PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
Studi Analisis Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran Sentra dan Lingkaran di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal II Kepatihan
Taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidik formal, yang memiliki tujuan hampir sama dengan lembaga pendidikan formal lainnya. Untuk itu sebuah taman kanak-kanak juga memerlukan guru yang profesional agar terwujudnya tujuan tersebut. Di samping itu model pembelajaran juga berpengaruh penting dalam keberhasilah suatu lembaga pendidikan. Saat ini model pembelajaran sentra dan lingkaran sedang berkembang dengan pesat sebagai model yang dianggap paling sesuai dengan karakter peserta didik dan mengeksplorasi minat dan bakat anak.Sedangkan keberadaan TK Aisyiyah Bustanul Athfal II Kepatihan adalah lembaga pendidikan formal yang juga memiliki tujuan yang sama dengan pendidikan lembaga pendidikan formal lainnya.Dengan adanya sosialisasi tentang pembelajaran sentra dan lingkaran oleh Dinas Pendidikan, IGB, IGTKI di kecamatan Tulangan, saat ini TK Aisyiyah Bustanul Athfal II ini telah berupaya mengembangkan pembelajaran sentra dan lingkaran, agar terlaksana program pembelajaran sentra dan lingkaran dengan baik maka dilembaga tersebut juga mempersiapkan gurunya menjadi guru yang profesional dengan mengikutkannya dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan profesionalisme guru
Proses Berpikir Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Turunan Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dengan gaya kognitif yang berbeda, yaitu siswa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) dan siswa dengan gaya kognitif Field Dependent (FD). Penelitian dilakukan pada SMA Negeri 1 Manyar-Gresik. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa yang diambil dari kelas XI IPA-2, yaitu 1 siswa dengan gaya kognitif FI dan 1 siswa dengan gaya kognitif FD. Materi turunan diberikan untuk melihat proses berpikir kedua subjek dalam memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan kedua subjek pada langkah memahami masalah, yaitu subjek FI memahami masalah lebih baik bila dibandingan dengan subjek FD. Selain itu, subjek FI menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep turunan bila dibandingkan dengan subjek FD
Pendekatan Pengajaran Reciprocal Teaching Berpotensi Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA
Mutu pembelajaran Biologi masih rendah. Rendahnya mutu pembelajaran ini disebabkan oleh faktor pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered) tanpa melibatkan siswa untuk berpatisipasi pada proses untuk mendapatkan informasi dari kegiatan pembelajaran tersebut. Pengajaran Resiprok (Reciprocal Teaching) merupakan salah satu strategi pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran biologi SMA, sehingga mutu pembelajaran mengalami ketercapaian ketuntasan hasil belajar yang ditetapkan. Tahapan Pengajajaran Resiprok adalah: (1) membaca dan mencari ide pokok bacaan berdasarkan teks bacaan yang disediakan, (2) membuat pertanyaan, (3) menjawab pertanyaan, (4) merangkum informasi yang penting, (5) memprediksi, (6) mengidentifikasi hal-hal yang tidak jelas dari teks bacaan, (7) mengklarifikasi hal-hal yang tidak jelas tersebut
Keroncong Stamboel Sebagai Bentuk Akulturasi Budaya Urban
Keroncong Stamboel adalah salah satu bentuk dari jenis musik langgam keroncong yang merupakan hasil dari akulturasi budaya asing yang masuk ke Indonesia dan beradaptasi dengan budaya lokal, kemudian berkembang dan menjadi satu bentuk seni pertunjukan musik baru
Interaksi Belajar Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut siswa untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif. Namun dalam pelaksanaannya menunjukkan adanya kekurangan pada praktek pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif siswa saling berinteraksi satu sama lain dalam kelompok untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Interaksi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dibedakan menjadi dua yaitu interaksi belajar siswa dalam tugas dan interaksi siswa di luar tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-A SMP N I Modo Lamongan dengan jumlah siswa 33 orang. Data interaksi belajar siswa dalam kelompok diperoleh dengan lembar observasi dan rekaman handycam. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terjadi dalam menyampaikan ide atau pendapat yaitu sebesar 34,4% untuk kelompok 1 dan 32,3% untuk kelompok 2, memberi bantuan yang disertai dengan penjelasan sebesar 15,6% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2, memberi bantuan tanpa disertai dengan penjelasan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2 dan interaksi belajar matematika siswa dalam meminta bantuan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 26,5% untuk kelompok 2
Long Life Education_Belajar Tanpa Batas
Pendidikan adalah proses ynag mengandung spirit untuk membawa peserta didik menuju pada sebuah harapan. Hal ini bisa dipahami karena manusia memiliki keinginan-keinginan untuk menjadi baik dan maju dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga pada tataran praktis pendidikan betul-betul dibutuhkan dengan kenyataan bahwa pendidikan adalah proses yang paling efektif untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut.John Dewey sebagai tokoh pendidikan dari Barat menawarkan konsep pendidikan yang tidak mengenal kata “terlambat”, “terlalu tua”, atau “terlalu dini” untuk memulainya. Menurutnya; “Educational process has no end beyond it self in its own and end”. Konsep serupa dikenal kemudian dengan istilah life long education atau pendidikan seumur hidup.Islam sebagai agama terakhir yang paling sempurna memiliki ajaran bahwa kehidupan manusia berlangsung pada dua dimensi: dimensi dunia dan dimensi akhirat. Dari pola hidup yang sedemikian luasnya, dengan pasti, Islam menawarkan pendidikan yang berlangsung tanpa batas dimana secara rinci dan praktis konsep tersebut digali untuk selanjutnya bisa diterapkan dengan dasar yang jelas.Secara singkat dapat dikatakan : Islam sesungguhnya, menjelaskan bahwa pendidikan berlangsung sejak ruh ditiupkan ke jasad dan berakhir sampai masa berusaha di dunia usai. Hal ini artinya bahwa proses pendidikan pada generasi selanjutnya dimulai sejak calon orang tua memilih pasangan hidup. Konsep serupa manjadi salah satu landasan penting kenapa pendidikan harus berlangsung seumur hidup disamping bahwa laju perubahan mengharuskan manusia tetap menjalani proses pendidikan dengan harapan menjadi manusia ideal pada dimensi dunia dan bahagia di akhirat
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Sebagai Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Terhadap Prestasi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispsikan pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap prestasi belajar siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai implementasi KTSP pada materi pokok perpindahan panas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental, menggunakan populasi dengan sampel 4 kelas, yaitu 3 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil dengan menggunakan uji t dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen mempunyai pengaruh yang lebih baik terhadap prestasi siswa pada materi pokok perpindahan
Pengaruh Permainan Dan Penguasaan Kosakata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun. Permainan yang dimaksud adalah permainan scrabble dan permainan kartu gambar sedangkan penguasaan kosakata terdiri dari penguasaan kosakata tinggi dan penguasaan kosakata rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara anak yang diberikan perlakuan permainan scrabble dan anak yang diberikan perlakuan kartu gambar, (2) terdapat pengaruh interaksi antara permainan dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca permulaan, (3) anak dengan penguasaan kosakata tinggi yang diberikan perlakuan permainan scrabble memiliki kemampuan membaca permulaan lebih tinggi daripada anak yang diberikan perlakuan permainan kartu gambar, (4) anak dengan penguasaan kosakata rendah yang diberikan perlakuan permainan kartu gambar memiliki kemampuan membaca permulaan relatif sama dengan anak yang diberikan perlakuan permainan scrabble
Pengembangan Model Manajemen Strategik Berbasis (beyond center and circle Time) BCCT Pada PAUD
BCCT (Beyond Centre and Circle Time) merupakan pendekatan pembelajaran melalui sentra dan lingkaran. Semua pembelajaran dilakukan sambil bermain. Manajemen strategik dapat dipandang sebagai hal yang mencakup tiga macam elemen utama (analisis strategik, pilihan strategik yang berhubungan dengan perumusan aneka macam arah tindakan, evaluasinya, implementasi strategi). Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah action research. Adapun hasil penelitian pengembangan model manajemen strategik efektif dalam mengatasi permasalahan yang kompleks disekolahan dan maksimalnya peran kepala sekolah dalam menjalankan strategi sekolah
Model Pembelajaran Outbound Untuk Anak Usia Dini
Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalanisuatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Maka pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini bukan berorientasi pada sisi akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan pada anak usia dini adalah pendidikan luar ruang (outbound education). Outbound merupakan suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi