JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
Not a member yet
    380 research outputs found

    PENGARUH KUALITAS LINGKUNGAN FISIK UDARA TERHADAP ANGKA KUMAN DI RUMAH SAKIT

    Get PDF
    ABSTRACT Around 9% or 1.4 million inpatients in hospitals in the world experience nosocomial infections due to germ exposure related with the hospital's physical environment condition. This study aims to analyze the effect of the air physical environment in the in-patient room at HAMBA Hospital, Muara Bulian, Jambi. A quantitative study has been conducted with a cross sectional design with 30 samples of in-patient rooms. Data collected by measuring directly includes microbial density rate, temperature, humidity, lighting and dust, and analyzed using the Kendall-Tau correlation test. The results showed that all the air physical environmental factors had effect on microba rate, including temperature (p = 0.020), humidity (p = 0.000), lighting (p = 0.004) and dust (p = 0.001). It is especially recommended for hospitals to pay attention to the condition of inpatient rooms in order to minimize the growth of micro-organisms that cause nosocomial infections by opening windows every morning, cleaning the air conditioner at least every 6 months, changing curtains with bright colors, cleaning the room regularly, and making standard operating procedure (SOP) for in-patient room maintenance. Keywords: Air physical environment, microba rate, hospita

    ANALISIS HUBUNGAN KECEMASAN IBU HAMIL DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Situasi pandemi Covid-19 ini meningkatkan kecemasan ibu hamil, bukan saja mencemaskan keadaan janinnya tetapi juga mencemaskan apakah ibu dan janin akan sehat bebas infeksi Covid-19, aman atau tidaknya dalam pemeriksaan kehamilan selama pandemi. Ketidaksiapan ibu menghadapi persalinan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Terjadinya kematian ibu terkait faktor penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Metode: Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang yang berjumlah 26.989 Orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang dan pengambilan sampel dengan metode Cluster Random Sampling. Jadi besar sampel dalam penelitian ini adalah 190 Orang. Hasil: Hasil penelitian di peroleh frekuensi responden lebih banyak responden cukup kesiapan menghadapi persalinan yaitu 155 orang (81,6%) dan responden yang kecemasnnya kurang yaitu 163 orang (85,8%). Ada hubungan antara kecemasan (p value 0,045) dengan kesiapan menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 di Kota Palembang. Kesimpulan: Faktor kecemasan ibu hamil berhubungan dengan kesiapan menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 di Kota Palembang. Diharapkan ditingkatkan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya kesiapan menghadapi persalinan dan tidak cemas sehingga masyarakat khususnya ibu hamil menjadi lebih siap dan tanpa beban dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Kecemasan, persiapan persalinan, Covid-1

    ANALISIS DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN KELUARGA BERENCANA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN INDRALAYA SELATAN TAHUN 2021

    Get PDF
    Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu penandatangan komitmen pembangunan global. Tujuan Pembangunan Global ini juga meliputi indikator-indikator program Keluarga Berencana (KB). Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak tidak langsung bagi program kesehatan masyarakat lain, yang disebabkan oleh sumber daya kesehatan yang mayoritas terserap untuk penanganan pandemic. Pada masa Pandemi Covid-19 ini pencapaian target kunjungan peserta KB (Akseptor) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan mengalami penurunan yang drastis di tahun 2020 yang seharusnya target yang harus di capai 50 orang tetapi hanya tercapai 12 orang. Metode: Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan usia subur (PUS) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan yang berjumlah 5904 Orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian perempuan usia subur (PUS) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan dan pengambilan sampel dengan metode Sistematic Random Sampling. Jadi besar sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang. Hasil: Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p value 0,000), pendapatan (p value 0,000), pendidikan (p value 0,010) dengan Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan Tahun 2021. Kesimpulan: Terdapat 3 faktor yang berhubungan dengan Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) Pada Masa Pandemi Covid-19 yaitu dukungan keluarga, pendapatan dan Pendidikan. Diharapkan seluruh masyarakat khususnya wanita usia subur melakukan pola hidup sehat dan mewujudkan selogan “dua anak lebih sehatâ€. Kata kunci: Keluarga Berencana (KB), Covid-19, Dukungan Keluarga &nbsp

    BRONKOSKOPI SEBAGAI PROSEDUR DIAGNOSTIK DAN TERAPEUTIK PENYAKIT PARU

    Get PDF
    Abstract Bronchoscopy is a medical procedure that provides tracheobronchial visualization by placing an optical instrument (bronchoscope) into the airways and is performed by a competent doctor. Bronchoscopy was invented by Gustav Killian in 1897 and since then the techniques have continued to develop. In 1966 Shigeto Ikeda introduced flexible bronchoscopy with fiber optic imaging technology. This is a revolution in the field of bronchoscopy. As cases of lung disease become more complex and the need for minimally invasive procedures, the contribution of bronchoscopy becomes increasingly important. This procedure has had significant developments in the last two decades. The latest bronchoscopy technology allows us to look outside the endobronchial tree to the mediastinum using endobronchial ultrasound (EBUS). Then the small nodules located in the periphery can also be traced for sampling using an electromagnetic navigation bronchoscopy (ENB). We can also manipulate the airway muscles to reduce asthma symptoms using bronchial thermoplasty. This paper is written to describe the basic principles of bronchoscopy and its clinical application in the diagnostic and therapeutic measures of pulmonary disease. Keywords: Bronchoscopy, Diagnostic, Therapeuti

    HIPNOTIS LIMA JARI PADA KLIEN ANSIETAS

    Get PDF
    Latar Belakang: Ansietas merupakan kelompok gangguan psikiatri yang sering ditemukan dan merupakan dampak dari gangguan mental emosional. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia sebesar 6,0 %. Saat ini > 450 juta penduduk dunia hidup dengan gangguan jiwa dan di Indonesia terjadi peningkatan prevalensi gangguan emosional kecemasan, dari 6,1 % pada tahun 2013 menjadi 9,8 % pada tahun 2018. Terapi hipnotis lima jari dapat menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan ansietas, yaitu suatu terapi dengan menggunakan lima jari tangan, dimana klien dibantu untuk  mengubah persepsi ansietas, stres, dan takut dengan menerima saran-saran dalam keadaan rileks dengan menggerakan jari-jarinya sesuai perintah. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi hipnotis lima jari pada pasien ansietas di rumah sakit jiwa jambi Tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian True Experiment dengan pretest dan posttest with Control Group. Jumlah responden yaitu sebanyak 12 responden. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (< 0,05) yang berarti ada pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada pasien ansietas. Kesimpulan: Terapi hipnotis lima jari berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien ansietas poli jiwa sebelum dan sesudah diberikan terapi. Kata Kunci : Ansietas, Terapi Hipnotis lima Jari.   Background: Anxiety is a group of psychiatric disorders that is often found and is the impact of mental emotional disorders. The prevalence of mental emotional disorders in Indonesia is 6.0%. Currently > 450 million people in the world live with mental disorders and in Indonesia there is an increase in the prevalence of emotional anxiety disorders, from 6.1% in 2013 to 9.8% in 2018. Five-finger hypnosis therapy can be an alternative to reduce anxiety, that is a therapy using five-finger, where the client is helped to change the perception of anxiety, stress, and fear by accepting suggestions in a relaxed state by moving his fingers according to orders. Objective: To determine the effect of five-finger hypnosis therapy on anxiety patients at the Jambi Mental Hospital in 2020. Methods: This research is a quantitative study with the type of True Experiment research with a pretest and posttest with Control Group. Total respondents is 12 respondents. Results: The statistical test results obtained p-value = 0.000 (<0.05) which means that there is an effect of five-finger hypnosis therapy on the level of anxiety in anxiety patients. Conclusion: Five-finger hypnosis therapy affects the level of anxiety in patients before and after given therapy. Keywords: Anxiety, Five-Finger Hypnosis Therapy

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ESSENSIAL SEREH (CYMBOPOGON FLEXUOSUS) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA ENTERICA DAN ESCHERICHIA COLI IN VITRO

    Get PDF
    ABSTRACTBackground: Gastrointestinal disease is still one of the main problems in health problems. One of the causes is abacterial infection. Lemongrass is a common plant and is easily available in Indonesia and has antibacterial activity.The aim of the study: to test the antibacterial effect of lemongrass essential oil against Salmonella enterica and E.Coli by invitro.Methods: The bacteria used were S. Enterica ATCC 35664 and E. Coli ATCC 25922.The antibacterial activity testwas carried out in vitro using the disc diffusion method (Kirby-Bauer), with 4 concentrations of lemongrass essentialoil : 1, 5, 10, and 20 πl / ml, positive control (ciprofloxacin disk 0.5 µg) and negative control (palm oil).Results: There were no clear zones for the inhibition of salmonella enterica and E. coli bacteria.Conclusion: Lemongrass essential oil does not have antibacterial activity against S. Enterica and E. Coli bacteriaKeyword: Lemongrass, Essential oil, Antibacterial activityABSTRAKLatar Belakang: Penyakit saluran cerna masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam masalah Kesehatan.Salah satu penyebabnya adalah karena infeksi bakteri. Sereh merupakan tanaman yang umum dan mudah didapatdi Indonsesia dan memiliki aktivitas antibakteri.Tujuan penelitian: untuk menguji efek antibakteri minyak esensial sereh terhadap bakteri Salmonella enterica dan E.Coli secara invitro.Metode: bakteri yang digunakan adalah S. Enterica ATCC 35664 dan E. Coli ATCC 25922. Uji aktivitas antibakteridilakukan secara invitro dengan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer), dengan 4 konsentrasi minyakesensial sereh yaitu 1, 5, 10, dan 20 πl/ml , kontrol positif (ciprofloxacin disk 0,5µg) dan kontrol negatif (minyakkelapa sawit).Hasil: Tidak didapatkan zona bening penghambatan bakteri salmonella enterica dan E. coli.Kesimpulan : minyak essensial sereh tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. Enterica dan E. ColiKata kunci: Sereh, Minyak esensial, aktivitas antibakter

    UJI IRITASI DAN EFEKTIFITAS SPRAY HANDSINITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN JERUJU (Achantus Ilicifolious) SEBAGAI ANTIBAKTERI

    Get PDF
    ABSTRAKPendahuluan: Acanthus ilicifolius.L merupakan tanaman mangrove yang banyak dimanfaatkan sebagaitanaman obat. Kandungan flavonoid dan fenolik yang terkandung didalamnya dapat digunakan sebagaiantibakteri. Setiap hari tangan kita menyentuh barang yang penuh dengan bakteri, salah satunya Staphylococcusaureus yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi kulit. Untuk mencegah penyebaran bakteri tersebut makadibuatlah spray hand sanitizer ekstrak etanol daun jeruju dengan konsentrasi 6%.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan farmasi yang memiliki aktivitas daya hambatterhadap bakteri penyebab infeksi kulit. Spray Hand sanitizer ini dipilih karena lebih praktis, tidak lengket dancepat menyebar pada kulit. Tahapan penelitian terdiri dari uji iritasi, hedonik dan aktivitas antibakteri terhadapStaphylococcus aureus sebelum dan sesudah penggunaan spray hand sanitizer. Menggunakan 10 orangpanellist rentang usia 25 s/d 30 tahun kategori kulit tangan normal.Hasil: Hasil menyatakan bahwa tidak ada satupun panellist yang mengalami iritasi, gatal, bengkak ataupunkemerahan pada kulit, 80% menyukai warna, aroma dan bau dari spray hand sanitizer, nilai daya hambatminimum terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 5,66 mm dan jumlah koloni sebelum penggunakansebanyak 88 koloni sedangkan setelah penggunaan sebanyak 10 koloni.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa spray hand sanitizer ekstrak etanol daun jeruju 6% aman padapenggunaannya serta memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksikulit.Kata kunci: Jeruju, spray handsinitizer, Staphylococcus Aureu

    ANALISIS DAN PREDIKSI TREN KECELAKAAN KERJA KARYAWAN SERTA PENGAMBILAN KEBIJAKAN PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG JAMB

    Get PDF
    ABSTRACTBackground: BPJS Ketenagakerjaan Branch Jambi pays the highest work accident claims because it is locatedin an Industrial Estate area. This study aims to analyze and predict the trends of employee work accidents for policymaking among participants in BPJS Ketenagakerjaan Branch Jambi.Methods: This type of research is a mixed method research. The population and sample in this study are alloccupational accident data at companies that submit claims to BPJS Ketenagaker-Jaan 2015-2019 as the unit ofanalysis and 10 in-formers for interviews. The data will be analyzed to predict the trend of workplace accidentsusing linear regression tests and formulated policy making using decision tree analysis.Result: The results of the research on the highest trend of work accidents in 2018 were 1830 accidents (26.6%).The trend prediction for the next 5 years is that the highest accidents occur in 2024, namely 3310 accidents (24%).Conclusion The conclusion of policy making for the industry is the procurement of PPE, training, giving sanctions,monitoring and periodically maintaining work machines and tools, making hazard communications and safety signsin the workplace, and safety talk.Keywords: Tren, Prediction, Policy, Work Accident.ABSTRAKPendahuluan: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi membayarkan klaim kecelakaan kerja tertinggi karenaberada di daerah Kawasan Industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi trenkecelakaan kerja karyawan untuk pengambilan kebijakan pada peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method. Populasi dan sampel dalam penelitian ini semua datakecelakaan kerja pada perusahaan yang mengajukan klaim kepada BPJS Ketenagakerjaan tahun 2015-2019sebagai unit analisis d a n 1 0 o r a n g i n f o r m a n u n t u k w a w a n c a r a . Data akan dianalisis untuk prediksitren kecelakaan kerja menggunakan uji regresi linear serta disusun pengambilan kebijakannya denganmenggunakan analisa pohon keputusan.Hasil: Hasil penelitian tren kecelakaan kerja tertinggi ditahun 2018 yaitu 1830 kecelakaan (26,6%). Prediksi tren 5tahun kedepan kecelakaan tertinggi terjadi ditahun 2024 yaitu 3310 kecelakaan (24%).Kesimpulan: Kesimpulan pembuatan kebijakan bagi industri yaitu pengadaan APD, membuat pelatihan,pemberian sanksi, pemantauan dan perawatan secara berkala pada mesin-mesin dan alat-alat kerja, membuatkomunikasi bahaya dan rambu-rambu keselamatan di tempat kerja, dan safety talk.Kata Kunci: Tren, Prediksi, Kebijakan, Kecelakaan kerj

    BIOMARKER PENGGANTI HOMA-IR UNTUK MENDETEKSI RESISTENSI INSULIN

    Get PDF
    ABSTRACT Background Standard insulin resistance (IR) marker now available was HOMA-IR which is expensive and not available widely as routine test so surrogated marker was needed. Adiposity excess, glucose and lipid metabolism marker were the three metabolic risk strongly correlated with IR. Epidemiology study found triglyceride glucose index (TyG), visceral adiposity index (VAI) dan lipid accumulation product (LAP) could predict HOMA-IR. Adding the 3rd metabolic risk such adiposity excess to TyG index gained discrimination value to predict IR. To the best of our knowledge this study never been held before in Javanese, Indonesia. Aims of this study was to investigated ability of the three index as single or combination to predict IR in Indonesia. Methods study design was cross sectional with 184 participants. IR describe as HOMA-IR more than 75 percentiles for each gender. Spearman correlation and receiver operating characteristic (ROC) was construct to recognized ability of the metabolic index to predict IR. Standard mathematical equation was used to calculated HOMA-IR, TyG, VAI and LAP. Addition of excess of adiposity marker to TyG, add glucose to VAI and LAP as multiply function was used to investigate the triple metabolic risk simultaneously. Result Combine index have higher correlation and AUC than single index. Value of LAP have higher correlation and AUC than TyG and VAI. Combination of TyG index have higher correlation than other combination indeks. The acceptable discrimination index signed by AUC > 0.7 to predict IR reach by TyG*BMI, TyG*WC, TyG* WtHR, TyG*VF and LAP* glucose. The highest AUC reach by TyG*WtHR. Conclusion we suggest TyG with combine of excess adiposity and LAP*glucose mention above could be used as surrogated marker to recognize IR in Javanese, Indonesia. This combination index acceptable but not as good as HOMA-IR to predict IR. Keyword: Surrogated marker, Insulin resistance, TyG Index, VAI, LAP index, HOMA-IR.     ABSTRAK Latar belakang Standar biomarker resistensi insulin adalah HOMA-IR. Pemeriksaan ini relatif mahal dan tidak tersedia sebagai pemeriksaan rutin di Indonesia, sehingga biomarker pengganti diperlukan. Kelebihan lemak tubuh, kadar glukosa dan profil lemak darah merupakan tiga risiko metabolik berkorelasi kuat dengan RI. Studi epidemiologi menunjukkan nilai triglyceride glucose indeks (TyG), visceral adiposity indeks (VAI) dan lipid accumulation product (LAP) erat kaitannya dengan homeostasis model assessment for insulin resistance (HOMA-IR) Penambahan risiko metabolik ketiga (TyG*antropometri) dapat meningkatkan nilai diskriminasi untuk mendeteksi RI. Studi tersebut masih terbatas pada populasi Asia khususnya Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengamati korelasi dan derajat diskriminasi TyG, VAI dan LAP sebagai indeks tunggal maupun kombinasi untuk memprediksi RI pada etnis Jawa di Indonesia. Metode penelitian potong lintang diikuti oleh 184 subjek. RI didefinisikan sebagai nilai HOMA-IR lebih dari persentil 75 berdasarkan jenis kelamin. Uji korelasi Spearman dan nilai area under curve (AUC) dari kurva receiver operating characteristic (ROC) digunakan untuk menilai kemampuan diskriminasi prediksi RI. Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi indeks memiliki nilai korelasi dan luas AUC yang lebih tinggi daripada indeks tunggal. Indeks LAP memiliki nilai korelasi dan AUC yang lebih tinggi dibandingkan TyG dan VAI. Indeks kombinasi TyG dan antropometri memiliki nilai korelasi dan AUC yang lebih tinggi dibandingkan indeks kombinasi lainnya. Diskriminasi indeks yang dapat diterima untuk memprediksi resistensi insulin dicapai oleh TyG*BMI, TyG*WC, TyG*WtHR, TyG*VF dan LAP*glukosa. Diskriminasi indeks tertinggi dicapai oleh TyG*WtHR. Kesimpulan Kombinasi TyG dengan BMI, WC, WtHR, VF dan LAP*glukosa merupakan kandidat biomarker untuk mendeteksi RI pada etnis Jawa di Indonesia. Kombinasi indeks ini menjanjikan sebagai biomarker pengganti meskipun tidak sebaik HOMA-IR untuk memprediksi RI. Kata Kunci: Biomarker pengganti, resistensi insulin, Indeks TyG, VAI, Indeks LAP, HOMA-IR

    PENGARUH DIET KETOGENIK TERHADAP PROLIFERASI DAN KETAHANAN SEL PADA JARINGAN OTAK

    Get PDF
    ABSTRACT Background : The main energy substrate of the neuron system is glucose, but there are also alternative substrates, namely the ketone body in the form of b-hydroxybutyrate. Most ketone bodies used by the brain are supplied by liver, but they can also be synthesized in astrocytes, which are the only cell type in the brain that can oxidize fatty acids. The ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate and protein consumption when the body does not get enough glucose from carbohydrates, the body usually uses alternative energy sourced from the ketone body, namely acetoacetate and b-hydroxybutyrate. The ketone body comes from the breakdown of fatty acid metabolism in the liver. The ketogenic diet that is carried out for a long time will cause a reaction to the body, including the brain. On prolonged hunger, 75% of the fuel needed by the brain is obtained from a ketone body. The brain can carry out its functions through energy derived from glucose which is transported by blood. All factors that affect blood flow to the brain can have an impact on the proliferation and resistance of internal cells in the brain, including the decrease in glucose in the blood caused by the ketogenic diet. Keywords: ketogenic, diet, brain, proliferation, cell resistance   ABSTRAK Latar Belakang: Substrat energi utama dari sistem neuron adalah glukosa, tetapi ada juga substrat alternatif, yaitu tubuh keton dalam bentuk b-hidroksibutirat. Sebagian besar tubuh keton yang digunakan oleh otak dipasok oleh hati, tetapi mereka juga dapat disintesis dalam astrosit, yang merupakan satu-satunya jenis sel di otak yang dapat mengoksidasi asam lemak. Diet ketogenik banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein ketika tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa dari karbohidrat, tubuh biasanya menggunakan energi alternatif yang bersumber dari tubuh keton, yaitu asetoasetat dan b- hidroksibutirat. Tubuh keton berasal dari pemecahan metabolisme asam lemak di hati di mana saat ini konsentrasi rendah dalam darah. Diet ketogenik yang dilakukan dalam waktu lama akan menyebabkan reaksi pada tubuh, termasuk otak. Pada rasa lapar yang berkepanjangan, 75% dari bahan bakar yang dibutuhkan oleh otak diperoleh dari tubuh keton. Otak dapat menjalankan fungsinya melalui energi yang berasal dari glukosa yang diangkut oleh darah. Semua faktor yang mempengaruhi aliran darah ke otak dapat berdampak pada proliferasi dan resistensi sel-sel internal di otak, termasuk penurunan glukosa dalam darah yang disebabkan oleh diet ketogenik. Kata kunci: ketogenik, diet, otak, proliferasi, resistensi se

    333

    full texts

    380

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇