JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
Not a member yet
    380 research outputs found

    UJI AKTIVITAS ANTITUKAK RESIN JERNANG (Daemonoroph Draco) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ETANOL

    Get PDF
    ABSTRACT Background: Peptic ulcer is one of the health problems in the digestive tract which is characterized by burning and discomfort in the abdominal area. Dragon’s blood has been used by the Suku Anak Dalam (SAD) traditionally to treat wounds. This study aims to evaluate the bioactivity of dragon’s blood on the healing of peptic ulcers in white rats induced using absolute ethanol. Methods: This study used 42 rats divided into six groups (7 rats per group), the normal control group, the positive control, the comparison was given omeprazole at a dose of 20 mg/kgBW, the treatment groups P1, P2 and P3 were given dragon’s blood at doses of 125, 250 and 500 mg/kgBW. Result: Animals were induced using absolute ethanol 1 mL/200 gBW. The parameters determined were the ulcer index and the percentage of ulcer inhibition. Administration of dragon’s blood at a dose of 125-500 mg/kgBW in rats could significantly inhibit the formation of gastric ulcers induced by absolute ethanol (P<0.05). The ulcer index from normal control, positive control, comparison, P1, P2 and P3 were 2; 20.4; 10.4; 14.6; 13.2 and 11.6. While the percentage of ulcer inhibition, respectively, from the comparison, P1, P2 and P3 was 49.02 % 28.43 % 35.29 % and 43.13%. Conclusion:  The dose of dragon’s blood that gave the best activity was a dose of 500 mg/kgBW.   Key words: dragon’s blood, Daemonoroph draco, peptic ulcer, omeprazole   ABSTRAK Pendahuluan: Tukak lambung merupakan salah satu masalah kesehatan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan rasa perih dan tidak nyaman pada daerah abdomenResin jernang telah dimanfaatkan oleh Suku Anak Dalam (SAD) secara tradisional untuk mengobati luka. Resin jernang diketahui juga mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bioaktivitas resin jernang terhadap penyembuhan tukak lambung pada tikus putih yang diinduksi menggunakan etanol absolut Metode: Penelitian ini menggunakan 42 ekor tikus yang dibagi dalam enam kelompok (7 ekor tikus per kelompok), kelompok kontrol normal, kontrol positif , pembanding diberi omeprazole dosis 20 mg/kgBB, kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 diberikan resin jernang dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB. Hasil: Hewan diinduksi dengan menggunakan etanol absolut 1 mL/200 gBB. Parameter yang ditentukan adalah indeks tukak dan persentase inhibisi tukak Pemberian resin jernang dosis 125-500 mg/kgBB pada tikus dapat menghambat pembentukan tukak lambung yang diinduksi oleh etanol absolut dengan signifikan (P<0,05). Indeks tukak berturut turut dari kontrol normal, kontrol positif, pembanding, P1, P2 dan P3 adalah 2; 20,4; 10,4; 14,6;13,2 dan 11,6. Sedangkan persentase penghambatan tukak berturut turut dari pembanding, P1, P2 dan P3 adalah 49,02 % 28,43 % 35,29 % dan 43,13 %. Kesimpulan: Dosis resin jernang yang memberikan aktivitas paling baik adalah dosis 500 mg/kgBB.   Kata kunci: resin jernang, Daemonoroph draco, tukak lambung, omeprazo

    IMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI DI SEKOLAH DASAR 173434 POLLUNG KECAMATAN POLLUNG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN SUMATERA UTARA 2021

    Get PDF
    ABSTRACT Background: The sanitation program is a human effort in realizing and ensuring environmental conditions, especially the availability of clean water and adequate waste disposal. The implementation of the Sanitation program in elementary schools is very supportive of environmental health efforts as well as improving and maintaining healthy and good environmental conditions for the health and learning motivation of students, even all elementary school members. Methodt: This study aims to determine the implementation of the Sanitation Program in SD 173434 Pollung, Pollung sub-district, Humbang Hasundutan district, case study method in qualitative research. The research subjects in this study were all school residents. Result:  Based on the results of the study, it can be concluded that the source of clean water in SD 173434 Pollung comes from the Jet Pump and clean water is sufficient to meet the needs of school residents. Garbage disposal facilities at SD 173434 are not yet available in every room, while the available trash cans are also not equipped with covers. Hand washing facilities at SD 173434 Pollung have been available but these facilities have existed since the covid 19 pandemic. SD 173434 Pollung has latrine/toilet facilities, namely 4 toilets which are divided into 1 male student toilet and 1 female toilet as well as teachers which are divided into 1 male teacher toilet and 1 female teacher toilet. Communication and resources are factors that support the implementation of the sanitation program at SD 173434 Pollung. Conclusion: Overall, the implementation of the sanitation program at SD 173434 Pollung is not in accordance with the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 1429/MENKES/SK/XII/2006 concerning Guidelines for the Implementation of School Environmental Health.   Keywords: communication, school sanitation, elementary school   ABSTRAK Pendahuluan: Program sanitasi merupakan upaya manusia dalam mewujudkan serta menjamin kondisi lingkungan terutama ketersediaan air bersih, dan pembungan limbah yang memadai. Implementasi program Sanitasi di sekolah dasar sangat mendukung dalam upaya penyehatan lingkungan serta meningkatkan dan mempertahankan kondisi lingkungan yang sehat dan baik bagi kesehatan dan motivasi belajar anak didik, bahkan seluruh anggota sekolah dasar.  Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Sanitasi di SD 173434 Pollung kecamatan Pollung kabupaten Humbang Hasundutan, metode studi kasusdalam penelitian kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan seluruh warga sekolah. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sumber air bersih di SD 173434 Pollung bersumber dari Jet Pump dan air bersih cukup memenuhi kebutuhan warga sekolah. Sarana Tempat Pembuangan sampah di SD 173434 belum tersedia di setiap ruangan, sedangkan tempat sampah yang tersedia juga belum di lengkapi dengan penutup. Sarana cuci tangan di SD 173434 Pollung telah tersedia namun sarana ini ada sejak masa pandemi covid 19. SD 173434 Pollung memiliki sarana jamban/toilet yaitu 4 toilet yang dibagi menjadi 1 toilet murid laki-laki dan 1 toilet perempuan begitu juga dengan guru yang terbagi menjadi 1 toilet guru laki-laki dan 1 toilet guru perempuan. Komunikasi dan Sumber Daya menjadi faktor yang mendukung terwujudnya implementasi program sanitasi di SD 173434 Pollung. Kesimpulan: Secara keseluruhan  Implementasi Program sanitasi di SD 173434 Pollung belum sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah.   Kata Kunci : komunikasi, sanitasi sekolah, sekolah dasa

    HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK

    Get PDF
    Latar belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), diperkirakan setengah dari penderita DM mengalami komplikasi neuropati. Neuropati diabetik (ND) didefinisikan sebagai tanda dan gejala disfungsi saraf perifer pada pasien DM setelah mengesampingkan penyebab lain. Studi menunjukkan bahwa prevalensi ND adalah 8% pada pasien DM yang baru terdiagnosis dan lebih tinggi ditemukan pada pasien yang sudah lama menderita DM yaitu 50%. Tujuan: Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional pada pasien DMT2 di Poliklinik Penyakit Dalam dan Neurologi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan November 2021 sampai Maret 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode konsekutif sampling. Hasil: Total responden pada penelitian ini berjumlah 44 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebagian besar pasien DMT2 yang menderita neuropati diabetik rata-rata menderita DM ≥ 5 tahun (92.1%). Analisis statistik Chi-square mendapatkan p value = 0.003 (<0.05) yaitu terdapatnya hubungan yang signifikan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Simpulan: Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Keyword: DM tipe 2,waktu menderita, Neuropati Diabeti

    HUBUNGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PENGENDARA MOTOR DI KOTA JAMBI

    Get PDF
    Latar Belakang: Low back Pain (LBP) merupakan masalah umum kesehatan di masyarakat. Low back pain memiliki gelaja seperti nyeri dan juga kaku pada daerah lumbosacral serta punggung. Salah satu factor risiko yang bisa menimbulkan LBP berupa Indeks Massa Tubuh (IMT).  Kejadian LBP lebih berdampak pada pekerja dengan aktivitas sehari hari yang lebih banyak dilakukan dengan duduk seperti pengendara ojek online. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian LBP dengan IMT pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling (accidental sampling). Populasi dalam penelitian ini adalah pengendara ojek online di Kota Jambi Hasil: Hasil peneltian menunjukkan bahwa semua pengendara ojek online yang ditemui berjenis kelamin laki-laki dengan distribusi kejadian low back pain pada pengendara ojek online di Kota Jambi sebesar 62.5% dalam seminggu terakhir dan 56.3% dalam setahun terakhir. Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna kejadian LBP dengan IMT pada pengendara ojek online dengan p=0.470. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian LBP pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Kata Kunci: Low back pain, faktor resiko, pengendara moto

    EDUKASI KESEHATAN BERBASIS MODEL INFORMATION MOTIVATION BEHAVIOR SKILL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAWATAN ANTENATAL PADA IBU HAMIL RISIKO TINGGI

    Get PDF
    ABSTRACT Background: Maternal Mortality Rate (MMR) in the world and Indonesia increases every year due to four too late and three too late. Efforts that can be made are optimizing antenatal care checks so that the physical and psychological health of pregnant women is monitored. Health education based on the Information Motivation Behavior Skill model about delivery planning programs and prevention of complications using media is expected to be an alternative intervention in reducing MMR in Indonesia. This study aims to identify the effect of health education based on the Information Motivation Behavior Skill model on knowledge and behavior of antenatal care for high-risk pregnant women. Methods: The research design used a quasi-experimental pretest and posttest with control group. The research sample consisted of 16 high-risk pregnant women for each intervention and control group through purposive sampling technique. The research instrument used an antenatal care knowledge and behavior questionnaire. The research was conducted in the working area of ​​the Ngesrep Public Health Center, Semarang City. Data analysis used paired t-test and independent t-test. The research has passed the ethical test from the Research Ethics Committee of the Health Polytechnic of the Ministry of Health Semarang No. 017/EA/KEPK/2021. Results: There is an effect of health education based on the Information Motivation Behavior Skill model on knowledge (p value = 0.002) and antenatal care behavior of high-risk pregnant women (p value = 0.023). Modification of health education can be used to increase knowledge and behavior of antenatal care. Conclusion: The Information Motivation Behavior Skill-based health education model can be integrated with maternal health services in primary health care facilities.   Keywords: antenatal care, health education, high risk pregnant women, information motivation behavior skills, knowledge, behavior   ABSTRAK Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia dan Indonesia meningkat setiap tahun disebabkan oleh empat terlalu dan tiga terlambat. Upaya yang dapat dilakukan yaitu optimalisasi pemeriksaan perawatan antenatal sehingga kesehatan disik dan psikologis ibu hamil termonitoring. Edukasi kesehatan berbasis model Information Motivatin Behavior Skill tentang program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi menggunakan media diharapkan menjadi intervensi alternatif dalam menurunkan AKI di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi kesehatan berbasis model Information Motivation Behavior Skill terhadap pengetahuan dan perilaku perawatan antenal ibu hamil risiko tinggi. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen pretest and posttest with control group. Sampel penelitian sebanyak 16 ibu hamil risiko tinggi untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku perawatan antenatal. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Penelitian telah lolos uji etik dari Komite Etik Penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang No. 017/EA/KEPK/2021. Hasil: Terdapat pengaruh edukasi kesehatan berbasis model Information Motivation Behavior Skill terhadap pengetahuan (nilai p = 0.002) dan perilaku perawatan antenal ibu hamil risiko tinggi (nilai p=0.023). Modifikasi edukasi kesehatan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan antenatal. Kesimpulan: Model edukasi kesehatan berbasis Information Motivatin Behavior Skill dapat diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan ibu di faslitas layanan kesehatan primer. Kata kunci:  antenatal care, edukasi kesehatan, ibu hamil risiko tinggi, information motivaton behavior skill, pengetahuan, perilak

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA DOSEN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2021

    Get PDF
    ABSTRACT Background: Low Back Pain (LBP) is a feeling of pain in the waist area that can spread to the limbs or feet. During the pandemic  covid-19, students, teachers, and lecturers were required to sit in front of a laptop every day for hours on end with a position that is not comfortable for learning or working. This repetitive activities certainly trigger the occurrence of LBP. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of low back pain on the lecturer during the pandemic covid-19 in Universitas Jambi. Methods: This study used a cross sectional design with the number of respondents 60 lecturers. The sampling technique used multi stage random sampling. The instrument in this study used a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis using Chi-Square method in SPSS 16. Result: The results of this study indicate that there was a significant relationship between age (p-value=0.020 and PR=9.308), and length of working (p-value=0.000 and PR=20.741) with the incidence of low back pain and there was no significant relationship between work time (p-value=0.164 and       PR = 2.461), body mass index (p-value=0,122 and OR=0.427) with the incidence of low back pain. Conclusion: There was a relationship between age and length of working with the incidence of low back pain. Therefore, it is hoped that the lecturers maintain a healthy lifestyle, if work require a long time to sit then make sure that the knees are parallel with the thigh. Stand up once in a while or do some stretching while work to change position periodically.   Keywords : Age, BMI, LBP, Length of Working, Work Time   ABSTRAK Pendahuluan: Low Back Pain merupakan rasa nyeri pada area pinggang bawah yang dapat menjalar sampai ke tungkai atau kaki. Selama masa pandemik covid-19 siswa, mahasiswa, guru, serta dosen diharuskan duduk di depan laptop setiap harinya selama berjam-jam dengan posisi yang tidak nyaman untuk melakukan pembelajaran atau pekerjaan. Kegiatan berulang-ulang seperti ini tentunya memicu terjadinya LBP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low back pain pada dosen selama masa pandemik covid-19 di lingkungan Universitas .Jambi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuisioner Oswestry Disability Index. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariate pada penelitian ini memakai uji Chi-Square menggunakan SPSS 16.   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara usia (p- value=0.020 dan PR=9.308), dan masa kerja (p-value=0.000 dan PR=20.741) dengan kejadian low back pain, serta tidak ada hubungan signifikan antara lama kerja (p-value=0.164 dan PR=2.461) dan status gizi/indeks masa tubuh (p-value=0,122 dan OR=0.427) dengan kejadian low back pain. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur dan masa kerja dengan kejadian low back pain. Oleh karena itu, diharapkan kepada dosen menjaga pola hidup sehat, jika memerlukan waktu yang lama untuk duduk saat bekerja maka pastikan bahwa lutut sejajar dengan paha, dan jika memang harus berdiri terlalu lama, letakkanlah salah satu kaki pada bantalan kaki secara bergantian. Beranjaklah sejenak dan lakukan peregangan di sela waktu bekerja untuk mengubah posisi secara periodik. Kata Kunci: Umur, BMI, LBP, Masa Kerja, Lama Kerj

    DIAGNOSING CARDIAC AMYLOIDOSIS USING 99MTC-PYP AT DR. HASAN SADIKIN GENERAL HOSPITAL : First Case in Hasan Sadikin General Hospital

    No full text
    Amyloidosis is an infiltrative disease characterized by the deposition of abnormal fibril proteins in various tissues and organ systems, including the heart. Cardiac amyloidosis is a very rare disease. The diagnosis of amyloidosis is highly dependent on the suspicion of a clinician. This disease is often asymptomatic until eventually advanced which will give symptoms and symptoms can vary widely. As a result, the patient's diagnosis is often delayed. Cardiac ATTR amyloidosis can be diagnosed in the absence of histology in the setting of typical echocardiographic/CMR findings when 99mTc-PYP scintigraphy shows Grade 2 or 3 myocardial uptake of Radiotracer. Once cardiac ATTR amyloidosis is confirmed, genetic counselling and testing should be performed to assess for the presence of TTR mutations in order to differentiate between ATTRwt and ATTRv. Genetic testing should be performed even in elderly patients, as a significant number can have TTR mutations. 99mTc-PYP can differentiate between CA types and specific for ATTR types. Imaging modalities other than nuclear imaging, cannot differentiate the types of amyloidosi

    UMPAN BALIK PENERAPAN METODE CASE-BASED TEACHING PADA PERKULIAHAN FARMAKOLOGI BLOK KELAINAN SISTEM RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI

    Get PDF
    Background: In the medical program of Jambi University, Lectures on pharmacology use conventional methods. Teaching-learning with the case-method can improve critical reasoning and problem-solving analysis. Objective: to develop pharmacology lectures with the case-method and receive feedback from students and lecturer. Methods: The questionnaire contains several statements with answer choices using a 5-point Linkert scale, strongly agree-strongly disagree. The post-test assessment uses vignette questions, while the CBT test scores come from study program data. Results: Most of the students accepted the application of the case-method in pharmacology lectures. Some of the benefits that are felt by students include increasing understanding of pharmacology material, helping exam preparation, and the knowledges integration in learning. There is a significant relationship between post test scores and CBT test scores (p<0.05). Conclusion: There is good acceptance of students in pharmacology lectures using the case-method. Keywords: pharmacology, medical program student, block system curiculum, case-method, case-based teaching

    A GENETIC VARIANT OF ANGIOTENSIN RS699 ASSOCIATED WITH DIABETIC NEPHROPATHY IN PATIENTS OLDER THAN 50 YEARS OLD

    Get PDF
    ABSTRACT Background: Beyond controlling blood pressure and blood glucose, a genetic factor may play role in diabetic nephropathy (DN) progression in Type II Diabetes Mellitus (T2DM). Previous studies reported a genetic variant of Angiotensin rs699 (M235T) associated with diabetic nephropathy, with conflicting results across populations worldwide. To the best of our knowledge association of this genetic variant has never been conducted in the Jambi Malay population. Aims The Aims of this study is to the reveal association of the genetic variant of Angiotensin rs699 with diabetic nephropathy in the Jambi Malay population. Methods: This study design was cross-sectional. Totally 70 T2DM patients aged 22-67 years old were participated, as many 41 patients have aged older than 50 years old. Genotyping was performed using tetra ARMS PCR specific for rs699. Result: Patients aged older than 50 who have CTTT genotype have lower risk for suffering DN than CC genotype (p-value 0.029; OR (95% CI) 0.233 (0.06-0.88)), the statistic significant persist in multivariate analysis (p-value 0.030; OR (95% CI) 0.19 (0.04-0.86)). Conclusion: CTTT genotype was protective for DN in patients older than 50 years old. Further study with larger sample size, multi-centre and measuring confounding factors was needed.   Keyword: Genetic variant of Angiotensin, rs699, diabetic nephropathy, Type II Diabetes Mellitus, Malay population   ABSTRAK Latar belakang: Kendali Tekanan darah dan glukosa darah saja tidak cukup untuk mencegah kejadian nefropati diabetik (DN) pada Diabetes Mellitus Tipe II (T2DM), faktor genetik juga berperan penting. Studi sebelumnya melaporkan varian genetik Angiotensin rs699 (M235T) yang terkait dengan DN, dengan hasil yang berbeda antar populasi. Sejauh studi literatur yang dilakukan, varian genetik ini belum pernah diteliti pada populasi Melayu Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan varian genetik Angiotensin rs699 dengan nefropati diabetik pada populasi Melayu Jambi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian potong lintang. Sebanyak 70 pasien T2DM berusia 22-67 tahun berpartisipasi, 41 diantaranya berusia lebih dari 50 tahun. Genotyping dilakukan dengan menggunakan tetra arms PCR spesifik untuk rs699. Hasil: Pasien berusia lebih dari 50 tahun yang memiliki genotipe CTTT memiliki risiko lebih rendah untuk menderita DN daripada genotipe CC (nilai p 0,029; OR (95% CI) 0,233 (0,06-0,88)), analisis multivariat juga menunjukkan hasil serupa (nilai p 0,030; ATAU (95% CI) 0,19 (0,04-0,86)). Kesimpulan: CTTT genotipe adalah pelindung untuk DN pada pasien yang lebih tua dari 50 tahun. Studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar, berbagai pusat studi dan mengukur faktor risiko genetik dan non-genetik lain perlu dilakukan.   Kata kunci: Varian genetik angiotensin, rs699, nefropati diabetik, Diabetes Mellitus Tipe II, populasi Melay

    EFEK INTERMITTENT FASTING TIPE 5:2 TERHADAP ASAM URAT DAN LINGKAR PINGGANG INDIVIDU DENGAN OVERWEIGHT DAN OBESITAS

    Get PDF
    ABSTRACT Background: Central obesity is one of the causes of metabolic syndrome, as well as a risk factor for cardiovascular disease and diabetes mellitus. In addition, high uric acid levels are also predictors of metabolic syndrome. One of the non-pharmacological therapies that can be done to prevent this is a healthy diet. Intermittent fasting is a diet that is able to lose weight effectively, reduce visceral fat and trigger the autophagy process. Objective: This study aims to determine the effect of intermittent fasting on uric acid levels and waist circumference in overweight and obese individuals. Methods: This study is an experimental study that provides an intervention in the form of intermittent fasting twice a week for 30 days. The study included 22 healthy overweight and obese adult men. Results: Decrease levels uric acid 1% but not statistically significant (p=0.631). Meanwhile, waist circumference decreased by 3% with p value = 0.000 (p < 0.05). Conclusion: Intermittent fasting type 5:2 has a significant effect on waist circumference but has no effect on uric acid levels. Thus, intermittent fasting type 5:2 can be used as an intervention in preventing the onset of diseases associated with metabolic syndrome.   Keywords: uric acid, waist circumference, intermittent fasting.     ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas sentral merupakan salah satu penyebab terjadinya sindrom metabolik, serta faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan diabetes mellitus. Selain itu, kadar asam urat yang tinggi juga merupakan prediktor penyebab sindrom metabolik. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan pola makan yang sehat. Puasa intermiten merupakan diet yang mampu menurunkan berat badan secara efektif, mengurangi lemak visceral dan memicu proses autophagy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa intermiten terhadap kadar asam urat dan lingkar pinggang pada individu overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang memberikan intervensi berupa puasa intermiten yang dilakukan dua kali seminggu selama 30 hari. Penelitian ini melibatkan 22  laki-laki dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas sehat. Hasil: Terdapat penuruan  kadar asam urat sebesar 1% tetapi tidak signifikan secara statistik (p=0,631). Sedangkan lingkar pinggang mengalami penurunan sebesar 3% dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Puasa intermiten tipe 5:2 berpengaruh signifikan terhadap lingkar pinggang tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat. Dengan demikian, puasa intermiten tipe 5:2 dapat digunakan sebagai intervensi dalam mencegah timbulnya penyakit yang berhubungan dengan sindrom metabolik.   Kata kunci: asam urat, lingkar pinggang, puasa intermiten

    333

    full texts

    380

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇