JURNAL HUTAN LESTARI
Not a member yet
    676 research outputs found

    KONDISI VEGETASI MANGROVE PADA HABITAT KERANG KEPAH (Polymesoda erosa) di HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI NILAM KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    Mangrove ecosystems are often found along estuaries in the tropics and subtropics. The interaction between mangrove, seagrass and coral reef ecosystems with their environment is  able to create a water condition that is suitable for biological processes to take place and benefits various kinds of aquatic organisms.The purpose of this study was to examine the effect  of vegetation density on the abundance of mussel shells in the mangrove forest of Sungai Nilam Village and examine the effect of vegetation structure on the abundance of mussels in the mangrove forest of Sungai Nilam Village in May-June 2021. The number of mussel shells is shown by the observation plots 3, 9 and 12 at each growth level, showing that the mussels in the vegetation structure with a density of tree level in the range of 20.000/Ha-70.000/Ha, sapling level in the range of 80.000/Ha-240.000/Ha and the seedling rate ranging from 30.000/Ha- 190.000/Ha is the range of vegetation density that supports the availability of space, lighting and food. Keywords: Mangrove, Shellfish, VegetationAbstrakEkosistem mangrove sering dijumpai di sepanjang estuaria daerah tropis dan subtropis. Interaksi antara ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang dengan lingkungannya mampu menciptakan suatu kondisi perairan yang cocok untuk berlangsungnya proses biologi dan menguntungkan berbagai macam organisme akuatik. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh kerapatan vegetasi terhadap kelimpahan kerang kepah di hutan mangrove Desa Sungai Nilam dan mengkaji pengaruh struktur vegetasi terhadap kelimpahan kerang kepah di hutan mangrove Desa Sungai Nilam pada Mei-Juni 2021. Berdasarkan perbandingan struktur vegetasi terdapat 2 jenis mangrove Avicennia marina, dan Bruguiera cylindrica. Jumlah kerang kepah ditunjukan oleh petak pengamatan 3, 9 dan 12 pada masing-masing tingkat partumbuhan menunjukan bahwa kerang kepah pada struktur vegetasi dengan kerapatan tingkat pohon dengan kisaran 20.000/Ha-7/Ha, tingkat pancang dengan kisaran 80.000/Ha-240.000/Ha serta tingkat semai berkisar 30.000/Ha-190.000/Ha merupakan kisaran kerapatan vegetasi yang mendukung ketersediaan ruang, pencahayaan serta ketersediaan makanan. Kata kunci: Mangrove, Kerang Kepah, Vegetas

    PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP POTENSI DAYA TARIK WISATA CAMP LEAKEY DI TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING

    Full text link
    Camp Leakey is a tourist attraction in the Tanjung Puting National Park (TNTP) area and has many potential tourist attractions. This research aims to describe visitor's perception of the potential tourist attraction Camp Leakey in TNTP. The research method used was a survey method of 92 respondents who were determined using accidental sampling. Data collection techniques in the form of observation and questionnaires. Analysis of research data using quantitative descriptive. The results of the study showed that visitor's perceptions of potential tourist attraction Camp Leakey were based on each indicator, namely: (1) The attraction component is in the Very Good category with an average value of 399 and a percentage of (86,73%). (2) The accessibility component is in the Very Good category with an average value of 387 and a percentage of (84,13%). (3) The amenity component is in a good category with an average value of 357 and a percentage of (77,60%). (4) The ancillary services component is in the Very Good category with an average value of 396 and a percentage of (86,08%). Overall, the value of visitor's perception of potential tourist attraction Camp Leakey is 385 and has a percentage of (83.69%) which means that the potential tourist attraction Camp Leakey is "Very Good". This tourist attraction can be developed as a more potential object and maintained by increasing what things are the main Camp Leakey tourist attractions.Keywords: Camp Leakey, tourist attraction, visitors, perception.AbstrakCamp Leakey merupakan salah satu objek wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan memiliki banyak potensi daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan persepsi pengunjung terhadap potensi daya tarik wisata Camp Leakey di TNTP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey terhadap 92 responden yang diambil dengan pendekatan accidental sampling. Teknik pengumpulan data berupaobservasi dan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap potensi daya tarik wisata Camp Leakey pada masing-masing sub variable yaitu (1) Komponen atraksi di kategori Sangat Baik dengan nilai rata-rata 399 dan persentase sebesar (86,73%). (2) Komponen aksesibilitas di kategori Sangat Baik dengan nilai rata-rata 387 dan persentase sebesar (84,13%). (3) Komponen amenitas di kategori Baik dengan nilai rata-rata 357 dan persentase sebesar (77,60%).(4) Komponen ansilari di kategori Sangat Baik dengan nilai rata-rata 396 dan persentase sebesar (86,08%). Secara keseluruhan nilai persepsi pengunjung terhadap potensi daya tarik wisata Camp Leakey adalah 385 dan memiliki persentase sebesar (83,69%) yang berarti potensi daya tarik wisata Camp Leakey adalah “Sangat Baik”. Objek wisata ini bisa dikembangkan sebagai objek yang lebih potensial dan mempertahankan kekhasan dan keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri di objek wisata Camp Leakey.Kata kunci: Camp Leakey, daya tarik wisata, pengunjung, perseps

    EFEKTIVITAS BAHAN PENGAWET KAYU ASAP CAIR KAYU PUTIH (Malaleuca cajuputi Powell) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus Holmgren)

    Full text link
    Wood is one of the necessities of human life, but it uses cannot be separated from wood-destroying organism’s attack. Subterranean termites are one of the wood-destroying organisms that cause high economic losses. One of the environmentally friendly ways to prevent subterranean termite attacks is the use of eucalyptus liquid smoke as a wood preservative. The aims of this research are to analize the effect of pyrolysis temperature and concentration of eucalyptus liquid smoke and determine the optimal pyrolysis temperature and concentration as a wood preservative against subterranean termites. Liquid smoke was made in various pyrolysis temperatures such as 350℃, 400℃, and 450℃ by pyrolysis for 120 minutes, and analyzed qualitatively using GCMS. The research was done for three weeks. Data were analysed using a factorial experimental method with a completely randomized pattern (CRD). The effectiveness testing of eucalyptus liquid smoke was carried out in various concentrations, namely 0%, 2%, 4%, 6%, 8% and 10% at each pyrolysis temperature. The chemical components of liquid smoke that are dominant and act as an anti-termite are acetic acid, phenol and their derivatives. Pyrolysis temperature of 450℃ with concentration of 10% is the optimal combination as an anti-termite with the highest termite mortality value of 98.1818% and the lowest weight loss of paper disc is 27.1516%. Keywords: eucalyptus, liquid smoke, subterranean termites, wood preservatives.AbstrakKayu merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia namun penggunaannya tidak lepas dari serangan organisme perusak kayu. Rayap tanah merupakan salah satu organisme perusak kayu yang menyebabkan kerugiaan ekonomi cukup tinggi. Salah satu cara yang ramah lingkungan untuk pencegahan serangan rayap tanah adalah penggunaan asap cair kayu putih sebagai bahan pengawet kayu. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh suhu pirolisis dan konsentrasi asap cair kayu putih serta menentukan suhu pirolisis dan konsentrasi optimal sebagai bahan pengawet kayu terhadap serangan rayap tanah. Asap cair dibuat dalam berbagai suhu pirolisis yaitu 350℃, 400℃, 450℃ dengan waktu 120 menit dan dianalisis secara kualitatif menggunakan GCMS. Penelitian dilakukan selama tiga minggu. Data dianalisis menggunakan metode percobaan faktorial dengan pola acak lengkap (RAL). Pengujian efektivitas asap cair kayu putih terhadap rayap tanah dilakukan dalam berbagai konsentrasi yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% pada masing-masing suhu pirolisis. Senyawa komponen kimia asap cair yang dominan dan berperan sebagai anti rayap adalah asam asetat, fenol serta turunannya. Suhu pirolisis 450℃ dengan konsentrasi 10% merupakan kombinasi yang optimal sebagai anti rayap dengan nilai mortalitas rayap tertinggi sebesar 98,1818% dan kehilangan berat kertas saring terendah yaitu 27,1516%. Kata kunci: kayu putih, asap cair, rayap tanah, pengawet kayu

    STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA MANGROVE DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SURYA PERDANA MANDIRI KELURAHAN SETAPUK BESAR (The strategy for developing mangrove tourism objects in the Surya Perdana Mandiri mangrove forest area, Setapuk Besat village )

    Full text link
    AbstractMangrove ecotourism is one of the tourist destinations that many people are interested in. The Setapuk mangrove tourist attraction is one of the tourist attractions in Setapuk Besar village. This research aims to determine strategic issues in the Setapuk mangrove tourist attraction and determine strategies for developing the Setapuk mangrove tourist attraction in Setapuk Besar village. The data collection method in this research uses survey and interview methods, so that the data produced will be analysed using SWOT analysis which consists of two factors, namely internal factors (IFAS) and external factors (EFAS). The respondents used in this research were 13 respondents, the data produced consisted of data on natural resources, human resources, and socio-cultural and economic conditions of the community. Based on the research results it shows that the strategy for developing the Setapuk mangrove tourist attraction is in quadrant I (Aggressive Strategy), which means this strategy uses strength to take advantage of existing opportunities. The strategic policy recommends carrying out promotions through social media and print media about the beauty of the Setapuk mangrove tourist attraction. Conduct training for local human resources. Adding mangrove ecotourism facilities and managing the potential of natural tourist attractions in terms of the diversity of flora and fauna by utilizing collaboration with the Singkawang city government.Keywords: ecotourism, mangrove, IFAS, EFASAbstrakEkowisata mangrove merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak di minati masyarakat. Objek wisata mangrove Setapuk merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kelurahan Setapuk Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isu-isu strategis pada objek wisata mangrove Setapuk dan menentukan strategi pengembangan objek wisata mangrove Setapuk di Kelurahan Setapuk Besar. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara sehingga data yang dihasilkan akan di analisis menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS). Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 13 responden, data yang dihasilkan berupa data sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan objek wisata mangrove Setapuk berada pada kuadran I (Strategi Agresif) yang artinya strategi ini menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi kebijakan tersebut merekomendasikan untuk melakukan promosi melalui sosial media maupun media cetak tentang keindahan objek wisata mangrove Setapuk. Mengadakan pelatihan terhadap sumber daya manusia setempat. Menambah sarana ekowisata mangrove dan mengelola potensi objek wisata alam baik dari keberagaman flora dan faunanya dengan memanfaatkan kerja sama dengan pemerintah kota Singkawang.Kata kunci: ekowisata, mangrove, IFAS, EFAS

    POTENSI DAN POLA PENYEBARAN JENIS-JENIS ROTAN DI PT. HUTAN KETAPANG INDUSTRI KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT, STUDI KASUS: DESA PANGKALAN BATU DAN DESA KEDONDONG

    Full text link
    PT. Hutan Ketapang Industri (HKI) is a company engaged in the rubber industry with a concession area of approximately 100,000 hectares in Ketapang Regency, West Kalimantan Province. Pangkalan Batu Village and Kedondong Village are located in the Kendawangan Block where the people who live around them still use natural products such as rattan. Rattan is a kind of climbing palm that belongs to the Arecaceae family. Rattan is one of the potential non-timber forest products that is widely used because of its high value in world trade. The purpose of this study was to obtain data on the type, potential and distribution pattern of rattan in the area of PT Hutan Ketapang Industri, Kendawang District, Ketapang Regency. The research was conducted using the double plot method, with a total of 11 plots. Plot placement was done deliberately (purposive sampling). The results showed that there were 5 types of rattan which had very large potential and a wide distribution was found in oxysol and entisol soil types with scattered and clustered distribution patterns. The rattan that has the greatest potential is Calamus mattanensis Becc with a potential of 7,125 individuals per hectare. Keywords: Morphology, Non-Timber Forest Products, RattanAbstrakPT. Hutan Ketapang Industri (HKI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri karet dengan luas konsesi sebesar kurang lebih 100,000 hektar di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Desa Pangkalan Batu dan Desa Kedondong terdapat di Blok Kendawangan dimana masyarakat yang tinggal disekitar masih menggunakan hasil alam contohnya rotan. Rotan merupakan jenis palem memanjat termasuk ke dalam famili Arecaceae. Rotan merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang potensial, banyak dimanfaatkan karena nilainya yang tinggi dalam perdagangan dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis, data potensi dan pola penyebaran rotan yang ada di area Kawasan PT Hutan Ketapang Industri Kecamatan Kendawang Kabupaten Ketapang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode petak ganda, dengan jumlah petak sebanyak 11 petak. Peletakan petak dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 jenis rotan yang memiliki potensi yang sangat besar dan memiliki sebaran yang luas dan ditemukan pada jenis tanah oxisol dan entisol dengan pola penyebaran menyebar dan mengelompok. Rotan yang memiliki potensi terbesar merupakan Calamus mattanensis Becc dengan potensi 7.125 individu per Ha.Kata kunci: Hasil hutan bukan kayu, Morfologi, Rota

    IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN PAKAN BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb.) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    The existence of land clearing activities for the expansion of shrimp ponds, rice fields and plantations as well as tree cutting to take (Trigona sp) nests which are proboscis monkey feed plants carried out by the community. So it is necessary to do research to determine the type of forage plants in the location of eating proboscis monkeys so that these feed plants can be maintained. The purpose of this study was to obtain data on the type of feed in the proboscis monkey habitat and to obtain data on the parts of plants that feed proboscis monkeys. The method used is a survey with roaming data collection. The results of this study identified 9 types of mangrove plants as proboscis monkey feed, namely Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera parviflora, Sonneratia alba, Sonneratia ovata, Xylocarpus granatum, Ceriops tagal, Ceriops decandra, and Derris trifoliata. The part of the plant that proboscis monkeys eat is the shoot. The proboscis monkey's favorite food plant is S. alba and X. granatum.Keywords: Identification, Feed Plants, Proboscis Mongkey, Mangrove Forest, Sebubus VillageAbstrakKegiatan pembukaan lahan untuk perluasan tambak udang, persawahan dan perkebunan serta penebangan pohon untuk mengambil sarang kelulut (Trigona sp) yang juga merupakan tumbuhan sumber pakan bekantan yang dilakukan oleh masyarakat. Maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan pakan di lokasi makan bekantan agar tumbuhan pakan ini bisa dipertahankan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data jenis pakan di habitat bekantan dan mendapatkan data bagian tumbuhan yang menjadi pakan bekantan. Metode yang digunakan yaitu survey dengan pengambilan data secara jelajah. Hasil penelitian ini dari identifikasi ditemukan 9 jenis tumbuhan mangrove sebagai pakan bekantan, yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera parviflora, Sonneratia alba, Sonneratia ovata, Xylocarpus granatum, Ceriops tagal, Ceriops decandra, and Derris trifoliata. Bagian tumbuhan yang dimakan bekantan adalah pucuk. Tumbuhan pakan yang paling disukai bekantan adalah S. alba dan X. granatum.Kata kunci: Identifikasi, Tumbuhan Pakan, Bekantan, Hutan Mangrove, Desa Sebubu

    POTENSI DAN PEMANFAATAN AREN (Arenga pinnata) OLEH MASYARAKAT DI DESA GEMA KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    The sugar palm plant (Arenga pinnata) is a versatile palm plant that can be used in almost all parts and has economic value. The research objective was to obtain information on the potential and utilization of Aren for further use by the community in Gema Village, Simpang Dua District, Ketapang Regency. The research was carried out in February-March 2022 using the census method, namely to take an inventory of sugar palm plants based on growth rates, interviews and documentation. The results showed that there were 242 individual Aren plants in Gema Village, Simpang Dua District, Ketapang Regency with a potential of 47.93% not yet productive Aren plants, 26.85% almost productive Aren plants, 9.91% productive Aren plants, and 9.91% non-productive Aren plants. Productive 15.41%. The people of Gema Village, Simpang Dua District, Ketapang Regency use male flowers which can produce palm sap water as a raw material for making palm sugar, which is divided into jiroh (liquid sugar), solid sugar (brown sugar) and ant sugar. In addition, the fruit is used as fruit and fro, the leaves are used as a wrapper for solid sugar (brown sugar) and broom sticks and fibers are used as a substitute for filters and as a lid for water.Keywords: Aren, Potential Aren, Utilization Of Aren.AbstrakTumbuhan Aren (Arenga pinnata) merupakan tumbuhan palma yang serbaguna dapat dimanfaatkan hampir disemua bagian dan memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi terhadap potensi dan pemanfaatan Aren untuk selanjutnya dapat dimanfaatatkan secara terus menerus oleh masyarakat di Desa Gema Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang. Penelitian  dilaksanaan pada Februari-Maret 2022  menggunakan metode sensus, yaitu untuk menginventarisasi tumbuhan Aren berdasarkan tingkat pertumbuhan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sejumlah 242 individu tumbuhan Aren di Desa Gema Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang dengan potensi tumbuhan Aren belum produktif 47,93%, tumbuhan Aren hampir produktif 26,85%, tumbuhan Aren sedang prodktif 9,91%, dan tumbuhan Aren tidak produktif 15,41%. Masyarakat Desa Gema Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang memanfaatkan bunga jantan yang dapat menghasilkan air nira Aren sebagai bahan baku pembuatan gula Aren yang terbagi menjadi jiroh (gula cair), gula padat (gula merah) dan gula semut. Selain itu buah dimanfaatkan sebagai kolang-kaling, daun dimanfaatkan sebagai pembungkus gula padat (gula merah) maupun sapu lidi dan ijuk dimanfaatkan sebagai penganti penyaring maupun sebagai tutup labu air.Kata kunci: Aren, Potensi Aren, Pemanfaatan Aren

    ANALISIS VEGETASI HUTAN MANGROVE PADA AREAL BEKAS TEBANGAN IUPHHK-HA PT. BINA OVIVIPARI SEMESTA TAHUN 2016, 2017 DAN 2018

    Full text link
    PT. BIOS Batu Ampar is one of the private companies in Kubu Raya Regency that utilizes mangrove forests by implementing a seed tree silviculture system so that later the area can still maintain its sustainability. The purpose of the study was to determine the number of species and the diversity and dominance of mangrove forest vegetation types in block logging in 2016, 2017 and 2018. The study used a survey method with a sampling technique in a line with a tide. On each observation plot, data collection of types of seedlings, stakes, and trees was carried out. The data obtained are then analyzed by the Diversity Index, Dominance Index and Evenness Index. The results showed that the seedling-level type diversity index in the three cutting years was 0.000- 1.250, and the stake rate was 0.000-1.073. The Dominance Index of the seedling level in all three cutting years is 0.415-1.000, and the stake rate is 0.316-1.000. Keme Index of the seedling level in all three cutting years is 0.000-0.773, and the stake rate is 0.000-0.902.Keywords: diversity, dominance, evenness, Mangrove Forest. Abstrak PT. BIOS Batu Ampar adalah salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Kubu Raya yang memanfaatkan hutan mangrove dengan penerapan sistem silvikultur pohon induk (Seed Tree Method) agar nantinya kawasan tersebut tetap dapat mempertahankan kelestariannya. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan jumlah spesies dan keanekaragaman serta dominasi jenis vegetasi hutan mangrove pada penebangan blok pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara garis berpetak. Pada setiap plot pengamatan dilakukan pengumpulan data jenis semai, pancang, dan pohon. Data yang deperoleh kemudian di analisis Indeks Keanekaragaman, Indeks Dominasi dan Indeks Kemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis tingkat semai pada ketiga tahun tebang adalah 0,000- 1,250, dan tingkat pancang adalah 0,000-1,073. Indeks Dominasi tingkat semai pada ketiga tahun tebang adalah 0,415-1,000, dan tingkat pancang adalah 0,316-1,000. Indeks Kemerataan tingkat semai pada ketiga tahun tebang adalah 0,000-0,773, dan tingkat pancang adalah 0,000-0,902.Kata Kunci: Keanekaragaman, dominasi, kemerataan, Hutan mangrov

    JENIS BIAYA DAN PENDAPATAN PETERNAK LEBAH MADU KELULUT DI DUSUN KAYU ARA DESA KAYU ARA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK

    No full text
    Kelulut honey cultivation business is a potential business. This study aims to determine the types of costs, income, and profits as well as the feasibility of kelulut honey cultivation as well as the obstacles faced by kelulut honey entrepreneurs.The research method is carried out by surveying with census data collection techniques. Collecting data using primary data and secondary data with data collection techniques, namely observation and interview techniques. Data analysis using descriptive analysisthe business processes of the kelulut honeyare nest preparation, box nest making, colonybreakdown, feed preparation, harvesting and making cultivation racks. From the 20 respondents of bee honey entrepreneurs, the results of the study showed a fixed cost of Rp. 12.405.070/month and variable costs Rp. 218,000/month. The total cost of business is Rp. 12.623.070/month. The honey income earned by the kelulut honey business is Rp. 13,500,000/month.The profit earned is Rp. 876.930/month, and business feasibility obtained a > 1 = 1.07.Keywords: Cost of farming, Income, Feasibility, Kelulut honeyAbstrakUsaha budidaya kelulut adalah usaha yang berpotensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis biaya, pendapatan dan keuntungan serta kelayakan dalam usaha budidaya kelulut serta kendala-kendala yang dihadapi pengusaha kelulut. Metode penelitian dilakukan dengan survei dengan teknik pengambilan data secara sensus. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengambilan data yaitu teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Proses usaha kelulut yaitu penyiapan sarang, pembuatan sarang kotak, pemecahan koloni, penyiapan pakan, pemanenan dan pembutan rak budidaya. Dari 20 responden pengusaha kelulut menunjukan bahwa biaya tetap sebesar Rp. 12.405.070/bulan dan biaya tidak tetap Rp. 218.000/bulan. Total biaya usaha sebesar Rp. 12.623.070/bulan. Pendapatan madu yang di peroleh oleh  usaha lebah madu kelulut yaitu Rp. 13.500.000/bulan. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 876.930, dan kelayakan usaha yang di dapatkan a >1 = 1,07.Kata kunci: Biaya usaha, Pendapatan, Kelayakan, Madu Kelulu

    PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PINUS SEBAGAI PENGENDALIAN PERTUMBUHAN SEMAI TANAMAN Acacia nilotica (L.) Willd. TAMAN NASIONAL BALURAN

    Full text link
    Acacia nilotica is a plant that can grow well in certain habitat conditions and does not require complex growing conditions. This condition causes A. nilotica (L.) Willd. will grow uncontrollably and can damage the existing ecosystem so that action is needed, one of which is by using allelopathic compounds. Some plants contain allelopathic compounds that can inhibit and interfere with the growth of other plants. Allelopathy is composed ofvitexin, isovitexin, and Cglucosylflavonoid. All three are included in the flavonoid group which is a group of phenolic compounds. The allelopathic compounds contained are expected to be a solution in overcoming the spread of A. nilotica (L.) Willd. The pine leaves used are expected to contain allelopathic compounds to inhibit the growth of A. nilotica. (L.) Willd. This research was conducted using a factorial randomized block design (RBD) with two factors, first the concentration of pine leaf extract and the second the frequency of administration. The analysis used is by using analysis of variance, if there is a real effect, it is followed by the Duncan test to determine the differences between the treatments given. The results of this study showed that pine leaf extract showed a very real interaction and influence of the application of solution concentration and frequency of pine leaf extract on the growth of invasive plant seedlings A. nilotica (L.) Willd. The concentration of the solution and the frequency of administration that was the most effective in killing A. nilotica (L.) Willd was a concentration of 750 ppm with a frequency of giving every 3 days. Based on the results of this study, it can be suggested to use a higher concentration of the solution and a higher or more frequent application of the extract to have a faster impact.Keywords: Acacia nilotica (L.) Willd, Pine Leaves, Invasive, StatisticsAbstrakAcacia nilotica termasuk kedalam tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi habitat tertentu dan tidak memerlukan syarat tumbuh yang kompleks. Kondisi tersebut menyebabkan A. nilotica (L.) Willd. akan tumbuh tak terkendali dan dapat merusak ekosistem yang ada sehingga diperlukannya suatu tindakan, salah satunya dengan menggunakan senyawa alelopati. Beberapa tanaman yang mengandung senyawa alelopati yang dapat menghambat dan mengganggu pertumbuhan tumbuhan lain. Alelopati tersusun atas senyawa vitexin, isovitexin dan Cglucosylflavonoid. Ketiganya termasuk dalam kelompok flavonoid yang merupakan golongan senyawa fenol. Senyawa alelopati yang terkandung tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi penyebaran A. nilotica (L.) Willd. Daun pinus yang digunakan diharapkan memiliki kandungan senyawa alelopati, untuk menghambat pertumbuhan dari A. nilotica. (L.) Willd. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, pertama konsentrasi ekstrak daun pinus dan kedua frekuensi pemberian. Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian ekstrak daun pinus menunjukkan adanya interaksi serta pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan semai tanaman invasif A. nilotica (L.) Willd. Konsentrasi larutan dan frekunsi pemberian yang paling Dampaktif mematikan A. nilotica (L.) Willd adalah konsentrasi 750 ppm dengan frekuensi pemberian 3 hari sekali. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disarankan untuk menggunakan konsentrasi larutan yang lebih tenggi serta frekuensi pemberian ekstrak yang lebih tinggi atau sering agar dapat lebih cepat dalam memberikan dampak.Kata kunci : Acacia nilotica (L.) Willd, Daun Pinus, Invasif, Statisti

    671

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL HUTAN LESTARI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇