Jurnal Komunikasi Pembangunan
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
Digital Media information Literacy on Custom Community in The Internet of Things (IoT) era: Case Study of Outer Baduy Custom in Kanekes Village, Leuwidamar, Lebak Regency, Banten Province
Masyarakat Baduy Luar (Outer Baduy) secara umum telah mengalami perubahan lingkungan sosial pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Berbeda dengan masyarakat Baduy Dalam (Inner Baduy) yang masih konsisten menolak pengaruh globalisasi demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan budaya. Bagi masyarakat Baduy Luar penggunaan media digital handphone dan alat modern sebenarnya adalah larangan adat, tetapi mereka tetap memaksakan menggunakannya karena kebutuhan dan kelonggaran dari pemuka adat (Kokolot). Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku komunikasi dan kemampuan literasi informasi media digital masyarakat Baduy Luar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi literatur untuk data sekunder. Tahapan analisis melalui reduksi data dengan tiga pengodean utama yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Penyajian data secara naratif dengan pengujian keabsahan data menggunakan analisis triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor adat istiadat memiliki implikasi yang sangat kuat terhadap kemampuan literasi informasi media digital, hambatan komunikasi yang terjadi, dan perilaku komunikasi bermedia digital masyarakat Baduy Luar di era Internet of Things (IoT).The people of Baduy Luar (Outer Baduy) have generally experienced social-environment changes in information and communication technology (ICT) use. In contrast, the people of Baduy Dalam (Inner Baduy) still consistently reject globalization’s influence on preserving cultural and environmental sustainability. For the Baduy Luar, digital media use of handphones and modern tools is a custom prohibition, but they still insist on using them because of the needs and leniency of traditional leaders of Baduy Luar (Kokolot). The research aims to analyze communication behavior and digital media information literacy skill of Baduy Luar. The research used a qualitative approach with a case study. Primary data was collected by in-depth interviews, observation, documentation, and literature study for secondary data. Steps of analysis are carried out by reducing the data using three main codings of open coding, axial coding, and selective coding, data display in narrative with the testing data validity using triangulation and drawing a conclusion. In conclusion, the results showed that custom factors significantly affect digital media information literacy skills, communication obstacles occurred, and digital media communication behavior of Baduy Luar people in the Internet of Things (IoT) era
The Influence of Vocational High School Students Communication with Parents, Teachers, and Peers on the Career Maturity
Preparing future career includes developmental tasks for vocational students. This study aimed to describe the career maturity of vocational students and analyze the influence of vocational students communication with parents, teachers and peers on their career maturity. We had 84 vocational students as sample in XII grade from four SMK in Kabupaten Tanngerang (2 private dan 2 public). We used data of career maturity inventory (CMI) Form C, which were analyzed using descriptive statistics. Data of the communication were analyzed using Smart PLS 3.0. The results showed that (1) the career maturity of vocational students 59,52% were in the medium category, 29,79% were in the low category, and 10,71% at the high category. This rate is caused by low self-confidence and students are still confused in making choices Beside that, female students have a higher career maturity rate than male students (2) there was a significant influence between vocational students communication with teachers on career maturity, but there was no significant influence between vocational students communication with parents and peers on career maturity. This showed that communication interventions with career guidance service and counseling by teachers at the school can increase the career maturity of students.Mempersiapkan karier masa depan termasuk tugas perkembangan yang harus dijalani oleh remaja usia SMK, terlebih bagi para lulusan SMK yang diharapkan dapat diterima di dunia usaha dan industri. Orang tua, guru, dan teman sebaya merupakan faktor eksternal yang memengaruhi kematangan karier. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kematangan karier siswa berdasarkan jenis kelamin dan status sekolah lalu menganalisis pengaruh komunikasi siswa dengan orang tua, guru dan teman sebaya terhadap kematangan kariernya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memilih responden sebanyak 84 siswa SMK kelas XII di dua SMK berstatus negeri dan dua SMK berstatus swasta di Kabupaten Tangerang yang dipilih secara purposive. Data kematangan karier dianalisis secara deskriptif sedangkan data komunikasi dianalisis dengan bantuan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) kematangan karier siswa mayoritas pada kategori sedang sebesar 59,52%, kategori rendah sebesar 29,79%, dan kategori tinggi 10,71% serta siswa perempuan memiliki angka kematangan karier lebih tinggi daripada siswa laki-laki (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi siswa SMK dengan guru terhadap kematangan karier namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi siswa SMK dengan orang tua dan teman sebaya terhadap kematangan karier. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi komunikasi dengan layanan bimbingan karier dan konseling oleh guru di sekolah dapat meningkatkan kematangan karier siswa
Various Uses of Information and Communication Technology (ICT) for Agricultural Information in Pandemic Era
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki kekuatan tersendiri dalam memberikan perubahan besar bagi perkembangan dunia. TIK dapat dimanfaatkan oleh semua bidang pekerjaan baik bidang pariwisata, pendidikan, kesehatan bahkan pertanian. Oleh karena itu saat ini para petani harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada, hal ini bertujuan agar hasil pertanian dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Selain itu, dengan alat TIK usaha pertanian juga dapat dikembangkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis karakteristik penggunaan TIK untuk pertanian dan menganalisis tingkat penggunaan TIK bagi para petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan didukung oleh data kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan beberapa karakteristik individu yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Intensitas penggunaan alat TIK petani termasuk dalam kategori sedang dengan ragam penggunaan TIK yang saat ini sering digunakan adalah smartphone. Information and Communication Technology (ICT) has its power in providing major changes for the development of the world. ICT can be utilized by all fields of work, both tourism, education, health, and even agriculture. Therefore, at this time farmers must be able to follow the development of existing technology, it is intended that agricultural products can meet the food needs of the Indonesian people. In addition, with ICT tools, agricultural businesses can also be developed. This study aims to analyze the characteristics of the use of ICT for agriculture and analyze the level of use of ICT for farmers. The method used in this research is a survey method and is supported by qualitative data with in-depth interviews and literature study. The results showed several individual characteristics that were different from previous studies. The intensity of the use of ICT tools by farmers is included in the medium category with a variety of ICT uses that are currently often used, namely smartphones.
 
Communication of Innovation in Adapting New Habits: A Descriptive Study on Business Actors in Riau Province
Pencegahan penularan Covid-19 melalui protokol kesehatan dapat disebut sebagai adaptasi kebiasaan baru. Pelaku usaha merupakan salah satu kelompok yang dituntut untuk menerapkan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi inovasi dan tingkat adaptasi kebiasaan baru pada kalangan pelaku usaha dengan studi deskriptif di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 220 pelaku usaha. Instrumen penelitian ini dibangun menggunakan teori dan konsep komunikasi inovasi. Penelitian ini menemukan bahwa sumber informasi komunikasi inovasi paling tinggi yaitu dan komunikasi interpersonal dari pemerintah. Sebagian besar responden menyatakan, informasi protokol kesehatan merupakan pesan penting sehingga mereka setuju mematuhi. Tingkat adopsi terhadap indikator protokol kesehatan seperti menyediakan informasi untuk mematuhi protokol kesehatan bagi pekerja dan pelanggan tinggi. Begitu juga penyediaan fasilitas protokol kesehatan seperti fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan informasi menjaga jarak. Responden juga memberi konfirmasi tetap mematuhi protokol kesehatan sampai pandemi usai, karena selain untuk melindungi individu juga untuk keberlanjutan usahanya.The prevention of Covid-19 transmission through health protocols called an adaptation of new habits Business actors are one of the groups that are required to implement health protocols. This study aims to determine the communication of innovation and the level of adaptation to new habits among business actors with a descriptive study in Riau Province. This study uses a quantitative approach with a survey method of 220 business actors. This study instrument was built using the theory and concept of communication of innovation. This study found that the highest source of information in communication of innovation was social media, followed by mass media, and interpersonal communication from the government. Most of the respondents stated that health protocol information is an important message so they agree to comply. The adoption rate for health protocol indicators such as providing information to comply with health protocols for workers and customers is high. Likewise, the provision of health protocol facilities such as hand washing facilities, hand sanitizers, and information on maintaining distance. Respondents also confirmed that they would adhere to health protocols until the pandemic was over because in addition to protecting individuals it was also for the sustainability of their businesses
Communication Strategy to Address Climate Change through Community Engagement
Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program pemerintah berskala nasional yang bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan aksi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi komunikasi dalam meningkatkan partisipasi dari pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lain. Penelitian ini menggunakan metode desk research dengan pendekatan kualitatif, dan menggunakan Strategic Framework Analysis (SFA) sebagai alat analisis. Analisis dilakukan terhadap dokumen perundang-undangan, roadmap, materi sosialisasi, laporan monitoring dan evaluasi, serta laporan tahunan dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pada ProKlim berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat. Konteks merujuk pada bahaya iklim yang dapat mengancam keberlanjutan umat manusia, sehingga masyarakat harus berperan aktif dalam penanganan perubahan iklim dengan melakukan adaptasi dan mitigasi. Angka merujuk pada peningkatan suhu per tahun dimana rata-rata suhu pada tahun 2016 1,2ºC lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata tahun 1981-2000. Melalui visualisasi, metafora, dan penggunaan nada yang tepat, ProKlim disampaikan pada masyarakat sebagai program yang persuasif. Sayangnya, diseminasi ProKlim masih disampaikan dalam koridor formal dan terbatas. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat dalam ProKlim dikarenakan informasi yang disampaikan masih bersifat formal dan kurang berlangsung secara terus-menerus.Program Kampung Iklim aims to encourage the participation of the community and other stakeholders to take action regarding climate change. This study aims to describe communication strategies implemented to increase participation from local governments, communities, and other stakeholders. This research was conducted by desk research with a qualitative approach, and using Strategic Framework Analysis (SFA) as an analytical tool. Analysis carried out on statutory documents, roadmaps, socialization materials, monitoring, evaluation, as well as annual and long-term reports. The results showed that the communication strategy in ProKlim focused on increasing community participation. Context refers to climate hazards that can threaten the sustainability of humankind. Thus, the community must play an active role in handling climate change by adapting and mitigating. The number refers to the increase in temperature per year where the average temperature in 2016 was 1.2ºC higher than the average temperature in 1981-2000. Through visualization, metaphors, and the use of appropriate tones, ProKlim is presented to the public as a persuasive program. Unfortunately, the dissemination is still delivered in a formal and limited way. Thus, it can be concluded that the low community participation in ProKlim is due to the fact that the information conveyed is still formal and does not take place continuously
Family Communication and Resilience on Women Victims of Online Gender-Based Violence
The virtual world is not a safe place for women. Many women are victims of online gender-based violence (KBGO). This study aims to examine family communication, resilience, and KBGO victims. Researchers used a qualitative approach with a descriptive type. Participants in this study amounted to five people. These five informants were chosen purposively. Data was collected by observation, in-depth interviews, and literature study. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model. This research was conducted in Jakarta and its surroundings from February to August 2021. Researchers found that the victims of KBGO were women who were active on social media, including Twitter, Facebook, and Instagram. Not all victims of violence know the perpetrators, although some recognized the perpetrators as close people, such as friends from a community and siri\u27s ex-husband. Not all victims have the courage to share their problems with their families. The pattern of family communication also determines the victim\u27s openness to her family. Likewise, the resilience of the victim in dealing with this case is closely related to the communication pattern of her family. Victims who have consensual communication patterns have resilience and managed to get through the case well. However, the support of friends can help the victim in overcoming the problem.Dunia maya ternyata bukan tempat yang aman bagi perempuan. Dalam dunia tersebut, perempuan banyak menjadi korban kekerasan berbasis gender online (KBGO). Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang komunikasi keluarga, resiliensi, dan korban KBGO. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang. Kelima informan ini dipilih secara sengaja (purposive). Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian ini diadakan di Jabodetabek sejak Februari hingga Agustus 2021. Peneliti menemukan bahwa korban KBGO adalah para perempuan yang aktif di media sosial, baik Twitter, Facebook, dan Instagram. Tidak semua korban kekerasan mengetahui pelakunya, meski ada yang mengenali pelakunya adalah orang dekat, seperti teman satu komunitas dan mantan suami siri. Tidak semua korban berani mengisahkan masalahnya pada keluarga. Pola komunikasi keluarga ikut menentukan keterbukaan korban terhadap keluarganya. Demikian pula resiliensi korban dalam menghadapi kasus ini berkaitan erat dengan pola komunikasi keluarganya. Korban yang memiliki pola komunikasi konsensual memiliki resiliensi dan berhasil melewati kasusnya dengan baik. Meskipun demikian dukungan teman dapat membantu korban dalam mengatasi masalahnya
Correlation Between Communication Channels and The Perception About Geomembrane Technological Innovation of Salt Production in Sumenep Regency
Saluran komunikasi adalah media untuk pembangunan pertanian berkelanjutan serta pemanfaatan inovasi dan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Pemerintah mendorong aplikasi inovasi teknologi geomembrane pada produksi garam dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan saluran komunikasi dan persepsi petambak garam rakyat terhadap inovasi teknologi geomembrane, serta menganalisis hubungan antara saluran komunikasi dengan persepsi inovasi teknologi tambak garam. Unit analisis adalah petambak garam rakyat di Desa Gersik Putih dan Desa Sentol Daya Kabupaten Sumenep sebanyak 68 responden. Data dianalisis menggunakan metode korelasi pearson. Hasil analisis menunjukkan bawah petambak garam rakyat menggunakan seluruh saluran komunikasi kecuali media hibrida internet. Persepsi terendah adalah kerumitan dan persepsi tertinggi adalah tingkat trialabilitas pada teknologi geomembrane. Saluran komunikasi interpersonal berhubungan dengan persepsi inovasi pada karakteristik tingkat keuntungan relatif, tingkat kompabilitas, dan tingkat observabilitas, sedangkan komunikasi kelompok berhubungan negatif pada tingkat trialabilitas.The communication channel is a media for sustainable agricultural development and the use of innovation and technology for improving people\u27s welfare without ignoring the preservation of natural and environmental resources. The government encourages the application of geomembrane technological innovations in salt production with the aim of increasing the productivity and quality of the salt produced. The purpose of this reseach is to describe the communication channels and perceptions of people\u27s salt farmers on geomembrane technology innovation, and analyze the correlation of communication channels with perceptions of salt pond technology innovation. The unit of analysis is community salt farmers in the Gersik Putih village and Sentol Daya village, Sumenep Regency, with 68 respondents. Data were analyzed using Pearson correlation method. The result of the research showed that the bottom of the salt salt farmer uses all communication channels except internet hybrid media. The lowest perception is the level of complexity and the highest perception is the level of trialability in geomembrane technology. Interpersonal communication channel related to perceptions of innovation on the characteristics of the level of relative advantage, level of compatibility, and level of observability. While group communication netagative relates to the level of trialability
Jelajah Desa, Televisi Lokal dan Potensi Pariwisata Kota Jombang
Tulisan ini berusaha membahas mengenai konten televisi lokal di Jombang dan potensi pariwisata di Kota Jombang. Penelitian dilakukan di Ringin Corong Televisi (RCTV) dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah Acara Jelajah Desa ini adalah acara yang berusaha mengangkat beragam informasi mengenai wisata di daerah Jombang. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara Jelajah Desa berusaha mengangkat potensi yang ada di desa-desa seperti bidang peternakan, pertanian, sampai wisata alam. Melalui program acara Jelajah Desa, diharapkan meningkatkan promosi potensi wisata di kota Jombang. RCTV juga melakukan promosi usahanya melalui media sosial yang secara tidak langsung dapat meningkatkan jangkauan informasi tentang RCTV dan potensi di Kota Jombang.This paper seeks to discuss local television content in Jombang and tourism potential in Jombang City. The research was conducted at Ringin Corong Television (RCTV) with qualitative descriptive research methods. The object of research is this Village Cruising Event is an event that seeks to raise various information about tourism in the Jombang area. This type of research is qualitative descriptive. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that the Village Cruising event tried to lift the potential in villages such as livestock, agriculture, to natural tourism. Through the Village Cruising event program, it is expected to increase the promotion of tourism potential in the city of Jombang. RCTV also promotes its business through social media which can indirectly increase the range of information about RCTV and potential in Jombang City