PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
    158 research outputs found

    Mendorong Kreativitas Siswa Melalui Strategi Pikat Pictorial Riddle

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kemampuan berpikir kreatif siswa berkemampuan dasar matematika rendah; (2) kemampuan berpikir kreatif siswa berkemampuan dasar matematika sedang dan (3) kemampuan berpikir kreatif siswa berkemampuan dasar matematika tinggi. Jenis penelitian ini ada penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan  dua  teknik  yaitu  tes  tertulis  dan  wawancara. Proses pengumpulan data tes tertulis diperoleh dari hasil tes pada tes kemampuan dasar matematika dan soal Tes Pengajuan Masalah Lingkaran (TPML). Pengumpulan data diawali dengan pemberian tes kemampuan dasar matematika yang hasilnya digunakan untuk mengelompokkan siswa yang memiliki kemampuan rendah,sedang dan tinggi. Proses berikutnya, siswa diberikan pembelajaran dengan strategi PIKAT Pictorial Riddle. Peneliti memfokuskan pengamatan pada pekerjaan subjek apakah muncul kreativitas dalam pengajuan masalah lingkaran (TPML). Untuk menjamin keabsahan data dalam penelitian ini akan dilakukan triangulasi waktu. Setelah dilakukan analisis data terlihat bahwa hanya terdapat satu subjek dari kelompok kemampuan dasar matematika tinggi yang menunjukkan ide kreatifnya dalam pengajuan soal yang berhubungan dengan luas lingkaran. Subjek tersebut dapat mengasosiasikan penggunaan rumus Phytagoras dengan luas daerah setengah lingkaran. Ide yang dibangun juga menunjukkan kebaharuan, terlihat dari pertanyaan dalam masalah yang telah diajukan “Tentukan hubungan luas setengah lingkaran pertama, kedua dan ketiga.” .Kata “hubungan” merupakan kata yang menggambarkan asosiasi beberapa konsep luas setengah lingkaran yang dibandingkan dengan sisi-sisi segitiga siku-sikuKata Kunci: Kreativitas, PIKAT, Pictorial Riddle, pengajuan masalah, lingkara

    Pembelajaran Berbasis Saintifik Terhadap Sikap Berpikir Ilmiah Mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Negeri Manado

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis saintifik dan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran saintifik terhadap sikap berpikir ilmiah mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen, desain penelitian menggunakan one group pretest-postestn, subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PGSD semester II kelas C yang menempuh mata kuliah konsep dasar sains 1, teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Hasil penerapan pembelajaran berbasis saintifik sebesar 95,2%, hal tersebut menunjukkan penerapan pembelajaran saintifik berjalan sangat baik. Hasil penerapan pembelajaran berbasis saintifik terhadap sikap berpikir siswa menunjukkan thitung sebesar 18,45, hal tersebut menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel. Penerapan pembelajaran saintifik berjalan sangat baik dan sedangkan penerapan pembelajaran saintifik menunjukkan ada pengaruh terhadap sikap berpikir ilmiah mahasiswa program studi PGSD di Universitas Negeri Manado

    Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berbasis Pada Pendekatan Scientific Mengacu Pada Kurikulum 2013 Untuk Kelas Tinggi Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, karena dalam penelitian ini dikembangkan perangkat tematik berbasis pendekatan scientific. Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, mengacu pada unsur-unsur model pengembangan perangkat pembelajaran Tiagarajan yang disebut four-D Models. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Rencana  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Ajar Siswa, Lembar Kerja Siswa dan Tes Hasil Belajar yang diterapkan pada siswa SD kelas 5. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran dan efektivitas penerapan perangkat pembelajaran model pembelajaran tematik. Rancangan penelitian yang digunakan pada saat pengembangan penerapan perangkat pembelajaran adalah mengacu pada tahapan pengembangan four-D models yang meliputi empat tahapan yaitu define, design, develope dan diseminate. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan. Hal ini dasarkan pada hasil penliaian oleh 2 validator menunjukkan bahwa kualitas silabus, RPP dan Buku Ajar Siswa model materi dengan menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan scientific memiliki kualitas model baik dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa kualitas perangkat pembelajaran model pembelajaran tematik berbasis pendekatan scientific  yang dikembangkan adalah baik dan telah memenuhi kelayakan sebagai perangkat pembelajaran di sekolah dasar kelas tinggi serta efektif menunjang pembelajaranKata kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, pembelajaran tematik, pendekatan scientifi

    Model Bermain Peran Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajan dengan menggunakan model bermain peran pada pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SDN Glundengan 01 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas melalui 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember yang berjumlah 25 orang, 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model bermain peran. Dengan hasil peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 59,3% (kategori sedang) meningkat pada siklus II menjadi 73% (kategoriaktif). Sementara itu peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 64% (16 siswa) meningkat pada siklus II menjadi 88% (22 siswa). Dapat disimpulkan, pembelajaran IPS dengan menerapkan model bermain peran pada siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa

    Peningkatan Kemampuan Metakognitif Siswa Melalui Pembelajaran Tematik-Integratif Siswa Kelas V Di MI Manbaul Hikmah Kediri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan metakognitif siswa melalui pembelajaran tematik-integratif Siswa Kelas V Di MI Manbaul Hikmah Kediri dan untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan selama pembelajaran Pembelajaran Tematik-Integratif Siswa Kelas V Di MI Manbaul Hikmah Kediri. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah meningkatkan ranah afektif dan psikomotorik siswa SD dalam pembelajaran tematik-integratif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Pada setiap siklus PTK yaitu siklus 1 dan siklus 2 terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain : perancangan, tindakan dan observasi, refleksi serta revisi. Kemampuan metakognitif siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan kempuan siswa membuat rancangan secara jelas langkah/prosedur yang akan dilakukan dengan anggota kelompoknya masing-masing sebelum melakukan kegiatan pengamatan dan diskusi. Selain itu, siswa juga telah mampu membuat prediksi dari berbagai permasalahan yang terjadi dan telah diamati dan di diskusikan dalam kegiatan kelompok dan sekaligus mampu melakukan evaluasi dari hasil prediksi yang dilakukan sebelumnyaKata kunci: Kemampuan Metakognitif, Pembelajaran Tematik-Integrati

    Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar

    Full text link
    Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap warga negara indonesia. namun, tidak setiap warga negara menyikapi dampak negatif globalisasi dengan baik. Terjadinya penurunan kuwalitas moral bangsa merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi.Pemerintah tampaknya sudah mulai sadar akan pentingnya  nilai moral bagi sebuah bangsa, hal tersebut dapat  terlihat dengan digalakannya pembangunan moral bangsa melalui pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional sejak tahun 2010 hingga saat ini yang diintegrasikan dalam kurikulum 2013.Tri pusat pendidikan merupakan sarana yang tepat dalam membentuk karakter anak, terutama anak sekolah dasar. pembentukan karakter anak sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai karakter secara konsisten baik ketika anak berada dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Dengan adanya konsistensi tersebut, karakter yang diharapkan dapat tertananam dengan baik sehingga terbentuk kakrakter yang baik

    Kompetensi Guru Iklim Kerja, dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru SMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : a) Pengaruh kompetensi sosial terhadap kinerja  guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang b) Pengaruh kompetensi sosial guru terhadap motivasi berprestasi  guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang c) Pengaruh iklim kerja terhadap motivasi berprestasi guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang d) Pengaruh motivasi berprestasi  terhadap kinerja  guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang e) Pengaruh iklim kerja terhadap kinerja guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang . Objek penelitian ini adalah guru SMA di Kecamatan Nanggalo  Padang, dengan jumlah populasi sebanyak 105 orang. Sampel sebanyak 52 orangyang dipilih dengan metode stratified proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kompetensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.Artinya semakin meningkat Kompetensi Sosial maka akan dapat meningkatkankinerjaguru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (2) Kompetensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi guru. Artinya semakin meningkat kompetensi sosial guru, akan meningkatkan keinginan guru memotivasi diri untuk berprestasi pada SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (3) Iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap  motivasi berprestasi guru. Artinya semakin baik iklim kerja semakin tinggi motivasi berprestasi guru berprestasi SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (4) Iklim Kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Artinya semakin baik iklim kerja, akan semakin meningkat kinerja guru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (5) Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Artinya semakin baik motivasi berprestasi guru, semakin meningkat kinerja guru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. Peningkatan kinerja guru dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) melibatkan guru dalam melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah., b) meningkatkan hubungan dan komunikasi yang efektifdisekolah maupun dengan institusi pendidikan. c) mendorong guru untuk menyusun rencana kerja yang menyeluruh dan berusaha untuk merealisasikan rencana tersebut

    Video Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Penerapan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar

    Full text link
    Tujuan  kurikulum 2013 akan dapat terwujud apabila didukung dengan beberapa faktor (kunci kesuksesan) yang salah satunya ialah kreativitas guru yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK, memberikan ruang kepada guru untuk dapat menciptakan berbagai variasi media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.  Pada buku siswa dan buku guru, sudah ada contoh media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran hanya masih terbatas pada media visual. Video merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang diamanahkan pada kurikulum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Ajung 03 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ditunjukkan dari  hasil penghitungan selisih nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kontrol yang menunjukkan bahwa  sebesar 7,8 dan sebesar 1,998, maka >  yaitu 7,8 > 1,998 dari db = 65 pada taraf signifikansi 5% sehingga dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media video lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan media video atau dengan kata lain   ditolak dan  diterima.  Mengacu pada hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan video terhadap hasil belajar siswa sehingga video dapat dijadikan sebagai alternatif  media pembelajaran dalam rangka mendukung keberhasilan penerapan kurikulum 2013

    Pramuka Sebagai Wadah Mengembangkan Life Skill Mahasiswa Calon Guru Pada Perguruan Tinggi LPTK

    Full text link
    Lembaga pendidikan tinggi keguruan (LPTK) merupakan  lembaga formal pencetak calon guru yang memiliki peran central dalam peningkatan kualitas calon guru. Salah satu permasalahan pendidikan yaitu tidak meratanya tenaga pendidikan di wilayah Indonesia dan permasalahan karakter bangsa. Kegiatan keorganisasian kemahasiswaan pramuka sangat penting bagi mahasiswa untuk menanamkan life skills. Kegiatan keorganisasian kepramukaan kurang diminati oleh mahasiswa, penelitian ini bertujuan memberikan masukan secara teoritis di pendidikan tingg LPTK mengenai organisasi kemahasiswaan pramuka sebagai wadah pengembangan life skills mahasiswa calon guru di LPTK.Kata Kunci: Pramuka, Perguruan Tinggi LPTK, Life Skill

    Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Pengamatan dan Demonstrasi di Sekolah Dasar

    Full text link
    Dalam pembelajaran IPA, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi khususnya pada materi Energi dan Kegunaannya. Hal tersebut terjadi di karenakan siswa kurang berpartisispasi aktif dalam pembelajaran dan kurang beraninya siswa dalam mengemukakan pendapatnya, sehingga ketuntasan hasil belajar tidak dapat dicapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki cara belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. Lokasi penelitian ini adalah di kelas II SDN Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, dengan jumlah siswa 40 orang, terbagi menjadi 8 kelompok belajar. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa dari 40 siswa hanya 11 siswa (27,5%) yang dapat mengerjakan soal dengan keberhasilan nilai diatas 70, sedangkan siswa lainnya masih kurang. Pada siklus II sudah menunjukkan adanya penuingkatan penguasaan materi siswa, terbukti hasil nilai yang diperoleh dari 40 siswa sebanyak 35 siswa (87,5%) sudah mencapai nilai diatas 70.Berdasarkan hasil diatas membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran terpadu dan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran

    155

    full texts

    158

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇