JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
Biosintesis ZnO Nanopartikel dari Ekstrak Air Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) dan Ion Zn2+ serta Interaksinya dengan Kitosan sebagai Antibakteri Escherichia coli
The biosynthesis of ZnO nanoparticles and chitosan-ZnO nanoparticles has been carried out. The aims of this research were to modify and characterize of chitosan-ZnO nanoparticles and their application as an antibacterial agent of Escherichia coli. The characterization of chitosan-ZnO nanoparticles was conducted by FTIR spectroscopy and X-Ray diffractometer. ZnO nanoparticle was synthesized by the reaction between leaf extract of the common guava (Psidium guajava L) and zinc acetate dihydrate. Chitosan-ZnO nanoparticles were synthesized by the reaction between chitosan and ZnO nanoparticles. The agar diffusion method was used to study the antibacterial activity of chitosan-ZnO nanoparticles. The result showed that the wavenumber of FTIR spectra chitosan-ZnO nanoparticles appeared at 3427 cm−1. The crystalline size of ZnO nanoparticles was 16.54 nm. The average inhibition zone of chitosan-ZnO nanoparticles at concentration 10,000; 5,000; and 2.500 mg/L were 30.57 ± 0.87; 25.97 ± 1.42; and 23.10 ± 1.61 mm, respectively. The higher the concentration of chitosan-ZnO nanoparticles, the greater the inhibition zone.Pada penelitian ini telah dilakukan biosintesis ZnO nanopartikel dan kitosan-ZnO nanopartikel sebagai antibakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah modifikasi dan karakterisasi kitosan dengan ZnO nanopartikel dan aplikasinya sebagai antibakteri Escherichia coli. Karakterisasi kitosan-ZnO nanopartikel dilakukan dengan menggunakan spektrofotomer FTIR dan difraksi sinar X (XRD). Difraksi sinar X (XRD) digunakan untuk karakterisasi ZnO nanopartikel. ZnO nanopartikel disintesis melalui reaksi antara ekstrak air daun jambu biji (Psidium guajava L) dengan seng asetat dihidrat. Kitosan-ZnO nanopartikel disintesis melalui reaksi antara kitosan dan ZnO nanopartikel. Metode diffusi agar digunakan untuk meneliti kitosan-ZnO nanopartikel sebagai antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa bilangan gelombang pada spektra FTIR kitosan-ZnO nanopartikel muncul pada 3427 cm−1. Ukuran kristal ZnO nanopartikel adalah 16,54 nm. Rata-rata zona inhibisi dari kitosan-ZnO nanopartikel pada konsentrasi 10.000, 5.000 dan 2.500 mg/L berturut-turut adalah 30,57 ± 0,87; 25,97 ± 1,42; dan 23,10 ± 1,61 mm. Semakin tinggi konsentrasi nanopartikel kitosan-ZnO, maka semakin besar pula zona hambatnya
Pembentukan Kokristal Asam Usnat – N-Methyl-DGlucamine dengan Metode Penguapan Pelarut dan Pengaruhnya terhadap Penurunan Interleukin-8 pada Tikus Inflamasi
Pada penetitian ini pembentukan kokristal asam usnat-N-methyl-D-glucamine bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi asam usnat serta uji efektivitasnya dalam kadar IL-8 pada tikus inflamasi. Kokristal asam usnat–N-methyl-D-glucamine dibuat dengan perbandingan 1:1 ekuimola dengan metode penguapan pelarut menggunakan etanol. Karakterisasi sampel dilakukan dengan difraksi sinar-X, Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Evaluasi kokristal yang dilakukan mencakup uji kelarutan, uji laju disolusi, dan penentuan kadar interleukin-8 (IL-8) pada tikus inflamasi. Uji kelarutan dilakukan menggunakan pelarut air suling bebas CO2 sedangkan uji laju disolusi menggunakan media air suling bebas CO2 0.25% (b/v) sodium lauril sulfat (SLS), kedua larutan uji dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pemeriksaan IL-8 tikus inflamasi menggunakan metode ELISA. Hasil karakterisasi difraksi sinar-X menunjukkan profil difraktogram yang berbeda dari komponen penyusun yang mengindikasikan terbentuknya fase kokristal. Hasil termogram DSC menunjukkan adanya puncak endotermik baru yang berbeda dengan kedua komponen penyusun. Spektrum FT-IR menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang pada spektrum kokristal dibandingkan spektrum asam usnat dan N-methyl-D-glucamine. Analisis SEM menunjukkan perubahan morfologi partikel. Kelarutan dan laju disolusi kokristal meningkat secara signifikan (P<0,05) sebanyak 24 kali dan 23 kali dibandingkan dengan senyawa asam usnat murni. Kokristal dapat menurunkan kadar IL-8 pada tikus inflamasi yang setara dengan aktivitas antiinflamasi asetosal (P<0,05). Disimpulkan bahwa koristal asam usnat - N-methyl-D-glucamine dapat meningkatkan kelarutan, laju disolusi, dan menurunkan kadar IL-8 tikus inflamasi
Analisis Outcome Klinis Berdasarkan Kualitas Hidup dan Biaya Medik Langsung Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi untuk mengontrol glukosa darah. Pengontrolan glukosa darah yang buruk berdampak pada penurunan kualitas hidup dan peningkatan biaya. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan outcome klinis yaitu kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) selama 3 bulan berdasarkan kualitas hidup dan biaya medis langsung. Outcome klinis dikatakan terkontrol apabila GDS <200 mg/dL dan tidak terkontrol apabila GDS ≥200 mg/dL. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jenis observasional. Kriteria inklusi mencakup pasien DM tipe 2 yang memperoleh antidiabetik yang sama minimal 3 bulan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul pada September 2017. Kriteria eksklusi meliputi kondisi hamil atau menyusui. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, rekam medis dan bagian keuangan. Data demografi dianalisis secara deskriptif sedangkan outcome klinis diolah menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 129 dari 200 pasien menunjukkan outcome klinis tidak terkontrol (64,5%) dengan rata-rata nilai kualitas hidup yang baik (65,7±7,7) serta mengeluarkan biaya medis langsung sebesar Rp 489.005. Terdapat perbedaan outcome klinis berdasarkan kualitas hidup (p=0,000) pada domain fungsi fisik (p=0,034), kepuasan pribadi (p=0,000), kepuasan pengobatan (p=0,000) dan frekuensi gejala penyakit (p=0,012) serta berdasarkan biaya medis langsung (p=0,012). Pasien dengan outcome klinis terkontrol menunjukkan kualitas hidup yang lebih tinggi dan mengeluarkan biaya lebih rendah
Evaluasi Penggunaan Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit X di Jakarta Periode 2016-2017
Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) is a metabolic disease with the characteristics of hyperglycemia that occurs due to abnormal insulin secretion. One of the treatments of DM is insulin therapy. Based on its provenance, insulin consists of human insulin and analogue insulin. This study was conducted to identify profiles of insulin used in DMT2 patients at RSUP X hospital in Jakarta. This was an observational study conducted retrospectively on data from 2016 to 2017. The total sample numbers of DMT2 outpatients using insulin were 218 in 2016, and 225 in 2017. Data on insulin therapy regimens were obtained from medical records and drug use reports. The results obtained from this study indicated that the type of insulin that was widely used by DMT2 outpatients was analogue insulin with a percentage of 99%. The human insulin was rarely used in outpatients. The highest use of analogue insulin was analog premixed insulin (35%).Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Salah satu terapi DMT2 adalah dengan menggunakan insulin. Berdasarkan asalnya insulin terdiri dari insulin manusia dan insulin analog. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi profil penggunaan insulin pasien DMT2 rawat jalan di rumah sakit X di Jakarta. Studi ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara retrospektif pada data periode Januari 2016 - Desember 2017. Data regimen terapi insulin diperoleh dari rekam medis dan laporan penggunaan obat. Jumlah sampel penelitian pasien DMT2 rawat jalan pengguna insulin sebanyak 218 orang pada tahun 2016, dan 225 orang pada tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis insulin yang banyak digunakan oleh pasien DMT2 rawat jalan adalah insulin analog dengan persentase 99%, jauh lebih tinggi dibandingkan insulin manusia. Penggunaan insulin manusia sudah sangat jarang ditemukan pada pasien rawat jalan. Penggunaan insulin analog tertinggi yakni analogue premixed insulin sebesar 35%
Persepsi Dokter tentang Strategi Antimicrobial Stewardship Program di Sebuah Rumah Sakit Umum di Surabaya
Antimicrobial Stewardship Program (ASP) dikembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik melalui implementasi kebijakan, strategi maupun pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dokter terhadap ASP dan mengeksplorasi pilihan beserta pertimbangan pemilihan suatu jenis strategi ASP. Pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan dokter yang aktif bekerja di sebuah rumah sakit umum di kota Surabaya dilakukan dengan bantuan panduan wawancara semi terstruktrur untuk mengeksplorasi: i) sikap terhadap implementasi ASP, dan ii) strategi ASP yang disarankan. Hasil wawancara diolah secara thematic analysis. Sebanyak 27 dokter bersedia terlibat. Secara umum, partisipan memiliki sikap yang baik terhadap implementasi ASP. Terdapat tiga tema terkait implementasi ASP, yaitu: 1) persetujuan implementasi sebagai konsekuensi dari bagian komunitas profesi di rumah sakit (RS); 2) relevansi implementasi bagi perbaikan kualitas RS, dan 3) tuntutan pemenuhan sumber daya sebelum diimplementasikan. Pembuatan pedoman terapi atau clinical pathway merupakan strategi yang paling banyak dipilih oleh partisipan. Pertimbangan dalam memilih suatu strategi adalah: 1) kesepakatan oleh komunitas RS; 2) practicability dan feasibility; dan 3) penggunaan bukti penelitian sebagai dasar penyusunan strategi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai persepsi dokter terkait dengan implementasi ASP. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam merancang strategi ASP yang tepat dalam konteks RS di Indonesia
The effect of polymer amount on physical characteristics and in vitro release of diterpene lactone fraction of sambiloto-chitosan nanoparticles
Fraksi diterpen lakton dari Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) memiliki kandungan utama andrografolid. andrografolid diketahui memiliki bioavailabilitas buruk, bersifat sangat lipofilik, dan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Penjebakan bahan sukar larut ke dalam polimer hidrofilik seperti kitosan dapat memperbaiki disolusi yang selanjutnya akan meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disolusi serta mengetahui pengaruh jumlah kitosan terhadap karakteristik fisik, efisiensi penjebakan dan pelepasan FDTLS dari nanopartikel FDTLS-kitosan. Nanopartikel dibuat dengan metode gelasi ionik-semprot kering menggunakan tripolifosfat sebagai penyambung silang. Nanopartikel dibuat dengan rasio FDTLS-kitosan yang berbeda, yaitu 1:2 (FK1), 1:2,5 (FK2) dan 1:3 (FK3). Evaluasi yang dilakukan meliputi morfologi, pemeriksaan differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), efisiensi penjebakan, dan uji pelepasan. Nanopartikel yang dihasilkan berbentuk sferis dan FK2 mempunyai permukaan paling halus dengan entalpi paling tinggi. Difraktogram nanopartikel FDTLS-kitosan menunjukkan perubahan kristalinitas menjadi lebih amorf. Efisiensi penjerapan FDTLS dalam nanopartikel kitosan sebesar 29,01-32,69%. Hasil uji pelepasan nanopartikel menunjukkan peningkatan kecepatan FDTLS terlarut sebesar 1,6 kali dibandingkan dengan substansi FDTLS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan nanopartikel dengan polimer kitosan dengan metode gelasi ionik-semprot kering dapat meningkatkan jumlah FDTLS terlarut.The diterpene lactone fraction of Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) main compound is andrographolide. Andrographolide has poor bioavailability, high lipophilicity, and low solubility. Entrapping poorly soluble substances into a hydrophilic polymer, such as chitosan, could improve their dissolution, bioavailability, and activity. The purposes of this study were to improve the FDTLS dissolution and to compare the effect of different amounts of chitosan on physical characteristics, entrapment efficiency, and FDTLS release from nanoparticles, which was made by the ionic gelation-spray drying method using tripolyphosphate as a crosslinker. The nanoparticles were prepared with different FDTLS-chitosan ratios = 1:2 (FK1), 1:2.5 (FK2) and 1:3 (FK3). The nanoparticles were evaluated for its morphology, physical state using differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), entrapment efficiency, and drug release. All the nanoparticles' formulas had a spherical shape and FK2 showed the smoothest surface with the highest enthalpy. FDTLS-chitosan nanoparticles diffractogram showed a more amorphous form. The FDTLS-chitosan nanoparticles entrapment efficiency was 29.01-32.69%. The FDTLS-chitosan nanoparticles showed an increased dissolution rate by 1.6 times compared to the FDTLS substance. The study concludes that the formation of nanoparticles using chitosan by ionic gelation-spray dry method could improve the dissolution of FDTLS
Pengembangan dan Validasi Kuesioner untuk Menilai Miskonsepsi tentang Pengobatan pada Hipertensi dan Diabetes Melitus dengan Kejadian Gagal Ginjal
Miskonsepsi tentang pengobatan menjadi salah satu faktor tingginya ketidakpatuhan pengobatan. Masyarakat beranggapan bahwa penggunaan obat rutin pada hipertensi dan diabetes mellitus (DM) dapat menyebabkan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan kuesioner valid dan reliabel yang dapat digunakan untuk mengukur miskonsepsi masyarakat tentang pengobatan jangka panjang pada hipertensi dan DM dengan kejadian gagal ginjal. Pengembangan kuesioner dilakukan dalam 5 tahap yakni konseptualisasi, konstruksi alat ukur, uji coba melalui studi 1 pada 240 mahasiswa/i medis dan non-medis, dan studi 2 pada 300 masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman, tes revisi dan selanjutnya tahap analisis melalui uji reliabilitas alpha cronbach. Sementara itu, uji validitas dilakukan dengan membandingkan kuesioner ini dengan kuesioner terpercaya lainnya. Hasil skala pengetahuan tentang terapi hipertensi dan DM terkait kejadian gagal ginjal pada studi 1 dan studi 2 tersusun atas 4 variabel pengetahuan meliputi: pengetahuan terapi hipertensi dan DMT (α 0.742, α 823), miskonsepsi penggunaan obat rutin (α 0.835, α 0.805), pengetahuan obat penyebab gagal ginjal (α 0.582), (α 0.581), serta pengetahuan faktor risiko gagal ginjal (α 0.721, α 0.698). Hasil analisis ini menunjukkan bukti awal dan menyediakan instumen valid dan relevan untuk mengukur tingkat miskonsepsi masyarakat tentang pengobatan jangka panjang pada hipertensi dan DM terkait dengan gagal ginjal
Penentuan Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Kepundung (Baccaurea racemosa Muell.Arg.) secara In Vitro
Kepundung (Baccaurea racemosa Muell.Arg.) merupakan salah satu tanaman berkhasiat di Indonesia yang mengandung flavonoid, polifenol, tanin, dan terpenoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan senyawa dengan aktivitas antioksidan dapat dikaitkan dengan potensi aktivitas antidiabetes dari tanaman ini. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antidiabetes ekstrak metanol, etanol, dan etil asetat dari daun kepundung. Ekstraksi dilakukan dengan metode ultrasonik. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kuantitatif dengan metode DPPH, sedangkan pengujian aktivitas antidiabetes menggunakan metode penghambatan enzim α-amilase. Nilai IC50 pada penentuan aktivitas antioksidan dan antidiabetes ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum. Hasil penentuan antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak metanol, etanol, dan etil asetat masing-masing adalah 9,38 ± 0,15; 10,55 ± 0,09; dan 946,70 ± 2,31 ppm. Ini menunjukkan ekstrak metanol dan etanol memberikan hasil terbaik dalam aktivitas antioksidan. Nilai IC50 aktivitas antidiabetes in vitro ekstrak metanol, etanol, dan etil asetat masing-masing adalah 67,63 ± 0,36; 67,46 ± 0,23; dan 841,04 ± 1,52 ppm. Hasil ini juga menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol daun kepundung memiliki aktivitas antidiabetes yang hampir sam
Gambaran Perilaku Keluarga dalam Menyimpan dan Membuang Obat Antibiotik di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar
Risk factors for drug-related incidents can begins from problems in getting, using, storing and disposing of inappropriate drugs including antibiotics. The problem of antibiotic drugs has become a global problem that needs serious attention, including in Indonesia. The purpose of this study was to describe the behavior of families in storing and disposing of antibiotic drugs in Pariangan Subdistrict, Tanah Datar, Indonesia. The study used a cross sectional design with a purposive sampling technique. Based on the calculation of the number of samples by using Slovin formula, there were 100 families in Pariangan Subdistrict, Tanah Datar District that met the inclusion and exclusion criteria. This study used an instrument in the form of a questionnaire that met the validity and reliability test requirements. The data were analyzed by SPSS. The results showed that the family’s behavior in storing and disposing of antibiotics was sufficient with mean values of 6.07 and 6.90, respectively. Based on the correlation test, it can be concluded that there is no relationship between knowledge of families regarding of pharmacist profession and antibiotic drugs with family behavior in storing and disposing of antibiotics as indicated by a value of r = 0.163.Faktor resiko terjadinya insiden obat dapat berawal dari masalah cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang tidak tepat termasuk obat antibiotik. Masalah obat antibiotik telah menjadi persoalan global yang harus mendapatkan perhatian serius termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran perilaku keluarga dalam menyimpan dan membuang obat antibiotik di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian deskriptif ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Berdasarkan perhitungan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh sebanyak 100 keluarga di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner yang telah memenuhi syarat uji validitas dan reliabelitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku keluarga dalam menyimpan dan membuang obat antibiotik termasuk dalam kategori cukup dengan nilai mean masing-masing 6,07 dan 6,90. Berdasarkan hasil uji korelasi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga terhadap profesi apoteker dan obat antibiotik dengan perilaku keluarga dalam menyimpan dan membuang obat antibiotik yang ditunjukan dengan nilai r = 0,163
Home Care Improves Knowledge, Attitude, Practice and Blood Pressure Control in Hypertensive Patients: Exploring the Expanded Role of Community Pharmacists
Hypertension remains a leading cause of morbidity and mortality.This study aimed to evaluate the impact of community pharmacists-provided home care on knowledge, attitude, practice (KAP) and blood pressure (BP) control of hypertensive patients. A quasi-experimental study was conducted in two pharmacies in Banten involving hypertensive patients regularly refilling prescriptions. Patients in Pharmacy A were assigned in the intervention group (IG), whilst those in Pharmacy B in the control group (CG). IG received home care in addition to standard care. Questionnaires to assess KAP were distributed at the initiation and end of the study. BP was measured monthly. A total of 110 patients (60 in IG vs 50 in CG) were enrolled. At baseline there was no significant difference in demographic and clinical characteristics. Post-intervention, proportion of patients with ‘good’ knowledge was considerably higher in IG (100%) vs 2.0% in CG, IG demonstrated ‘very ideal’ attitude compared to ‘less ideal’ in CG, IG performed ‘good’ practice as opposed to ‘fair’ practice in CG. The decrease of systolic BP in IG was significantly greater (14.8 mmHg) vs 1.8 mmHg in CG. In conclusion, expanded role of community pharmacists in providing home care improves KAP and BP control in hypertensive patients