PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pairs Share (TPS)
Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang menekankan siswa untuk mencari atau menemukan pengetahuanya sendiri. Model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan. Akan tetapi, dalam pelaksanaan di lapangan pembelajaran banyak didominasi oleh guru sehingga kurang mampu membangun persepsi, minat, dan sikap siswa yang lebih baik. Hal tersebut juga dijumpai di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, siswa sulit memahami materi yang ada. Kendala yang terjadi adalah siswa merasa bosan dan tidak berminat mengikuti pembelajaran IPA. Hasil nilai ulangan harian dari 25 siswa hanya 9 siswa (36%) yang mendapatkan nilai di atas KKM (65). Dari hasil tersebut, peneliti merasa perlu sekali melakukan perbaikan pembelajaran agar sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS). Sesuai rumusan masalah “apakah model pembelajaran kooperatif Think-Pairs-Share (TPS) dapat meningkatkan Prestasi Belajar IPA pada Siswa Kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep?”, maka dilakukan metode penelitian dengan observasi dan tes. Hasil dari dua siklus penelitian yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi diperoleh hasil prestasi belajar siswa meningkat dari 67,8 dengan ketuntasan belajar 72% menjadi 80,4 dengan ketuntasan 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share mampu meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, dengan peningkatan yang sangat signifikan yaitu sebesar 28% melebihi kriteria peningkatan yang ditentukan yaitu 20%. Selain itu, model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share efektif digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran di kelas karena dapat menjadikan siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran oleh guru
Penenerapan Metode Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II SDN Gading 1 Sumenep
Bagaimana mengoptimalkan hasil belajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa adalah tugas seorang guru. Untuk itulah, dalam proses pembelajaran guru harus mampu menggunakan berbagai model dan metode dalam proses pembelajarannya di kelas. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) juga tidak lepas dari kecenderungan proses pembelajaran teacher centered, proses pembelajaran lebih banyak dikuasai oleh guru. Hal inilah penyebab utama rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPS, dialami pula oleh siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep. Untuk itu, peneliti selaku guru berupaya untuk menggunakan metode Quantum Teaching sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh siswa juga meningkat. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek metode Quantum, yaitu segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan.Penelitian ini berlangsung di SDN Ganding 1 Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep yaitu pada siswa kelas II berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh hasil bahwa penerapan Metode Quantum Teaching dengan kerangka TANDUR dalam pembelajaran IPS dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep yaitu pada materi Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga. Hal ini ditandai oleh peningkatan hasil evaluasi unjuk kerja kelompok pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 63, pada siklus II meningkat mencapai 88,3. Kemudian hasil nilai rata-rata pada dua kali pos tes juga menunjukkan peningkatan dari 75,5 menjadi 98. Selain itu, melalui penerapan metode quantum teaching, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Hal ini terbukti pada saat proses pembelajaran berlangsung, pada siklus II sebagian besar siswa (89%) berpartisipasi secara aktif dalam keompok
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia
Kondisi riil pendidikan yang ada di daerah, masih banyak menemukan guru berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas dengan professional.Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan anak didik dengan perlengkapan yang kurang memadai, para guru diharapkan mampu melaksanakan tugas mulia untuk mendidik generasi penerus anak bangsa.Hal demikian sebagaimana dialami pula oleh peneliti selaku guru di SDN Pinggir Papas 1, dimana SDN Pinggir Papas 1 juga terletak di daerah pinggiran dengan penduduk yang kurang berpendidikan.Siswa kelas 1A sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka) dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan pesan berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membedakan bunyi bahasa di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep. Peningkatan kemampuan menyimak tersebut ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah mengikuti tes dari guru dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,25
Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD
Guru merupakan komponen pengajaran yang memegang peranan penting dan utama. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswanya. Selain itu, media pembelajaran juga dapat mendorong keaktifan siswa di kelas, salah satunya melalui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai media pembelajaran. Dengan adanya LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah. Di samping itu, untuk memotivasi belajar siswa yang diharapkan akan meningkatkan pencapaian hasil belajar yang optimal, yang berpengaruh pada prestasi yang dicapai. Penelitian ini mencoba menganalisis masalah pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep, dengan subyek sebanyak 22 orang, dengan menggunakan metode penelitian observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan untuk metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata (mean), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan LKS oleh guru dan siswa sudah termasuk kriteria baik. Hal ini dapat dilihat dari angka prosentase aktivitas guru yang mengalami peningkatan dari 55,6% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari prosentase sebesar 57,14% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Adapun pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata, yaitu dari nilai 66,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 13 orang pada siklus I menjadi 78,59 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 20 orang dari jumlah siswa 22 orang pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Badung 3 Bangkalan
Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah mengembangkan aktivitas dan kreatifitas siswa, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Salah satu alternatif untuk memperoleh hasil belajar yang baik dalam pembelajaran IPA adalah dengan menerapkan metode eksperimen, dimana siswa melakukan suatu percobaan sendiri tentang sesuatu hal yang dipelajarinya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Dengan siswa diberi kesempatan untuk mengalami dan membuktikan sendiri suatu konsep yang dipelajarinya, siswa akan menjadi lebih termotivasi dalam belajarnya. Penelitian tindakan ini dilakukan terhadap siswa kelas V SDN Bandung 3 Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak dua putaran.Setiap putaran terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi.Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, hasil observasi pengelolaan pembelajaran, hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta hasil respon siswa terhadap penerapan metode eksperimen. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari prasiklus sebesar 24%, siklus I menjadi 68% dan siklus II mencapai 92%, atau dari 25 siswa terdapat 23 siswa tuntas belajar dengan nilai rata-rata 79. Dalam PTK ini, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA dengan penerapan metode eksperimen pada siswa kelas V SDN Bandung 3 Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan tahun pelajaran 2013/2014 meningkat
Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Melalui Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa SDN I Sribit Delanggu Pada Pelajaran IPS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di SDN I Sribit. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN I Sribit Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten, dengan sampel terdiri dari 2 kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol), masing-masing berjumlah 31 orang siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar mempunyai kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,11. (2) Hasil belajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung (6,2650) < t tabel (1,671).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di SDN I Sribit. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN I Sribit Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten, dengan sampel terdiri dari 2 kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol), masing-masing berjumlah 31 orang siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar mempunyai kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,11. (2) Hasil belajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai sig. sebesar 0,000< 0,05 dan t (6,2650) < t (1,671)
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPS Melalui Teknik Pick Up Cards Game di SDN Kebonsari 04 Kabupaten Jember
Tujuan penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IVB SDN Kebonsari 04 Kabupaten Jember. Desaian penelitian yang digunakan adalah PTK dapat meningkatkan aktivitas belajar. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, tiap siklus 2 kali pertemuan. Dengan hasil pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, akivitas belajar siswa yang paling tinggi yaitu memperhatikan penjelasan guru (86,25%) dan yang paling rendah yaitu berdiskusi dengan kelompok (66,88%). Persentase klasikal aktivitas belajar siswa meningkat sebesar 29,6% menjadi 74,13% yang termasuk dalam kategori aktif. Pada siklus II, akivitas belajar siswa yang paling tinggi yaitu memperhatikan penjelasan guru (90,62%) dan yang paling rendah yaitu berdiskusi dengan kelompok (79,37%). Persentase klasikal aktivitas belajar siswa dari siklus I mengalami peningkatan sebanyak 9,36% menjadi 83,49% yang termasuk dalam kategori sangat aktif. Penerapan pembelajaran melalui teknik Pick Up Cards Game pada siswa kelas IVB di SDN Kebonsari 04 Kabupaten Jember dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II
Penggunaan Pendekatan Bermain dan Berlomba Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Tolak Peluru Gaya Membelakangi Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Petung II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan
Olahraga atletik diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Tolak peluru gaya membelakangi adalah salah satu nomer lempar dari cabang atletik. Melalui pembelajaran tolak peluru gaya membelakangi, diharapkan siswa lebih senang, aktif, paham terhadap materi dan terampil dalam penguasaan. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa efektivitas pembelajaran tolak peluru gaya membelakangi di SD Negeri Petung II Kecamatan Pasrepan masih kurang optimal. Siswa masih banyak yang tidak senang, tidak memperhatikan dan tidak aktif di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan efektivitas pembelajaran tolak peluru setelah melakukan bermain dan berlomba. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran tolak peluru gaya membelakangi dengan pendekatan bermain dan berlomba. Melalui bermain dan berlomba ini, siswa melakukan tolak peluru sambil bermain dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting mengingat tidak semua siswa menyenangi olahraga tolak peluru. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 3 siklus
Penanaman Disiplin Pada Anak Usia Dini
Kedisplinan pada anak-anak adalah memberikan pengertian akan mana yang baik dan yang buruk. Pendidikan disiplin perlu di tanamkan pada anak bahwa berbuat kesalahan tentu mengandung sejumlah konsekuensi,untuk itulah fungsi hukuman dalam pendidikan anak. Disiplin merupakan perilaku nilai yang bisa dilakukan secara paksa dan bisa dilakukan dengan sukarela. Untuk anak usia dini, bentuk disiplin harus dilaksanakan secara sukarela dan melalui bermain. Guru, masyarakat dan orangtua adalah faktor-faktor adalah faktor-faktor yang paling berpengaruh untuk mendisiplinkan anak
Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Sebagai Alternatif Menciptakan Sekolah Hijau
Pendidikan lingkungan hidup merupakan usaha melestarikan lingkungan dengan mengajarkan di sekolah secara formal. Pendidikan lingkungan hidup bukanlah suatu bidang studi yang berdiri sendiri. Namun, dapat di integrasikan ke dalam suatu bidang studi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pustaka dengan metode studi dokumen. Hasil penelitian bahwa pendidikan lingkungan hidup dapat di integrasikan ke dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar melalui 6 standar kompetensi dasar. Pendidikan lingkungan hidup dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber pembelajaran akan menciptakan sekolah hijau