Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
OPTIMASI HASIL BELAJAR GEOMETRI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SD KELAS RENDAH MELALUI MODEL EXAMPLE-NON EXAMPLE BERBASIS ETNOMATEMATIKA BATIK MADURA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran example-non example berbasis etnomatematika batik Madura yang dapat meningkatkan hasil belajar geometri bangun datar sederhana serta aktivitas belajar siswa sekolah dasar kelas rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian yang digunakan plan, act, observe, dan reflect. Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas II SDN Kramat I Bangkalan sebanyak 21 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini meliputi tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, serta angket respon siswa. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh 80,95% hasil belajar geometri siswa di atas nilai 70, rata-rata aktivitas siswa mencapai 80,36% (kategori baik). Sedangkan pada siklus II, hasil belajar sebesar 90,47% namun untuk akitivitas siswa masih belum mencapai kriteria yaitu memperoleh nilai rata-rata 82,44%. Pada siklus III persentase hasil belajar siswa yang memperoleh nilai di atas 70 sebesar 100% dan aktivitas belajar siswa mencapai 87,50% dalam kategori sangat baik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN KOOPERATIF SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI HIMPUNAN
This study aims to (1) improve the understanding of 7th-gradeย students on set material, (2) describe the cooperative skills of students after following the cooperative learning model type Example Non Example. This research is collaborative classroom action research. Participants in this classroom action research are 16 class 7th SMPN 2 Socah Bangkalan Madura. The stages of classroom action research in this study refer to Bachman's Spiral model (in Mertler, 2014: 19). The stages in this classroom action research consist of Plan, Action, Observation, and Reflection. The learning model applied in this study is the cooperative learning model type Example Non Example. The focus of the material in this study is the set material of Mathematics subjects. The implementation of this classroom action research consists of two cycles. The application of cooperative learning model type Example Non Example gives results that: (1) the average student understanding in the first cycle reaches 68.8%. While the understanding of students in the second cycle reached 82.5%. Students' cooperative skills in this study consist of skills: (a) appreciating contributions, (b) being in groups, (c) listening, and (d) asking. After following the implementation of the Example Non-Example cooperative learning model, the cooperative skills of students in the first cycle reached 73% (good). Whereas in the second cycle, students' cooperative skills reached 91% (very good)
UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI TEKNIK LESSON STUDY SECARA KOLABORATIF DAN RUTIN DI SD NEGERI 2 PENGANTEN KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER II TAHUN 2017/2018
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru melalui teknik lesson study secara kolaboratif dan rutin di SD Negeri 2 Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan Semester II Tahun 2017/2018. Penelitian ini dilakukan selama semester II tahun pelajaran 2017/2018 dari penyusunan Proposal bulan Januari sampai penulisan laporan hasil penelitian pada bulan Maret 2018. Subyek penelitian adalah 8 Guru di SD Negeri 2 Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan. Kondisi awal persentase kinerja hanya 38,375%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah. Setiap siklus terdiridariempat tahap yaitu tahap perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan(acting),pengamatan (observing)dan refleksi(reflecting).Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptifnkomparatif yaitu dengan membandingkan nilai hasil tes awal,siklus pertama dan siklus ke dua. Dari analisa data yang dilaksanakan dalam penelitian ini diperoleh simpulan peningkatan kinerja guru secara keseluruhan adalah dari awal sebesar 38,375% (kategori rendah), setelah tindakan siklus I menjadi 60% (kategori sedang), dan setelah tindakan siklus II meningkat lagi menjadi 84,583 % (kategoriย sangat tinggi
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BAGIAN TUMBUHAN YANG SERING DIMANFAATKAN MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (guided inquiry) pada siswa kelas 6 SD Negeri 4 Taruman Kabupaten Grobogan. Subyek penelitian adalah 15 siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisa data diperoleh simpulan bahwa pembelajaran IPA dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hasil evaluasi pra tindakan yang menunjukan hanya 5 orang siswa dari 15 orang siswa di kelas VI yang mencapai KKM.. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 57 dengan presentase ketuntasan 33,33 % berada pada kategori rendah. Hasi evaluasi pada kondisi awal siswa menunjukan presentase ketuntasan 33,33 % berada pada kategori rendah. Pada siklus I mencapai persentase ketuntasan 53,33 % berada dikategori sedang. Dan pada siklus II persentase ketuntasan 80% dengan kategori sangat tinggi.
PENERAPAN STRATEGI DICTOGLOSS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI PERISTIWA SEJARAH BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian tindakan kelas ini fokus pada penerapan strategi dictogloss untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali peristiwa sejarah kelas VA pada SDN Gili Barat. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan data penelitian menunjukkan hasil rata-rata persentase keterlaksanaan aktivitas guru pada siklus II sebesar 76,2%. Pada aktivitas siswa di siklus II hasil rata-rata persentase keterlaksanaan adalah 73, Pada lembar kegiatan siswa dinyatakan berhasil terlaksana karena siswa dapat menceritakan kembali peristiwa sejarah secara runtun dan tepat mencapai rerata kelas yang memenuhi yaitu 81,75 dalam kategori sangat baik dengan indikator keberhasilanโฅ70,1%
DAMPAK PENYULUHAN TENTANG ANAK DAN PERAN ORANG TUA, MASYARAKAT DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DI KELOMPOK KERJA GURU GUGUS SEKOLAH DASAR
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan sekumpulan perilaku yang,dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil,daripembelajaran,yangdipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehatย serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat Sekolah sehat adalah sekolah yang menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Sedangkan broling, mengungkapkan kecakapan hidup adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. Kecakapan hidup dipilih menjadi empat jenis yaitu; Kecakapan personal yang mencakup kecakapan mengenal diri sendiri, kecakapan berpikir rasional, dan percaya diri, Kecakapan sosial seperti kecakapan melakukan kerjasama, bertenggang rasa, dan tanggung jawab social, Kecakapan akademik seperti kecakapan dalam melakukan penelitian, percobaan dengan pendekatan ilmiah, Kecakapan vocasional adalah kecakapan yang berkaitan dengan suatu bidang kejuruan/keterampilan tertentu seperti di bidang perbengkelan, jahit menjahit, peternakan, pertanian, produksi barang tertent
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN KAMULAN II KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR
The purpose of this study is to describe the validity and reliability of science process skills based test instruments and the quality of science process skills based on test instruments is viewed from the level of difficulty, power difference, and deception in material objects and their properties for Grade V SDN 010 Tarakan. The type of research used in this research is the Formative Evaluation Research and Development design. Research Results there are 30 items in the form of multiple-choice, the initial steps are validation by a team of experts in a very feasible category. The one-to-one trial was conducted in conjunction with the validation of the one-to-one trial experts to get 90% of students' responses in the very effective category. The results of the SPSS 21 program analysis show 20 questions in the valid category, the reliability is r11 = 0.585 more than r table = 0.284. The results of the analysis of the AnatesV4 program show the level of difficulty with difficult categories of 1 item problem (3.3%), the level of difficulty of the questions that are in the easy category a number of 1 item (3.3%), the level of difficulty of the questions which are in the category of very easy number 2 items of questions (6.7%), the level of difficulty of the questions in the moderate category, 26 items of questions (86.7%), the results of the average power difference with a good criterion of 12 questions (40%), and an effective deceiver as many as 28 items (93.3%)
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MADURA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES IPA SISWA KELAS V
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran MADURA untuk meningkatkan keterampilan proses IPA siswa kelas V ditinjau dari validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Prosedur pengembangan media MADURA (Miniatur daur Air) mengikuti prosedur dari Borg dan Gall yang diadaptasi dari Sugiyono. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, angket, lembar observasi dan tes keterampilan proses IPA siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa validitas media pembelajaran MADURA berada pada kategori sangat valid. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media MADURA berada pada kategori praktis dengan persentase 95% untuk aktivitas guru dan persentase 72% untuk aktivitas siswa. Ketuntasan klasikal untuk tes keterampilan proses IPA berada dalam kategori efektif dengan persentase ketuntasan mencapai 100% . Peningkatan keterampilan proses IPA siswa berdasarkan nilai pretes dan posttest dianalisis menggunakan N- Gain ternormalisasi dengan hasil 65%pada kategori tinggi, 20% pada kategori sedang, dan 15% pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa media pembelajaran โMADURAโ layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan proses IPA karena memenuhi unsur-unsur kevalidan, kepraktisan, dan keefektifa
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DAN KARTU DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN KARAKTER TEMA 6 KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI SALATIGA 09
ABSTRACTThis study aims to develop an comics books and discipline cards in characters educations or character education strengthening. This study was focusing more on strengthening character value discipline, honesty, independent and religiously at grade 3 elementary school Salatiga 09. This study use a type of development research with Borg and Gall. Expert materials 74% (high) material validation, media experts validation 72% (high),ย media validation by teacher 83% (high conformity), and 84% (high conformity) media respons by students.ย Then the student strength character value of disciplineย isย 97% (very good), honesty 93% (very good), independent 89 % (very good), and religiously 97% (very good) after using comics books and discipline card.ย Keyword : Characters Education, Comics Books and Discipline Card, Borg and Gallย ย ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik dan kartu disiplin sebagai media pembelajaran karakter atau Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penelitian ini lebih memfokuskan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ย nilai disiplin, jujur, mandiri dan religius di ย kelas 3 SD Negeri Salatiga 09. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dan menggunakan model Borg and Gall.ย Hasil uji pakar materi 74% (Tinggi), uji pakar media 72% (Tinggi). Respon siswa terhadap media yaitu 84% (Sangat Tinggi) dan guru 83% (Sangat tinggi). ย Penguatan nilai karakter siswa yaitu 97% ย (Sangat Baik) nilai karakter disiplin, 93% (Sangat Baik) ย nilai karakter jujur, 89% (Sangat Baik) ย nilai karakter mandiri dan 97% ย (Sangat Baik) nilai karakter religius setelah pembelajaran menggunakan media komik dan kartu disiplin
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN HEURISTIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN SAMARAN I SEMESTER I TAHUN AJARAN 2017/2018
Tujuan penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar PKn Siswa Kelas V SDN Samaran I melalui Metode Pembelajaran Heuristik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus dengan 2 pertemuan tiap siklusnya. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ini dapat meningkatkan pencapaian nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan siswa. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas adalah 50 dengan persentase ketuntasan kelas 22%. Nilai rata-rata kelas siklus I mencapai 58 dengan persentase ketuntasan 44% sedangkan nilai rata-rata kelas siklus II mencapai 81 dengan persentase ketuntasan 89%.