PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
Pembelajaran Fisika Dengan Pendekatan Keterampilan Berpikir Kritis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Unggulan Amanatul Surabaya
Pembelajaran Fisika bagi siswa kelas 9 SMP merupakan mata pelajaran yang memiliki kesulitan untuk dipelajari. Akibatnya, siswa selama mengikuti pembelajaran tidak termotivasi untuk mengemukakan pendapat dan berpikir kritis dalam pembelajaran. Hal ini merupakan tantangan bagi guru IPA fisika untuk mencari solusi bagaimana kegiatan pembelajaran menjadi bermakna dan siswa dapat mengikuti dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pembelajaran IPA dengan Pendekatan Keterampilan Berpikir Kritis dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX A SMP Unggulan Amanatul Ummah Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2014 menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui tes kognitif, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan pendekatan keterampilan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah mengikuti pembelajaran fisika dengan Pendekatan Keterampilan Berpikir Kritis, rata-rata proporsi jawaban benar dari siswa pada uji awal dan uji akhir dapat meningkat dari 40,83 % menjadi 95,38%.Kata kunci: Keterampilan berpikir kritis, hasil belaja
Mendidik Untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar: Studi Analisis Tugas Guru Dalam Mendidik Siswa Berkarakter Pribadi Yang Baik
Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara aktif agar dapat memiliki kemampuan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Guru merupakan tenaga profesional yang memiliki tugas untuk mengajar, mendidik dan melatih siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk menjalankan tuganya sebagai pendidik, guru tidak hanya mentransfer ilmu saja, melainkan juga mendidik dalam arti lain membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang baik. Dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar menjadi pribadi yang baik dapat dilakukan dengan cara menentukan, melaksanakan, dan membiasakan siswa sekolah dasar untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan pembentukan karakter yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian tugas guru dalam mendidik untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar dapat tercapai dengan baik.Kata Kunci: Mendidik, Karakter, Siswa Sekolah Dasa
Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupaya menganalisis kemamuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN Brayublandong Mojokerto
Pembelajaran matematika di kelas III SDN Brayublandong masih menggunakan pembelajaran bersifat teacher centered dengan metode konvesional sehingga mengakibatkan siswa pasif dan hasil belajarnya kurang optimal. Siswa kelas III SDN Brayublandong memiliki berbagai karakteristik kecerdasan yang beragam. Oleh karena kecerdasan siswa beragam, dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk dapat memfasilitasi setiap kecerdasan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perangkat pembelajaran, mengetahui pengaruh, dan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran berbasis multiple intelligences terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah True Experimental Design dengan desain Pretest-Postest control group design. Sampel yang digunakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Brayublandong yang dipilih secara acak.Data hasil instrumen tes dianalisis dengan uji statistik. Hasil rata-rata uji gain ternormalisasi sebesar 0,72 dengan kategori tinggi, hasil uji determinasi memiliki pengaruh sebesar 63% dan analisis uji-t menunjukkan bahwa thitung sebesar 6,008 > ttabel sebesar 2,080, artinya terdapat pengaruh antara pembelajaran berbasis Multiple Intelligences terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Brayublandong. Efektivitas pembelajaran berbasis Multiple Intelligences dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,04 > KKM, rata-rata aktivitas guru= 3,88 dengan kriteria sangat baik, rata-rata aktivitas siswa = 3,58 dengan kriteria sangat baik, dan rata-rata respon positif siswa = 97,39% dengan kriteria sangat kuat.Kata kunci: pembelajaran berbasis multiple intelligences, hasil belaja
Penerapan Metode Quantum Learning Berkarakter Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Siswa Kelas VI A SD Al-Falah Tropodo
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan ialah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, misalnya pada bidang studi pendidikan kewarganegaraan (PKN). Selama ini proses pembelajaran bidang studi pendidikan kewarganegaraan (PKN) berpusat pada guru sehingga mengakibatkan suasana proses pembelajaran membosankan dan siswa menjadi pasif. Untuk menjadikan siswa menjadi aktif, kreatif dengan suasana pembelajaran nyaman dan menyenangkan maka perlu diterapkannya metode yang tepat. Metode tersebut adalah Quantum Learning Berkarakter yaitu perpaduan dari beberapa strategi, teori belajar yang membuat belajar menjadi nyaman dan menyenangkan dan penuh dengan penyisipan aspek perilaku berkarakter pada siswa saat KBM, serta diiringi alunan musik sebagai relaksasi selama proses belajar mengajar berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan, motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap penerapan metode Quantum Learning Berkarakter. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Falah Tropodo pada siswa kelas VI A, pemilihan kelas diambil berdasarkan kondisi kemampuan siswa yang cukup heterogen. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa 50% siswa sangat senang terhadap suasana belajar dengan menggunakan metode Quantum Learning Berkarakter dan tidak ada siswa yang tidak senang terhadap penerapan metode Quantum Learning Berkarakter Dan dari 23 siswa sebanyak 86,6% telah mencapai ketuntasan belajarnya.Kata kunci: Quantum Learning Berkarakter, Ketuntasan Belaja
Implementasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Lulusan Sebagai Standar Mutu pendidikan MTs Negeri Di kabupaten Tulungagung
Government issued Government Regulation No.19/2005 on National Education Standards. National Education Standards consists of 8 components: (1) Content Standards, (2) Standard Process, (3) Competency Standards, (4) Teachers and Education Personnel Standards, (5) Standards for Infrastructure, (6) Management Standards, (7) Standard Financing, and (8) Educational Assessment Standards. The results content standards, process standards and competency standards (SKL), MTsN in Tulungagung also meets national standards, so that the quality of education in schools MTsN Tulungagung could be better. It can be seen from the following observations sebyai; standard contents index average of 3.7, the standard index averaged 3.3 and 3.7 index competency standards
Pengaruh Bermain Peran Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini
Dewasa ini masih banyak orang tua, guru dan masyarakat menganggap bahwa program pendidikan anak usia dini di Taman Kanak-kanak merupakan lembaga yang hanya menyiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Sehingga, proses pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas pengembangan kemampuan membaca, menulis dan menghitung, sehingga kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sosial yang dimiliki anak terabaikan. Kemampuan sosial anak dapat digali dengan memperbaiki materi dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini adalah melalui suatu kegiatan yang berorientasi bermain. Bermain peran merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan imajinasinya dalam memerankan seorang tokoh agar mereka menghayati sifat-sifat dari tokoh atau benda tersebut. Dengan bermain peran anak mampu berlatih bersosialisasi, berkomunikasi dan berempati dengan anak-anak lain. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan sosial antara anak yang diberikan perlakuan bermain peran dan anak yang tidak diberikan perlakuan bermain peran di TK Aisyiyah 6 Tanggulangin. 2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh bermain peran dan tidak bermain peran terhadap kemampuan sosial anak. Penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen kuasi (semu). Sampel penelitian 40 anak kelompok B TK Aisyiyah 6 Tanggulangin. Hasil penelitian menunjukkan dengan perlakuan bermain peran dan tanpa diberikan perlakuan bermain peran menunjukkan nilai Mann-Whitney U sebesar 1.000 dan nilai Wilcoxon W sebesar 211.00 dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000. Karena nilai probabilitas jauh lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 atau (0.000 < 0.05), maka kelompok eksperimen dengan perlakuan bermain peran jauh lebih baik dibanding kelompok kontrol yang tanpa perlakuan bermain peran terhadap kemampuan sosial anak usia dini di TK Aisyiyah 6 Tanggulangin
Deskripsi Literasi Sains Awal Mahasiswa Pendidikan IPA Pada Konsep IPA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi sains awal mahasiswa semester tiga program studi pendidikan IPA di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tes literasi sains disusun berdasarkan soal PISA 2012 sejumlah 5 pertanyaan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh pakar. Hasil yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan empat kategori yaitu nominal, fungsional, prosedural, dan multidimensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan awal literasi sains mahasiswa masih banyak pada kategori nominal dan fungsional yaitu sebesar 39% dan 36% mahasiswa. Pada kategori konseptual/prosedural terdapat 20% mahasiswa. Sedangkan pada kategori multidimensional masih 4%. 1% mahasiswa tidak memberikan jawaban pada tes literasi sains yang diberika
Pendidikan Kecakapan Hidup (PHK) Pada Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kecakapan Personal dan Kecakapan Sosial Serta Prestasi Belajar Siswa SMA
Tujuan penelitian meningkatkan kecakapan personal, kecakapan sosial, dan kecakapan akademik serta prestasi belajar siswa melalui pembelajaran yang mengintergasikan pendidikan kecakapan hidup. kecakapan hidup (life skill) adalah kemampuan dasar seseorang seperti kecakapan personal (kecakapan menggali informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah) Penelitian ini menggunakan metode Penilitian Tindakan Kelas (PTK), model PTK menggunakan model Arikunto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian melalui observasi, instrumen penelitian terdiri dari lembar penilaian pendidikan kecakapan hidup dan lembar tes. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kecakapan personal terjadi peningkatan kriteria dari sedang pada siklus I, kriteria baik pada siklus II dan kriteria baik pada siklus III. Kecakapan sosial juga terjadi peningkatan dari kriteria sedang pada siklus I, baik pada siklus II dan sangat baik pada siklus III, sedangkan prestasi belajar siswa yang tuntas pada siklus I ada sebanyak 14 siswa (56%), siklus II siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (80%) dan pada siklus III sebanyak 24 siswa (96%). Peningkatan hasil belajar siswa tiap siklus menunjukan bahwa hasil belajar siswa tergolong sangat bagus. Melalui pendidikan kecakapan hidup mampu meningkatkan kecakapan personal dan kecakapan sosial serta prestasi belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Baureno bojonegoro
Deskripsi Hubungan Komunikasi dan Kecerdasan Emosional Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Memecahkan Masalah Matematis
Setiap mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk kemampuan komunikasi dan kecerdasan emosional. Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar mahasiswa memiliki kemampuan memecahkan masalah dan mengkomunikasikan gagasan dan ide matematika. Dosen sebaiknya memperhatikan kemampuan komunikasi dan kecerdasan emosional mahasiswa agar dapat merancang pembelajaran yang mendukung terciptanya komunikasi matematika. Penelitian ini membahas tentang hubungan komunikasi lisan dan kecerdasan emosional mahasiswa pendidikan matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji validitas, uji reabilitas dan uji korelasi. Dari data yang sudah diperoleh, karena p = 0,02 (< 0,05), dengan demikian Ho ditolak sehingga disimpulkan ada hubungan antara komunikasi matematis dengan kecerdasan emosional.Kata Kunci: Komunikasi Lisan, Kecerdasan Emos