Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA KOMPETENSI DASAR ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DIPERMUKAAN BUMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS DISKUSI SISWA KELAS X–F SMA NEGERI 54 JAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran geografi dengan model pembelajaran inquiry berbasis diskusi. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan terhitung mulai tanggal 4 februari – 9 mei 2012 di SMA Negeri 54 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan yang terdiri dari 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti bertindak sebagai pengajar di kelas X dengan dibantu oleh guru lainnya sebagai kolaborator. Siklus pertama didapat skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 69,63 karena pada siklus pertama para siswa baru diperkenalkan model pembelajaran Inquiry berbasis diskusi sehingga siswa belum terbiasa dengan model tersebut. Pada siklus kedua diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 73,88, terdapat peningkatan sebesar 4,25 berarti dengan model pembelajaran ini siswa sudah mulai menemukan cara belajar efaktif dan menarik. Kata kunci : siswa, metode inquiry, hasil belaja
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN LINGKUNGAN, STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT
ABSTRACT
The research is in purpose to obtain the description and information about environmental science, social-economy status with heathy attitude lifestyle. This research uses two independent variables that is environmental science and social-economy status, and one dependent variables that is heathy attitude lifestyle. Methode’s application is survey methode. This research has been held in Subdistrict Pasar Rebo East Jakarta on Novembre until Decembre 2011. The research’s sample is PKK (Housewifes Community) members team of working group (POKJA) as much as 70 persons. Analisys results showed, first: there is a positive relation between environmental science (X1) with healthy attitude lifestyle (Y). As being indicated by correlation coefficient (r) 0,558 and simple linear regression Ã= 88,45 + 1,49 X and determination coefficient (r2) 0,3114, second: there is a positive relation between social-economy status (X2 ) with heathy attitude lifestyle (Y), As being indicated by correlation coefficient (r) 3,46 with simple linear regression à = 93,76 + 3,46 X2; Third: there is a positive relation between environmental science and social-economy together with heathy attitude lifestyle, as being indicated by double correlation coefficient (R) 0,450, with determination coefficient R2 0,450 and with double linear regression à = 82,38 + 0,98 X2 + 2,47 X2. This research’s results put up implication that environmental science and social-economy status are two variables which gave a contribution to PKK (Housewifes Community) member’s heathy attitude lifestyle in subditrict Pasar Rebo East Jakarta. Kata Kunci : Pengetahuan, Sosial, Ekonomi
STUDI TENTANG RESIKOBANJIR DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR
ABSTRACT
This study aims to determine the extent of the flood hazard, vulnerability and risk levels of flooding in Lamongan, East Java Province. This research uses descriptive method with scoring of unit region and areal differentiations. Results of this study indicate that the basin-shaped area of Lamongan causing this area to be an area with a high risk of flooding. There are 61 villages out of 474 villages were inundated with threat levels low, medium and high. there are 22 villages with low hazard level, 17 villages with medium hazard levels and 22 villages with a high hazard level. Based on the analysis of the elements of vulnerability, to areas with low vulnerability category contained in 7 sub-districts, medium vulnerability found in 15 sub-districts and region with high vulnerability was found in 5 sub-districts. Result of flood risk analysis, it is known that high-risk villages are generally found in the near of Bengawan Solo river and Bengawan Jero river. The whole village is in this category amounted to 13 villages located in three districts namely (1) Kecamatan Babat there are 4 villages, (2) Kecamatan Karangbinangun there 1 village, (3) and in Kecamatan Laren there are 4 villages. Medium risk region there are at 38 villages in 11 sub-districts. The villages are generally located near along stream of the Bengawan Solo river and Bengawan Jero river. Kecamatan Karangbinangun and Laren is the highest number of villages with medium risk of flooding. They have each 12 and 10 villages with a medium risk of flooding. For region with low flood risk is located in 10 villages in 5 sub-districts.
Keyword: Hazard, vulnerability, flood risk
DISTRIBUSI DAN KONTINUITAS 24 JAM PELAYANAN AIR BERSIH DI DKI JAKARTA
ABSTRAK .
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kontinuitas 24 Jam Pelayanan Air Bersih di DKI Jakarta. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan pada pertengahan Oktober hingga awal Desember 2012. Kegiatan ditentukan waktunya berdasarkan langkah-langkah yang dikerjakan, mulai dari studi pustaka untuk mengumpulkan informasi awal dari data-data sekunder dan melakukan penelitian pustaka, dilanjutkan survey lapangan dengan menyebarkan kuesioner ke 5 titik lokasi di DKI, yaitu wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Populasi penelitian adalah pelanggan air bersih dari dua perusahaan penyedia air bersih PT.PALYJA dan PT.AETRA. Sedangkan sampel penelitian diperoleh melalui stratified sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum: 1) Pelayanan air minum mengalir 24 jam terluas persebarannya di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, serta untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara dijumpai bahwa lokasi yang mendapat pelayanan air minum mengalir 24 jam hanya terdapat di sekitar daerah Pipa Utama atau Pipa Distribusi, yang ternyata juga tidak diimbangi dengan kualitas air. Walaupun sering dikeluhkan, namun masalah tersebut sering tidak ditindak lanjuti oleh petugas; 2) Pelayanan air minum 12-23 Jam terdapat di hampir seluruh wilayah Jakarta Utara dengan tentunya masih terdapat keluhan responden terkait kualitas airnya. 3) Secara khusus, wilayah pelayanan air mengalir oleh PT.PALYJA untuk kategori pelayanan air mengalir 0 - 12 jam sebanyak 15,1%, pelayanan air mengalir 12 -23 jam sebanyak 30,8%, serta pelayanan air mengalir 24 jam sebanyak 54,1%. 4) Adapun tinkat pelayanan air mengalir oleh PT.AETRA untuk kategori pelayanan air mengalir 0 - 12 jam sebanyak 21,7%, pelayanan air mengalir 12 - 23 jam sebanyak 26,2%, serta pelayanan air mengalir 24jam sebanyak 52,1%. Kata kunci: Kontinuitas 24 Jam, Pelayanan Air Bersih, DKI Jakart
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KEBUTUHAN AIR BERSIH DI PULAU PANGGANG, KELURAHAN PULAU PANGGANG, KECAMATAN KEPULAUAN SERIBU UTARA, PROVINSI DKI JAKARTA
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kebutuhan Air Bersih di Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2012. Dengan metode kuantitatif, populasi penelitian adalah semua ibu rumah tangga yang telah 5 tahun atau lebih berdomisili di Pulau Panggang, yang tesebar pada wilayah 3 wilayah RW yaitu 535 responden. Sampel penelitian diambil secara proposiaoal sebanyak 10 % dari populasi ini yaitu sebanyak 54 responden. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan untuk mandi penduduk Pulau Panggang menggunakan air sumur dengan volume air 101 liter/orang/hari, kebutuhan untuk mencuci pakaian menggunakan air sumur dengan volume air 3,5 liter/orang/hari, mencuci alat dapur menggunakan air sumur dengan jumlah air 2,9 liter/orang/hari, untuk memasak menggunakan air dari reverse osmosis dengan volume air 4,4 liter/orang/hari, untuk minum penduduk menggunakan air kemasan dengan volume 1,7 liter/orang/hari, dan untuk berwudhu penduduk menggunakan air sumur dengan volume 36 liter/orang/hari. Rata-rata kebutuhan air penduduk adalah 149,5 liter/orang/hari. Hasil proyeksi pertumbuhan jumah penduduk dari tahun 2012-2017 menunjukan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk memiliki pengaruh terhadap kebutuhan air bersih dalam segi kuantitas dengan asumsi bila pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat dapat menyebabkan pemakaian air bersih juga meningkat.
Keysword: Kebutuhan Air Bersih; Pertumbuhan Penduduk; Pulau Panggan
ESTIMASI AKTIVA DAN PASIVA SUMBERDAYA AIR DENGAN MODEL NERACA AIR DAN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL BERBASIS PENDEKATAN FISIOGRAFI DI KABUPATEN BLORA
ABSTRACT
Water is one of the most essential human needs. Meet the need for water becomes a serious problem, especially in areas with minimum water availability. Physiographic characteristics of structural folds in Blora only able to cover 37.9% of the population needs. Objectives to be achieved through this research was to determine the water balance of the potential availability of water resources and the need for total water covers the domestic sector, agriculture, fisheries, industry, and livestock. Measurement method is based on physiographic units using Geospatial Information System (GIS) that includes all of the availability of water by calculating the quantity of rain water areas, surface water, and groundwater are available. Availability of water that is then associated with the total water needs of all sectors in Blora. The result is a map of the distribution of water availability, water demand, and balance in Blora.
Keyword : water balance, physiographic, GIS
KARAKTERISTIK PESERTA PROGRAM KELUARGA BERENCANA METODE OPERASI PRIA DI KELURAHAN TUGU UTARA, KOJA, JAKARTA UTARA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang demografis laki-laki peserta MOP berdasarkan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jumlah anak. Penelitian difokuskan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara selama bulan Mei –September 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan populasinya adalah Pria yang telah berpastisipasi dalam program KB Metode Operasi Pria (Vasektomi), sebanyak 59 akseptor. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner disertai pendalaman, data dianalisis dengan persentase dan terdapat 42 kuesioner yang dapat digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta KB pria di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara cukup tinggi. Peserta KB MOP disini tigaperempatnya terdiri dari kelompok masyarakat dengan karakteristik usia 36-45 tahun jadi masuk usia produktif dan usia reproduksi aktif. Paling banyak berasal dari kelompok masyarakat berpendidikan menengah atas dengan penghasilan antara 2 sampai 3 juta, dan mempunyai anak rata-rata 2 orang. Oleh karena sebagian besar akseptor terdiri dari pria berusia 30-49 tahun maka dapat dijadikan acuan bahwa pada kelompok umur itu dapat dijadikan sasaran penyuluhan KB MOP dengan memperhatikan jumlah anak minimal 2 orang dan pendapatan antara 2 –3 juta rupiah.
Keyword: Akseptor KB, Metode Operasi Pria, Latar Belakang Demografis
PENGARUH LOKASI TEMPAT TINGGAL DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP ADAPTASI PADA PERMUKIMAN
ABSTRACT
The research objectivewas to obtainempirical data on theeffect oflocation of residenceand adversity quotient to adaptation on settlements. The Ex Post Facto research using dependent variable: adaptation to settlement, independent variables: location of residence, while the independent variable attributes: low and high adversity quotient. The results showed the first hypothesis, third, and fourth that the location of residence has an influence on adaptation to settlement. This is evidenced bythereceipt ofsignificance, there are differences inadaptation tothe location ofsettlementsin bothsame results werealsoevidencedin thedifferent testgroupsvariance betweentwo locationsonadversity quotientgroup. Butonthe secondhypothesis, there has been no significant interaction between location of residence and adversity quotient to adaptation on settlements, as evidenced receipt of H0, this hypothesis can not be verified based on the results of processing the data collected under the various possibilities that occur in decision hypothesis formulation, processresearch,andotherfactors.
Keywords: adaptationsettlement, location of residence, adversity quotien