Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS I SDN KESEK 1 TAHUN PELAJARAN 2013-2014.
Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang historis, serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena adanya perbedaan, manusia dapat silih asah (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah, sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga sesama siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Think Pair Share pada siswa Kelas I Semester Ganjil SDN Kesek 1 Kecamatan Labang Tahun Pelajaran 2013-2014. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Think Pair Share. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas I Semester Ganjil SDN Kesek 1 Kecamatan Labang Tahun Pelajaran 2013-2014. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (79,31%), siklus II (82,76%), siklus III (93,10%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Thing Pair Share dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas I Semester Ganjil SDN Kesek 1 Kecamatan Labang Tahun Pelajaran 2013-2014, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn
ASESMEN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan asesmen autentik pada pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum 2013. Karakteristik anak sekolah dasar berada pada tahap kemampuan berpikir operasional konkrit. Berpikir operasional artinya, peserta didik mampu memahami konsep pengetahuan dari hasil pemahaman terhadap objek yang ada di dalam lingkungannya. Pada tahap ini, anak belajar secara konkret, integratif, dan hierarkis. Oleh karena itu pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada anak sekolah dasar adalah pendekatan pembelajaran terpadu.. Model pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum 2013 adalah model pembelajaran webbed dan integrated.. Kedua model pembelajaran tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman peserta didik dalam belajar lebih bermakna dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik apabila guru dapat menyajikan bentuk penilaian yang sesuai dengan dengan karakteristik anak sekolah dasar serta dapat mengukur kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian/asesmen autentik pada pembelajaran terpadu berdasarkan kurikulum 2013 di tingkat sekolah dasar yang dinilai dapat mengukur berbagai aktivitas peserta didik secara langsung yang bermakna yaitu antara lain: asesmen dalam bentuk tes dan proyek, asesmen dalam bentuk non tes (lembar observasi dan penilaian diri) , dan asesmen dalam bentuk unjuk kerja
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEMATIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN GURU MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DI KELAS V SD MUHAMMADIYAH 8 KECAMATAN TULANGAN TAHUN 2015
Pada implementasi kurikulum 2013 guru SD Muhammadiyah mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, sehingga perlu diadakan potret pembelajaran untuk mengetahui efektivitas pembelajaran tematik yang ditinjau dari kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran tematik yang ditinjau dari kemampuan guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) efektivitas pembelajaran tematik dilihat dari kemampuan guru merencanakan pembelajaran 67% efektif, (2) efektivitas pembelajaran tematik dilihat dari kemampuan guru melaksanakan pembelajaran 50% efektif, (3) terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, (4) terdapat faktorfaktor yang menyebabkan pembelajaran tematik menjadi efektif
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI METODE DISCOVERY PADA SISWA KELAS III SDN KAMAL 2 KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (c) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas III Semester Ganjil SDN Kamal 2 Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun Pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (68,42%), siklus II (81,58%), siklus III (94,74%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa Kelas III, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn
ANALISIS INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis integrasi nilai-nilai karakter dalam kompetensi dasar (KD) mata pelajaran PKn Kelas IV Sekolah Dasar (SD). Untuk tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Ruang lingkup data yang dianalisis bersifat terbatas yakni KD 4.3 PKn Kelas IV SD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi (telaah) dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan nilai-nilai yang menjadi core pada setiap KD PKn SD mencakup 6 (enam) langkah yaitu: (1) menulis identitas mata pelajaran, (2) merumuskan indikator pencapaian kompetensi, (3) mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam KD dan indikator pembelajaran, (4) menyusun deskripsi dan indikator nilai-nilai karakter, (5) menentukan strategi pembelajaran untuk penanaman nilai karakter, dan (6) menentukan alat penilaian yang sesuai dengan nilai karakter yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap KD 4.3 PKn Kelas IV SD dapat diidentifikasi sebanyak 10 (sepuluh) nilai karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran, yaitu: (1) berpikir positif, (2) etos kerja (etos belajar), (3) pengendalian diri, (4) selektif, (5) religius, (6) kesopanan, (7) kerjasama, (8) tanggung jawab, (9) kedisiplinan, dan (10) kejujuran. Kesepuluh nilai tersebut merupakan nilai-nilai positif untuk membentengi peserta didik agar memiliki sikap positif terhadap dampak globalisasi dan dapat memegang sejumlah nilai positif tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari
PREVALENSI PEROKOK DILINGKUNGAN MAHASISWA PGSD UTM
Smoking is an activity sucking and wafting smoke from mouth and nose by burning roll of tobacco name cigarette. Smoke from cigarette can be waft by other people near smokers. Almost research says, that smoking had bad effect for health and some research shows that smoking habbit can reduce working ability. This research, by using descriptive quantitative method try to describe smoking prevalencies at PGSD Trunojoyo University college student, describe their social economy charactertic and the impact to their economic and studies goals. The result of this research shows only nine percent PGSD College Student in Trunojoyo University had smoking habbit. If we compare with college student hadn’t smoke, there are less alocated money for food and also for buying books for support they studies. They cummulatife prestation indexs (IPK) less than non smoking college studen
PERBAIKAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK TIPE MATEMATIKLOGIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (STUDI SISWA KELAS 3 SDN KOKOP 1 KECAMATAN KOKOP)
The success of the learning objectives is determined by many factors including the factor of the teachers in implementing the learning process, because teachers can directly influence, creating and improving intelligence and skills of the students. To overcome the above problems and to achieve the goal of education to the maximum, the teacher's role is very important and teachers are expected to have a method / model of good teaching and learning models are able to choose appropriate and in accordance with the concepts of subjects that will be delivered. The purpose of this action research are: (a) Describe the implementation of improvement of learning Indonesian narrative text reading material with your reading method in class IV SDN Kokop 1 school year 2013-2014. (B) Describe the improvement of learning outcomes Indonesian narrative text reading material in grade IV SDN Lessons Kokop 1 year 2013-2014. This study used action research (action research) as much as two rounds. Each round consists of four phases: design, activities and observation, reflection, and refisi. The targets of this research was grade IV SDN Kokop 1 of the school year 2013-2014. Data obtained in the form of a formative test results, observation sheet teaching and learning activities. From the analyst found that student achievement has increased from cycle I to cycle II. Percentage mastery learning in pre-cycle is 53.3% using conventional teaching methods. After using your reading in the first cycle obtained mastery learning which decreased from pre-cycle is 50% and in the second cycle to be improved from the results of reflection, learning completeness sehinggan increased by 87.5%. so it can be concluded that the learning outcomes of students from the first cycle to the second cycle by using the method of increasing your reading
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERTANYA SISWA
Pelaksanaan Kurikulum 2013 menuntut keaktifan siswa dalam berfikir ilmiah selama proses pembelajaran. Salah satu indikator keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat diamati melalui tingginya intensitas siswa dalam bertanya maupun mengemukakan pendapat. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tunjungsekar 3 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, dengan tujuan untuk melatih keterampilan bertanya siswa kelas VB Sub Tema Peristiwa-Peristiwa Penting melalui pendekatan saintifk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa terlihat secara aktif, bersemangat, dan gembira dalam belajar dan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 70% menjadi 77 %,. Siswa yang pada awalnya pasif, mulai berani mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapatnya dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Hasil belajar mengalami peningkatan pada pra tindakan, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah dapat meningkatkan keteranpilan bertanya siswa yang akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan adanya keberhasilan ini, disarankan kepada guru untuk mengembangkan pendekatan ilmiah menjadi baik lagi dalam menerapkan kurikulum 2013
MANAJEMEN SEKOLAH DASAR BERBASIS AKUNTABILITAS KINERJA
Kompleksnya persaingan global menuntut sekolah sebagai lembaga pendidikan untuk mampu berkompetisi. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperbaiki pengelolaan pada jenjang sekolah dasar dengan menerapkan konsep manajemen berbasis sekolah, dimana terdapat pilar partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Akuntabilitas kinerja merupakan bentuk pelaporan pertanggungjawaban sekolah dalam melaksanakan aktifitas/ program sekolah, dimana kinerja sekolah terdiri dari komponen input-proses-output yang secara simultan saling berkait. Tujuh substansi manajemen sekolah menjadi poin dalam mengidentifikasi kinerja sekolah, ketujuh hal tersebut adalah manajemen kurikulum, peserta didik, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, dan layanan khusus. Adanya akuntabilitas kinerja sekolah dapat membantu sekolah, masyarakat, maupun pemerintah untuk mengenali profil dan ketercapaian program sekolah lebih dalam
Analisis Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Model STAD Berbantukan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah TIK
Penelitian ini bertujuan menganilisis Penerapan pembelajaran Cooperative Learning Model STAD berbantukan multimedia dengan tujuan meningkatkan hasil belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah TIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian dan analisis pembahasan menunjukan bahwa Persentase hasil belajar mahasiswa PGSD Semester III Kelas E Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Trunojoyo Madura dalam matakuliah TIK di SD mengalami peningkatan terlihat pada siklus I adalah 64, 9 % dengan 14 mahasiswa belum tuntas dan pada siklus II adalah 83, 8 % dengan 7 mahasiswa belum tuntas. Dengan demikian pembelajaran dikatakan tuntas dan meningkat pada setiap pertemuan