Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    RANCANG BANGUN DAN ANALISIS MONITORING PENYIRAM TANAMAN OTONATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)

    Get PDF
    ABSTRAKIndonesia, dikenal sebagai negara agraris, mengalami dua musim utama: hujan dan kemarau, dengan lahan yang subur. Kondisi ini memengaruhi kegiatan pertanian, di mana tanaman memerlukan perawatan yang berbeda antara musim hujan dan musim kemarau. Kegiatan berkebun oleh masyarakat, baik di kampung maupun kota, memberikan dampak positif pada lingkungan, menciptakan suasana asri, nyaman, dan produktif. Dalam bercocok tanam, perawatan tanaman menjadi faktor penentu utama untuk pertumbuhan yang optimal.Air menjadi faktor krusial yang memengaruhi pertumbuhan tanaman, dan kesalahan dalam penyiraman dapat menyebabkan layu dan kekeringan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dirancang alat monitoring dan penyiram tanaman yang beroperasi secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Alat ini dapat diatur sesuai dengan kondisi ruang lingkup tanaman, dengan memonitor kelembapan tanah dan curah hujan di sekitarnya. Penyiraman dilakukan secara otomatis dengan frekuensi yang disesuaikan, mengurangi waktu dan energi yang diperlukan.Penelitian ini bertujuan sebagai wadah implementasi dari kombinasi sensor pada alat penyiram tanaman otomatis yang dapat menyesuaikan cuaca serta kelembapan tanah sebagai faktor pengambil keputusan kondisi yang tepat untuk menyiram tanaman secara realtime. Kata Kunci : Tanaman, Internet of Things (IoT), Monitoring, Penyiraman Otomatis, Pertanian, Kelembapan Tanah, Curah Huja

    RANCANG ULANG ALAT PENGUPAS KULIT LUAR BIJI KOPI BERDASARKAN ASPEK ERGONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

    Get PDF
    Coffee farmer in rustic of Singawang Kawakan , Singawang village Teluk keramat subdistrict regency of Sambas , West Kalimantan had difficulty in the process of stripping the outer skin of the coffee bens. Outer of coffee beans quite hard and slippery so the stripping process takes quite a long time. Usually the coffee farmers are using glass bottles, manual clamper and tools that using paddling systems using wood. The results obtained with these tools is not optimal and requires quite a long time. The purpose of this research is to remake  the outer skin peeler coffee beans based on ergonomic aspects to improve productivity in order to help the farmers in the area to increased production especially in the process of stripping the outer shell of the seed.This study uses anthropometric data that is designed according to body size farmers. This research also uses Nordic Body Map method that able to know the complain  musculoskeletal that farmers feel. Objects in this research are musculoskeletal complaints, fatigue, accidents,  time efficiency and flawed of coffee seed that occur during the process of stripping the outer shell of the beans.The expected result of this research is to get comparison between the new tools and the old tools in process of  the percentage of stripping the outer shell of the beans such as work injuries suffered by coffee farmers in the process of stripping the outer skin of the coffee beans , fatigue levels using an old tools before work is 24% and 29.1% after works and with new tools before work and after work 23.2% 24.5%. Complaints perceived musculoskeletal coffee farmers using old tools before work and after work 24.6% and 37.25% using the new tool before work after work 24.9% and 27.3%. Using a long working time of 3.53 min / kg and 2.4 minutes using the new tool / Kg, Stripping Costs in the production of coffee beans using old tools Rp 340/Kg and using new tools Rp 120/Kg. Results flawed coffee beans in the stripping process is done by using a long 0,032 / Kg and using new tools 0.026 / Kg.Keywords- Tool skinner beyond coffee beans, Redesign, Ergonomics, Nordic Body Map, Productivit

    PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI CRUMB RUBBER UNTUK MENGURANGI REJECT PRODUCT DI PT XY

    Get PDF
    PT XY merupakan salah satu perusahaan yang mengolah crumb rubber atau karet remah. Pada proses produksi yang dilakukan PT XY berupaya memenuhi standar kualitas produk yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Adapun permasalahan yang menjadi tantangan PT XY adalah produk reject yang mengakibatkan biaya tambahan untuk proses rework produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab reject dalam proses produksi yang dilakukan dan memberikan rekomendasi perbaikan guna mengurangi produk reject pada produk crumb rubber yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah six sigma dengan melajukan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung pada PT XY, proses wawancara dengan kepala bagian produksi dan staf bagian quality cotrol, serta analisis data historis produksi serta data reject. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama reject adalah faktor manusia (operator), material (kontaminasi bahan baku), mesin (kerusakan mesin), metode (belum terdapat standar operasional prosedur), dan lingkungan (kondisi area kerja yang tidak optimal). Penelitian dilakukan untuk mengatasi permasalahan produk reject yang terjadi dengan memberikan rekomendasi perbaikan berupa standar operasional prosedur atau SOP pada proses pemeriksaan kontaminasi logam, peningkatan pengawasan proses penjemuran dan pemanggangan, pemantauan proses pemanggangan, dan prosedur penyimpanan pada gudang loading ekspor. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko rework terhadap produk yang merupakan pemborosan waktu produksi serta biaya penanganan dan efisiensi produk untuk menjaga kepuasan pelanggan. Kata Kunci : Crumb Rubber, Pengendalian Kualitas, Six Sigma, Reject, Rework Produk

    PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK DI DEALER HONDA VETERAN PONTIANAK UNTUK MENGURANGI KELELAHAN KERJA MEKANIK MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DAN CVL

    Get PDF
    Sumber daya manusia adalah aset penting dalam menjalankan roda perusahaan. Menciptakan tenaga kerja yang profesional seringkali menghadapi berbagai tantangan. Perusahaan Honda Anugerah Santosa Pontianak adalah salah satu showroom Honda terpopuler di Kalimantan Barat. Jl. Veteran No.35 Kota Pontianak. Dealer Honda Anugerah Santosa memiliki enam orang mekanik yang bekerja pada satu shift kerja saja. Mekanik di Dealer Honda memberikan pelayanan kepada customer yang datang, contohnya seperti mengganti oli, mengganti ban, mengganti sparepart yang sudah rusak, service bulanan, dan lain-lain. Jika tingkat kepadatan kendaraan yang datang meningkat maka mekanik harus melakukan pekerjaan dengan posisi jongkok dan membungkuk yang cukup lama, yaitu sekitar 20-45 menit untuk setiap perbaikan yang dikerjakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental dan fisik pada mekanik juga memberikan rekomendasi perbaikan berupa pemerataan dan pembagian kerja oleh mekanik Dealer Honda Anugerah Santosa Pontianak dengan menggunakan metode NASA-TLX dan CVL. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri atas hasil pengukuran denyut nadi dan tingkat beban kerja mental. Hasil penelitian pada pengukuran beban kerja mental, yakni diperoleh rata-rata nilai Weighted Workload (WWL) sebesar 83.68 dengan dimensi Effort sebesar 311.67 sebagai nilai tertinggi. Kemudian, beban kerja fisik yang dirasakan oleh mekanik adalah sebesar 30.51% sehingga masuk kategori perbaikan namun tidak mendesak. Beberapa rekomendasi perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisik dan mental yang dirasakan oleh para mekanik meliputi pemerataan kerja pada mekanik memperbaiki lingkungan kerja untuk menambah sirkulasi udara, mengganti bike lift yang rusak, penambahan peralatan penunjang, pengaturan jam istirahat besar dan istirahat kecil, serta menjaga kebersihan dan kerapian area kerja. Penggunaan APD juga disarankan untuk keselamatan kerja. Kata Kunci: Beban Kerja, NASA-TLX, Cardiovascular Load, Kelelahan Kerj

    PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN MARKETING AGENCY DENGAN MODEL KANO PADA PT DIGITAL NIAGA AKSESINDO (DNA INDONESIA)

    Get PDF
    PT Digital Niaga Aksesindo atau DNA Indonesia merupakan creative & digital marketing agency yang berdiri pada tahun 2021 di Pontianak, Kalimantan Barat. Terdapat 47 dari 68 pelanggan pernah memberikan ulasan kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Selain itu, juga terdapat keluhan yang diterima, seperti desain konten tidak bagus, portofolio yang diberikan tidak menunjukkan kemampuan dan keahlian, video untuk reels Instagram tidak sesuai, proses pembuatan konten memakan waktu lebih lama, serta pihak DNA Indonesia tidak memberikan informasi yang jelas dan lengkap kepada pelanggan. Penelitian menggunakan model Kano untuk mengkategorikan 28 atribut pelayanan berdasarkan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan. Hasil penelitian yang dilakukan memperoleh kategori must-be (M) dan one-dimensional (O) masing-masing sebanyak 10 atribut, attractive (A) sebanyak 5 atribut, dan indifferent (I) sebanyak 3 atribut. Atribut pada kategori must-be (M), one-dimensional (O), dan attractive (A) berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Sementara itu, kategori indifferent (I) tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Kata Kunci: Kano, Marketing Agenc

    STUDI KELAYAKAN BISNIS PENDISTRIBUSIAN GAS MELALUI MODA TRANSPORTASI PIPA PADA KABUPATEN MEMPAWAH, KABUPATEN KUBU RAYA, DAN KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Gas bumi menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia yang digunakan untuk kebutuhan bahan bakar. Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menggunakan gas bumi. Pendistribusian gas di Kalimantan Barat selain menggunakan tabung, juga dapat melalui jaringan pipa gas. Pendistribusian gas melalui pipa di Kalimantan Barat, memerlukan suatu penelitian untuk melihat tingkat kelayakannya. Dalam penelitian ini, digunakan aspek teknis dan keekonomian untuk melihat tingkat kelayakan dari pendistribusian gas melalui pipa di Kalimantan Barat. Wilayah pendistribusian gas melalui pipa di Kalimantan Barat dalam penelitian ini adalah Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Sumber pasokan gas yang digunakan dalam penelitian ini adalah terminal receiving LNG di sekitar Pelabuhan Kijing. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk analisis aspek teknis, dapat diketahui bahwa kapasitas terminal receiving LNG sebesar 50 MMSCFD. Diameter pipa yang digunakan untuk melakukan pendistribusian gas sebesar 14 inch untuk pipa transmisi dan 4 inch untuk pipa distribusi. Aspek keekonomian dalam penelitian ini terdiri atas 4 skenario bisnis. Skenario 1 adalah skenario yang menggambarkan kondisi existing dalam penelitian ini. Skenario 2 adalah skenario saat modal sebesar 20% dari total biaya CAPEX meminjam dari bank. Sedangkan skenario 3 dan 4 merupakan skenario asumsi adanya penambahan demand gas sektor industri. Biaya investasi atau CAPEX dalam penelitian ini terdiri dari terminal receiving LNG dan jaringan pipa gas. Biaya investasi atau CAPEX terminal receiving LNG sebesar 115.493.137,78 USD, sedangkan untuk jaringan pipa gas sebesar 103.445.261,13 USD. Total biaya investasi atau CAPEX dari pembangunan terminal receiving LNG dan jaringan pipa gas adalah 218.938.398,91 USD. Perhitungan kriteria investasi untuk masing-masing skenario bisnis dalam penelitian ini layak untuk direalisasikan. Kriteria investasi untuk skenario 1 adalah 8,30 tahun untuk PP, NPV sebesar 54.517.982,97 USD, PI sebesar 3,48 kali, dan IRR sebesar 12,83%. Rekomendasi skenario yang sebaiknya digunakan dalam penelitian ini adalah skenario 4a dengan PP sebesar 6,85 tahun, IRR sebesar 16,02%, PI sebesar 4,21 kali, dan 119.823.332,99 USD untuk NPV. Kata Kunci: Distribusi gas melalui pipa, Kelayakan Bisnis, dan Kriteria Investas

    IDENTIFIKASI KELUHAN ATAU KESALAHAN POSTUR KERJA PADA PROSES PEMASANGAN DAN PELUBANGAN PLASTIK MULSA DI INDUSTRI PERTANIAN MENGUNAKAN METODE RULA DAN QEC

    Get PDF
    Proses penggunaan mulsa di Desa Sungai Awan Kiri terdiri dari dua tahapan yang dilakukan secara manual, di antaranya proses pemasangan dan pelubangan plastik mulsa. Pemasangan plastik mulsa dilakukan dengan bantuan bambu kecil sebagai penahan, sementara pelubangan menggunakan kaleng bekas berisi bara api atau arang panas untuk membuat lubang pada plastik, dengan jarak antar lubang ditentukan dengan perkiraan, dimana proses ini dilakukan satu per satu. Proses ini mengharuskan petani bekerja dalam sikap membungkuk dan berdiri, yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan atau kesalahan postur kerja pada proses pemasangan dan pelubangan plastik mulsa untuk memperbaiki postur tubuh petani, sehingga risiko cedera berkurang. Penelitian ini menggunakan metode analisis postur kerja RULA dan QEC. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil penilaian postur kerja dengan metode QEC memiliki exposure level untuk proses pemasangan plastik mulsa sebesar 84,57% dan proses pelubangan plastik mulsa sebesar 67,61% yang berarti perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan. Sedangkan hasil penilaian dengan metode RULA, final score untuk proses pemasangan plastik mulsa bernilai 7 dan proses pelubangan plastik mulsa bernilai 6 yang berarti postur kerja yang ada saat ini perlu dilakukan penelitian dan perubahan dibutuhkan segera. Level risiko yang dialami pekerja disebabkan oleh postur kerja yang berulang-ulang yaitu berdiri dan membungkuk selama pemasangan dan pelubangan plastik mulsa, dilakukan dalam jangka waktu yang lama dengan durasi kerja 8 jam per hari. Hal ini mengakibatkan penggunaan otot berlebihan yang berisiko menimbulkan gangguan pada sistem musculoskeletal.Kata Kunci: Plastik Mulsa, Postur Kerja, Musculoskeletal Disorders, QEC, RUL

    PROSEDUR KERJA 5S UNTUK GUDANG MATERIAL DAN PERALATAN KERJA PT BONARDO BORNEO MANDIRI

    Get PDF
    Sebuah perusahaan yang bernama PT Bonardo Borneo Mandiri yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor, mekanikal, elektrikal, dan supplier sedang menghadapi permasalahan. Permasalahan yang dihadapi diantaranya mengenai efisiensi tata letak gudang yang rendah, waktu pencarian barang yang lama, serta kurangnya keteraturan dan kebersihan di lingkungan kerja. Situasi ini diperparah oleh kurangnya pengetahuan karyawan dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan penataan barang yang efektif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan standar operasional prosedur berdasarkan prinsip-prinsip prosedur kerja 5S yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke untuk menuntaskan permasalahan dan meningkatkan efisiensi dan keteraturan tata letak gudang material dan peralatan kerja di PT Bonardo Borneo Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan dengan menggunakan analisis fishbone diagram, melakukan penilaian 5S terhadap kondisi existing gudang, kemudian melakukan perancangan implementasi 5S pada gudang, dan terakhir mengevaluasi hasil penerapan 5S pada gudang. Metode 5S merupakan suatu metode yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan proses penyimpanan sehingga akan mempersingkat waktu dalam pelacakan barang, menciptakan zona operasional gudang menjadi lebih tertata dan steril, serta meningkatkan kepedulian dan disiplin kerja pada petugas atau staff gudang. Penelitian ini menghasilkan total skor penilaian 5S kondisi existing gudang yaitu 34, yang memiliki arti bahwa penerapan 5S pada gudang PT Bonardo Borneo Mandiri masih berada dibawah rata-rata, sehingga harus memperhatikan daftar penilaian dengan hasil terendah. Kemudian dilakukan penerapan prosedur kerja 5S pada area kerja gudang dan menghasilkan peningkatan skor penilaian 5S setelah perancangan. Skor penilaian 5S gudang setelah perancangan yaitu 91, yang artinya sangat memuaskan sehingga harus dipertahankan. Kata Kunci: Gudang Material, Kontraktor, Perancangan 5S, SOP, Tata Letak Baran

    PENGARUH LINGKUNGAN KERJA PADA WARTAWAN TERHADAP HUMAN ERROR DALAM PENGETIKAN NASKAH BERITA

    Get PDF
    Jurnalis, atau biasanya disebut wartawan, merupakan seseorang yang bertugas untuk membuat laporan serta menulis berita dari suatu peristiwa yang terjadi. Lingkungan kerja yang kurang baik dan terbatasnya waktu dapat membuat wartawan kesulitan dalam membuat naskah, sehingga pekerjaan tersebut dilakukan kurang maksimal dan dapat menyebabkan kesalahan fatal dalam penulisan, seperti ketidak-konsistenan dalam penulisan teknis berita, baik ejaan kata, tanda baca, maupun kesesuaian antara judul dan isi berita. Berdasarkan hal tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja yang optimal sehingga dapat meminimalisir human error wartawan, serta mengidentifikasi pengaruh antara kebisingan (30 dB, 60 dB, 90 dB), pencahayaan (10 lux, 90 lux, 600 lux), dan jenis huruf (Arial, Calibri, Times New Roman) dalam mengetik naskah berita dengan menggunakan Uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan, pencahayaan, dan jenis huruf sangat berpengaruh terhadap waktu dan kesalahan dalam penulisan naskah berita. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa kondisi yang dapat meminimalisir kesalahan adalah pada perlakuan dengan kebisingan 60 dB, pencahayaan 600 lux, dan jenis huruf Calibri (A2B3C2). Hal ini disebabkan karena saat mengetik, mata wartawan lebih fokus pada laptop dan tidak terlalu terganggu oleh cahaya yang cukup tinggi.Kata kunci: Human Error, Lingkungan Kerja, Uji Anova, Wartawan

    USULAN PEMILIHAN SUPPLIER BOKAR MENGGUNAKAN METODE AHP DAN SAW PADA PT XYZ

    Get PDF
    Pemilihan supplier memiliki peran penting dalam memenuhi ketersediaan bahan baku pada suatu perusahaan untuk melakukan proses produksi dengan mempertimbangkan beberapa kriteria penilaian. PT XYZ merupakan perusahaan industri yang membutuhkan strategi pemilihan supplier untuk mengoptimalkan kegiatan pembelian BOKAR, sehingga meminimalkan risiko terjadinya keterlambatan, kekosongan, dan ketidaksesuaian kualitas pada proses pengadaan BOKAR. Metode yang diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Tujuan penggunaan metode AHP yaitu untuk menghasilkan nilai bobot kriteria dan sub kriteria pemilihan supplier dan dilanjutkan dengan metode SAW untuk menentukan urutan prioritas dari alternatif supplier BOKAR. Hasil pemilihan supplier BOKAR yang dapat menjadi prioritas utama bagi PT XYZ, yaitu S8 dengan nilai akhir sebesar 0,884. Kemudian, untuk prioritas kedua dan ketiga terdiri dari S7 dengan nilai akhir sebesar 0,827 dan S6 dengan nilai akhir sebesar 0,807. Prioritas terakhir yaitu S1 dengan nilai akhir sebesar 0,732. Selain itu, untuk urutan kriteria terpenting pada pemilihan supplier BOKAR yaitu kualitas, jaminan dan klaim, harga, kuantitas, pembayaran, serta pengiriman. Berdasarkan prioritas kriteria dan pemeringkatan supplier tersebut dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembelian BOKAR sehingga diharapkan dapat mendukung kegiatan pengadaan bahan baku di PT XYZ. Kata Kunci : Analytical Hierarchy Process, BOKAR, Simple Additive Weighting, Supplie

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇