Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    Pemetaan Potensi Dan Strategi Pengembangan Objek Wisata Pasir Panjang Menggunakan Metode Analisis Supply Demand Dan SWOT

    Get PDF
    Pantai Pasir Panjang merupakan salah satu objek wisata alam yang terdapat pada Kota Singkawang. Pasir panjang merupakan suatu objek wisata yang banyak diminati oleh pengunjung yang akan berkunjung di Kota Singkawang, akan tetapi beberapa tahun belakangan ini objek wisata pantai Pasir Panjang hanya ramai dikunjungi pada hari tertentu saja, hal ini disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat sekitar dan kelompok sadar wisata di daerah tersebut dalam memperhatikan serta menjaga kondisi objek wisata tersebut, sehingga membuat penurunan jumlah pengunjung pada objek wisata pantai Pasir Panjang dari tahun 2020 sampai 2022 dengan jumlah 592.262 pengunjung pada tahun 2020, 560.294 pada tahun 2021 dan 542.114 pada tahun 2022. Data tersebut didapat dari pihak pengelola objek wisata pantai Pasir Panjang Kota Singkawang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan hasil dari harapan pengunjung dan juga penawaran yang objek wisata berikan dan dapat  memberikan rekomendasi perbaikan dan pengembangan dari hasil perbandingan antara sisi harapan dan sisi keinginan pengunjung pada objek wisata tersebut serta mendapatkan strategi terbaik untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari segi pemasaran. Penyelesaian masalah terkait menggunakan metode Supply Demand untuk mengetahui sisi harapan pengunjung dan penawaran objek wisata serta SWOT (Strength, Weaknesess, Opportunities, Threat) sebagai strategi pemasaran. Identifikasi penurunan jumlah pengunjung terhadap infrastruktur yang tersedia menggunakan metode Supply Demand dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap 50 responden yang telah berkunjung ke objek wisata tersebut guna mengetahui permintaan (Demand) pengunjung terhadap penawaran (Supply) yang telah tersedia dan metode SWOT sebagai pengambilan strategi terbaik dalam pengembangan pemasaran objek wisata tersebut. Hasil identifikasi dari metode Supply Demand setelah dilakukan perhitungan didapatkan beberapa fasilitas harus ditambah dan diperbaiki supaya layak digunakan oleh pengunjung. Strategi terbaik yang didapatkan untuk perkembangan pemasaran pada analisis SWOT yaitu membuat dan menambahkan kualitas pelayanan dari pihak penyedia objek wisata. Kata Kunci: Pantai, Pasir Panjang, Kota Singkawang, Supply Demand, SWOT, Objek Wisata

    STRATEGI PEMASARAN PENJUALAN TEMPE CHIPS DI UMKM CITA RASA MANDIRI

    Get PDF
    UMKM Cita Rasa Mandiri merupakan sebuah usaha home industry yang memproduksi dan menjual aneka keripik. Produk unggulan UMKM Cita Rasa Mandiri adalah tempe chips, dimana tempe chips merupakan produk yang diproduksi setiap hari oleh UMKM Cita Rasa Mandiri sebagai produk ready stock. UMKM Cita Rasa Mandiri menetapkan target penjualan tempe chips setiap bulan, namun target tersebut tidak tercapai pada bulan-bulan tertentu. Target penjualan dapat tercapai pada bulan yang terdapat hari raya keagaamaan seperti Idul Fitri, Natal, Imlek, dan hari raya besar lainnya. Berdasarkan data penjualan, UMKM Cita Rasa Mandiri juga mengalami kemunduran penjualan dari tahun 2022 ke tahun 2023, dimana pada bulan Juni 2022 penjualan tempe chips adalah sebanyak 376 kg, sedangkan pada bulan Juni 2023 penjualan tempe chips adalah 355 kg. Berdasarkan permasalahan tidak tercapainya target penjualan, penurunan penjualan, dan ketidakstabilan penjualan, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar penjualan tempe chips UMKM Cita Rasa Mandiri mengalami peningkatan, sehingga dapat memenuhi target penjualan setiap bulannya. Analisis SWOT merupakan sebuah analisis yang memanfaatkan faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman untuk menghasilkan strategi yang sesuai dengan kondisi usaha. Hasil analisis SWOT tersebut kemudian diolah kembali dengan menggunakan metode AHP untuk mendukung hasil analisis SWOT, serta untuk mengetahui peringkat prioritas strategi yang paling utama untuk diterapkan oleh UMKM Cita Rasa Mandiri. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh hasil bahwa posisi kuadran UMKM Cita Rasa Mandiri pada saat ini adalah pada posisi SO (Strength – Opportunity), artinya adalah UMKM Cita Rasa Mandiri dapat memanfaatkan strategi kekuatan dan peluang untuk mencapai target penjualan. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode AHP yang dilakukan dengan bantuan software Expert Choice, diperoleh hasil bahwa strategi yang terpilih baik secara lokal maupun global adalah adalah strategi SO (Strength – Opportunity), dimana tiga prioritas strategi yang paling penting menurut ketiga expert yang pertama adalah melakukan promosi produk yang intens dengan membuat story mengenai produk di instagram maupun facebook setiap harinya serta memposting foto produk secara berkala dan memberikan tagar khusus seperti #keripiktempe. Prioritas kedua adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan penjualan di berbagai platform marketplace. Prioritas SO ketiga adalah melakukan branding produk melalui kerja sama dengan influencer. Nilai priority score untuk strategi SO tersebut secara lokal adalah 0,568, 0,188, dan 0,124 dengan inconsistency atau Consistency Ratio (CR) adalah 0,05. Secara global rata-rata priority score untuk perbandingan antara SO-WO, SO-ST, SO-WT yang menghasilkan tiga prioritas strategi terbaik SO tersebut adalah 0,073, 0,055, dan 0,023. Kata Kunci: AHP, Keripik Tempe, Strategi Pemasaran, SWO

    MINIMASI BEBAN KERJA MENTAL FISIK PADA KARYAWAN DI PASKAMASALA COFFEE DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT) DAN CARDIOVASCULAR LOAD (CVL)

    Get PDF
    Bidang Food and Beverage (F&B) sudah dikenal sejak lama, terutama di industri perkopian di Kota Pontianak. Salah satu coffee shop yang dikenal di Kota Pontianak adalah Paskamasala Coffee yang membagi karyawan terdiri dari 3 shift kerja, yaitu shift pagi, shift middle, dan shift sore. Karyawan Paskamasala Coffee melakukan pekerjaan yang melelahkan karena berulang-ulang dan membawa dampak buruk pada kesehatan karyawan yang memiliki pembagian jobdesc yang berbeda yaitu pada barista, cashier, server, dan runner . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur beban kerja fisik dan mental yang dialami oleh karyawan Paskamasala Coffee menggunakan metode SWAT dan CVL. Identifikasi beban kerja mental yang dirasakan oleh 10 karyawan Paskamasala Coffee  menggunakan kuesioner Subjective Workload Asessment Technique (SWAT) untuk mengetahui tingkat beban mental karyawan Paskamasala Coffee, pengukuran beban kerja fisik  menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) untuk mengetahui persentase nilai %CVL. Hasil pengukuran data pada ketiga shift, ditemukan bahwa beberapa karyawan mengalami kelelahan dan perlu dilakukan perbaikan. Dari tabel dan diagram persentase pengaruh beban kerja mental karyawan, ditemukan rata-rata pengaruh beban kerja sebesar 65%, dengan persentase tertinggi 83% dan persentase terendah 46%. Output dari penelitian ini adalah rekomendasi dengan menentukan jobdesc yang sesuai dengan kebutuhan per shift kerja pada Paskamasala Coffee. Kata Kunci : Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Mental, Coffee Shop,  CVL, SWAT.

    USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI, DAN PELAYANAN WET DENGAN PENDEKATAN BENCHMARKING DAN PLS-SEM

    Get PDF
    Berubahnya kebiasaan konsumen dalam mengkonsumsi film membuka pasar yang potensial bagi perusahaan penyedia layanan Video On Demand (VOD) di Indonesia. Layanan VOD memberikan masyarakat kebebasan dalam memilih tayangan yang ingin ditonton tanpa terikat pada waktu tertentu. Namun pasar penyedia jasa video on demand di Indonesia saat ini dikuasai oleh perusahaan internasional seperti Disney+ Hotstar dan Netflix. Layanan VOD yang berfokus pada konten dalam negeri seperti WeTV tidak bisa bersaing dipasar dalam negeri. WeTV dirasa tidak memiliki intelektual properti yang cukup di kenal, selain itu WeTV juga kurang bisa bersaing secara kuantiti produk, bahkan jika melihat promosi yang dilakukan juga tidak semasif perusahaan penyedia VOD lainnya. Sehingga melihat keunggulan dan kelemahan dari setiap perusahaan perlu dilakukan untuk menyusun strategi inovasi yang baik serta mampu meningkatkan performa WeTV demi memenangi persaingan dengan kompetitor. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data dan di sebarkan di kota pontianak. Data yang diperoleh berjumlah 137 yang pernah menggunakan layanan VOD Netflix, Disney+ Hotstar, dan WeTV. Variabel yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitas produk, kualitas harga, kualitas promosi, kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan, Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis PLS-SEM yang tediri dari evaluasi model pengukuran (outer model), evaluasi model struktural (inner model) dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kepuasan pelanggan netflix dipengaruhi oleh variabel produk, harga, dan promosi. Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Disney+ Hotstar ialah harga, promosi, dan layanan. Sedangkan WeTV dipegaruhi oleh kepuasan pelanggan pada variabel produk dan harga. Rekomendasi yang dapat di berikan untuk WeTV sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan performa perusahaan ialah meningkatkan kualitas konten yang disajikan, memperbaiki kesalahan terjemahan pada subtitle, menambah variasi produk, menambah variasi harga, melakukan branding yang jelas, memberikan promo harga seperti potongan, menyelesaikan keluhan konsumen dengan cepat, dan menjamin keamanan data pelanggan memiliki standar yang jelas. Kata Kunci: Video On Demand, Netflix, Disney+ Hotstar, WeTV, Produk, Harga, Promosi, Pelayanan, PLS-SEM

    PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DENGAN PEMBOBOTAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA KANTOR DESA PENGADANG

    Get PDF
    Menyadari bahwa Pemerintah Desa akan menerima uang yang cukup besar berdasarkan undang-undang yang telah ditetapkan. Pemerintah Desa diharapkan perlu untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu dan mensejahterakan masyarakat desa. Keberhasilan dari organisasi sangatlah penting dan bergantung pada kemampuan untuk memobilisasi dan menggunakan sumber daya atau intangible assets yang nyatanya tidak mudah diterjemahkan kedalam dimensi keuangan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai laporan kinerja yang terdiri dari aspek keuangan dan non keuangan serta dari aspek internal pemerintahan dan juga eksternal pemerintahan dengan tujuan mengetahui dan memperbaiki kinerja Pemerintahan Desa Pengadang berdasarkan skor dan kondisi setiap indikator kinerja utama dari perspektif balanced scorecard, mengetahui dan mengevaluasi prioritas sasaran strategis usulan perbaikan kinerja berdasarkan key performance indicator dari masing-masing perspektif menggunakan analytical hierarchy process pada Pemerintahan Desa Pengadang dan memperbaiki hubungan kinerja perangkat desa dengan kepuasan masyarakat guna mendukung keberhasilan kinerja dari Pemerintahan Desa Pengadang. Penelitian ini menggunakan metode Balanced scorecard dapat membantu pemerintah desa untuk melihat keberhasilan kinerjanya secara komprehensif dan mampu mengungkapkan perbaikan apa saja yang dibutuhkan oleh pemerintahan desa tersebut. Menggunakan cara ini, seluruh proses bisnis pemerintah desa dapat dimasukan sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi. Selain itu, penelitian ini dapat menggabungkan metode pengukuran kinerja balanced scorecard dengan metode pembobotan analytical hierarchy process (AHP). Perspektif keuangan, berdasarkan perhitungan APBDes dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Desa tahun 2020 sebesar 92,20%, 2021 sebesar 97,88%, dan 2022 sebesar 97,73% dengan metode value for money bahwa perspektif keuangan pada tahun 2020-2022 menggunakan rumus rasio ekonomi adalah kurang dari 100% sehingga dikategorikan ekonomis. Perspektif Pelanggan, melalui Indeks Kepuasan Masyarakat memperoleh nilai 79,59 yang menunjukan nilai mutu pelayanan Baik (B). Perspektif proses bisnis internal menunjukan bahwa proses inovasi dan proses operasional berjalan dan dikembangkan dengan baik, serta sarana dan prasarana yang di dapat dari Anggaran Dana Desa (ADD) dalam kondisi baik. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memperoleh nilai 634 berdasarkan indikator kapabilitas pegawai, sistem informasi, motivasi, pemberdayaan dan keselarasan dikategorikan Baik. Pembobotan balanced scorecard menggunakan metode analytical hierarchy process menghasilkan indikator kinerja utama yang menjadi prioritas Pemerintah Desa Pengadang saat ini yaitu indeks kepuasan masyarakat yang bernilai Baik (B) memiliki bobot tertinggi yaitu 0,294. Prioritas yang harus dievaluasi dan diperbaiki kedepannya memiliki bobot terendah yaitu proses operasional dan teknologi dengan bobot 0,039 yaitu pengaplikasian program Desa digital masih perlu untuk ditingkatkanKata Kunci: Balanced scorecard, pemerintah desa, analytical hierarchy proces

    PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM KRIPIK MAKROS DENGAN MENGGUNAKAN QSPM

    Get PDF
    Salah satu merek kripik yang paling populer di Pontianak adalah Kripik Makros. Industri ini berada di Gg. Duku Baru 2, Sangai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kripik Makros pertama kali diproduksi di Pontianak pada tanggal 17 Agustus 2017, dengan cabang di Ketapang dan Singkawang di Kalimantan Barat. Menurut wawancara yang sudah dilakukan, UMKM Kripik Makros menghadapi masalah, yaitu produk yang belum memasuki cafe atau rumah makan dan banyak munculnya pesaing produk sejenis. Dengan demikian, maka diperlukan penelitian tentang analisis pemasaran  untuk meningkatkan penjualan pada UMKM Kripik Makros dengan menggunakan QSPM. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara serta penyebaran kuesioner kepada Konsumen dan pihak UMKM. Matriks IE, SWOT, dan SPACE dapat dibuat dengan hasil analisis SWOT, sedangkan hasil analisis CPM dapat digunakan untuk membuat matriks BCG dan Grand Strategy Matrix. Sebelum diolah, setiap data akan diuji dengan cara uji validitas dan reliabilitas. Integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, dan diversifikasi konsentrik adalah rekomendasi strategi alternatif yang disarankan berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menggunakan matrik SWOT. Hasil penelitian menggunakan matriks IE dan SPACE menghasilkan rekomendasi alternatif untuk integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk, dan diversifikasi konsentrik. Untuk matriks BCG, rekomendasi alternatif strategi termasuk diventasi sedangkan untuk matriks Grand strategy, rekomendasi alternatif strategi termasuk integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Selanjutnya, bandingkan alternatif stratgey yang ditawarkan oleh masing-masing dari kelima alat bantu dan pilihlah alternatif strategi yang paling tepat meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Hasil dari matriks QSPM dengan 3 alternatif strategi yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk yaitu sebagai pengembangan produk menjadi fokus utama untuk UMKM Kripik Makros karena skor TAS yang diterima sebesar 5,26, yang lebih tinggi dari penetrasi pasar sebesar 5,19 dan pengembangan pasar sebesar 5,12. Kata Kunci: Strategi, Pemasaran, Strategi pemasaran, Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks CPM, Matriks IE, Matriks     

    STUDI KELAYAKAN USAHA DALAM PENGEMBANGAN USAHA (Studi Kasus Pada UMKM Joni Rotan)

    Get PDF
    Keterbatasan peralatan untuk membuat tempat parsel menjadi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Joni Rotan dimana UMKM Joni kapasitas produksi tidak mampu memenuhi permintaan konsumen dikarenakan keterbatasan peralatan yang pada beberapa proses memerlukan waktu pengerjaan yang lama. UMKM hanya mampu memproduksi tempat parsel maksimal 20 per hari dimana menurut data yang diperoleh permintaan lebih dari 20 perhari. Adanya penambahan investasi berupa alat diharapkan akan mempercepat proses produksi secara signifikan dengan asumsi 40 tempat parsel perhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan UMKM Joni Rotan terkhusus pada Tempat Parsel pada kondisi sekarang dan setelah penambahan investasi berupa mesin Fitrit-core-split. Analisis kelayakan usaha dilakukan sebelum adanya pengembangan dan setelah adanya pengembangan serta metode yang digunakan berupa aspek finansial dan non finansial. Pada aspek finansial terdapat perhitungan sebagai tolak ukur kelayakan usaha seperti Net Present Value (NPV) yang memperoleh nilai positif sebesar Rp 344.866.202 dan dikatakan layak untuk dijalankan, kemudian pada perhitungan  Internal Rate of Return (IRR) menghasilkan nilai sebesar 15% yang mengartikan usaha ini layak untuk dijalankan, begitu pula dengan perhitungan Payback Periode (PP) selama 3,5 Tahun, selanjutnya hasil perhitungan Profitability Index (PI) menghasilkan nilai sebesar 1,13, kemudian pada hasil perhitungan return of Investment (ROI) menghasilkan 31%, dan Break Even Point (BEP) unit menghasilkan nilai sebesar 4725 unit dan BEP Rupiah sebesar Rp 180.357.823. Setelah mengetahui hasil dari studi kelayakan usaha pada UMKM Joni Rotan maka dapat disimpulkan bahwa usaha tersebut dapat dikatakan layak untuk dijalankan atau tidak layak untuk dijalankan.  Sedangkan hasil perhitungan aspek finansial setelah adalanya penambahan investasi berupa mesin fitrit-core-split adalah Net Present Value (NPV) yang memperoleh nilai positif sebesar Rp 468.036.430 dan dikatakan layak untuk dijalankan, kemudian pada perhitungan  Internal Rate of Return (IRR) menghasilkan nilai sebesar 19% yang mengartikan usaha ini layak untuk dijalankan, begitu pula dengan perhitungan Payback Periode (PP) selama 2,9 Tahun, selanjutnya hasil perhitungan Profitability Index (PI) menghasilkan nilai sebesar 1,38 kemudian pada hasil perhitungan return of Investment (ROI) menghasilkan 46%, dan Break Even Point (BEP) unit menghasilkan nilai sebesar 5781 unit dan BEP Rupiah sebesar Rp 198.067.796. Kata Kunci: Kelayakan, usaha, Pengembangan, UMKM, Kerajinan, Rotan

    USULAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG SPAREPART PT. JAGA USAHA SANDAI DENGAN METODE CLASS-BASED STORAGE

    Get PDF
    PT. Jaga Usaha Sandai adalah perusahaan yang berkesinambungan dibidang mining dan Jasa angkutan yang meliputi transportasi darat, angkutan barang dan Jasa Konstruksi. PT. Jaga Usaha Sandai  memiliki beberapa departemen salah satunya adalah departemen warehouse dengan total 2.808 jenis sparepart. Saat ini, permasalahan yang dihadapi oleh departemen warehouse  PT. Jaga Usaha Sandai adalah lokasi penempatan sparepart yang masih mempergunakan metode randomized storage. Sparepart disimpan tidak memperhitungkan aktivitas sparepart dan ukuran sparepart. Sparepart yang disimpan juga tidak mempunyai lokasi penyimpanan yang pasti/tetap, sehingga mempersulit staff gudang dalam mencari serta membutuhkan waktu yang lama untuk mengeluarkan sparepart. Penelitian ini bertujuan agar sparepart disimpan berdasarkan ukuran dan aktivitas terbesar hingga terkecil sehingga mempermudah staff gudang dalam pengambilan sparepart menjadi lebih baik. Perancangan tata letak gudang  yang lebih baik, efektif dan efisien dengan menggunakan metode class-based storage pada PT. Jaga Usaha sandai. Data primer yang digunakan meliputi data dimensi sparepart, dimensi luas gudang dan rak gudang serta data sekunder meliputi data penerimaan dan pengeluaran sparepart dari bulan Oktober 2022 sampai dengan Desember 2022. Penelitian ini akan menghasilkan rancangan tata letak gudang  dengan total kebutuhan rak, 43 rak dan memiliki 3.746 slot. Jarak tempuh yang pada awalnya berubah – rubah, kini memiliki jarak tempuh sparepart yang tetap dengan total jarak tempuh keseluruhan 55080.05 m. Tata letak gudang  baru menggunakan luas lantai sebesar 99 . Pengurangan kebutuhan luas lantai gudang ini menurut drastis yakni sebesar 13%. Kata kunci: class based storage, tata letak gudang, sparepart

    PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL DENGAN METODE CVL, BROUHA DAN NASA-TLX PADA OPERATOR SPBU PERTAMINA 64.783.14

    Get PDF
    Sistem shift kerja yang diberlakukan di SPBU PERTAMINA 64.783,14 di Jalan Mayor Alianyang terdiri dari shift pagi yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 13.00, shift sore beroperasi dari pukul 14.00 hingga 17.00, dan shift malam beroperasi dari pukul 18.00. Waktu istirahat untuk setiap shift kerja belum teratur, disebabkan jenis pekerjaannya bekerja secara terus-menerus sehingga tidak dapat ditinggalkan. Berdasarkan hal tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk memastikan sejauh mana beban kerja mental dan fisik berdasarkan hal ini. Data beban kerja fisik dikumpulkan menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL), yang divalidasi dengan metode Brouha. Beban kerja mental diukur dengan memberikan kuesioner NASA-TLX kepada 22 pekerja, yang dibagi menjadi 9 pekerja shift pagi, 9 pekerja shift siang, dan 4 pekerja shift malam. Persentase rata-rata CVL untuk shift pagi tidak ada kelelahan dengan nilai sebesar 24,94%, untuk shift sore tidak ada kelelahan dengan nilai sebesar 25,89%, dan untuk shift malam juga tidak ada kelelahan dengan nilai sebesar 24,75%. Operator shift pagi memiliki beban kerja mental rata-rata tinggi sebesar 70,63, shift sore memiliki beban kerja rata-rata tinggi sebesar 71,74 dan shift malam memiliki beban kerja rata-rata yang sangat tinggi sebesar 81,17. Rekomendasi perbaikan untuk mengurangi tuntutan mental dan fisik operator adalah dengan cara menyediakan ruangan istirahat, memberikan tambahan waktu istirahat, memberikan perbaikan penjadwalan shift, menambahkan musik pengiring, dan melakukan kegiatan rekreasi. Kata kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Mental, CVL , NASA-TLX, Shift Kerja

    PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT UNTUK MEMINIMALKAN WASTE DENGAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM)

    Get PDF
    PT. X merupakan salah satu perusahaan swasta yang mengolah kelapa sawit, terutama memproduksi CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Kernel). Perusahaan ini selalu berusaha untuk memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen dengan cara meningkatkan produksinya dengan tepat waktu. Namun demikian, masih terdapat permasalahan dengan berbagai jenis pemborosan di lantai produksi yang mengakibatkan hilangnya biaya, kurang maksimalnya jumlah bahan baku yang diproduksi, dan berdampak pada efisiensi waktu perusahaan. Untuk mengurangi pemborosan dalam bisnis dan meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk, maka perlu dilakukan identifikasi pemborosan dan penyelidikan penyebabnya. Persoalan yang ditimbulkan adalah munculnya berbagai jenis pemborosan setelah dilakukan pengolahan. Metode Value Stream Mapping (VSM) yang terdapat dalam konsep Lean Manufacturing digunakan untuk menggambarkan keseluruhan proses dan mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dalam suatu perusahaan. Hal ini yang akan digunakan untuk menghilangkan pemborosan tersebut. Kemudian digunakan metode Fishbone untuk menentukan penyebab dasar dari pemborosan yang teridentifikasi berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat beberapa pemborosan sehingga menyebabkan kerugian pada perusahaan, diantaranya disebabkan dari waste overproduction, overprocess, defect dan waiting. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa waste yang terdeteksi ini terjadi pada stasiun Sortasi dan Sterilizer. Persentase yang diperoleh untuk masing-masing waste yang terdeteksi sebesar 20% untuk waste from overproduction, waste from overprocess sebesar 16,92%, waste to defect sebesar 18,46%, dan waste to waiting sebesar 20% yang berarti bahwa waste tersebut apabila terjadi akan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk menyebabkan terjadinya waste lain. Kemudian dari waste yang diperoleh dengan menggunakan metode tersebut dilanjutkan pencarian akar penyebab timbulnya waste dengan menggunakan fishbone diagram. Kata Kunci  : Value Stream Mapping, Fishbone diagram, dan Pabrik Kelapa Sawit

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇