3 dan S4 yang menjadi alternatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas bobot kriteria – sub kriteria yang sudah ditentukan dan memilih prioritas supplier tabung gas oksigen terbaik menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Hasil penelitian yang diperoleh dengan tingkat kepentingan bobot kriteria tertinggi dari enam kriteria adalah hasil bobot kriteria harga (0,24766), yang dilanjutkan pada kualitas, pengiriman, pelayanan, pembayaran dan fleksibilitas. Sedangkan sub kriteria yang digunakan berjumlah empat belas dengan bobot tertinggi dimiliki dua sub kriteria yaitu kesesuaian harga yang murah (0,21655), tempo pembayaran (0,14460). Kemudian diantara alternatif yang ada, supplier terbaik terpilih berdasarkan dengan ranking nilai prioritas tertinggi untuk pemilihan yaitu S1 dengan bobot yang dihasilkan sebesar (0,28396) memiliki selisih bobot cukup besar diantara supplier lainnya, kemudian urutan kedua S4 (0,25428), ketiga S3 (0,24508) dan keempat adalah S2 (0,21668). Kata Kunci: ANP, Bobot, Perankingan, Supplie
PENENTUAN JADWAL DISTRIBUSI SECARA PERIODIK DALAM KASUS PERMINTAAN STOKASTIK PADA PD. SETIA MANDIRI
Abstrak : Kegiatan distribusi berupa pengiriman produk kepada pengecer harus diselesaikan oleh perusahaan. Pengecer yang dikunjungi memiliki lokasi yang berbeda serta permintaan pengecer bersifat stokastik. Kendaraan harus mengunjungi semua pengecer dalam satu periode dan kendaraan tersebut mempunyai kapasitas. Kendala yang dihadapi berupa penentuan rute tour apriori dan kapasitas kendaraan. Masalah ini merupakan model Periodic Vehicle Routing Problem with Stochastic Demand (PVRPSD). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal distribusi yang dihasilkan dalam satu periode, yang disebut sebagai jadwal distribusi apriori serta mendapatkan total ekspektasi panjang rute distribusi paling minimal. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini dengan meto de solusi heuristic dengan dua tahap kerja yaitu dengan construction dan improvement. Tahap construction akan dilakukan pertukaran pengecer dalam satu cluster dan untuk tahap improvement pertukaran pengecer akan dilakukan antar cluster. Metode akan diselesaikan dengan komputasi dengan menggunakan bahasa Python. Hasil dari penelitian ini didapatkan pengurangan jarak sebesar 580.824 km dengan waktu tempuh dalam 7 hari untuk tahap construction dan bertambahnya pengurangan jarak sebesar 42,878 km untuk tahap improvement dengan waktu tempuh 6 hari. Hasil rute yang didapatkan dapat digunakan perusahaan untuk mempendek jarak dan waktu tempuh dalam distribusi produk ke pengecer. Kata kunci : construction, heuristic, improvement, Periodic Vehicle Routing Problem with Stochastic Demand(PVRPSD), stokastik
RANCANG BANGUN ULANG ALAT PEMBELAH BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTHOPOMETRI DAN NORDIC BODY MAP (NBM)
Gudang XYZ merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang sector ekspor biji buah pinang utuh maupun biji buah pinang yang telah dibelah. Permasalahan yang dihadapi pekerja adalah posisi kerja saat melakukan belah biji pinang menggunakan alat existing dengan posisi yang jongkok dan membungkuk dapat menyebabkan resiko gangguan kesehatan dan Musculoskeletal disolders (MSDs) jika dilakukan dengan waktu yang lama dan berulang. Studi pendahuluan dilakukan dengan pendekatan Anthopometri dan Nordic Body Map (NBM). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menghasilkan desain alat yang dapat mengurangi keluhan MSDs pekerja dan memperoleh perbandingan keluhan sebelum dan sesudah perbaikan alat pembelah biji pinang. Penyelesaian permasalahan terkait resiko Muscoloskeletal disolders pekerja pembelah biji pinang menggunakan metode Nordic Body Map, pendekatan Anthopometri.dan rancang bangun alat. Identifikasi keluhan otot sekeletal terhadap pekerja pada pembelahan biji pinang dilakukan menggunakan metode Nordic Body Map dengan melakukan penyebaran kuisisoner NBM terhadap 19 orang pekerja pembelah biji pinang di Gudang Betara Indonesia Herbs Spices And Specialis guna mengetahui kategori tingkat resiko keluhan Muscoloskeletal Disolder (MSDs). Anthopometri digunakan untuk menentukan ukuran alat yang akan diracang berdasarkan dimensi tubuh pekerja sehingga alat yang dirancang dapat memperoleh kenyemanan saat menggunakannya.Hasil Identifikasi keluhan otot menggunakan Nordic Body Map setelah melakukan perancangan ulang terjadi perubahan score keluahan otot skeletal dan meningkatkan output pekerja, score tingkat resiko otot menurun menjadi 54,9 dan produktivitas pekerja meningkat dimana rata-rata output sebelum perbaikan dalam waktu 15 menit, 30 menit, dan 60 menit menghasilkan 2,3kg , 4,kg dan 9,4 kg menjadi 2,5kg, 4,9kg, dan 9,8 kg dalam waktu 15 menit, 30 menit dan 60 menit setelah perancangan ulang. Kata Kunci : Nordic Body Map, Anthopometri, Muscoloskeletal Disolders, Rancang Bangun, Produktivitas, Output, Existing dan Skeletal
USULAN STANDAR PELAYANAN UNTUK MENJAMIN KEPUASAN PELANGGAN J&T EXPRESS XYZ
J&T Express merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman barang yang terkenal karena mampu melayani pengiriman dalam kota, antarkota, maupun pengiriman antar provinsi. Kualitas pelayanan tentunya menjadi hal yang sangat krusial untuk terus dijaga dan ditingkatkan demi mencapai kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan. Terdapat banyak cabang J&T Express salah satunya adalah J&T Express XYZ. Penelitian mengenai kualitas pelayanan di J&T Express XYZ dilakukan karena adanya beberapa keluhan ketidakpuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh usulan standar pelayanan berdasarkan identifikasi tingkat kepuasan pelanggan menggunakan metode SERVQUAL, penentuan atribut prioritas perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode IPA, serta rancangan dan urutan prioritas usulan standar pelayanan menggunakan metode QFD. Berdasarkan perhitungan nilai gap pada metode SERVQUAL, diketahui bahwa semua atribut tidak memenuhi harapan pelanggan, atau kualitas pelayanan J&T Express XYZ dianggap kurang baik. Berdasarkan metode IPA, diperoleh 6 atribut yang diprioritaskan yaitu atribut 2, 3, 4, 5, 9, dan 13. Berdasarkan metode QFD, 10 respon teknis ditetapkan dengan urutan prioritas dimulai dari respon teknis 2, 5, 4, 8, 3, 9, 7, 10, 1, 6. Berdasarkan respon teknis ini, dihasilkan 24 usulan standar pelayanan yang terbagi menjadi 3 jenis standar pelayanan yaitu standar pelayanan SDM, standar pelayanan proses, dan standar pelayanan fasilitas. Usulan standar pelayanan tersebut dikembangkan dengan harapan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan J&T Express XYZ. Kata Kunci : IPA, J&T Express, Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, QFD, SERVQUAL, Standar Pelayana
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN TINGKAT KELELAHAN DI KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TPI PONTIANAK
Pandemi 2 tahun terakhir membuat pemohon paspor berkurang, sehingga petugas tidak bekerja secara intens. Mei 2022 pemeritah membuka kembali penerbangan keluar negeri dan permohonan paspor meningkat. Hal ini membuat dirjen imigrasi menaikkan kuota pemohon paspor tiga kali lipat sebelumnya. Petugas pelayanan harus menyelesaikan setidaknya 70 pemohon paspor dalam satu hari, dan 1 pemohon dalam waktu 6 menit. Pekerjaan yang dilakukan yaitu, mengetik, mewawancarai, dan swafoto pemohon. Tidak jarang harus mengalami kendala karena cekal, data yang tidak sesuai sehingga perlu waktu penyelesaian hingga 15 sampai 30 menit. Hal seperti ini membuat petugas sering lembur, hingga mereka sering mengambil cuti untuk istirahat atau karena sakit.Tujuan Penelitian memperoleh nilai dan klasfikasi beban kerja mental dan tingkat kelelahan dan memperoleh usulan perbaikan sesuai hasil yang didapatkan. Pengolahan data yaitu DRAWS untuk beban kerja mental dengan mengukur rating, pembobotan serta mengklasifikasikan hasil pengolahan yaitu underload, optimal load, overload, dan SOFI untuk tingkat kelelahan dengan mengukur nilai skor, mean, dan mengklasifikasikan hasil pengolahan kedalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, kemudian membandingkan hasil pengolahan beban kerja mental dan tingkat kelelahan.Hasil yang diperoleh yaitu: beban kerja mental yang dialami petugas pelayanan paspor berada dalam kategori overload, dengan nilai tertinggi 80,75. Tingkat kelelahan tertinggi dalam kategori sedang, yaitu 16,8. Rekomendasi yang diberikan, pertama melakukan penambahan kuota secara bertahap dengan membagi ke 6 periode, kedua mengatur pembuatan paspor secara online dan kolektif dimana online 90% dan kolektif 10%, ketiga memberikan pelatihan, untuk membiasakan petugas pelayanan paspor. Kata kunci : Beban Kerja Mental, DRAWS, Paspor, SOFI, Tingkat Kelelahan
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN DALAM MEMENUHI KEPUASAN PELANGGAN PADA TOKO XYZ MENGGUNAKAN METODE SERVPERF (SERVICE PERFORMANCE)
Kualitas pelayanan menjadi hal penting terutama bagi penyedia jasa, dimana penyajian pelayanan dengan kualitas baik menjadi nilai tambah yang akan dipertimbangkan oleh para pelanggannya. Salah satu contoh penyedia jasa seperti toko. Toko XYZ merupakan toko serba ada dengan pelayanan yang diberikan oleh pekerja kepada para pelanggan untuk memudahkan pelanggan saat berada di toko. Kualitas pelayanan pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur pelayanan yang diberikan sudah memenuhi kepuasan konsumen atau belum. Pengukuran dilakukan menggunakan bantuan metode SERVPERF (Service Performance) dengan menghitung kepuasan konsumen berdasarkan hasil pengisian kuesioner tingkat kepuasan. Kuesioner penelitian yang digunakan telah disesuaikan dari kondisi nyata toko dan beberapa permasalahan yang didapatkan dari kuesioner pendahuluan. Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan menggunakan metode SERVPERF memperoleh hasil terdapat 4 atribut yang masuk ke dalam kategori cukup memuaskan dan 17 atribut lainnya masuk ke dalam kategori memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas pelayanan pada Toko XYZ dapat dikatakan memenuhi kepuasan pelanggan. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Metode Service Performanc
EVALUASI WAKTU KERJA, BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN KARYAWAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FTE, CVL DAN SOFI
PT. XYZ perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dengan waktu kerja shift sore 15.00 – 23.00 WIB dan shift pagi 07.00 - 15.00. Kondisi tertentu saat panen raya, buah sawit dari pemasok akan berlimpah sehingga dilakukan penambahan jam lembur dimulai pukul 17.00 – 07.00 WIB shift sore dan 07.00-17.00 WIB shift pagi. Waktu kerja panjang mengakibatkan ketidakseimbangan antara waktu kerja dan waktu luang karyawan produksi, sehingga diperlukan pengukuran mengenai waktu kerja, nilai beban kerja fisik, dan kelelahan yang dialami karyawan. Pengumpulan data dilakukan pada 10 karyawan yang terbagi 5 operator shift A dan 5 operator shift B dari stasiun sterilizer, tippler, press, klarifikasi dan boiler. Penelitian ini menggunakan metode FTE untuk memperoleh nilai beban kerja waktu dan jumlah sumber daya manusia sedangkan metode %CVL untuk mengukur beban kerja fisik berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat. Metode SOFI digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan yang dialami karyawan dengan kuesioner dan perhitungan rata-rata skor. Pengujian regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 25 untuk mengetahui keterkaitan antara beban kerja dengan kelelahan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari perhitungan FTE staiun sterilizer dan tippler memiliki kategori fit (normal) bahwa tuntutan pekerja sebanding dengan jumlah operator aktual saat ini. Stasiun press dan klarifikasi berada pada kategori rendah yang menandakan kegiatan pekerja dengan jumlah operator pada stasiun ini sudah cukup, sedangkan kategori tinggi terjadi pada stasiun boiler karena jumlah pekerja tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang tinggi. Hasil perhitungan metode %CVL beban kerja fisik nilai tertinggi sebesar 33,63%. diperlukan perbaikan diperoleh operator boiler dan nilai %CVL terkecil 22,40% tidak diperlukan perbaikan diperoleh operator tippler. Hasil perhitungan tingkat kelelahan diperoleh 9 pekerja pada kategori kelelahan sedang dan 1 pekerja pada kategori kelelahan berat. Uji regresi menyatakan setiap penambahan 1% nilai beban kerja berpengaruh terhadap kenaikan nilai tingkat kelelahan sebesar 0,312 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu penambahan karyawan sebanyak 2 orang dan penjadwalan dengan perubahan jam lembur menjadi 12 jam dan memberikan jam istirahat rolling kepada karyawan. Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Waktu, CVL, FTE, Lembur, SOFI, Tingkat Kelelaha
ANALISA PENGARUH BRAND IMAGE PADA PRODUK MAKANAN BEKU DALAM PENENTUAN KEPUTUSAN PEMBELIAN AZIS FROZEN FOOD DI KOTA PONTIANAK
Pandemi COVID-19 secara tak langsung berdampak pada pola hidup dan ekonomi Indonesia. Serangkaian kondisi pembatasan aktivitas membuat masyarakat mencari alternatif terbaik dalam konsumsi makanan. Frozen food pun menjadi salah satu pilihan yang diminati masyarakat dan meningkat penjualannya selama pandemi COVID-19 berlangsung. Frozen food merupakan salah satu jenis makanan yang diolah dengan metode mengubah hampir seluruh kandungan zat air didalam produk makanan menjadi zat es dengan tujuan memperlambat proses pembusukan dan memperpanjang masa simpan produk. Dengan keunggulannya tersebut, frozen food menjadi salah satu alternatif makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat selama pandemi COVID-19 berlangsung. Azis Frozen Food merupakan salah satu brand makanan beku yang berada di Kota Pontianak dan diproduksi oleh UMKM Lokal. Menurut studi lapangan, diketahui bahwa produk makanan beku ini memiliki potensi yang cukup baik namun belum mencapai omzet maksimal dalam penjualannya. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam membeli produk makanan beku. Dalam penelitian kali ini, akan dicari pengaruh dari variabel brand image terhadap keputusan pembelian produk makanan beku. Sehingga dapat diberikan saran untuk Azis Frozen Food dalam produksi maupun pemasaran kedepannya.Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner menggunakan google form. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel yaitu Masyarakat Kota Pontianak yang berusia 17 tahun hingga 56 tahun dengan kebiasaan gemar mengonsumsi makanan beku. Didapatkan 104 responden yang memenuhi persyaratan dan diolah hasil kuisioner tersebut menggunakan metode analisa Partial Least Square(PLS-SEM).Hasil yang didapatkan berupa diketahui bahwa variabel brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk makanan beku dengan nilai signifikansi 0,001 dan nilai t statistik sebesar 3,119. Sehingga Azis frozen food dapat terus mempertahankan citra yang sudah ada sembari terus melakukan penginformasian mereknya dan juga tetap menjaga kehalalan produknya. Kata Kunci : Azis Frozen Food , Brand Image, Makanan Beku, Pandemi COVID-19, Partial Least Square-SE