Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Not a member yet
    168 research outputs found

    TING TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KESEHATAN LINGKUNGAN DI PERMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN CILINCING, JAKARTA UTARA

    No full text
    Fisherman settlements in Cilincing Village, North Jakarta are desenly populated settlements. The role of the community in maintaining environmental health is very necessary to prevent the spread of disease. In 2020 the number of healthy and larva-free houses in RW 04 Cilincing Village is still low. This study aims to determine the level of community participation in maintaining environmental health in fishermen’s settlements, Cilincing Village, North Jakarta. This research method is descriptive research with survey approach. The results showed that the level of community participation at the planning stage had a score of 43.62% (medium), the level of community participation at the implementation stage has a score of 50.16% (medium), and the level of community participation at the evaluation/monitoring stage has a score of 46.46% (medium). While the level of community participation as a whole from the planning, implementation, and evaluation/monitoring stages has a score of 47.25% (medium). The main thing that causes the level of community participation to be in the moderate category is due to the uneven distribution of information, as well as the lack of public awareness in preventing dengue and waste management.Permukiman nelayan di Kelurahan Cilincing, Jakata Utara merupakan permukiman padat penduduk. Peran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Pada tahun 2020 jumlah rumah sehat dan bebas jentik di RW 04 Kelurahan Cilincing masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan di permukiman nelayan Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan memiliki skor sebesar 43,62% (sedang), tingkat partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan memiliki skor sebesar 50,16% (sedang), dan tingkat partisipasi masyarakat pada tahap evaluasi/monitoring memiliki skor sebesar 46,46% (sedang). Sedangkan tingkat partisipasi msyarakat secara keseluruhan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/monitoring memiliki skor sebesar 47,25% (sedang). Hal utama yang menyebabkan tingkat partisipasi masyarakat termasuk kategori sedang yaitu disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak merata, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan DBD dan pengolahan sampah

    Prediksi Perkembangan Lahan Terbangun di Jabodetabek Hingga Tahun 2030 menggunakan Artificial Neural Network dan Cellular Automata

    Full text link
    Hybrid models that are widely used in current spatial prediction studies such as Markov chain, linear logistics and others, have weaknesses in determining and very sensitive parameters. So it requires a lot of data, time consuming, and inefficient. Therefore, a new model is needed that can be handled more easily, less time consuming and more efficiently. In this case, the researchers tried the ANN model to be applied in predicting the development of built-up land. One area that is already very densely built up is Greater Jakarta. The simulation was validated using 2020 built-up land cover and resulted in a simulation accuracy of 74% for simulations per 5 years and 85.7% for simulations per 10 years. The development of built-up land in Jabodetabek has increased and decreased from 2000-2030. The development of Jabodetabek built land provides a proof of several theories of urban geography, namely the perspective of the city as an organism and the formation of the Jakarta as a fan morphology.Model hybrid yang banyak digunakan dalam studi prediksi spasial saat ini seperti markov chain, logistik linear dan lainnya, memiliki kelemahan dalam penentuan dan parameter yang sangat sensitif. Sehingga memerlukan banyak data, memakan waktu, dan tidak efisien. Karena itu diperlukan sebuah model yang baru yang dapat mengatasi lebih mudah, tidak memakan waktu dan lebih efisien. Dalam hal ini, peneliti mencoba model ANN untuk diterapkan dalam prediksi perkembangan lahan terbangun. Salah satu wilayah yang sudah sangat padat lahan terbangun adalah Jabodabek. Simulasi divalidasi menggunakan tutupan lahan terbangun 2020 dan menghasilkan akurasi simulasi sebesar 74 % untuk simulasi per 5 tahun dan 85,7 % untuk simulasi per 10 tahun. Perkembangan lahan terbangun di Jabodetabek mengalami peningkatan dan penurunan dari tahun 2000-2030. Perkembangan lahan terbangun Jabodetabek memberikan sebuah pembuktian akan beberapa teori geografi perkotaan yaitu perspektif kota sebagai organisme dan bentukan kipas Jakarta

    Kajian Distribusi Salinitas Airtanah di Daerah Pesisir Kecamatan Adimulyo Kab. Kebumen Jawa Tengah

    No full text
    Groundwater salinization occurs in Adimulyo sub-district, Kebumen district due to human activities. A very slow river flow, due to its small hydraulic gradient towards the estuary area. Reduced groundwater due to increased uptake by human activities causes intrusive river water which results in brackish groundwater. The data analysis carried out in the study was based on the primary data of the sample whose groundwater salinity was measured, showing the influence of the salt solution at a certain level which indicates a level of salinity with a negative chloride ion content. The salinity value belongs to the type of brackish water. Electrical Conductivity Groundwater shows the nature of conducting electricity from water. The highest groundwater salinity is in the area of ​​Adimulyo Subdistrict, Kebumen District, the middle part, which ranges from 4.45 ‰ - 10.15 ‰. There are other factors besides the distance of the area from the coastline, namely brackish river water (estuary), and the large amount of groundwater withdrawal by residents which can increase the absorption of brackish river water (estuary) into groundwater. In the northern part of Adimulyo Subdistrict, Kebumen Regency is an area that has the lowest groundwater salinity, which ranges from 0.12 ‰ - 2.50 ‰. As for the area of ​​Adimulyo Subdistrict, Kebumen District, the South has medium groundwater salinity, which ranges from 0.80 ‰ - 2.87 ‰.Salinisasi airtanah terjadi di kecamatan adimulyo kabupaten kebumen disebabkan oleh aktivitas manusia. Aliran sungai yang aliran nya sangat lambat, akibat gradien hidrolisnya yang kecil menuju daerah estuari. Berkurangnya airtanah akibat peningkatan pengambilan oleh aktivitas manusia menyebabkan air sungai yang intrusif berdampak pada airtanah terasa payau. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian berdasarkan data primer sampel yang diukur salinitas airtanahnya menunjukkan adanya pengaruh dari larutan garam pada kadar tertentu yang mengindikasikan adanya tingkat keasinan dengan kandungan ion klorida yang bersifat negatif. Nilai salinitas yang termasuk jenis air payau. Daya Hantar Listrik Daya hantar listrik airtanah menunjukkan adanya sifat menghantarkan listrik dari air. Salinitas air tanah tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumenbagian tengah yaitu berkisar antara 4,45‰ – 10,15‰. Ada faktor lain selain jarak wilayah dari garis pantai, yaitu air sungai (estuary) yang berasa payau, dan banyaknya pengambilan air tanah oleh penduduk yang dapat memperbesar meresapnya air sungai (estuary) yang payau ke dalam air tanah. Di wilayah bagian Utara Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumenmerupakan wilayah yang mempunyai salinitas air tanah yang paling rendah yaitu berkisar antara 0,12‰ – 2,50‰. Adapun di wilayah Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumenbagian Selatan mempunyai salinitas air tanah yang menengah yaitu berkisar antara 0,80‰ – 2,87‰

    Perbedaan Pendapatan Pedagang Sebelum dan Sesudah Adanya Tol Cipali Di Sepanjang Jalur Pantura Desa Eretan Kabupaten Indramayu

    Full text link
    This study aims to determine differences in the income of traders along Jalan Pantura, Eretan Kulon Village, Indramayu after the operation of the Cipali Toll Road. The research method used in this research is to use quantitative methods by comparing the level of income before and after the construction of the Cipali toll road. The population in this study were 50 respondents and a population study. The analysis technique in this study used the paired T test.The results showed that there were differences in the level of income earned by traders and had an impact on livelihoods. Changes in income levels from the results of this study indicate that there is a decrease in the income of traders along the Eretan Pantura Line with an average reduction of Rp.5,544,000 per month, this is experienced by all respondents in this study consisting of grocery store traders, automotive services, to the restaurant. Changes in income from these respondents were accompanied by differences in spatial patterns along the Indramayu Pantura Line, especially the Eretan Wetan Village, which was previously a pattern for the restaurant industry which promises to close because of a lack of customers, this spatial change is a reciprocal impact of road construction. Cipali toll road.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan pedagang di sepanjang Jalan Pantura Desa Eretan Kulon Indramayu setelah beroprasinya Jalan Tol Cipali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan membandingkan tingkat pendapatan sebelum dan sesudah adanya pembangunan jalan Tol Cipali. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dan merupakan penelitian populasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukan terjadinya perbedaan tingkat pendapatan yang di dapatkan oleh pedagang dan berdampak pada mata pencaharian. Perubahan tingkat pendapatan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi penurunan pendapatan pedagang di sepanjang Jalur Pantura Eretan dengan rata-rata berkurang Rp.5.544.000 perbulan, hal ini di alami oleh seluruh responden dalam penelitian ini yang terdiri dari pedagang toko kelontong, jasa otomotif, hingga rumah makan. Perubahan pendapatan dari responden ini di iringi dengan perbedaan pola keruangan yang berada di sepanjang Jalur Pantura Indramayu Khsusnya Desa Eretan Wetan, yang dahulunya menjadi pola industri rumah makan yang menjajikan sekarang harus tutup karena kekurangan pelanggan, perubahan keruangan ini yang menjadi dampak timbal balik antara pembangunan Jalan Tol Cipali

    The Influence of Attractions and Amenities on Revisit Intention at the Natural Tourism Object of the Hulu Dayeuh Trijaya Campground, Mandirancan District, Kuningan Regency

    Full text link
    The Natural Tourism Object of the Hulu Dayeuh Trijaya Campground is a natural tourism object managed by the community and is an icon of Trijaya Village, Kuningan Regency. This tourist attraction was opened to the public in 2016 with problems related to the number of visits that fluctuated, which affected the village’s original income and the community welfare of Trijaya Village. This research aims to examine and analyze the influence of attractions and amenities on revisit intention at the Natural Tourism Object of the Hulu Dayeuh Trijaya Campground. The method used in this research is the quantitative descriptive approach processed using multiple linear regression analysis. The data collection technique was obtained by distributing questionnaires to 100 tourists at the research site. Based on the research results, the partial attractions variable and amenities variable significantly affect to revisit intention of tourists to the Natural Tourism Object of the Hulu Dayeuh Trijaya Campground. By proving the value of sig. <0.05 and the value of tcount > ttable, then H0 is rejected and Ha is accepted.Objek Wisata Alam Bumi Perkemahan Hulu Dayeuh Trijaya adalah sebuah objek wisata alam yang dikelola oleh masyarakat dan merupakan ikon Desa Trijaya, Kabupaten Kuningan. Objek wisata ini dibuka untuk umum pada tahun 2016 dengan permasalahan terkait pada jumlah kunjungan yang fluktuatif sehingga mempengaruhi pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat Desa Trijaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh atraksi dan amenitas terhadap revisit intention ke Objek Wisata Alam Bumi Perkemahan Hulu Dayeuh Trijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan deskriptif yang diolah menggunakan analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 wisatawan di lokasi penelitianBerdasarkan hasil penelitian, secara parsial variabel atraksi dan variabel amenitas berpengaruh secara signifikan terhadap revisit intention pada Objek Wisata Alam Bumi Perkemahan Hulu Dayeuh Trijaya. Dengan pembuktian nilai sig. < 0,05 dan nilai thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima

    Analisis Pengembangan Wisata Situ Menuju Ekowisata di Situ Sidomukti, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan pariwisata Situ Sidomukti menuju kawasan ekowisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah wisata Situ Sidomukti serta wisatawan Situ Sidomukti, Kota Depok. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Teknis analisis data menggunakan analisis kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari informan kunci dan informan pendukung, informan kunci terdiri dari staf bidang pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Depok, Staf Kecamatan Sukmajaya, serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sukmajaya. Informan pendukung terdiri dari Masyarakat Kelurahan Sukmajaya Selaku Pokdarwis an Masyarakat Kelurahan Sukmajaya selaku ketua Studio Alam TVRI. Sedangkan untuk pengolahan dan analisis data menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan dalam menganalisis pengembangan kawasan kawasan Situ menuju ekowisata dengan menggunakan analisis SWOT untuk mencapai tujuan. Pengembangan wisata situ menuju ekowisata melalui mengembangkan konsep pelestarian, Pendidikan, pariwisatan ekonomi dan partisipasi masyarakat masih belum berjalan dengan baik. Dalam pariwisata memiliki daya tarik wisata alam yang sudah terdapat wisata air, serta berdampingan dengan Studio Alam TVRI, tetapi masih belum terawat semua fasilitasnya. Pelestarian yang dilakukan salah satunya adalah penanaman pohon, mengadakan acara bekerja sama dengan masyarakat dan stakeholder untuk mangajaga kelestarian situ dan sebagai wisatasan dapat sebagai pembelajaran tentang lingkungan dan alam. Kegiatan ekonomi yang ada di sekitar situ salah satunya adalah wisata air dan masyarakat berjualan disekitar situ di harapkan dapat meningkatkan kualiatas ekonomi

    Kesadaran dan Lingkungan Kerja para Penjual Tanaman Hias, Satwa dan Komponen Lain-lain di Pasty, Kota Yogyakarta

    Full text link
    Easy to say but hard to implement. That's an expression that has roughly the same meaning as the awareness and environmental factors in the workplaces of the sellers of ornamental plants, animals and other components in 'Pasty' in the city of Yogyakarta. This research is to find out the extent to which awareness and environmental factors in the workplace are fully understood and understood by the salespeople. This study uses a Stratified Random Sampling technique for sellers who are stratified according to the type of merchandise they have. Of the various types of merchandise after the calculation, more than 85% of all registered sellers in 'Pasty' were present to sell, while the rest closed their stalls. From there, then the sellers of the various types of merchandise were taken data using a questionnaire at random while conducting observations and brief interviews if needed. The results of the research are as follows: first, if it is only the awareness factor of the sellers without being associated with other factors, the sellers of other components are the traders who are the most 'aware' of the importance of cleanliness in their work environment compared to sellers of other types of merchandise; Second, but if it is only environmental factors from the sellers without being associated with other factors, then ornamental plant sellers are the most 'aware' of the importance of cleanliness in their work environment compared to sellers of other types of merchandise; Third, if it is connected between awareness and environmental factors, sellers of ornamental plants, animals and other components are sellers of other components who are the most 'aware' of cleanliness in their work environment. Fourth, when combined for all types of merchandise, they are slightly more 'aware' of other component sellers than other traders. Additional note: It is well known that, for all types of trades take place below 50% regarding 'awareness' and 'environment' in their workplace. That means, all types of merchandise in 'Pasty' in the city of Yogyakarta need to get socialization about the need for awareness and the environment so that consumers are interested in buying and coming to 'Pasty' in the city of Yogyakarta.   Keywords: awareness, environment, workplace, sellersMudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Itulah ungkapan yang kira-kira sama artinya dengan faktor kesadaran dan lingkungan di tempat kerja para penjual tanaman hias, satwa dan komponen lain-lain di ‘Pasty’ kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah, untuk mengetahui sejauh mana faktor kesadaran dan lingkungan di tempat kerja dipahami dan dimengerti sepenuhnya oleh para penjual. Penelitian ini menggunakan teknik Stratified Random Sampling terhadap para penjual yang distratakan sesuai dengan jenis dagangan yang dimiliki. Dari berbagai jenis dagangan setelah dilakukan penghitungan, lebih 85% dari seluruh penjual di ‘Pasty’ yang terdata hadir berjualan, sementara sisanya menutup lapak dagangannya. Dari situ, kemudian para penjual dari beragam jenis dagangan tadi diambil datanya dengan menggunakan kuesioner secara random (acak) sambil melakukan pengamatan dan wawancara singkat apabila diperlukan. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: pertama, jika hanya sekadar faktor kesadaran semata dari para penjual tanpa dihubungkan dengan faktor lain maka penjual komponen lain-lain merupakan pedagang yang paling ‘sadar’ mengenai pentingnya kebersihan di lingkungan kerja mereka dibandingkan dengan penjual jenis dagangan lain; Kedua, namun jika hanya faktor lingkungan semata dari para penjual tanpa dihubungkan dengan faktor lain maka penjual tanaman hias yang paling ‘sadar’ mengenai pentingnya kebersihan  di lingkungan kerja mereka dibandingkan dengan penjual jenis dagangan lain; Ketiga,  jika  dihubungkan antara   faktor kesadaran dan  lingkungan para penjual tanaman hias, satwa dan komponen lain-lain maka penjual komponen lain-lain yang paling ‘sadar’ akan kebersihan di lingkungan kerjanya.  Keempat, jika digabung untuk semua jenis dagangan maka sedikit lebih ‘sadar’ pada penjual komponen lain-lain daripada pedagang lain. Catatan tambahan:  Diketahui bersama bahwa, untuk semua jenis dagangan berlangsung di bawah 50% tentang kesadaran dan ‘lingkungan’ di tempat kerja mereka. Itu artinya, semua jenis dagangan di ‘Pasty’ kota Yogyakarta perlu mendapatkan sosialisasi tentang perlunya kesadaran dan lingkungan agar konsumen tertarik untuk membeli dan berdatangan ke ‘Pasty’ kota Yogyakarta.     Kata Kunci:  kesadaran, lingkungan, tempat kerja, para penjua

    Pengolahan Sampah untuk Mengurangi Sampah di Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan

    Full text link
    This study aims to describe, analyze the management system, waste sorting carried out at TPS3R in reducing the burden of processing waste at the TPA by reducing waste generation from the source. This research was conducted from December 2021 to January 2022. This research method used a descriptive qualitative approach. The key informants in this research are the chairman, secretary, and waste collector of TPS3R Flamboyan; While the supporting informants are residents of RW 020 as members of the waste bank or the owner of the house served by the waste bank. Data collection techniques in this study use interviews (interviews) and documentation. The results of this study indicate that the purpose of the establishment of the Waste Bank and Waste Management Sites Reduce, Reuse, and Recycle TPS3R program is to reduce the burden of processing waste at the TPA by reducing waste generation from the source, in fact, it has not run optimally. Many waste banks and TPS3R only serve as locations for accumulation or only as a place for waste transit, only to be disposed of in the TPA, there is no processing or sorting of waste. Every day the largest contributor to waste is organic waste, namely food waste which is then processed into compost and several other commodities from processed waste. Ksm Flamboyan has two units of motorized vehicles for transporting garbage, starting at 08:00-10:00, the officers take the garbage from house to house after the garbage is taken it will be sorted at TPS3R Flamboyan. The compost will be distributed to the community for plant fertilizers and the waste material will be resold to collectors.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis sistem pengelolaan, pemilahan sampah yang dilakukandi TPS3RR dalam mengurangi beban pengolahan sampah di TPA dengan mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Penelitian ini dilakukan pada  bulan  Desember  2021 sampai dengan Januari  2022. Metode penelitian  ini  menggunakan  deskriptif  dengan pendekatan kualitatif Informan kunci dalam penelitian ini  adalah  Ketua, sekretaris dan pengangkut sampah TPS3R Flamboyan; Sedangkan informan pendukung yaitu penduduk RW 020 sebagai anggota bank sampah atau pemilik rumah yang dilayani bank sampah.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan interview (wawancara) dan dokumentasi. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan dibentuknya program bank sampah dan Tempat Pengelolaan  Sampah   Reduce, Reuse, Recycle TPS3R adalah mengurangi beban pengolahan sampah Di TPA dengan mengurangi timbulan sampah dari sumbernya kenyataanya belum berjalan maksimal. Banyak bank sampah maupun TPS3R hanya menjadi lokasi penumpukan atau hanya sebagai tempat transit sampah, hanya dibuang ke TPA tidak ada proses pengolahan maupun pemilahan sampah. Setiap harinya penyumbang sampah terbanyak adalah sampah organik yaitu sampah sisa makanan yang kemudian diolah menjadi kompos dan beberapa komoditas lainnya dari hasil olahan sampah. Ksm Flamboyan memilki dua unit kendaraan bermotor pengakut sampah, mulai pukul 08:00-10;00 para petugas mengambil sampah dari rumah ke rumah setelah diambil sampah akan dipilahdi TPS3RR Flamboyan. Hasil kompos akan dibagi kepada masyarakat untuk pupuk tanaman dan bahan rongsokan akan dijual kembali kepada pengepul

    Pengembangan Media Multimedia Interaktif Berbasis Adobe Captivate Learning Pada Materi Perubahan Iklim

    Full text link
    This study aims to produce valid/feasible interactive multimedia products as learning media with Adobe Captivate in the application of the learning process. The type of research used is ADDIE model development research, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results showed that interactive multimedia learning media using the Adobe Captivate application on climate change materials developed had met the eligibility criteria with an average score of 97.3% of media aspect assessment, and 92.5% of material aspects in the very feasible category. Based on the results and discussion of student responses to interactive multimedia learning media using Adobe Captivate on climate change material, the percentage is 88% is included in the very appropriate category for use in learningPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif yang valid/layak sebagai media pembelajaran dengan Adobe Captivate dalam penerapan proses pembelajaran. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model ADDIE yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evalution). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Adobe Captivate pada materi perubahan iklim yang dikembangkan telah memenuhi kriteria layak dengan skor rata-rata dari penilaian aspek media 97,3%, dan aspek materi 92,5% dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil dan pembahasan respon siswa terhadap media pembelajaran multimedia interaktif menggunakan Adobe Captivate pada materi perubahan iklim yaitu dengan persentase 88% termasuk dalam kategori sangat layak digunakan dalam pembelajara

    Hubungan Antara Efikasi Akademik, Prokrastinasi Dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Belajar Geografi Siswa SMA Negeri Di Kota Malang

    Full text link
    The learning methods changed due to Covid-19, the government originally set online learning to be a limited face-to-face meeting using the hybrid learning method. The hybrid learning method in implementation requires a high level of academic efficacy, suppressing procrastination and a high level of learning independence. The purpose of this study is to determine the relationship between (1) academic efficacy with student geography learning outcomes, (2) procrastination with student geography learning outcomes, (3) learning independence with student geography learning outcomes and (4) academic efficacy, procrastination and learning independence with student geography learning outcomes. The design of this study is correlational ex post-facto quantitative approach. The sampling technique used the cluster sampling technique with the slovin formula and obtained a sample of 244. Data collection techniques use questionnaires and documentation. The results of a simple correlation test and a multiple linear correlation test of each independent variable show that there is a relationship with the dependent variable. By knowing the level of academic efficacy, procrastination and student learning independence, it can also monitor the causes that affect student geography learning outcomes.Metode pembelajaran berubah karena Covid-19, pemerintah semula menetapkan pembelajaran daring menjadi pertemuan tatap muka terbatas menggunakan metode hybrid learning. Metode hybrid learning dalam pelaksanaan diperlukan tingkat efikasi akademik tinggi, menekan prokrastinasi dan tingkat kemandirian belajar tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara (1) efikasi akademik dengan hasil belajar geografi siswa, (2) prokrastinasi dengan hasil belajar geografi siswa, (3) kemandirian belajar dengan hasil belajar geografi siswa dan (4) efikasi akademik, prokrastinasi dan kemandirian belajar dengan hasil belajar geografi siswa. Desain penelitian ini korelasional ex post-facto pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dengan rumus slovin dan diperoleh sampel sejumlah 244. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil uji korelasi sederhana dan uji korelasi linier berganda masing-masing variabel independen menunjukkan terdapat hubungan dengan variabel dependen. Dengan mengetahui tingkat efikasi akademik, prokrastinasi dan kemandirian belajar siswa, dapat pula menjadi monitor penyebab yang mempengaruhi hasil belajar geografi siswa

    107

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇