JURNAL HUTAN LESTARI
Not a member yet
    676 research outputs found

    ESTIMASI KANDUNGAN KARBON MANGROVE PADA AREAL PENANAMAN TAHUN 2012 DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SETAPUK BESAR SINGKAWANG UTARA

    Full text link
    Mangrove habitats play an essential role in the sequestration and storage of carbon. Mangroves absorb CO2 through photosynthesis to create carbohydrates stored as biomass in the leaves, stems, and roots. The objective of this study was to estimate the amount of mangrove carbon in the region of the 2012 planting year located in the mangrove forest area of Setapuk Besar Village. Biomass estimation employs a survey and non-destructing method by measuring tree stem diameter at breast height (DBH). According to the findings of this study, the mangrove forest area in Setapuk Besar Village can store up to 139.62 tons of carbon per hectare, equivalent to carbon dioxide (CO2) that can be absorbed at 511.98 tons/ha. Carbon stored above and below the soil surface and soil carbon contain respective values of 65.60 tons C/ha, 50.91 tons C/ha, and 23.11 tons C/ha.Keywords: Carbon stocks, forest biomass, mangrove forest, Setapuk Besar SingkawangAbstrakEkosistem mangrove mempunyai peran untuk menyerap dan menyimpan karbon. Mangrove melakukan penyerapan CO2 melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang tersimpan dalam bentuk biomassa pada daun, batang maupun akar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengestimasi jumlah karbon mangrove pada areal penanaman tahun 2012 yang terdapat pada kawasan hutan mangrove Kelurahan Setapuk Besar. Estimasi biomassa menggunakan metode survei dengan pengambilan data tanpa pemanenan yaitu mengukur diameter batang setinggi dada (DBH) atau pada batas tinggi 1,3 m dari permukaan tanah. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan kawasan hutan mangrove Setapuk Besar dapat menyimpan karbon sebanyak 139,62 tonC/ha dengan jumlah karbondioksida yang mampu diserap sebesar 511,98 ton/ha. Jumlah karbon yang diserap merupakan karbon tersimpan di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah maupun karbon tanah dengan nilai masing-masing yaitu 65,60 tonC/ha, 50,91 tonC/ha dan 23,11 tonC/ha.Kata kunci: biomassa hutan, hutan mangrove, karbon, Setapuk Besar Singkawan

    PEMANFAATAN ROTAN SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN MASYARAKAT DUSUN SUNGAI HIJAU DESA TELUK KEBAU KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU (Utilization of rattan as a woven craft material the community of Sungai Hijau Hamlet Teluk Kebau Village Nanga Mahap District Sekadau Regency )

    Full text link
    Indonesian forests have abundant non-timber forest products. In Sungai Hijau Hamlet, rattan is potential biological wealth. Rattan is usually used by the community for woven crafts, rigging, and other purposes. This study aims to record the types of wicker produced by the community of Sungai Hijau Hamlet, Teluk Kebau Village, Nanga Mahap District, Sekadau Regency. The research methods are carried out through surveys and interviews. Data retrieval uses purposive sampling techniques to determine respondents. The results show that there are 7 types of rattan commonly used by the community of Sungai Hijau Hamlet: Korthalsia rigida Blume, Korthalsia echinometra Beccari, Calamus javensis Blume, Calamus caesius Blume, Calamus trachycoleus Beccari, Daemonorops geniculata (Griff) Mart, and Daemonorops angustifolia Mart. From 7 types of rattan, 9 are woven: atongk, penengkeingk, tikau lipat, impak, nayak, ogak, bakol, tengouk, and ontangk. All types of woven products are used as support in work activities and to meet daily needs.Keywords: Non-timber Forest Product, Rattan Utilization, Woven.AbstrakHutan Indonesia mempunyai hasil hutan bukan kayu yang cukup melimpah. Di Dusun Sungai Hijau rotan adalah potensi kekayaan hayati. Rotan biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai bahan kerajinan anyaman, tali-temali, dan untuk keperluan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis rotan dan mendeskripsikan jenis anyaman yang dihasilkan oleh masyarakat Dusun Sungai Hijau, Desa Teluk Kebau, Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Motode penelitian dilakukan dengan survei dan wawancara. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan responden. Hasilnya menunjukan bahwa ada 7 jenis rotan yang biasa digunakan oleh masyarakat Dusun Sungai Hijau yaitu: Korthalsia rigida Blume, Korthalsia echinometra Beccari, Calamus javensis Blume, Calamus caesius Blume, Calamus trachycoleus Beccari, Daemonorops Geniculata (Griff) Mart, dan Daemonorops angustifolia mart. Dari 7 jenis rotan menghasilkan 9 bentuk anyaman yaitu atongk, penengkeingk, tikau lipat, impak, nayak, ogak, bakol, tengouk, dan ontangk. Semua jenis produk anyaman digunakan sebagai penunjang dalam aktifitas bekerja dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kata kunci: Hasil Hutan Bukan Kayu, Pemanfaatan Rotan,  Anyaman

    PROFIL POHON PENGHASIL BUAH JENIS Artocarpus elasticus Reinw. Ex Blume, Artocarpus lanceifolius Roxb DAN Litsea garciae Vidal DI KHDTK DIKLAT KEHUTANAN FAHUTAN UNMUL

    Full text link
    Mulawarman University's Forest Area with Special Purpose for Forestry Education and Training is a tropical rainforest with various plant species such as meranti, understory species, lianas and herbs, and edible fruit tree species. The purpose of this study was to determine the profiles of three fruit-producing tree species: Terap, Keledang, and Kalangkala. Furthermore, to understand the relationship between tree diameter and total height and to determine the condition of healthy or deformed trunks. This study lasted approximately five months, from June 2022 to October 2022. The study used a transect sampling technique, with each transect having a width of 20 m and a length of 920 m for transect A, 1000 m for transect B and C, and 600 m for transect D. The analysis relies on data from three different species of fruit-bearing trees. With a diameter of 33.46 cm and a tree height of 19.50 m, Artocarpus elasticus has a high value for its diameter and total height. Artocarpus lanceifolius, with a diameter of 33.75 cm and a total height of 20.50 m, was the medium value. Litsea garciae had the smallest value, with a diameter of 34.90 cm and a full height of 15.60 m. The correlation value of the regression coefficient between the diameter and total height of the three types is medium. This indicates that the diameter of the tree has no effect on the crown's growth.Keywords: Artocarpus elasticus, Artocarpus lanceifolius, Edible fruit trees, Litsea garciae, Tree profileAbstrakKawasan Hutan dengan Tujuan Khusus DIKLAT Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda merupakan suatu kawasan hutan hujan tropis yang memiliki beragam jenis vegetasi diantaranya meranti-merantian, tumbuhan bawah, liana, herba serta jenis buah yang dapat dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil dari ke tiga jenis pohon penghasil buah terap, keledang, dan kalangkala, menganalisis korelasi antara diameter dan tinggi total pohon dari ke tiga jenis, serta untuk mengetahui kondisi batang yang sehat atau cacat. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih lima bulan dari bulan Juni 2022 sampai Oktober 2022. Objek penelitian ini adalah pohon terap, keledang, dan kalangkala. Pengambilan sampel untuk penelitian menggunakan transek dengan masing- masing transek mempunyai lebar 20 m dan panjang transek A 920 m, panjang transek B dan C 1000 m serta panjang transek D 600 m. Hasil pengukuran ke tiga jenis pohon penghasil buah jenis Artocarpuelasticus Reinw Ex Blume memiliki diameter rataan 33,46 cm dengan tinggi  total rata-rata 19,50 m. Jenis Artocarpus lanceifolius Roxb memiliki diameter rata-rata 33,75 cm dengan tinggi total rata-rata 20,50 m. Jenis Litsea garciae Vidal memiliki diameter rata-rata 34,90 cm dengan tinggi total rata-rata 15,60 m. Dari hasil analisis didapat nilai koefisien regresi antara diameter dengan tinggi total dari ke tiga jenis memiliki nilai korelasi sedang, hal ini mengindikasikan bahwa diameter pohon tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi pohon. Kata kunci: Terap, Keledang, Pohon penghasil buah, Kalangkala, Profil poho

    RESPON LUTUNG SENTARUM Presbytis chrysomelas cruciger TERHADAP KEHADIRAN MANUSIA DAN SATWA LAIN DI RESORT SEMANGIT TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN-DANAU SENTARUM

    Full text link
    Lutung Sentarum are endemic primates with distribution on the island of Borneo, namely from Melalap-Sarawak and recently found in the Danau Sentarum National Park area. Lutung Sentarum is classified as critically endangered and requires scientific data study for Lutung Sentarum so that the animal can be conserved according to their characteristics and needs. The purpose of this study was to record the response shown by Lutung Sentarum when they saw the presence of humans and other animals. The method used is a survey with ad-libitum and accidental sampling technique. When responding, Lutung Sentarum will show agonistic behavior towards humans, while towards other animals it will show affiliative and agonistic behavior depending on the animal species and their relationship in the same area. During the study, it was seen that Lutung Sentarum showed a response: freezing, hiding, observing, investigating, vocalizing, intimidating, and flightKeywords: Danau Sentarum, Lutung Sentarum, ResponsesAbstrakLutung Sentarum merupakan satwa primata endemik dengan penyebaran di Pulau Kalimantan yaitu dari Melalap-Serawak dan belum lama ini ditemukan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Lutung Sentarum termasuk dalam status kategori critically endangered dan memerlukan data studi ilmiah mengenai Lutung Sentarum sehingga satwa tersebut dapat dikonservasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencatat respon yang ditunjukkan oleh Lutung Sentarum saat melihat kehadiran manusia dan satwa lain. Metode yang digunakan yaitu survey dengan teknik ad-libitum dan accidental sampling. Saat merespon, Lutung Sentarum akan menunjukkan perilaku agonistik terhadap manusia, sedangkan terhadap satwa lain menunjukkan perilaku afiliatif dan agonistik tergantung spesies satwa dan hubungannya dalam satu wilayah yang sama. Selama penelitian, terlihat Lutung Sentarum menunjukkan respon: diam, bersembunyi, mengamati, mencari informasi, bersuara, intimidasi, dan kabur.Kata kunci: Danau Sentarum, Lutung Sentarum, Respo

    IDENTIFIKASI POHON PENGHASIL BUAH KONSUMSI DI KAWASAN KEBUN RAYA SAMBAS KECAMATAN SUBAH KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Plant identification means revealing or establishing the identity of a plant. There are trees that produce consumption fruit that can be consumed directly without having to be processed first and those that must be processed first before they can be consumed by humans. Sambas Botanical Gardens is a garden that was built with the aim of completing a number of ex-situ conservation areas of Botanical Gardens in Indonesia. The purpose of this study is to identify, and describe morphological characteristics and obtain architectural models of fruit-producing tree species in the Sambas Botanical Gardens, Subah District, Sambas Regency. The method used is exploration and flora collection by making 6 paths where each lane is 500 meters long and 20 meters wide. The results of this study found 30 types of consumption fruit trees consisting of 20 genera and 14 families. Three of them are endemic to Kalimantan, namely Bacaurea angulata (Belimbing Darah), Durio testudinarius (Durian Kura) and Shorea macrophylla (Tengkawang Tungkul).Keywords: Consumption Fruit-Producing Trees, Identification, Sambas Botanical GardenAbstrak Identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas suatu tumbuhan. Pohon penghasil buah konsumsi ada yang dapat dikonsumsi secara langsung tanpa harus diolah terlebih dahulu dan yang harus diolah terlebih dahulu baru dapat dikonsumsi oleh manusia. Kebun Raya Sambas merupakan kebun yang dibangun dengan tujuan untuk melengkapi jumlah kawasan konservasi ex-situ Kebun Raya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan ciri-ciri morfologi dan mendapatkan model arsitektur jenis-jenis pohon penghasil buah konsumsi pada kawasan Kebun Raya Sambas Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan yaitu eksplorasi dan koleksi flora dengan membuat 6 jalur dimana masing-masing jalur berukuran panjang 500 meter dan lebar 20 meter. Hasil penelitian ini ditemukan 30 jenis pohon buah konsumsi yang terdiri dari 20 genus dan 14 famili. Tiga jenis diantaranya merupakan endemik Kalimantan, yaitu Bacaurea angulata (Belimbing Darah), Durio testudinarius (Durian Kura) dan Shorea macrophylla (Tengkawang Tungkul).Kata Kunci: Pohon penghasil buah konsumsi, identifikasi, kebun raya sambas

    ANALISIS PERDAGANGAN BAGIAN TUBUH HEWAN MAMALIA DILINDUNGI PADA E-COMMERCE

    Full text link
    The trade of protected wildlife violates biodiversity. High demand has driven illegal traders to explore new avenues through e-commerce. Despite government efforts to address this issue, the trade remains rampant. This research analyzes the trade of parts of protected mammalian species on e-commerce platforms. Through a desk study method, data indicates five mammalian species, such as deer, tigers, elephants, rhinos, and leopards, are preserved for decorative purposes. Tokopedia, Shopee, Facebook, and Bukalapak are the primary marketplaces. Tokopedia has the highest number of products from protected mammalian species due to inadequate supervision. Commonly found products include wall decorations made from the heads of deer, sought after for the uniqueness of their antlers. The government has enacted Law No. 5 of 1990 on the Conservation of Natural Resources and Ecosystems (KSDAE) and Regulation No. 7 of 1997 on wild animals, but implementation has been hindered. Significant efforts are needed to enforce regulations for better conservation of natural resources.Keywords: Animal, protected, trade, e-commerce, Tokopedia.AbstrakPerdagangan satwa dilindungi melanggar keberagaman hayati. Tingginya permintaan mendorong pedagang ilegal mencari cara baru melalui e-commerce. Pemerintah berupaya mengatasi hal ini, namun perdagangan tetap tinggi. Penelitian ini menganalisis perdagangan bagian tubuh hewan mamalia dilindungi di e-commerce. Melalui metode desk study, data menunjukkan lima jenis mamalia seperti rusa, harimau, gajah, badak, dan macan tutul yang diawetkan untuk hiasan. Tokopedia, Shopee, Facebook, dan Bukalapak adalah marketplace utama. Tokopedia memiliki produk bagian tubuh hewan mamalia dilindungi terbanyak karena pengawasan yang kurang. Produk yang umum ditemui adalah hiasan dinding dari kepala rusa yang diminati karena keunikan tanduknya. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan PP No 7 Tahun 1997 tentang satwa liar, namun implementasinya terhambat. Diperlukan usaha keras untuk menegakkan peraturan guna menjaga konservasi sumber daya alam dengan lebih baik.Kata Kunci: Satwa, dilindungi, perdagangan, e-commerce, Tokopedia.

    KARAKTERISTIK VEGETASI HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb) DI KAWASAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DESA SEBUBUS KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    The proboscis monkey (Nasalis larvatus Wurmb.) is an endemic primate of Borneo belonging to the family Cercophitecidae and sub-family Colobinae. This primate belongs to the group of protected animals. The Mangrove Forest Ecotourism Area of Sebubus Village is one of the proboscis monkey habitats in West Kalimantan. This study aims to obtain data on the vegetation characteristics of the proboscis monkey habitat which will provide an overview of the food sources, shelters and beds of proboscis monkeys in their natural habitat. The method used in this study is a survey method, while data collection is done by using a plotted path technique. The number of paths observed were five lanes with a length of each lane of 350 meters. Based on the results of the study found 24 types of plants, 4 of which are sleeping trees and 7 are proboscis monkey feed. Rhizophora apiculata is a type of proboscis monkey that has the highest INP value. The sleeping proboscis tree has a characteristic that is a tree that grows upright, stems clean from lianas, has a large tree diameter, has no sap, is monopodial, is not deformed, orthotropic, has flat branches and has an attims and champagnat's architecture. The types of plants that are the source of proboscis monkey's food are young leaves or shoots, have broad leaves, smooth and smooth leaf surfaces, not thorny and have thick leaf flesh, light green to dark green. Air temperature ranges from 26℃ - 34.8℃ and humidity 55% - 89%.Keywords: Habitat, Mangrove Forest, Proboscis Monkey, Sebubus Village, Vegetation Characteristics.AbstrakBekantan (Nasalis larvatus Wurmb) merupakan primata endemik Kalimantan termasuk kedalam famili Cercophitecidae dan sub-familly Colobinae. Primata ini tergolong kedalam kelompok satwa yang dilindungi. Kawasan Ekowisata Hutan Magrove Desa Sebubus merupakan salah satu habitat bekantan yang ada di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik vegetasi habitat bekantan diperoleh gambaran mengenai sumber pakan, tempat berlindung dan tempat tidur bekantan di habitat aslinya. Metode adalah survey, sementara pengambilan data dilakukan dengan teknik jalur berpetak. Jumlah jalur yang diamati sebanyak lima jalur dengan panjang setiap jalur 350 Meter. Hasil penelitian ditemukan 24 jenis tumbuhan, 4 diantaranya pohon tidur, 7 merupakan pakan bekantan dan 13 tumbuhan lainnya merupakan penyusun ekosistem hutan mangrove. Rhizophora apiculata merupakan jenis pakan bekantan yang memiliki nilai INP tertinggi. Pohon untuk tidur bekantan memiliki ciri khas yaitu pohon yang tumbuh tegak lurus, batang bersih dari liana, memiliki ukuran diameter pohon besar, tidak memiliki getah, monopodial, tidak cacat, orthotropik, percabangan datar serta berasitektur attims. Ciri-ciri tumbuhan yang menjadi sumber pakan bekantan merupakan daun muda atau pucuk, memiliki daun yang lebar, permukaan daun licin dan halus, tidak berduri dan memiliki daging daun yang tebal, berwarna hijau muda hingga tua. Suhu udara berkisar antara 26 - 34,8  dan kelembaban udara 55% - 89%.Kata kunci: Habitat, Hutan Mangrove, Bekantan, Desa Sebubus, Karakteristik Vegetasi

    KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI AIR PAOH DESA PANGKALAN BUTON KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA

    Full text link
    Butterflies are one of the insects of the Order Lepidoptera that play an important role in the pollination process in nature. The existence of butterflies cannot be separated from the conditions of their habitat. Air Paoh Pangkalan Buton Village is one of the butterfly habitats that can support the survival of butterflies. This study aims to determine the diversity and abundance of butterfly species in Air Paoh, Pangkalan Buton Village. The method used is a survey method. Data collection was carried out using a single plot method in the form of a square with a size of 25 meters x 25 meters. Butterflies are caught using nets. The results showed that there are 29 genera and 30 species of butterflies in Air Paoh Pangkalan Buton Village. These 30 species are divided into 5 families, namely 2 species from the Hesperiidae family, 7 species from Papilionidae, 2 species from Pieridae, 4 species from Lycaenidae, and 15 species from Nymphalidae. The butterfly diversity index in Air Paoh is moderate with a value of 2.838 and the species abundance index is classified as high with a value o.Keywords: Air Paoh, Diversity, Species of Butterflies.AbstrakKupu-kupu adalah salah satu serangga Ordo Lepidoptera yang berperan penting dalam proses penyerbukan di alam. Keberadaan kupu-kupu tidak dapat dipisahkan dari kondisi habitatnya. Air Paoh Desa Pangkalan Buton  merupakan salah satu habitat kupu-kupu yang dapat mendukung kelangsungan hidup kupu-kupu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis kupu-kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton. Metode yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan metode petak tunggal berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 25meter x 25 meter. Kupu-kupu ditangkap menggunakan jaring (net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kupu – kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton terdapat 29 genus dan 30 spesies. 30 spesies ini tersebar ke dalam 5 famili, yaitu 2 spesies berasal dari famili Hesperiidae, 7 spesies dari Papilionidae, 2 spesies dari Pieridae, 4 spesies dari Lycaenidae, dan 15 spesies dari Nymphalidae. Indeks keanekaragaman kupu- kupu di Air Paoh tergolong sedang dengan nilai 2,838 dan indeks kelimpahan jenis tergolong tinggi dengan nilai 0,834.Kata kunci: Air Paoh, Jenis Kupu – Kupu, Keanekaragaman jenis

    KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKAN ORANGUTAN PADA KAWASAN PELEPASLIARAN TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN

    Full text link
    The diversity of Orangutan feed species (Pongo pygmaeus) in the Betung Kerihun National Park release area needs to be described as supporting data to improve the data regarding the potential of Orangutan feed source (Pongo pygmaeus) in the TNBK release area. This study aims to obtain data on diversity of feed species and abundance of Orangutan feed (Pongo pygmaeus) in their natural habitat, so that it can be used as a basis for information on the availability of Orangutan feed (Pongo pygmaeus) for release sites to be carried out by the Sintang Orangutan Rescue Center (Sintang Orangutan Rescue Center) Sintang Regency, West Kalimantan. This study uses a combination of the path method with the plot method. The placement of the lane is done intentionally (purposive sampling) at the Orangutan release point, each lane length is 300 meters. The number of plots is 30 pieces of 20x20 sized plots. The results of the study consisted of 27 types from 9 families. Dominance index (C ') is less than ( 3.5. The species evenness index (E) ranged from 0.86 to 0.89, which is high with a range of E> 0.6. Species similarity index (IS) ranged from 45.83 to 57.94 classified as moderate with a range between 31-60%.Keywords: Diversity, Orangutan feed, TNBK AbstrakKeanekaragaman jenis tumbuhan pakan Orangutan (Pongo pygmaeus) pada kawasan pelepasliaran Taman Nasional Betung Kerihun perlu digambarkan sebagai data pendukung untuk menyempurnakan data mengenai potensi sumber pakan Orangutan (Pongo pygmaeus) di wilayah pelepasliaraan TNBK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data keanekaragaman jenis tanaman pakan dan kelimpahan pakan Orangutan (Pongo pygmaeus) pada habitat alaminya, sehingga dapat dijadikan dasar informasi ketersediaan pakan Orangutan (Pongo pygmaeus) untuk lokasi pelepasliaran yang akan dilakukan oleh Pusat Penyelamatan Orangutan Sintang (Sintang Orangutan Rescue Center) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode garis berpetak. Penempatan jalur dilakukan secara purposive sampling pada titik pelepasliaran Orangutan.Panjang jalur masing-masing adalah 300 meter. Jumlah petak 30 buah petak cuplikan yang berukuran 20x20. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis dari 9 family. Indeks dominansi (C’) kurang dari 1 (satu), berkisar antara 0,10087-0,11285. Indeks keanekargaman jenis (H’) berkisar antara 1,0205-1,1037 diklasifikasikan sedang dengan kisaran H’ antara 1-2. Indeks kekayaan jenis (d) berkisar antara 6,75-8,87 digolongkan tinggi dengan kisaran d > 3,5. Indeks kemerataan jenis (E) berkisar antara 0,86-0,89 tergolong tinggi dengan kisaran E > 0,6. Indeks kesamaan jenis (IS) berkisar antara 45,83-57,94 tergolong sedang dengan kisaran antara 31-60 %.Kata kunci: Keanekaragaman, Pakan Orangutan, TNB

    ETNOTEKNOLOGI MASYARAKAT SUKU DAYAK SIMPAKNG DALAM PEMANFAATAN ROTAN DI DESA BATU DAYA KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    Batu Daya Village is a village located in the Simpang Dua sub-district Ketapang Regency. The people of Batu Daya village still maintain customs and traditions in the use of natural resources. This study aims to analyze the types of rattan woven handicraft products, describe the processes and tools used in processing rattan woven handicraft products related to the typical motifs of the Simpakng Dayak tribe in Batu Daya village, Simpang Dua district, Ketapang Regency. The method used in this study is the census method. The results showed that there were 10 rattan woven handicraft product ; Krincok pemboneh, ragak tangkai, bajot, capan, agan padi, toming’k desa, kerampan’t, pamasok, sampau, dan pamasok pemboneh. The tools used in the weaving process are; parang, isok, sambal dan pengodat. The process carried out in the manufacture of webbing starts from the preparation of tools and materials, cleaning of rattan, drying, painting, weaving, installing clamps and attaching ropes. Keywords: Batu Daya Village, Dayak Simpakng, Ethnotechnology, Utilization Of Rattan AbstrakDesa Batu Daya merupakan desa yang terletak di Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang. Masyarakat Desa Batu Daya masih mempertahankan adat dan tradisi dalam penggunaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis produk kerajinan anyaman rotan, mendeskripsikan proses dan alat yang digunakan dalam pengolahan produk kerajinan anyaman rotan yang berkaitan dengan motif khas suku Dayak Simpakng di Desa Batu Daya Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan adanya 10 jumlah produk kerajinan anyaman rotan yaitu Krincok Pemboneh, ragak tangkai, bajot, capan, jagan padi, toming’k desa, kerampan’t, pamasok, sampau, dan pamasok pemboneh. Alat yang digunakan dalam proses menganyam yaitu; parang, isok, simbal, dan pengodat. Proses yang dilakukan dalam pembuatan anyaman dimulai dari persiapan alat dan bahan, pembersihan rotan, penjemuran, pengecatan, menganyam, pemasangan pengapit dan pemasang tali. Kata kunci: Desa Batu Daya, Dayak Simpakng, Etnotekologi, Pemanfaatan Rota

    671

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL HUTAN LESTARI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇