Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
Not a member yet
    198 research outputs found

    UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU KELAS III DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PELAKSANAAN KKG

    Get PDF
    Penelitian ini tergolong Penelitian tindakan sekolah, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru kelas III dalam pembelajaran tematik melalui KKG di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember tahun pelajaran 2015/2016. Melibatkan gugus karena sekolah imbas tidak dapat lepas dari sekolah inti. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dengan masing-masing terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.,Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan observasi. Sedangkan analisis data digunakan analisis deskriptif baik untuk data kuntitatif maupun data kualitatif.Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain : (1) Pra pembelajaran; (2) Membuka pembelajaran; (3) Kegiatan inti pembelajaran yang terdiri dari (a) Penguasaan materi pembelajaran, (b) Pendekatan strategi pembelajaran, (c) Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran, (d) Pembelajaran yang memicu dan memelihara ketertiban siswa, (e) Penilaian proses dan hasil belajar,serta (f) Penggunaan bahasa; (4) Penutup pambalajaran.Berdasarkan hasil analisis pada masing-masing siklus menunjukkan peningkatan kemampuan guru-guru dalam proses pembelajaran melalui pelaksanaan KKG yakni proses pembelajaran dari kondisi awal ke siklus I dan II berkisar antara 11-29%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pelaksanaan KKG salah satu upaya peningkatan kemampuan guru-guru kelas III dalam pembelajaran tematik di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI EKSPOSITORY DAN BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Perbedaan hasil belajar mata kuliah strategi pembelajaran pada mahasiswa STKIP PGRI Situbondo, menekankan bahwa penggunakaan strategi menghasilkan dampak yang signifan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa antara menggunakan strategi eskpostori dan strategi berbasis masalah. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen dengan tipe Non Equivalent Control Group design. Teknik Pengambilan sampel adalah Non probability sampling. Sampel Penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Kelas VA dan Vb yang berjumlah 78. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa yang diperoleh dari tugas sebelumnya. Teknik analisis data yng digunakan adalah Uji T independen. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan strategi eskpository (nilai mean= 70,55) dan berbasis masalah (nilai mean yaitu 83,17) terhadap hasil belajar strategi pembelajaran,. Hasil perbedaan diperoleh thitung lebih dari ttabel yaitu 2,87lebih dari2,000 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti ada perbedaan hasil mahasiswa dengan menggunakan strategi ekspository dan berbasis masalah pada mata kuliah strategi pembelajara

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS QUANTUM LEARNING BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK

    Get PDF
    Pembelajaran tematik di sekolah dasar sangat penting, dikarenakan tahapan berfikir anak SD berada pada tahapan operasional konkret, dan bersifat holistik. Perangkat pembelajaran yang sesuai sebagai sumber belajar, sangat diperlukan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, sehingga berimplikasi terhadap tercapainya tujuan pembelajaran tematik yang efektif. Penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran lebih bermakna karena memperhatikan lingkungan pebelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tematik berbasis Quantum Learning berdasarkan pendekatan Saintifik yang valid dan praktis. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Banyuajuh Kamal- Madura. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah model Thiagarajan yang lebih dikenal dengan model 4D, terdiri dari: (i) tahap Define (pendefinisian), (ii) tahap Design (perancangan), (iii) tahap Develop (pengembangan), (iv) tahap Disseminate (penyebaran). Namun, tahap penyebaran dilakukan sebatas simposium di sekolah yang menjadi subjek penelitian. Hasil uji validasi RPP dan Modul oleh dua orang validator adalah 4,55 dan 4, 3 dan memenuhi kategori valid. Hasil uji coba lapangan untuk kepraktisan perangkat pembelajaran, rata-rata dari keempat pertemuan keterlaksanaan perangkat pembelajaran 4,45 dan termasuk kategori tinggi, sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 83%. Berdasarkan  hasil uji coba lapangan,  tersebut maka dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran tematik berbasis Quantum Learning memenuhi kategori valid dan praktis untuk diterapkan

    KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN LABORATORIUM MINI UNTUK MATERI JAJARGENJANG DI KELAS IV SDN BANCARAN 1

    Get PDF
    Salah satu persoalan dalam pembelajaran matematika yang terjadi di sekolah adalah masih rendahnya daya serap siswa terhadap pelajaran matematika. Sehingga guru perlu mengupayakan alternatif pembelajaran matematika yang lebih variatif. Diantara variasi pembelajaran yang dipilih adalah pembelajaran langsung dengan laboratorium mini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran langsung dengan laboratorium mini.Berdasarkan hasil analisis deskriptif disimpulkan bahwa pembelajaran langsung dengan laboratorium mini efektif untuk mengajarkan materi jajargenjang. Simpulan ini didasari oleh beberapa hal yaitu: (1) kemampuan guru mengelola pembelajaran dikategorikan baik, (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran aktif, (3) respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan (4) ketuntasan belajar secara klasikal tercapa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN METODE SQ3R PADA SISWA KELAS V SDN GILI ANYAR KAMAL BANGKALAN

    Get PDF
    Belajar adalah proses yang aktif ketika siswa harus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelajaran sebagai respons terhadap stimulus guru. Stimulus yang diberikan oleh guru tidak akan berarti tanpa adanya perhatian dan motivasi siswa. Menumbuhkan motivasi siswa dapat dilakukan dengan menerapkan metode SQ3R. Metode pembelajaran SQ3R merupakan metode belajar yang melaksanakan pembelajaran membaca cepat pada anak. Subjek penelitian ini adalah siswa kels V SDN Gili Anyar Kamal Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan tes hasil belajar. sedangkan teknik analisi data yang digunakan secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata kecepatan baca siswa pada siklus I yaitu 97 kpm dan rata-rata persentase pemahaman isi bacaan 70%, kemampuan membaca siswa 68 kpm, sedangakan pada siklus II, Rata-rata kecepatan baca pada siklus II yaitu 111 kpm,  rata-rata persentase pamahaman isi bacaan yaitu 72% dan kemampuan membaca cepat 82 kpm. Sehingga berdasarkan hasil penelitian metode SQ3R mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara cepat

    PENINGKATAN KOMPETENSI KETERAMPILAN MENULIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES

    Get PDF
    Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN Jukong 2 pada mata pelajaran bahasa Indonesia Tahun Pelajaran 2015/2016 diketahui penguasaan keterampilan menulis siswa masih rendah. Untuk menyikapi hal tersebut, perlu kiranya ditemukan solusi pemecahan dalam rangka perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Model Pembelajaran Examples non Examples dipandang sebagai bentuk tindakan yang relevan untuk dapat mengatasi masalah pembelajaran di atas. Hal ini guru semata-mata tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, melainkan siswalah yang harus membangun pengetahuannya serta mencari ide-idenya sendiri pada saat menulis. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat peningkatan keterampilan menulis dan aktivitas siswa. Berdasarkan data hasil observasi, terbukti pada siklus I masih terdapat 21% dengan klasifikasi nilai C (cukup), sementara pada siklus II yang termasuk klasifikasi C (cukup)  0%. Bahkan klasifikasi A (sangat baik) pada siklus I terdapat 42,11% dan meningkat menjadi 84,21% pada siklus II. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples ini, mengalami peningkatan kompetensi keterampilan menulis yang signifikan dari hanya 20 siswa (71,43%) yang tuntas pada siklus I, menjadi 25 siswa (100%) pada siklus II. Peningkatan kompetensi menulis teks berita yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah 28,57% (10 siswa), sehingga pada siklus II target ketuntasan belajar 85% dari jumlah siswa secara keseluruhan sudah tercapai. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Examples non Examples mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa

    STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DI SDN BANYUAJUH 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Penggunaan metode eksperimen diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhn, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep perubahan benda yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode eksperimen. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode eksperimen.  Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester Genap SDN Banyuajuh 2 Kecamatan Kamal Tahun Pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (77,78%), siklus III (88,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode eksperimen dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa SDN Banyuajuh 2 Kecamatan Kamal, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Ala

    REPRESENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI SOSIAL

    Get PDF
    Teknologi komunikasi semakin berkembang, bahkan di Indonesia perputaran dana untuk telepon seluler mencapai 100 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat perkembangan teknologi komunikasi khususnya smartphone berkembang secara signifikan. Perkembangan tersebut dipicu dari fleksibilitas smartphon yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum pun dapat memanfaatkan smartphone sesuai kebutuhan mereka. Perkembangan smartphone tersebut bisa jadi merubah pola interaksi dari pemakainya. Efektif dan efisiensi menjadi dasar utama penggunaan smartphone. Akan tetapi hal tersebut membuat komunikasi secara tradisional, yaitu adanya kontak langsung semakin berkurang. Masyarakat lebih bersifat individualis. Bagi kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kajian IPS SD Kelas A tahun ajaran 2016/2017 penggunaan smartphone sendiri membantu mengurangi grogi atau rasa malu, karena bisa melakukan diskusi materi di grup WA atau via e learning

    PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENTS MENGGUNAKAN FLASHCARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SOFTSKILL DAN HASIL BELAJAR SISWA SD

    Get PDF
    This research intends to describe the students’ responses toward the application of cooperative learning, especially Teams Games Tournaments (TGT) using flashcard, and to know the development of students’ soft skills in learning. Moreover, this research also intends to know the difference of learning results of students in elementary school after using TGT and conventional learning. This research conducted at Pejagan 5 Elementary School in Bangkalan. The sample of this research is elementary school students, grade five, especially in math subjects. The research method in this research is experimental research, starting with making lesson plan and worksheets for a group work, and learning evaluation. The research instrument consists of students’ questionnaire, students’ worksheet and learning evaluation. Based on the result of this research, it can be conclude that there is no significant differences between learning using cooperative learning TGT type using flashcard and using conventional learning. However, classical target in experiment group is better than control group which reaches 90%. Moreover, students’ response toward this learning is very good, the presentation shows that 95,3% students’’ soft skills increase up to 16 point in twice meeting. And in the last lesson, the students’ soft skills develop well and also there is a significant difference between TGT groups learning using flashcard with conventional group learnin

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SD MELALUI PENERAPAN MEDIA VISUAL HOW WE CAN HEAR THE VOICE

    Get PDF
    Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Bandulan 3 pada materi tentang Indera Pendengar, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran “How We Can Hear The Voice”  dapat meningkatkan pemehaman konsep materi IPA tentang Indera Pendengar. Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini merupakan media pembelajaran yang termasuk dalam jenis visual. Penggunaan media pembelajaran “How We Can Hear The Voice”  membawa pengaruh yang positif terhadap pembelajaran IPA di SDN Bandulan 3. Media Pembelajaran tersebut dapat membantu siswa dalam memahami konsep materi dibandingkan dengan menghafal materi karena melalui media pembelajaran “How We Can Hear The Voice” , materi ajar ditampilkan dalam bentuk konkret yakni bentuk Indera Telinga Manusia. Siswa juga menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Peningkatan pemahaman konsep materi IPA siswa Kelas v pada materi Indera telinga ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas dari 64,5 (Tidak Tuntas) pada siklus I menjadi 73 (Tuntas) pada siklus II.Sedangkan untuk aktivitas siswa mengalanmi peningkatan yang besar dari 69,3 % pada siklus I meningkat sebanyak 12 % menjadi 81,3 % pada siklus II

    185

    full texts

    198

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇