Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    REKOMENDASI PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN HOTEL XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY-SERVQUAL DAN PGCV

    Get PDF
    Hotel XYZ merupakan salah satu hotel yang berada di kabupaten Kubu Raya, keluhan menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh Hotel XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat harapan dan kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diterima serta memberikan rekomendasi tentang cara meningkatkan kualitas layanan. Berdasarkan observasi langsung dan ulasan di google maps, terlihat bahwa dari 30 orang, hanya 10 orang yang menyatakan keinginan untuk kembali menginap di Hotel XYZ. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Service Quality yang digabungkan dengan pendekatan fuzzy, digunakan untuk menganalisis gap atau kesenjangan antara harapan dan persepsi konsumen berdasarkan lima dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty, kemudian menggunakan metode Potential Gain Customer Value (PGCV) untuk memberikan nilai bobot yang perlu diperbaiki atau diprioritaskan, metode ini dapat menganalisis setiap atribut yang diteliti. Adapun atribut yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 23 atribut. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 11 atribut yang membutuhkan perhatian khusus evaluasi guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Dari ke-11 atribut tersebut, atribut dengan nilai gap tertinggi adalah fasilitas wahana yang disediakan oleh hotel, dengan nilai gap sebesar -0,468. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pada fasilitas wahana memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata kunci: Hotel, Kepuasan Pelanggan, PGCV, Service Qualit

    REDESAIN MESIN PRESS BATAKO MOVEABLE UNTUK PERBAIKAN POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)

    Get PDF
    Toko Batako Press Karya Sepakat bergerak pada produksi batako, paving block, dan gorong-gorong. Permasalahan yang terdapat pada proses pembuatan batako tersebut adalah pada penggunaan mesin press batako moveable. Operator bekerja dengan posisi berlutut dan membungkuk, dengan kepala terus-menerus tertunduk, maka postur badannya selama proses pembuatan batu bata dinilai tidak tepat. Postur kerja seperti ini harus dicegah untuk menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini yaitu memperbaiki postur kerja pada saat melakukan pencetakkan batako dengan merancang dan membuat alat untuk meratakan adonan semen dalam pembuatan batako sesuai antropometri untuk menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Keluhan operator dipastikan menggunakan pendekatan Nordic Body Map, dan posisi tubuh operator pada saat pencetakan batu bata diperiksa menggunakan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan membuat usulan perbaikan desain pada alat dalam mencetak batako sehingga operator dapat merasa lebih nyaman, serta dapat mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat terjadi pada operator. Berdasarkan temuan keluhan NBM, terdapat kondisi yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri hebat di total 17 area tubuh. Hal ini disebabkan oleh postur kerja yang tidak tepat. Postur kerja statis dengan rincian lengan bawah (lower arm) bernilai 3 warna merah, otot (muscle) bernilai 1 warna merah, pergelangan tangan dan lengan (wrist and forearm) bernilai 5 warna jingga, batang tubuh (body) bernilai 5 warna merah, bagian leher, badan, dan kaki bernilai 8 yang berwarna merah merupakan hasil pengolahan data postur kerja pada kondisi saat ini menggunakan RULA. Data ini menghasilkan skor akhir RULA 7 dengan warna merah. Hasil perbaikan dari data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi perubahan skor RULA yang semula bernilai 7 dengan warna merah berubah menjadi bernilai 4 dengan warna kuning. Postur tubuh forearm (lengan bawah), muscle (otot), trunk (tubuh), neck (leher), dan leg (kaki) yang awalnya berwarna merah mengalami perubahan menjadi berwarna hijau. Pengukuran antropometri yang dilakukan, didapatkan 2 dimensi tubuh yang digunakan sebagai ukuran pada perancangan alat baru, yaitu tinggi siku berdiri dan lingkar tangan menggenggam. Kata kunci: Anthropometri, Ergonomi, MSDs, NBM, RUL

    PENGARUH KONSEP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP REPUTASI PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT.XYZ DENGAN MENGGUNKAN METODE FOCUSED QUALITY

    Get PDF
    Sebagai sebuah perusahaan, program CSR PT. XYZ memiliki mitra binaan yang harus diperhatikan hasil produknya, mitra diwajibkan untuk melakukan proses produksi secara teratur. Keharusan tersebut membuat mitra tidak boleh terlambat dalam melakukan preses produksi Hal ini membuat penulis tertarik untuk menganalisis kepuasan mitra binaan sebagai mitra PT. XYZ. Berdasarkan fenomena tersebut, selanjutnya penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kualitas program CSR terhadap reputasi perusahaan PT. XYZ dengan menggunakan delapan variabel yang dihitung dengan menggunakan metode focused quality.              Perusahaan dalam hal ini PT.XYZ diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada komunitasnya agar kesejahteraan seperti yang di harapkan oleh perusahaan dapat tercapai.Metode kualitatif merupakan metode yang diterapkan dengan menggunakan kuesioner serta melihat kondisi terkini di PT. XYZ Tayan dan melakukan wawancara kepada manajemen CSR dan mitra dari program CSR PT. XYZ untuk melakukan pengumpulan data. Pada penelitian ini menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel karena berdasarkan ketetapan-ketetapan yang telah disusun oleh peneliti. Hasil yang didapat dari pengujian melalui metode focused quality management dengan menggunakan data hasil uji regresi berganda dan dijelaskan melalui 3 hasil yaitu yang pertama adalah uji F, kedua dari hasil uji t dan yang terakhir dari hasil uji koefisien determinasi.                       Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat dilihat variable-variable yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap reputasi perusahaan sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya program CSR pada PT. XYZ sudah berjalan dengan baik sehingga mitra binaan merasa terbantu dengan program terserbut. Dengan demikian program CSR perusahaan memiliki reputasi yang baik terhadap para mitranya. Kata kunci: Focused Quality Management, Corporate Social Responsbility

    RENCANA STRATEGI PENGEMBANGAN MARKTING MIX MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN BCG (BOSTON CONSULTING GROUP) TERHADAP PRODUK COILLAND

    Get PDF
    Strategi pemasaran merupakan keterampilan penting dalam menjual dan mendistribusikan produk sesuai dengan target yang ditetapkan. Pada awalnya, Coilland dipasarkan melalui vape store terdekat dan media sosial seperti Instagram, namun produk ini belum mendapatkan perhatian luas dari konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi pengembangan pemasaran kepada pelaku usaha coilbuilder agar dapat meningkatkan penjualan produk Coilland. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden, diikuti dengan uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan konsistensi pernyataan dalam kuesioner. Setelah pernyataan dinyatakan valid dan reliabel, data dianalisis menggunakan metode Marketing Mix, SWOT, dan BCG. Metode Marketing Mix digunakan untuk menentukan jenis produk. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi di kuadran III, yang berarti perusahaan perlu memanfaatkan peluang yang ada sambil mengurangi kelemahan yang dimiliki. Sementara itu, analisis BCG menunjukkan posisi di kuadran keempat (dog), yang mengindikasikan bahwa perusahaan menghadapi rendahnya pangsa pasar dan juga rendahnya pertumbuhan pasar . Kata Kunci : Boston Consulting Group, Produk Coilland, Strategi Pemasaran, SWO

    RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR BOILER BERBASIS IoT PADA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. SASMITA BUMI WIJAYA

    Get PDF
    Studi ini dimaksudkan untuk merancang alat pemantauan kualitas air yang beroperasi secara real-time pada boiler pabrik kelapa sawit PT. Sistem penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yakni pengirim dan penerima. Pada bagian pengirim, suhu, pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan tingkat kekeruhan diukur. Data yang dihasilkan oleh pengirim kemudian dikirimkan secara langsung melalui jaringan LoRa (Long Range) menuju penerima. Selanjutnya, penerima mengirimkan data tersebut ke aplikasi Blynk untuk pemantauan real-time. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air memiliki pembacaan yang memuaskan, meskipun terdapat sensor dengan pembacaan yang kurang akurat. Tingkat kesalahan terkecil terjadi pada pengukuran suhu (2,19%), TDS (3,54%), dan pH (5,85%) di pengirim. Sementara itu, kekeruhan memiliki tingkat kesalahan tertinggi sebesar (30,25%), namun masih dapat diterima karena berada di bawah 50% dan masuk dalam kategori yang dapat ditoleransi. Walaupun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan alat pemantauan kualitas air secara real-time, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan air boiler di industri kelapa sawit. Kata Kunci: Kualitas Air, Boiler, Long Range (LoRa), Internet of Things

    PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN TERHADAP PEKERJA DI DEPOT AIR MINUM JAYA QUA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE CVL dan IFRC

    Get PDF
    Depot air minum Jaya Qua merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Jalan Sepakat II, Pontianak Kalimantan Barat berdiri sejak 10 Juni 2014 mengkhususkan diri prduksi air minum isi ulang. Salah satu stasiun kerja adalah pengisian dan pengangkatan galon yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jumlah banyak setiap harinya. Berdasarkan hal tersebut perlu diketahui derajat beban kerja fisik dan kelelahan kerja yang dirasakan pegawai Stasiun Air Minum serta efek beban kerja fisik terhadap tingkat kelelahan pegawai.Data dikumpulkan dari tiga karyawan yang di Depot air minum Jaya Qua selama tujuh hari. Metode yang digunakan adalah metode Cardiovascular Load (CVL) yang mengukur beban kerja fisik dari saat berkerja dan istirahat serta Industial Fatigue Research Commiittee (IFRC) yang mengukur tingkat kelelahan kerja dari total skor yang diperoleh. Mengetahui apakah terdapat pengaruh antara beban kerja fisik dengan tingkat kelelahan, maka dilakukan dengan uji regresi linear sederhana menggunakan secara manual dan add-ins pada microsoft excel. Hasil yang diperoleh akan menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi perbaikan.Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka diperoleh beban kerja fisik tertinggi terjadi dengan %CVL sebesar 41,0187 hal ini masuk dalam kategori sedang memerlukan perbaikan namun tidak mendesak. Tingkat kelelahan kerja dalam bekerja tertinggi 67% termasuk kelelahan sedang. Uji regresi sederhana menunjukan bahwa beban kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kelelahan fisik. usulan yang diberikan yaitu memberikan pemahan tatacara pengangkatan galon yang baik, istirahat yg cukup di sela-sela jam kerja untuk meregangkan otot, istirahat yang cukup agar tidak kelelahan dan kesehatan dijaga, melakukan pemeriksaan kesehatan, membuat jadwal kerjadan menggunakan alat material handling dapat digunakan untuk meminimalkan upaya mengangkat dan memindahkan barang. Kata kunci: Beban Kerja Fisik, CVL, IFRC, Regresi Linear Sederhana, Tingkat Kelelahan

    PENGUKURAN BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) DAN NASA-TLX PADA KARYAWAN PT UNITED TRACTORS PONTIANAK

    Get PDF
    Sumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga bagi perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas produk dan layanan. Oleh karena itu, mengoptimalkan tenaga kerja secara efisien merupakan hal yang krusial untuk mencapai kesuksesan. Namun, banyak perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan dalam manajemen SDM, seperti kurangnya perhatian terhadap pengembangan karyawan dan ketidaksesuaian antara beban kerja dan tuntutan pekerjaan. Hal ini diikuti dengan semakin banyaknya permintaan unit product support dan jasa service pada PT United Tractors Pontianak dari tahun ke tahun menyebabkan lonjakan volume pekerjaan karyawan bertambah sehingga ikut meningkat pula beban kerja karyawan. Sementara itu, perusahaan belum memiliki alat atau perangkat standar yang digunakan untuk mengukur beban kerja. Perhitungan beban kerja fisik yang berkaitan dengan berapa lama waktu kerja menggunakan metode full time equivalent, bertujuan untuk membantu perusahaan dalam menentukan jumlah karyawan yang ada sudah optimal atau masih perlu penyesuaian, kemudian dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE yang terbagi menjadi tiga kategori yaitu underload, fit to load dan overload. Sedangkan untuk menghitung beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX berdasarkan rata-rata dari enam indikator yang terdiri dari kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi kerja, tingkat frustasi dan tingkat usaha. Penelitian ini menggunakan metode FTE untuk analisis beban waktu kerja dan metode NASA-TLX untuk analisis beban mental guna menilai beban kerja dan mental karyawan serta mengoptimalkan sistem kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakseimbangan beban kerja di antara karyawan dimana 9 karyawan mengalami overload, 11 karyawan mengalami fit to load dan 2 karyawan mengalami underload sedangkan dalam aspek mental karyawan, 5 sangat tinggi, 8 tinggi, 8 agak tinggi dan 1 sedang. Berdasarkan hasil analisis beban kerja tersebut maka perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang ideal, meratakan beban kerja, serta menerapkan rekomendasi yang ada. Kata Kunci: Beban Kerja, Full Time Equivalent, NASA-TL

    STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR OBJEK WISATA TELOK BERDIRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SUPPLY DEMAND

    Get PDF
    Telok Berdiri adalah wisata alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Keindahannya dengan dikelilingi tanaman bakau dan lautan lepas yang masih asri serti terdapat mercusuar disampingnya. Wisata Telok Berdiri memiliki beberapa kelemahan seperti aksesibilitas yang kurang terawat, tempat parkir yang sempit, dan sampah yang terbawa arus laut. Penelitian ini bertujuan memperoleh faktor internal dan eksternal dan memperoleh perbaikan perencanaan pengembangan serta menghasilkan usulan strategi pengembangan Telok Berdiri. Metode dalam penelitian ini yaitu metode Supply Demand. Metode Supply Demand digunakan untuk memperoleh persepsi pengelola dan pengunjung sehingga mendapatkan kondisi gambaran Telok Berdiri dan dapat membuat strategi pengembangan wisata Telok Berdiri. Hasil dari penelitian ini berupa strategi pengembangan dari metode Supply Demand , dimana strategi terfokus pada pengembangan wisata Telok Berdiri. Strategi yang harus diberikan kepada wisata Telok Berdiri adalah dengan melihat persepsi pengelola dan pengunjung, hasilnya berfokus pada pengembangan infrastruktur yang memilki selisih paling besar. Pada Pintu Gerbang utama dilakukan pengecatan ulang agar tampak lebih baru dan enak dilihat, memindahkan atau memangkas tanaman yang berpotensi menutup tampak gerbang utama dari kejauhan agar pengunjung dapat dengan mudah mengenali jalan masuk menuju lokasi Wisata Telok Berdiri. Petunjuk Arah menuju kawasan objek wisata diperlukan penambahan dengan menyertakan jarak yang ditempuh untuk sampai pada Kawasan wisata atau simpang, memperbesar ukuran agar lebih tampak dari kejauhan. Untuk atraksi wisata Mangrove diusulkan untuk menambah jam pembersihan dari pengelola, karena sampah yang terbawa arus laut yang tidak bisa dihindari, dalam waktu yang singkat sudah banyak sampah disekitar tanaman Mangrove, penambahan barrier jaring diarah arus pembawa sampah juga dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk kesekitaran tanaman tersebut dan memudahkan pengelola untuk mengumpulkan sampah yang tersangkut pada barrier jaring tersebutKata kunci: Telok Berdiri, Strategi Pengembangan, Supply Deman

    OPTIMALISASI KAPASITAS PRODUKSI BERDASARKAN PROYEKSI MARKET PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK XYZ DI KABUPATEN MELAWI

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini ialah adanya tantangan bagi CV ABC dalam merencanakan dan mengoptimalkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat, terutama di Kabupaten Melawi. Ketidakpastian permintaan pasar akibat fluktuasi populasi, perubahan preferensi konsumen, dan kondisi ekonomi yang dinamis membuat perusahaan kesulitan menetapkan target produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang efektif bagi CV ABC dalam mengoptimalkan kapasitas produksi secara berkelanjutan dan efisien, sehingga dapat memastikan kelangsungan bisnis dan pertumbuhan jangka panjang. Studi ini menggunakan metode Studi Kelayakan Bisnis yang fokus pada aspek pemasaran dan keuangan. Studi kelayakan bisnis memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi semua aspek yang berkaitan dengan optimalisasi kapasitas produksi secara sistematis dan komprehensif. Potensi pasar Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kabupaten Melawi yang bisa dimanfaatkan oleh CV ABC dalam rencana bisnis AMDK ini diperkirakan berkisar 54%-73% dari kebutuhan total AMDK. Target market share pada tahun pertama ialah sebesar 55% dari pasar potensial yang tersedia dan mencapai 100% dalam 10 tahun. Terdapat 2 alternatif dalam menyiapkan modal untuk investasi. Alternatif 1 menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 6.772.134.314 dan IRR sebesar 31,89%. Alternatif 2 menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 1.175.813.955 dan IRR sebesar 5,34%. Kata Kunci: Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Kapasitas Produksi, Studi Kelayakan Bisni

    RANCANG BANGUN ALAT PENANAM PADI UNTUK MENGURANGI RESIKO CEDERA MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PETANI PADI DI DUSUN ANDENG

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara agraris yang makanan pokonya adalah beras. Sehingga daerah persawahan dapat ditemui dengan mudah di setiap wilayah Indonesia. Dusun Andeng yang terletak di Kec. Sengah Temila, Kab. Landak, Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani padi. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan penduduk Dusun Andeng adalah menanam padi. Proses menanam padi masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan tenaga manusia dan satu-satunya alat dalam menanam padi hanya caplak atau penggaris lahan. Postur kerja menanam padi yang dilakukan petani tidak ergonomis dan tinggi resiko cedera Musculoskeletal disorder maka dari itu diperlukan perbaikan. Penelitian dimulai dengan menyebar kuesioner Nordic Body Map (NBM) kepada para petani untuk mengukur seberapa besar tingkat rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Kemudian menganalisa postur tubuh dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dengan bantuan aplikasi CATIA. Analisa RULA akan menunjukkan score rasa sakit pada tiap bagian tubuh berdasarkan dengan simulasi postur kerja yang dilakukan petani. Data yang diambil terakhir adalah antropometri tubuh petani yaitu ukuran tubuh petani yang akan dijadikan acuan dalam desain alat bantu menanam padi. Alat bantu akan didesain seperti alat penggaris lahan namun akan dimodifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah perbaikan postur kerja yang menjadi lebih minim resiko cedera dengan alat bantu penanam padi.Kata Kunci : Postur tubuh, Musculoskeletal disorder, Nordic Body Map, antropometr

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇