Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Penilaian Kesesuaian Ecotourism di Pulau Gili Genting menggunakan Analisis Daerah Operasi Objek Dan Daya Tarik Wisata Alam (ADODTWA)
Travel & Tourism Competitiveness Index of Indonesia was scored up to 4.3 with 2.8% improvement from 2017, and reaching 11.0% above the global average score. Unfortunately, Indonesia is poorly rated for Environmental Sustainability aspect at 135th place. In addition, nature-based tourism which’s relative suitable with Indonesia's regional character, is kind of tourism system that prioritizes the tourist’s experience due directly enjoying a natural phenomenon and is one of tourism system that’s rapidly increase recently. This research gol was to assess and evaluating the suitability aspects and potential of natural tourism in the Gili Genting Island, using the Evaluation of the Operational Area Analysis of Natural Tourism Objects and Attractions Instrumen (ADO-ODTWA in Indonesia) with indicators by Director General of PHKA. The results of this evaluation, shown that Gili Genting Island obtained an average value of 591.6 and including in the second class which indicate that "this area is Moderate Potential for Tourism Development”. This result show that tourism potential in this area was quite feasible to develop. The development potential is supported due the high value of tourist attraction which shows the high potential of natural tourism. In addition, the social local community which is relatively thick with the culture of mutual cooperation typical of the local Madurese also can be another unique attraction for tourism development due Ecotourism system in the future.Indeks Persaingan Pariwisata (Travel & Tourism Competitiveness Index) Indonesia mencapai 4,3 dengan peningkatan 2,8% dari tahun 2017, dan mencapai 11,0% skor rata-rata tertinggi secara global. Sayangnya, Indonesia mendapat peringkat buruk untuk aspek Kelestarian Lingkungan di peringkat 135. Disamping itu, pariwisata berbasis alam yang relatif sesuai dengan karakter daerah Indonesia merupakan salah satu jenis sistem pariwisata yang mengutamakan pengalaman wisatawan untuk menikmati fenomena alam secara langsung dan merupakan salah satu sistem pariwisata yang sedang berkembang pesat belakangan ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mengevaluasi aspek kesesuaian dan potensi wisata alam di Pulau Gili Genting, menggunakan Analisis Daerah Operasi Objek Dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dengan indikator oleh Dirjen PHKA. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa Pulau Gili Genting memperoleh nilai rata-rata 591,6 dan termasuk dalam kelas II yang menunjukkan bahwa “Kawasan ini memiliki Potensi Sedang untuk Pengembangan Pariwisata berkelanjutan”. Hasil ini menunjukkan bahwa potensi wisata di kawasan ini cukup layak untuk dikembangkan khususnya menggunakan sistem Ecotourism. Pengembangan potensi tersebut didukung karena nilai daya tarik wisata yang tinggi yang menunjukkan potensi wisata alam yang tinggi pula. Selain itu sosial kemasyarakatan yang relatif kental dengan budaya gotong royong khas masyarakat madura juga dapat menjadi keunikan dan daya tarik lain untuk pengembangan pariwisata dengan sistem Ekowisata di masa depan
Spatial Distribution of COVID-19 Vulnerable Areas in Tambora District, Jakarta Barat
The COVID-19 pandemic has spread in almost all countries and has caused many casualties. Jakarta is one of the areas with the highest number of COVID-19 sufferers in Indonesia. The purpose of this study was to analyze the distribution of areas vulnerable to the COVID-19 pandemic in Tambora District, Jakarta Barat. The variables used are demographic, socio-economic, health, and physical characteristics. The distribution of COVID-19 sufferers in Tambora District since the beginning of the pandemic has been detected in 7 sub-districts out of 11 sub-district. The highest number of COVID-19 sufferers in November 2020 were in the west, southwest and southeast side, while the least number of sufferers was in the south and northeast side. Jembatan Besi and Roa Malaka sub-districts showed contrasting conditions compared to their surrounding areas because those were the areas with the most and the least number of COVID-19 sufferers. The results showed that the areas with a very high level of vulnerability to COVID-19 are located in the west, southwest, central, north, and southeast side of Tambora District. Furthermore, areas with a high level of vulnerability are located in the north, center, and south. Then, the areas with a moderate level of vulnerability are located on the south and east sides, while the areas with a low level of vulnerability are located on the northeast side.Fenomena pandemi COVID-19 saat ini telah berjangkit di hampir seluruh negara dan menimbulkan banyak korban jiwa. Kota Jakarta sebagai ibukota negara termasuk wilayah dengan jumlah penderita COVID-19 terbanyak di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persebaran wilayah rawan pandemi COVID-19 di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Variabel yang digunakan adalah kependudukan, sosial ekonomi, kesehatan, dan fisik wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran penderita COVID-19 di Kecamatan Tambora sejak awal pandemi menunjukkan bahwa keberadaan penderita COVID-19 mulai terdeteksi pada 7 kelurahan dari 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Tambora. Jumlah penderita COVID-19 terbanyak pada bulan November 2020 berada di sisi barat, barat daya, dan tenggara, sedangkan jumlah penderita paling sedikit terdapat di sisi selatan dan timur laut. Kelurahan Jembatan Besi dan Roa Malaka menunjukkan kondisi yang kontras dibandingkan wilayah sekitarnya karena merupakan wilayah dengan jumlah penderita COVID-19 paling banyak dan paling sedikit. Hasil klasifikasi wilayah rawan COVID-19 menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerawanan sangat tinggi berada di sisi barat, barat daya, tengah, utara, dan tenggara Kecamatan Tambora. Selanjutnya, wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi berada di sisi utara, tengah, dan selatan. Kemudian, wilayah dengan tingkat kerawanan sedang berada di sisi selatan dan timur, sedangkan wilayah dengan tingkat kerawanan rendah berada di sisi timur laut
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KEBENCANAAN BERBASIS KEWILAYAHAN DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS: Bahasa Inggris
The earthquake, tsunami and liquefaction incident on 28 September 2018 caused huge casualties. This research is a type of R&D research by following the ADDIE development up to stage 5, analysis, design, develop, implementation, and evaluation. The population were students and teachers in class XI Senior High School in Sigi Regency. Data collection techniques and instruments were carried out through tests and non-tests which included interviews, observations, questionnaires, validation instruments, knowledge test questions. The results of study indicate the feasibility of products that have been validated by experts is at a decent qualification, namely 80%. The learning equipment products were stated to be very practical by the teacher, 89.93% and practical by the students, namely 77.97% for the SETS learning and 75.50% for the practicality of the disaster mitigation and adaptation modules. The results of the effectiveness test were declared effective in the medium category with a score of 0.40.Kejadian Gempabumi, tsunami dan likuifaksi pada tanggal 28 september 2018 menimbulkan korban jiwa yang sangat besar. Penelitian ini menggunakan pengembangan model pembelajaran kebencanaan dengan unsur kewilayahan sebagai dasar materi kebencanaan pada tiap wilayah. Jenis penelitian ini pengembangan R&D mengikuti pengembangan ADDIE 5 tahap yaitu analisys, design, develop, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas XI Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sigi. Teknik dan instrumen pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes yang meliputi wawancara, observasi, kuisioner, instrument validasi, dan soal tes pengetahuan. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan Kelayakan produk yang telah divalidasi ahli berada pada kualifikasi layak yaitu 80%. Produk perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis oleh guru 89,93% dan praktis oleh siswa yaitu 77,97% untuk pembelajran SETS dan 75,50% untuk kepraktisan modul mitigasi dan adaptasi bencana. Hasil uji keefektifan dinyatakan efektif pada kategori sedang dengan perolehan skor 0,40
Indeks Kesehatan Mangrove Dan Potensi Karbon Vegetasi Mangrove Pada Kawasan Wisata Bahari Nusantara Dian Center, Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Provinsi Sulawesi Utara
The research aims at determining the health condition of mangroves in the Nusantara Dian Center (NDC) in Molas Village, Bunaken District, Manado City, North Sulawesi Province. The research method used the line transect plot method to collect community structure data and the hemisperichal photography method to collect canopy cover percentage data. The obtained data were entirely inputted and analyzed using the MonMang application to determine the mangrove healthy index (MHI). The analysis results showed that average health condition of the mangroves at each station was in the moderate category, and the condition of the mangrove canopy cover remained in the good category with the density value of medium and rare category based on the Minister of Environment Decree Number 201 of 2004 concerning the criteria for mangrove damage. For the potential carbon storage of mangrove vegetation, total average value reaches 32.91 tons C/ha or 120.80 tons CO2/ha.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi kesehatan mangrove di Nusantara Dian Centre (NDC) Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini yaitu menggunakan metode garis transek petak/plot untuk mengambil data struktur komunitas dan metode hemisperichal photography untuk mengambil data persentase tutupan kanopi. Data yang didapat semuanya di input dan kemudian dianalisis menggunakan aplikasi MonMang untuk mengetahui mangrove healthy indeks (MHI). Dari hasil analisis menunjukan rata-rata kondisi kesehatan mangrove pada tiap stasiun masuk dalam kategori moderate/Sedang, serta kondisi tutupan kanopi mangrove masih masuk dalam kategori baik dengan nilai kerapatan dalam kategori sedang dan jarang berdasarkan Kepmen LH No 201 Tahun 2004 tentang kriteria kerusakan mangrove. Untuk potensi simpanan karbon vegetasi mangrove didapatkan total nilai rata-rata sebesar 32,91 ton C/ha atau 120,80 ton CO2/ha
Bojonegoro Kajian Evaluasi Pemanfaatan Ruang Kabupaten Bojonegoro: Kajian Evaluasi Pemanfaatan Ruang Kabupaten Bojonegoro
Land use that is not comprehensive causes problems in the use of space in Bojonegoro Regency. In fact, land use in Bojonegoro Regency is dominated by production forest land, which is 85,469.38 Ha or 38,4 % of the total land area. This study aims to examine and evaluate the realization of regional development activities and spatial use. This research was conducted by coodinating data and Geographic Information Systems (GIS) and Overlay Techniques. From the result of the polynomial trend analysis, it can be seen that there are deviations and changes in rice fields into settlements of 65 % of the total area of Bojonegoro Regency.Penggunaaan lahan yang tidak komprehensif menyebabkan permasalahan pada pemanfaatan ruang Kabupaten Bojonegoro. Fakta yang terjadi Penggunaan lahan di Kabupaten Bojonegoro di dominasi oleh lahan hutan produksi yaitu seluas 85.469,38 Ha atau 37,4 % dari luas keseluruhan lahan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi perwujudan pembangunan wilayah dan kegiatan pemanfaatan ruang. Penelitian ini dilakukan dengan koordinasi data dan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta Teknik Overlay. Dari hasil analisis trend polynomial menunjuk terdapat simpangan dan perubahan lahan kawasan sawah menjadi permukiman sebesar 65 % dari total kawasan Kabupaten Bojonegoro
Cultural Diversity of Local Communities to Create Galunggung Geopark in Tasikmalaya Regency
Geopark Galunggung is a platform that accommodates the various potentials of the Kabuapaten Tasikmalaya, in the aspects of geodiversity, biodiversity and cultural diversity. To be able to realize the Galunggung Geopark, active interaction of the local community is required to maintain and preserve the cultural diversity of the geopark area. This study includes four sub-districts namely Leuwisari, Sariwangi, Sukaratu and Padakembang Districts. These four sub-districts are areas that have a lot of diversity in potential compared to other regions. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach and phenomenological studies. Observation data techniques, interviews, documentation study and literature study. The results of this study, the cultural diversity that exists in society is tangible (tangbile) and intangible (intangible), but conditions in the field have a lot of cultural diversity that has almost disappeared due to the times.Geopark Galunggung merupakan suatu flatform yang mewadahi berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabuapaten Tasikmalaya, pada aspek geodiversity, biodiversity dan cultural diversity. Untuk dapat mewujudkan Geopark Galunggung ini diperlukan keterlibatan aktif dari masyarakat lokal untuk dapat menjaga dan melestarikan keragaman budaya yang dimiliki oleh kawasan geopark, dalam penelitian ini meliputi empat kecamatan yaitu Kecamatan Leuwisari, Sariwangi, Sukaratu dan Padakembang. Keempat kecamatan ini merupakan kawasan yang memiliki banyak keragaman potensi dibandingkan dengan kawasan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualilataif dan studi kajian fenomenologi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini, Keragaman budaya yang ada pada masyarakat bersifat berwujud (tangbile) dan tak berwujud (intangible), namun kondisi dilapangan sudah banyak keragaman budaya yang hampir hilang karena perkembangan zaman
Zoning System Analysis in New Student Admissions Based on the Availability of School Facilities in Bekasi City
This research was conducted to determine the availability of state junior high schools (SMP) and state senior high schools (SMA) based on the school zoning system. So that the ideal number of junior and senior high schools in each district will be obtained. To achieve the research objectives using the carrying capacity formula of service facilities. The results of this study indicate the calculation of carrying capacity obtained a value of> 1, which means that the sub-district has been able to meet the needs of the population for public high school facilities. Meanwhile, the sub-districts that have fulfilled the carrying capacity of the facilities of State Junior High Schools with a carrying capacity of> 1 are Jatiasih and East Bekasi districts, which means that these districts can meet the needs of educational service facilities. The Bekasi Selatan sub-district received a score equal to 1, which means that it is balanced between the service needs and the available educational facilities (SMPN). Whereas in the application of the zoning system for the New Student Admissions in Bekasi City, for the State Senior High School level with an area of 7 Km from schools and State Junior High Schools, it can reach 1 Km from the school.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaanakan tingkat kecukupan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang tersedia berdasarkan sistem zonasi sekolah. Sehingga akan diperoleh jumlah sekolah SMP dan SMA Negeri yang ideal pada setiap kecamatan. Untuk mencapai tujuan penelitian menggunakan rumus daya dukung fasilitas pelayanan. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan daya dukung memperoleh nilai > 1, yang artinya kecamatan tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan penduduk terhadap layanan fasilitas SMA Negeri. Sedangkan kecamatan yang sudah memenuhi daya dukung kebutuhan fasilitas SMP Negeri dengan nilai daya dukung > 1 yaitu Kecamatan Jatiasih dan Kecamatan Bekasi Timur, yang artinya kecamatan tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan fasilitas layanan pendidikan. Kecamatan Bekasi Selatan memperoleh nilai sama dengan 1, yang artinya sudah seimbang antara kebutuhan layanan dengan fasilitas pendidikan (SMPN) yang tersedia. Sedangkan dalam penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Bekasi, untuk jenjang SMA Negeri dengan wilayah jangkauan 7 Km dari sekolah dan SMP Negeri dapat menjangkau wilayah 1 Km dari sekolah
Kajian Daya Tarik Wisata untuk Pengembangan Wisata Geohistori Benteng Van Den Bosch Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Fort Van Den Bosch is a historical heritage of the Dutch colonial government which is currently being developed to become one of the leading tourist destinations in Ngawi Regency, East Java. The aim of this study are (1) to identify the tourist attraction of Fort Van Den Bosch, (2) to analyze the development of the tourist attraction of Van Den Bosch fort. This study uses primary data and secondary data. Primary data obtained from observation and interviews. Secondary data was obtained from literature studies and documentation. The technical analysis used in this study included the assessment of tourist attraction based on 4A (Attraction, Facility, Accessibility, Ancilliary), and SWOT analysis. The results of the study show that the Fort Van de Bosch Tourism has four components of tourism objects, among others, the availability of a complete attraction of natural, cultural and artificial attraction, has facilities (facilities) that are complete, Accessibility (accessibility) that is easy to pass, and also has an Ancilliary (service) that supports, and based on the analysis of the SWOT method of Van Den Bosch fort tourism is quite feasible to be developed with a total value of X = 1.35 and Y = 0.75 with the location of quadrant I which supports the "aggressive" strategy. The area of the tourist attraction Van Den Bosch in general can accommodate a total of 560 people per day for outbound activities, historical tours, photography, labyrinth parks and relaxing.Benteng Van Den Bosch merupakan peninggalan sejarah pemerintah kolonial Belanda yang saat ini mulai dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi daya tarik wisata Benteng Van Den Bosch, (2) menganalisis pengembangan objek wisata benteng Van Den Bosch. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya adalah penilaian daya tarik wisata berdasarkan 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancilliary), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Benteng Van de Bosch memiliki empat komponen objek wisata antara lain ketersediaan Attraction lengkap dari daya tarik alam, budaya dan buatan, mempunyai Amenity (fasilitas) yang sudah lengkap, Accessibility (aksesbilitas) yang mudah untuk dilewati, dan juga memiliki Ancilliary (pelayanan) yang mendukung, serta berdasarkan analisis metode SWOT wisata benteng Van Den Bosch cukup layak untuk dikembangkan dengan total nilai X=1,35 dan Y=0,75 dengan letak kuadran I yaitu mendukung strategi ”agresif”. Kawasan objek wisata Benteng Van Den Bosch secara umum dapat menampung total pengunjung sebanyak 560 orang per hari untuk kegiatan outbound, wisata sejarah, fotografi, taman labirin dan bersantai
Efektivitas Model Pembelajaran Blended learning terhadap Motivasi dan Tingkat Kompetensi Mahasiswa Mata Kuliah Meteorologi Klimatologi
This study aims to see at student motivation arising from the application of the blended learning model, student competencies formed due to the application of the blended learning model, the effectiveness of the application of the blended learning model in increasing student motivation and competence in the meteorology climatology course, also providing references for the use of the model blended learning to other courses so that lectures can run effectively and efficiently. The method is a quasi-experiment method. The sample was student on their first semester in 2019 of the Geography Education Study Program in the Class of Meteorology Climatology.
The results of the study are as follows: 1) The application of the blended learning model in the Climatology Meteorology Course in Geography Education Study Program students influences student motivation in learning. 2) The application of the blended learning model in the Climatology Meteorology Course for Geography Education Study Program students increases the level of student competency. 3) The blended learning model is one of the effective learning models for increasing student motivation and competence. This can be seen from the formed student motivation and increased student competence. 4) The use of the blended learning model can be applied to other subjects as an alternative so that lectures can run effectively and efficientlyPenelitian ini bertujuan untuk melihat motivasi mahasiswa yang timbul akibat penerapan model blended learning, kompetensi mahasiswa yang terbentuk akibat penerapan model blended learning, serta efektifitas penerapan model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah meteorologi klimatologi, dan memberikan referensi bagi penggunaan model blended learning mata kuliah lain agar perkuliahan dapat berjalan efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 angkatan 2019 Program Studi Pendidikan Geografi pada kelas Mata Kuliah Meteorologi Klimatologi.
Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Penerapan model pembelajaran blended learning di Mata Kuliah Meteorologi Klimatologi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam belajar. 2) Penerapan model pembelajaran blended learning di Mata Kuliah Meteorologi Klimatologi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi membuat tingkat kompetensi mahasiswa meningkat. 3) Model pembelajaran blended learning merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa. Hal ini terlihat dari adanya motivasi mahasiswa yang terbentuk dan kompetensi mahasiswa yang meningkat. 4) Penggunaan model blended learning dapat diterapkan pada mata kuliah lain sebagai salah satu alternatif agar perkuliahan dapat berjalan efektif dan efisien
English
Sidoluhur Village, Lawang District, Malang Regency is a one of the areas with the high maternal mortality rate in East Java Province. This study conducted to see how much maternal education can affect the utilization of health services as a tool to minimize the MMR. This study conducted using logit regression on two variables namely maternal education as independent variable and the number of ANC visits as dependent variable. The result of logit regression showed that there is a positive relationship between both variables. Maternal education has a big influence on the number of Ante Natal Care (ANC) Vicits in Desa Sidoluhur. There is 67.1% role given by the maternal education to ANC visits. Besides, 32.1% role given by other factors to the ANC visits.
Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kematian ibu (Maternal Mortality Rate) yang cukup tinggi di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh pendidikan ibu terhadap pemanfaatan layanan kesehatan sebagai alat untuk meminamalisir MMR. Penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi logistik pada dua variabel penelitian yaitu pendidikan ibu sebagai variabel independen (X) dan jumlah kunjungan ANC sebagai variabel dependen (Y). Hasil uji regresi logistik yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel pendidikan memang memiliki pengaruh besar terhadap jumlah kunjungan Ante Natal Care (ANC) di Desa Sidoluhur. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa hubungan keduanya bernilai positif. Terdapat 67.1% pengaruh yang diberikan oleh pendidikan terhadap ANC pada fasillitas layanan kesehatan bagi ibu hamil. Selain itu terdapat juga 32.9% faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah kunjungan ANC.